Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Wabup Garut Dorong Evaluasi Kinerja Desa untuk Perkuat Pemberdayaan

Wabup Garut Dorong Evaluasi Kinerja Desa untuk Perkuat Pemberdayaan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Garut sambut tim evaluasi kinerja desa dan dorong penguatan pemberdayaan serta inovasi masyarakat.

albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan kembali pentingnya evaluasi kinerja desa sebagai fondasi pembangunan berbasis masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menerima Tim Klarifikasi Lapangan Evaluasi Kinerja Desa Anugerah Gapura Sri Baduga Jawa Barat 2025 di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, pada Jumat, 5 Desember 2025.

Kedatangan tim provinsi tersebut menjadi bagian dari proses penilaian resmi lomba Sri Baduga, sebuah ajang yang menitikberatkan pada pemberdayaan, kreativitas, dan inovasi pemerintahan desa. Penilaian ini dianggap penting karena berkaitan langsung dengan tata kelola desa dan dampaknya terhadap kesejahteraan warga.

Dalam sambutannya, Putri menyebut Desa Pangauban mungkin belum sepenuhnya sejajar dengan desa nominasi unggulan di Jawa Barat. Namun, ia menekankan bahwa capaian desa tersebut tetap memiliki nilai strategis sebagai indikator konsistensi pembangunan.

Ia memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Pangauban dan seluruh warga atas kemampuan mereka menjaga program desa tetap berjalan. Menurutnya, daya dukung masyarakat adalah elemen paling menentukan keberhasilan pemerintahan desa.


Harapan agar Pangauban Jadi Contoh bagi Desa Lain

Dalam kesempatan itu, Putri menyampaikan pandangannya mengenai arti penting kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat. Ia menilai hubungan yang kuat antara kepala desa dan warganya menjadi unsur kunci dalam meningkatkan kualitas layanan publik di tingkat lokal.

“Jika Desa Pangauban memperoleh penghargaan, itu bukan hanya kebanggaan. Itu bukti bahwa kepala desa yang bekerja dekat dengan warganya akan mendapatkan hasil yang baik,” ucap Putri. Pernyataan itu menegaskan bahwa indikator keberhasilan pemerintahan desa tidak hanya diukur dari fasilitas fisik atau program formal, tetapi juga dari hubungan sosial yang terbangun.

Putri juga menyoroti tantangan lingkungan yang masih dominan di banyak desa. Ia menilai Pangauban, sebagai desa penyangga, harus mampu menjaga kerapihan dan kelestarian lingkungannya. Ketidakteraturan lingkungan, tegasnya, dapat memberi dampak ke desa-desa di wilayah lain.

Baca juga: DPRD Jabar Jaga Skor CDPOB Jawa Barat untuk Pemekaran Bertahap

Ia berharap bahwa partisipasi Pangauban dalam evaluasi kinerja desa dapat memberi inspirasi bagi desa lainnya di Kabupaten Garut. Menurutnya, diperlukan desa-desa yang bekerja dalam satu garis komitmen: menjaga kebersamaan, menjalankan program, dan konsisten berinovasi.


Evaluasi Lapangan sebagai Ukuran Komitmen Pemerintahan Desa

Kehadiran Tim Penilai dari Provinsi Jawa Barat menjadi rangkaian wajib dalam proses verifikasi lapangan. Tim mengecek kesesuaian data, keberlanjutan program, serta kualitas pemberdayaan masyarakat yang menjadi inti Lomba Sri Baduga.

Penilaian ini penting karena akan menentukan desa yang dinilai paling siap dalam aspek inovasi, kemandirian, dan kapasitas tata kelola. Putri mengingatkan bahwa partisipasi Pangauban dalam lomba bukan sekadar kompetisi, tetapi juga penanda komitmen pembangunan desa jangka panjang.

“Kami membutuhkan desa yang menjaga kebersamaan. Desa seperti Pangauban harus menjadi contoh,” katanya. Ia berharap capaian ini dapat menjadi pemicu bagi kepala desa lain agar meniru praktik baik yang sudah dibangun Pangauban.

Evaluasi kinerja desa di Garut menegaskan pentingnya inovasi, kebersamaan, dan komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan warga. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • roller coaster USS

    Universal Studios Evakuasi Penumpang Roller Coaster USS

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Roller coaster USS Singapura berhenti mendadak saat hujan deras. Evakuasi penumpang berlangsung aman tanpa korban luka. albadarpost.com, LENSA – Wahana roller coaster USS Battlestar Galactica: Human vs Cylon berhenti mendadak saat beroperasi di Universal Studios Singapore, Jumat sore, 28 November 2025. Evakuasi manual dilakukan di tengah hujan, memaksa penumpang berjalan menuruni lintasan, dan situasi memicu […]

  • Tradisi pondok pesantren santri belajar kitab kuning bersama kiai di lingkungan pesantren tradisional Indonesia

    Di Balik Kehidupan Santri: 7 Tradisi Pesantren yang Jarang Terungkap

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tradisi pondok pesantren menjadi bagian penting dalam kehidupan santri di Indonesia. Budaya pesantren atau tradisi santri tidak hanya membentuk karakter religius, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta penghormatan kepada guru. Banyak orang mengenal pesantren sebagai tempat belajar agama Islam. Namun di balik aktivitas mengaji dan belajar kitab, terdapat berbagai tradisi pondok […]

  • Kerang tutut cabe ijo pedas gurih dengan irisan cabai hijau dan tomat, disajikan hangat dalam wajan tradisional.

    Rahasia Masak Kerang Tutut Cabe Ijo Bumbu Melimpah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESYLE – Kerang tutut sering dianggap makanan kampung. Namun, di tangan yang tepat, ia berubah menjadi hidangan berkelas dengan rasa yang berlapis. Kerang Tutut Cabe Ijo menghadirkan sensasi pedas segar, gurih pekat, dan aroma rempah yang menggoda sejak pertama kali masuk wajan. Pertama, kita bicara soal bahan utama. Gunakan 1000 gram remis atau tutut […]

  • ilustrasi sistem pendidikan islam klasik dengan murid belajar bersama ulama di masjid secara tradisional

    Tanpa Teknologi, Begini Cara Belajar Ulama Zaman Dulu

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bayangkan sebuah ruang sederhana tanpa kursi modern, tanpa proyektor, bahkan tanpa buku cetak seperti sekarang. Seorang murid duduk di lantai, mendengarkan gurunya dengan penuh fokus. Tidak ada gangguan. Tidak ada distraksi. Namun, dari sistem sederhana inilah lahir para ulama besar dunia. Inilah pendidikan islam klasik, sebuah sistem pendidikan tradisional Islam yang […]

  • Analisis kritis SK Komdigi 127 2026 dan dampaknya terhadap kebebasan pers serta demokrasi digital di Indonesia

    SK Komdigi 127/2026: Regulasi Cepat, Demokrasi Terhambat?

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – SK Komdigi 127 2026 kembali membuka perdebatan serius tentang arah regulasi digital, kebebasan berekspresi, dan posisi negara dalam mengontrol ruang publik. Pemerintah menyebut aturan ini sebagai langkah strategis melawan disinformasi. Namun, sejumlah kalangan melihatnya sebagai sinyal kemunduran dalam praktik demokrasi digital. Masalahnya bukan pada niat, melainkan pada desain kebijakan yang berpotensi melampaui […]

  • Sayembara Logo Tasikmalaya

    Pemkab Tasikmalaya Buka Sayembara Logo, Hadiah Jutaan Rupiah Menanti

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sebuah layar laptop menyala hingga larut malam. Di sudut meja, secangkir kopi mulai dingin. Sementara itu, beberapa garis dan bentuk perlahan muncul di layar aplikasi desain. Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sketsa biasa. Namun tahun ini, sebuah desain sederhana berpeluang menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Tasikmalaya. Sayembara Logo Tasikmalaya untuk Hari […]

expand_less