Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » DPRD Jabar Jaga Skor CDPOB Jawa Barat untuk Pemekaran Bertahap

DPRD Jabar Jaga Skor CDPOB Jawa Barat untuk Pemekaran Bertahap

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
  • visibility 180
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DPRD Jabar terus mengevaluasi CDPOB Jawa Barat sambil menunggu pencabutan moratorium pemekaran daerah.


Penilaian CDPOB Jawa Barat Tetap Berjalan

albadarpost.com, LENSA – DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan proses evaluasi terhadap CDPOB (Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru) Jawa Barat tetap dilakukan rutin. Penilaian ini penting untuk menjaga seluruh indikator teknis sepuluh calon daerah tetap sesuai ketentuan, sembari menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai pencabutan moratorium pemekaran.

Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati, menyampaikan bahwa berkas sepuluh CDPOB sudah melalui sidang paripurna dan kini berada di Kementerian Dalam Negeri. Pemeriksaan berkala diperlukan agar skor wilayah kandidat tidak turun selama masa tunggu.

“Sepuluh CDPOB sudah kita bawa ke sidang paripurna dan seluruh datanya kini berada di Kemendagri. Tinggal menunggu moratorium dicabut. Evaluasi tahunan diperlukan agar skor indikator teknis tetap terjaga,” ujar Rahmat di Bandung.

Penjelasan tersebut disampaikan setelah ia mengikuti Focus Group Discussion mengenai laporan kapasitas daerah, yang menghadirkan perwakilan DPD RI, biro pemerintahan daerah, peneliti Pusat Riset Injabar Unpad, dan Forkonas PP DOB. Forum ini menjadi ruang klarifikasi sekaligus pembaruan data teknis sebelum pemekaran diputuskan pemerintah pusat.

Rahmat menyebut mutu penilaian perlu dijaga karena pemerintah tidak akan membuka peluang pemekaran untuk seluruh wilayah secara serentak. Urutan prioritas akan sangat ditentukan oleh skor masing-masing calon daerah.


Daftar CDPOB dan Penilaian Teknis

Sepuluh wilayah yang masuk CDPOB Jawa Barat adalah Indramayu Barat, Bogor Timur, Bogor Barat, Sukabumi Utara, Garut Selatan, Cianjur Selatan, Tasikmalaya Selatan, Garut Utara, Subang Utara, dan Cirebon Timur. Pemeriksaan meliputi infrastruktur, pelayanan dasar, kesiapan ekonomi, sampai penetapan ibu kota administrasi baru.

Rahmat menilai proses pemekaran tidak sebatas pemisahan wilayah kabupaten. Pemerintah dapat menetapkan daerah otonomi baru pada level kota, kecamatan, hingga desa, terutama jika penataan wilayah diperlukan untuk memperkuat pelayanan publik. “Sambil menunggu, kita harus menjaga skor. Karena bisa saja tidak semuanya sekaligus jadi DOB. Jika bertahap, CDPOB mana yang didahulukan,” katanya.

Baca juga: OJK Jabar Ingatkan Modus Penipuan AI yang Makin Canggih

Selain sepuluh wilayah tersebut, FGD juga membahas lima kandidat pemekaran yang masih diproses di daerah induknya: Kota Cikampek, Bekasi Utara, Bandung Timur, Tasikmalaya Utara, dan Kota Cipanas. Dua wilayah lain—Kota Lembang dan Kota Sukapura di Tasikmalaya—baru memasuki tahap awal usulan.

Menurut Rahmat, sebagian besar pengajuan masih didominasi usulan pemekaran kabupaten. Kemendagri mengharapkan proporsi lebih seimbang dengan pembentukan kota baru, sesuatu yang belum banyak muncul dalam daftar usulan Jabar. “Dari 15 sampai 17 usulan, yang kota hanya Cikampek dan Cipanas. Padahal harusnya seimbang,” ujarnya.


Analisis: Penataan Wilayah dan Dampaknya pada Pelayanan Publik

Diskusi pemekaran wilayah tidak sekadar soal jumlah daerah baru. Penataan administratif bersifat strategis karena mempengaruhi kecepatan pelayanan publik, pembiayaan pembangunan, dan kapasitas pemerintahan lokal. Jarak pusat pemerintahan dengan penduduk menjadi salah satu indikator yang terus dipantau.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui arahannya, mendorong langkah lain selama moratorium belum dicabut: penataan desa, kelurahan, dan kecamatan. Banyak kecamatan di Jabar yang membawahi lebih dari sepuluh desa atau kelurahan. Kondisi ini membuat pelayanan administratif melambat dan beban kerja pemerintahan meningkat.

Rahmat menilai penataan ulang wilayah menjadi kebutuhan mendesak. Jawa Barat memiliki sekitar 5.316 desa dan lebih dari 300 kelurahan. Jumlah tersebut relatif kecil dibanding provinsi lain sehingga berdampak pada total dana desa yang diterima. “Karena jumlah desa kita lebih sedikit, berkonsekuensi akumulasi dana desa juga lebih kecil,” kata Rahmat.

Dalam konteks tersebut, pemekaran bukan hanya soal struktur baru, tetapi soal pemerataan layanan dasar, efektivitas tata kelola, dan akses anggaran untuk pembangunan.


Dampak Jangka Panjang Bagi Jabar

Evaluasi rutin terhadap CDPOB Jawa Barat menjaga agar proses pemekaran tidak kehilangan arah. Pemerintah daerah membutuhkan kesiapan data yang kuat untuk menyakinkan pemerintah pusat saat moratorium dibuka kembali. Jika indikator teknis terjaga, peluang pemekaran lebih terbuka dan dampaknya dapat dirasakan langsung warga: jarak layanan lebih dekat, distribusi anggaran lebih merata, dan ruang pembangunan daerah lebih besar.

DPRD Jabar menjaga skor teknis CDPOB Jawa Barat sambil menunggu keputusan moratorium pemekaran agar pelayanan publik di daerah lebih merata. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kegiatan forum KPID Jabar bersama mahasiswa dan jurnalis di Universitas Islam Tasikmalaya membahas peningkatan kompetensi penyiaran

    Tantangan Media Makin Berat, KPID Jabar Ambil Langkah Ini

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upaya penguatan kualitas penyiaran terus digencarkan oleh KPID Jabar. Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat atau KPID Jabar menggelar forum peningkatan kompetensi penyiaran di Universitas Islam Tasikmalaya, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi media sekaligus menyiapkan SDM penyiaran yang adaptif di tengah […]

  • Ilustrasi aturan larangan ancaman penagihan OJK dan sanksi bagi debt collector yang melanggar etika penagihan di Indonesia

    OJK Serius: Sanksi Berat Bagi Debt Collector yang Langgar Etika

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya melindungi debitur dari praktik penagihan yang melanggar etika. Aturan dalam POJK 22 Tahun 2023 ini memberi payung hukum lebih kuat untuk menghukum debt collector dan pelaku jasa keuangan yang melakukan tindakan ancaman, intimidasi, atau perilaku tidak profesional saat menagih kredit. Aturan ini bukan sekadar aturan […]

  • fenomena pendidikan

    Dunia Pendidikan Sedang Berubah Diam-Diam, Ini 5 Tanda Besarnya

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak orang mengira dunia pendidikan berjalan seperti biasa. Sekolah tetap ada, guru tetap mengajar, dan siswa tetap belajar di kelas. Namun sebenarnya, fenomena pendidikan modern sedang berubah secara drastis. Fenomena pendidikan terbaru, tren belajar masa kini, serta perubahan sistem pendidikan muncul perlahan tanpa disadari publik luas. Perubahan ini tidak selalu terlihat besar. […]

  • Kemarau 2026

    Ancaman Kemarau Panjang 2026, Ini Strategi Pemkab Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kemarau 2026 mulai diantisipasi serius oleh pemerintah. Melalui rapat koordinasi nasional, strategi menghadapi kemarau panjang 2026 dibahas dengan fokus utama pada ketersediaan air dan keberlanjutan produksi pangan. Pertemuan yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026), mempertemukan berbagai kepala daerah dari seluruh Indonesia. Agenda utamanya jelas: memastikan […]

  • Ilustrasi parsel lebaran sebagai potensi gratifikasi kepada pejabat.

    Tradisi Parsel Lebaran untuk Pejabat: Budaya atau Gratifikasi?

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Gratifikasi lebaran sering muncul dalam bentuk bingkisan, parsel, atau hadiah hari raya. Sebagian orang menganggap gratifikasi lebaran atau hadiah lebaran untuk pejabat sebagai tradisi sosial yang wajar. Namun jika hadiah tersebut berkaitan dengan jabatan, hukum memandangnya sebagai potensi korupsi. Di sinilah persoalan mulai menjadi serius. Banyak praktik pemberian hadiah kepada pejabat sebenarnya […]

  • Siswa menggunakan gadget di kelas saat isu transformasi pendidikan dan penurunan literasi menjadi sorotan di Indonesia

    Pendidikan Indonesia Darurat? Pemerintah Bongkar Fakta Mengejutkan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu transformasi pendidikan kembali menguat, tetapi kali ini bukan sekadar wacana. Di tengah dorongan reformasi pendidikan Indonesia, fakta di lapangan justru bikin khawatir: literasi siswa melemah, interaksi menurun, dan penggunaan gawai makin tak terkendali. Pemerintah pun angkat suara—perubahan tidak akan terjadi jika semua pihak masih saling menunggu. Pemerintah Buka Fakta: Pendidikan Sedang […]

expand_less