Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Mengantar Anak Sekolah Ternyata Bernilai Ibadah

Mengantar Anak Sekolah Ternyata Bernilai Ibadah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Mengantar anak sekolah pada hari pertama masuk sekolah kembali menjadi perhatian setelah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, mengimbau instansi pemerintah memberikan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mendampingi putra-putrinya. Imbauan itu bertujuan mendukung penguatan ketahanan keluarga sekaligus sejalan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS), yang mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan sejak dini.

Kebijakan tersebut memang berkaitan dengan tata kelola kerja ASN. Namun, di balik itu tersimpan pesan yang lebih luas. Mengantar anak sekolah, peran ayah dalam Islam, dan pendidikan anak menurut Islam bukan sekadar urusan teknis atau rutinitas tahunan. Ketiganya menyentuh amanah orang tua dalam membentuk karakter, rasa aman, dan kepercayaan diri anak sejak langkah pertama mereka memasuki lingkungan pendidikan.

Di Gerbang Sekolah, Ada Pelajaran yang Tidak Tertulis di Buku

Pemandangan pada hari pertama sekolah hampir selalu sama. Sejumlah anak berjalan sambil menggenggam erat tangan ayah atau ibunya. Ada yang berlari penuh semangat menuju kelas baru, tetapi ada pula yang masih memeluk orang tuanya karena cemas menghadapi lingkungan yang belum dikenal.

Momen singkat itu sering dianggap biasa oleh orang dewasa. Padahal, bagi seorang anak, kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah dapat menjadi kenangan yang tersimpan lama. Rasa tenang yang muncul karena ditemani orang yang paling dipercaya sering kali menjadi modal awal untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Karena itu, waktu yang diluangkan orang tua pada hari tersebut bukan sekadar mengantar hingga gerbang sekolah. Lebih dari itu, mereka sedang menunjukkan bahwa anak tidak menghadapi langkah penting dalam hidupnya seorang diri.

Islam Mengajarkan Orang Tua Hadir, Bukan Hanya Memberi Nafkah

Islam memandang keluarga sebagai tempat pertama lahirnya pendidikan. Sebelum anak mengenal guru di sekolah, ia lebih dahulu belajar dari sikap, ucapan, dan teladan orang tuanya.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6).

Ayat ini dipahami para ulama sebagai perintah untuk membimbing keluarga menuju kebaikan melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan.

Rasulullah SAW juga dikenal sebagai sosok yang menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak. Beliau menggendong cucunya, menyapa mereka dengan lembut, dan tidak segan memperlihatkan kasih sayang di hadapan para sahabat. Teladan tersebut menunjukkan bahwa kedekatan emosional bukan tanda kelemahan, melainkan bagian dari akhlak mulia.

Dalam kehidupan sehari-hari, kasih sayang itu dapat hadir melalui tindakan sederhana, termasuk meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah ketika kesempatan memungkinkan.

Kehadiran Orang Tua Membentuk Kepercayaan Diri Anak

Anak belajar bukan hanya dari pelajaran di kelas, tetapi juga dari pengalaman yang ia rasakan bersama keluarganya.

Ketika ayah atau ibu hadir pada momen penting, anak menangkap pesan bahwa dirinya berharga dan mendapat dukungan penuh. Sebaliknya, jika kesibukan terus-menerus menghilangkan kebersamaan, hubungan emosional dapat perlahan merenggang.

Karena itu, keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga menjadi bagian penting dari amanah orang tua. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga merupakan tanggung jawab yang mulia. Namun, menyediakan waktu untuk hadir dalam momen penting anak juga memiliki nilai yang tidak kalah besar.

Imbauan pemerintah mengenai fleksibilitas kerja bagi ASN pada hari pertama sekolah dapat dipandang sebagai salah satu upaya memberi ruang agar tanggung jawab profesional berjalan seiring dengan tanggung jawab keluarga.

Madrasah Pertama Selalu Bernama Keluarga

Sekolah memiliki peran besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Namun, karakter, adab, dan kebiasaan baik umumnya mulai tumbuh dari rumah.

Sebuah pelukan sebelum anak memasuki gerbang sekolah, doa yang dipanjatkan bersama, atau senyuman yang menguatkan dapat menjadi bekal emosional yang tidak tercantum dalam buku pelajaran mana pun.

Karena itu, orang tua tidak perlu menunggu momen besar untuk mendidik anak. Langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan tulus sering kali menjadi pelajaran yang paling membekas.

Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang apa yang diajarkan, melainkan juga tentang siapa yang hadir ketika anak paling membutuhkan.

Hari pertama sekolah mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun, kehadiran orang tua pada hari itu dapat tinggal dalam ingatan anak selama bertahun-tahun. Dalam Islam, kasih sayang tidak cukup diucapkan. Ia hadir melalui waktu yang diluangkan, tangan yang menggenggam, doa yang dipanjatkan, dan langkah kecil yang mengantarkan anak menuju masa depannya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Rakyat

    Masa Depan Sekolah Rakyat dan Arah Pembenahan Layanan Pendidikan Sosial

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sekolah Rakyat diperkuat sebagai layanan pendidikan sosial. Fokus pada akses, kualitas belajar, dan dampak bagi keluarga miskin. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kunjungan pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Kota Tasikmalaya ke Sekolah Rakyat Integrasi 41, Jumat (21/11/2025), memberi gambaran baru tentang arah reformasi pendidikan berbasis layanan sosial. Di balik kunjungan singkat tersebut terdapat isu besar yang […]

  • tambang pasir ilegal

    Virus Nipah, Ancaman Global Tanpa Obat dan Vaksin

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Virus Nipah kembali menyita perhatian dunia. Penyakit zoonotik ini dinilai berbahaya karena memiliki tingkat kematian tinggi dan hingga kini belum memiliki obat maupun vaksin. Sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan setelah kasus baru kembali muncul di Asia Selatan. Nipah virus tanpa obat menjadi perhatian serius otoritas kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan […]

  • Masjid IKMT Tasikmalaya

    Bangun Masjid Serius, IKMT Gandeng Unsil Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Masjid Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya mulai memasuki fase yang tidak terlihat mencolok, tetapi justru paling menentukan. Proyek yang juga disebut sebagai pembangunan Masjid IKMT atau masjid peradaban IKMT ini tidak langsung bergerak ke pembangunan fisik. IKMT memilih menahan diri sejenak, lalu menggandeng akademisi untuk memastikan semuanya benar sejak awal. Di lokasi […]

  • Karya Jurnalistik

    Putusan MA: Karya Jurnalistik Bukan Objek Gugatan Perdata

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 257
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menolak gugatan perdata terhadap sebuah pemberitaan kembali menegaskan satu prinsip penting dalam negara hukum: sengketa atas karya jurnalistik tidak diselesaikan di ruang perdata umum, melainkan melalui mekanisme yang diatur Undang-Undang Pers. Putusan ini relevan dibaca ulang hari ini, ketika kritik publik kerap berhadapan dengan upaya hukum yang berpotensi […]

  • Orang terkaya di Indonesia

    Deretan Orang Terkaya di Indonesia Akhir Oktober 2025 Versi Bloomberg: Prajogo Pangestu Masih di Puncak

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Sembilan orang terkaya di Indonesia versi Bloomberg akhir Oktober 2025, dua di antaranya tembus 100 besar dunia. Prajogo Pangestu Pimpin Daftar Orang Terkaya di Indonesia albadarpost.com, PERSPEKTIF – Bloomberg Billionaires Index akhir Oktober 2025 kembali merilis daftar orang terkaya di dunia, dan sembilan nama asal Indonesia masuk dalam deretan 500 besar. Dua di antaranya bahkan […]

  • Pekerja migran konstruksi di Singapura bersiap mengikuti aturan baru perekrutan tenaga kerja asing mulai 2027.

    Peluang Kerja ke Singapura Makin Terbuka, Aturan Baru Berlaku 2027

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 231
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kebijakan baru soal pekerja migran Singapura mulai menarik perhatian banyak calon tenaga kerja di Asia Tenggara. Pemerintah Singapura resmi memangkas proses perekrutan pekerja konstruksi asing mulai 2027. Aturan baru ini membuat proses masuk kerja menjadi jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Jika dulu perusahaan harus menunggu hingga empat bulan untuk mendatangkan pekerja, […]

expand_less