Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Menu Jumbo di Program Makan Bergizi Pagundan Tarik Perhatian Warga

Menu Jumbo di Program Makan Bergizi Pagundan Tarik Perhatian Warga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menu jumbo di program makan bergizi Pagundan menarik perhatian warga dan dinilai meningkatkan kualitas pemenuhan gizi.

albadarpost.com, HUMANIORA – Program makan bergizi di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, menyedot perhatian publik setelah paket edisi Jumat berkah menyajikan menu yang jauh lebih besar dari biasanya. Warga menyebut ukuran ayam bakakak pada program makan bergizi kali ini tidak lazim dan memberi pengalaman baru bagi para penerima manfaat, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.


Paket Jumbo yang Tak Biasa

Suasana berbeda terlihat di Dapur SPPG Desa Pagundan sejak pagi Jumat itu. Deretan paket program makan bergizi tampak lebih besar, dan video amatir yang merekam proses pengepakan menu langsung meluas di media sosial. Warga yang melihatnya mengaku penasaran dan menunggu pembagian paket yang disebut edisi spesial.

Dalam pendistribusian kali ini, SPPG membagikan 361 paket untuk balita berisi susu bubuk, susu kemasan, dan telur. Sementara itu, 105 paket dalam kategori B-3—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tertentu—mendapat ayam bakakak ukuran jumbo, dilengkapi sayuran dan buah jeruk.

Para penerima manfaat menyebut ukuran hidangan tersebut melampaui pembagian sebelumnya. Banyak ibu hamil memilih membawa pulang menu itu untuk dimakan bersama keluarga. Sri Mulyati, salah satu penerima manfaat, menyatakan hidangan yang diterimanya jauh lebih besar dari biasanya.

“Saya kaget, ukurannya besar sekali. Biasanya tidak pernah dapat yang sebesar ini. Senang bisa makan bareng keluarga,” kata Sri, Jumat (21/11/2025).

Sebagian warga bahkan menyimpan ayam bakakak itu di lemari pendingin untuk dikonsumsi keesokan hari. Meski harus dihangatkan ulang, mereka menilai kualitas makanannya masih baik.


Seleksi Gizi dan Respons Publik

Kepala SPPG Yayasan Baitul Izzah Qur’ani, Lambang Nuzaman, menuturkan seluruh menu dalam program makan bergizi telah melalui proses seleksi ketat oleh ahli gizi. Ia menyebut bahan baku ditentukan berdasarkan standar nilai gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Semua bahan baku sudah ditentukan dan diperiksa secara teliti. Ukuran dan nilai gizinya sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak memperkirakan respons positif sebesar ini. Menurutnya, masyarakat memberikan perhatian lebih karena menu yang dibagikan berbeda dari edisi-edisi sebelumnya.

Program makan bergizi sendiri menjadi salah satu intervensi gizi di tingkat desa yang ditujukan untuk menurunkan potensi stunting dan memastikan kebutuhan nutrisi ibu hamil serta balita terpenuhi. Menu Jumat berkah dianggap sebagai bentuk variasi tanpa mengubah prinsip gizi seimbang.

Baca juga: Masa Depan Sekolah Rakyat dan Arah Pembenahan Layanan Pendidikan Sosial

Dapur SPPG dan para penerima manfaat berharap program tersebut terus berlanjut. Mereka menilai keberadaan program mampu memberi dampak nyata bagi keluarga penerima, terutama dalam membantu pemenuhan gizi kelompok rentan di tingkat desa.


Analisis Dampak dan Konteks Kebijakan

Skema pembagian menu bergizi seperti ini menjadi cermin dari bagaimana kebijakan gizi lokal diimplementasikan. Variasi menu yang lebih besar memberi sinyal bahwa desa mampu mengoptimalkan anggaran dan memperluas cakupan kualitas pangan. Pada saat yang sama, publikasi lewat video amatir memperlihatkan bagaimana program makan bergizi berinteraksi dengan persepsi warga.

Respons publik yang meningkat menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat pada program pemerintah di sektor pemenuhan gizi. Sementara itu, penyajian menu yang lebih substantif berpotensi memperkuat kepercayaan warga terhadap program gizi desa.

Jika menu jumbo ini berkelanjutan dan terstandarisasi, dampaknya bisa meluas hingga penguatan kualitas konsumsi harian keluarga. Kepuasan warga dalam pembagian paket kali ini menjadi indikator bahwa implementasi yang tepat bisa mendorong keberhasilan program jangka panjang.

Pembagian menu jumbo dalam program makan bergizi di Pagundan menunjukkan peningkatan kualitas gizi dan memperkuat kepercayaan warga terhadap layanan desa. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum DPRD Banjar

    Kasus Oknum DPRD Banjar Masuk Babak Penuntutan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Oknum DPRD Banjar resmi memasuki babak baru dalam kasus narkotika setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti atau Tahap 2 dari penyidik Polres Banjar, Kamis (16/7/2026). Dengan proses tersebut, perkara pidana ini kini berlanjut ke tahap penuntutan sebelum disidangkan di Pengadilan Negeri Banjar. Perkembangan terbaru ini […]

  • Al-Hikam Syeikh Athaillah

    Syeikh Athaillah: Kesalahan Terbesar Manusia Saat Mencari Allah

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Banyak orang mengira iman baru akan tumbuh setelah semua pertanyaan tentang Tuhan berhasil dijawab. Mereka sibuk mengumpulkan bukti, membaca teori, mengamati alam semesta, bahkan mengikuti perdebatan panjang tentang keberadaan Sang Pencipta. Namun, Al-Hikam Syeikh Athaillah justru membalik cara berpikir itu. Menurut ulama besar dalam dunia tasawuf ini, persoalan terbesar manusia bukan kekurangan […]

  • Ilustrasi Abu Bakar Ash-Shiddiq mendampingi Rasulullah SAW dalam hijrah, menggambarkan keteguhan iman dan kepemimpinan Islam awal.

    Jejak Abu Bakar: Khalifah Pertama yang Menggetarkan Langit

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nama Abu Bakar Ash-Shiddiq bukan sekadar sejarah, melainkan gema yang terus memantul di relung umat. Sosok khalifah pertama, sahabat utama Nabi, dan lelaki dewasa pertama yang memeluk Islam ini menghadirkan paradoks sufi: ia pedagang kaya, tetapi hatinya fakir di hadapan Allah. Ia memegang dunia di tangannya, namun menolak menaruhnya di hati. Di […]

  • perjuangan buruh migran

    Terharu! 5 Perjuangan Buruh Migran demi Masa Depan Anak

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Perjuangan buruh migran sering kali luput dari perhatian publik. Di balik keberhasilan anak-anak mereka, terdapat kisah panjang tentang perjuangan buruh migran, pengorbanan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, dan usaha keras orang tua demi pendidikan anak. Tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang ketahanan mental, kerinduan, serta harapan yang terus dijaga dari […]

  • Indonesia vs Vietnam

    Mengapa Indonesia Tumbang 0-3? Statistik Mengungkap Faktanya

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Indonesia vs Vietnam menjadi salah satu pertandingan yang menyita perhatian pecinta sepak bola Asia Tenggara. Hasil akhirnya memang menunjukkan kekalahan telak Tim Garuda dengan skor 0-3, tetapi angka-angka di lapangan justru menghadirkan cerita yang berbeda. Indonesia unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, sementara Vietnam tampil lebih efektif ketika peluang emas […]

  • Idul Adha

    Idul Fitri vs Idul Adha, Mana Lebih Agung? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    aaalbadarpost.com, HIKMAH – Malam takbiran di banyak kampung di Indonesia hampir selalu punya pola yang sama. Jalanan mendadak padat. Anak-anak berlarian membawa obor. Panci dipukul seadanya. Di teras rumah, sebagian ibu masih sibuk mengaduk opor sambil sesekali mengecek rendang yang belum benar-benar matang. Televisi tetap menyala meski tak ada yang benar-benar menonton. Sementara dari kejauhan, […]

expand_less