Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polisi Tasikmalaya Beli Al-Qur’an Pakai Gaji Sendiri, Warga Terharu

Polisi Tasikmalaya Beli Al-Qur’an Pakai Gaji Sendiri, Warga Terharu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polisi Peduli di Kabupaten Tasikmalaya mendadak jadi perhatian warga setelah seorang anggota Bhabinkamtibmas di Kecamatan Tanjungjaya melakukan aksi yang jarang terjadi di lapangan. Seorang polisi turun langsung membawa kitab dan Al-Qur’an untuk santri, bahkan seluruhnya dibeli menggunakan uang pribadinya.

Aksi Polisi Peduli Tasikmalaya yang dilakukan Aipda Arif Rachman ini berlangsung di Masjid DKM Al Ishlah, Kampung Panugaran, Desa Cikeusal. Momen itu terjadi saat pengajian rutin bulanan, ketika suasana masjid sedang dipenuhi warga dan para santri.

Yang membuat suasana berubah haru, bantuan itu tidak datang dari program resmi, melainkan dari kantong pribadi sang polisi.

Suasana Pengajian Berubah Haru Saat Kitab Dibagikan

Awalnya kegiatan berjalan seperti biasa. Warga mengikuti pengajian bulanan dengan tenang. Namun suasana berubah ketika Aipda Arif mulai membagikan kitab dan Al-Qur’an kepada jemaah satu per satu.

Beberapa santri tampak terdiam sebelum menerima bantuan tersebut. Ada yang langsung tersenyum, ada pula yang menunduk haru.

Di tengah kesederhanaan desa, bantuan itu terasa sangat berarti. Banyak warga mengaku baru kali ini melihat aparat kepolisian hadir dengan cara yang begitu personal dan menyentuh.

Beli dari Gaji Sendiri, Bukan Program Formal

Fakta yang membuat warga semakin terkejut adalah sumber bantuan tersebut. Semua kitab dan Al-Qur’an yang dibagikan ternyata dibeli menggunakan uang pribadi Aipda Arif.

Ia mengaku sengaja menyisihkan sebagian gajinya untuk kegiatan sosial di desa binaannya. Bagi dirinya, kepedulian tidak harus menunggu perintah atau program formal.

“Saya hanya ingin membantu. Semoga bisa bermanfaat untuk warga dan santri dalam belajar agama,” ujarnya dengan sederhana.

Pernyataan singkat itu justru menjadi bagian paling kuat dari momen tersebut.

Dari Penjaga Keamanan Jadi Penggerak Sosial di Desa

Di mata warga, kehadiran polisi selama ini identik dengan tugas keamanan dan ketertiban. Namun di Cikeusal, gambaran itu sedikit bergeser.

Aipda Arif tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga ikut terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan warga.

Ia menilai pendekatan seperti ini penting untuk membangun kepercayaan. Sebab, hubungan antara polisi dan masyarakat tidak cukup hanya dibangun lewat tugas formal di lapangan.

“Kalau hubungan dekat, komunikasi juga lebih mudah. Itu yang saya jaga,” ungkapnya.

Warga Cikeusal Tak Menyangka, Apresiasi Mengalir

Warga Desa Cikeusal mengaku tidak menyangka aksi tersebut akan terjadi. Mereka terbiasa melihat bantuan datang dari program pemerintah atau lembaga resmi, bukan dari kantong pribadi aparat.

Sejumlah warga bahkan menyebut aksi itu sebagai contoh nyata kepedulian yang jarang ditemui.

Para santri merasa terbantu karena kitab dan Al-Qur’an tersebut langsung bisa digunakan untuk belajar. Bagi sebagian dari mereka, bantuan itu bukan hanya soal buku, tetapi juga semangat baru untuk memperdalam ilmu agama.

Polisi dan Warga, Jarak yang Mulai Menghilang

Aksi sederhana ini perlahan mengubah cara pandang warga terhadap aparat di desa mereka. Sekat formal antara polisi dan masyarakat terasa lebih cair.

Kehadiran Aipda Arif dalam kegiatan pengajian membuat warga merasa lebih dekat, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional.

Pendekatan humanis seperti ini menunjukkan bahwa keamanan tidak selalu dibangun dengan ketegasan, tetapi juga dengan kedekatan sosial.

Keteladanan yang Lahir dari Desa Kecil

Dari sebuah desa di Tasikmalaya, muncul cerita yang menyebar cepat di kalangan warga. Bukan karena peristiwa besar, tetapi karena ketulusan kecil yang terasa nyata.

Seorang polisi memilih menyisihkan gajinya untuk membantu santri belajar agama. Tidak ada panggung besar, tidak ada seremoni, hanya niat sederhana yang berdampak langsung.

Cerita ini menjadi pengingat bahwa perubahan sosial sering kali dimulai dari langkah kecil di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Polisi Peduli Tasikmalaya melalui aksi Aipda Arif Rachman memperlihatkan sisi lain dari tugas kepolisian di lapangan. Di luar fungsi keamanan, hadir pula peran sosial yang menyentuh kehidupan warga secara langsung.

Di Cikeusal, satu tindakan kecil berhasil menghadirkan dampak besar: memperkuat hubungan, menumbuhkan kepercayaan, dan menghidupkan kembali makna kedekatan antara aparat dan masyarakat. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Cirahong

    Warga Syok, Pria Santai Jajan Lalu Lompat ke Citanduy

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jembatan Cirahong kembali menjadi sorotan setelah seorang pria misterius diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat ke Sungai Citanduy, Jumat (22/5/2026). Peristiwa di kawasan perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis itu langsung membuat warga geger. Dalam hitungan detik, tubuh pria tersebut hilang ditelan derasnya arus sungai di bawah jembatan tua yang dikenal memiliki […]

  • ilustrasi Rabi'ah al-Adawiyah bermunajat dalam kesunyian malam dengan nuansa spiritual dan cahaya lembut

    Rabi’ah al-Adawiyah: Perempuan yang Mencintai Allah Tanpa Syarat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Siapakah Rabi’ah al-Adawiyah dalam sejarah Islam? Namanya kerap disebut sebagai simbol cinta Ilahi—bukan cinta biasa, tetapi cinta yang menghapus rasa takut dan harapan, lalu menyisakan ketulusan semata. Namun, ada satu hal yang membuat kisahnya berbeda. Ia tidak takut neraka. Ia juga tidak menginginkan surga. Ia hanya menginginkan Allah. Di titik itu, Rabi’ah […]

  • Ilustrasi seorang Muslim makan dengan tangan kanan sambil membaca doa sesuai sunnah makan Rasulullah SAW.

    Rahasia Keberkahan di Balik Sunnah Makan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Sunnah Makan bukan sekadar adab biasa, melainkan tuntunan Rasulullah yang penuh hikmah. Banyak orang mengenal adab makan dalam Islam, tetapi belum memahami detail Sunnah Makan yang jarang diamalkan. Padahal, tuntunan makan Rasulullah SAW bukan hanya soal sopan santun, melainkan jalan menuju keberkahan dan kesehatan jiwa. Di era serba cepat, banyak orang makan […]

  • Maarten Paes kontrak 2029

    Statistik & Rekam Jejak Maarten Paes

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Maarten Vincent Paes menjadi salah satu kiper paling menarik di kancah sepak bola Indonesia dan internasional. Lahir di Nijmegen, Belanda, pada 14 Mei 1998, Paes mengawali karier profesionalnya di Eropa sebelum tampil impresif di Amerika Serikat bersama FC Dallas. Menurut data resmi kariernya, Paes telah tampil 176 kali di level klub […]

  • perpisahan Ramadhan

    Ramadhan Pergi, Kita Sibuk Apa? Sindiran Halus yang Menyentil

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Perpisahan Ramadhan selalu datang dengan cara yang ironis. Di awal bulan, kita menyambutnya seperti tamu agung. Kita berburu jadwal imsak, menyiapkan target ibadah, bahkan berjanji akan khatam Al-Qur’an. Namun, saat Ramadhan hampir pergi, suasana berubah. Ramadhan sebagai tamu mulia, bulan penuh berkah, dan waktu terbaik beribadah justru kita lepas dalam keadaan setengah […]

  • Masjidil Haram di Makkah dipenuhi jamaah haji dan umrah yang mengelilingi Ka'bah saat melakukan tawaf.

    7 Fakta Masjidil Haram yang Jarang Diketahui, Nomor 5 Terjadi Setiap Hari

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Masjidil Haram merupakan masjid paling suci dalam Islam. Tempat ibadah yang berdiri di Kota Makkah ini menjadi tujuan jutaan jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia. Namun di balik kemegahan bangunan yang mengelilingi Ka’bah tersebut, tersimpan sejumlah fakta Masjidil Haram yang mengejutkan dan belum banyak diketahui masyarakat. Selain menjadi pusat ibadah umat […]

expand_less