Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ramadhan Pergi, Kita Sibuk Apa? Sindiran Halus yang Menyentil

Ramadhan Pergi, Kita Sibuk Apa? Sindiran Halus yang Menyentil

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 161
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIPerpisahan Ramadhan selalu datang dengan cara yang ironis. Di awal bulan, kita menyambutnya seperti tamu agung. Kita berburu jadwal imsak, menyiapkan target ibadah, bahkan berjanji akan khatam Al-Qur’an. Namun, saat Ramadhan hampir pergi, suasana berubah. Ramadhan sebagai tamu mulia, bulan penuh berkah, dan waktu terbaik beribadah justru kita lepas dalam keadaan setengah hati.

Lucunya, kita sering lebih siap menyambut Lebaran daripada memuliakan detik terakhir Ramadhan. Padahal, justru di penghujung inilah nilai ibadah mencapai puncaknya.

Tamu Mulia yang Disambut Meriah, Dilepas Biasa Saja

Di hari pertama Ramadhan, masjid penuh. Saf rapat, suara tilawah terdengar di mana-mana. Bahkan, media sosial ikut ramai dengan konten religi.

Namun demikian, memasuki hari ke-20, suasana mulai berubah. Jamaah berkurang. Al-Qur’an mulai jarang dibuka. Notifikasi diskon Lebaran justru lebih menarik perhatian.

Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila datang sepuluh malam terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, Nabi justru meningkatkan ibadah saat kita mulai mengendur. Di sinilah ironi itu terasa.

Ketika Lailatul Qadar Datang, Kita Justru Sibuk

Semua orang ingin mendapatkan Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan itu sering disebut dalam ceramah, bahkan menjadi target utama ibadah.

Allah SWT berfirman:
“Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Namun, kenyataannya sering berbeda. Saat peluang itu datang, sebagian orang justru sibuk memilih baju baru, mengejar diskon, atau memikirkan menu Lebaran.

Selain itu, waktu malam yang seharusnya diisi dengan doa malah habis untuk hal yang tidak mendesak. Dengan kata lain, kita mengejar dunia saat akhirat sedang terbuka lebar.

Ibadah Musiman atau Kesadaran yang Sementara?

Perpisahan Ramadhan seharusnya menjadi momen refleksi. Apakah ibadah kita benar-benar tulus, atau hanya mengikuti suasana?

Jika sejak awal kita semangat, tetapi di akhir justru melemah, maka ada yang perlu dipertanyakan. Apakah kita mencintai Ramadhan, atau hanya menikmati euforianya?

Selain itu, Allah SWT mengingatkan:
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hijr: 99)

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah tidak mengenal musim. Namun, dalam praktiknya, banyak orang menjadikan Ramadhan sebagai satu-satunya waktu serius beribadah.

Zakat, Istighfar, dan Hal Penting yang Sering Ditunda

Menjelang akhir Ramadhan, ada beberapa amalan yang sering dianggap sepele. Padahal, nilainya sangat besar.

Pertama, zakat fitrah. Banyak orang menundanya hingga detik terakhir, bahkan lupa. Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa…” (HR. Abu Dawud)

Kedua, istighfar. Di penghujung Ramadhan, seharusnya kita lebih banyak memohon ampun. Namun, sebagian justru merasa “cukup” dengan ibadah yang sudah dilakukan.

Selain itu, doa sering terlupakan. Padahal, waktu-waktu terakhir Ramadhan termasuk momen mustajab.

Saat Ramadhan Pergi, Apa yang Tersisa?

Ketika takbir mulai berkumandang, suasana berubah menjadi haru. Namun, pertanyaan penting muncul: apa yang benar-benar kita bawa dari Ramadhan?

Apakah hanya lapar dan haus? Atau ada perubahan nyata dalam diri?

Jika setelah Ramadhan kita kembali pada kebiasaan lama, maka perpisahan ini menjadi sekadar rutinitas tahunan. Namun, jika ada peningkatan iman, maka Ramadhan telah meninggalkan jejak.


Jangan Biarkan Ramadhan Pergi Sendirian

Perpisahan Ramadhan bukan hanya tentang waktu yang berlalu. Ini tentang kesempatan yang mungkin tidak akan terulang.

Oleh karena itu, manfaatkan sisa waktu dengan maksimal. Perbanyak doa, istighfar, dan amal kebaikan. Jangan sampai kita sibuk dengan hal kecil, sementara peluang besar terlewat.

Akhirnya, Ramadhan akan pergi. Namun, pilihan ada di tangan kita: melepasnya dengan penyesalan, atau dengan rasa syukur dan harapan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penuis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPM Garut

    Garut Belajar dari Kepri, Ada Apa dengan IPM?

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — IPM Garut kembali menjadi sorotan setelah Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, di kawasan Cipanas, Garut. Dalam pertemuan tersebut, isu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau kualitas pembangunan manusia menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas. Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Garut dan Pemerintah […]

  • Pelaku UMKM Indonesia menjalankan bisnis online dari rumah menggunakan laptop dan smartphone dengan suasana kerja produktif.

    Diam-Diam Banyak UMKM Sukses dari Peluang Digital Ini

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peluang UMKM digital kini menjadi jalan baru bagi banyak orang untuk mengubah kondisi ekonomi mereka. Menariknya, peluang usaha digital, bisnis UMKM online, dan usaha kecil berbasis teknologi berkembang jauh lebih cepat dibanding model bisnis lama. Namun ironisnya, sebagian pelaku usaha masih belum melihat perubahan besar ini. Padahal, di balik layar media […]

  • beban manusia

    Al-Baqarah 286 Menjadi Rujukan Batas Beban Kerja dan Mental

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tekanan kerja dan persoalan kesehatan mental semakin sering muncul dalam kehidupan masyarakat modern. Jam kerja panjang, target berlapis, dan tuntutan produktivitas tinggi menjadi realitas harian. Dalam konteks ini, Al-Qur’an telah lebih dulu menetapkan prinsip dasar: manusia tidak dibebani di luar kemampuannya. Prinsip itu termaktub jelas dalam QS Al-Baqarah ayat 286. Ayat tersebut […]

  • kuliner anak

    5 Kuliner Anak yang Paling Dicari Saat Libur Sekolah

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Libur sekolah selalu membawa cerita kecil yang sulit dilupakan. Selain bermain bersama teman atau berkunjung ke rumah kerabat, banyak anak justru menyimpan kenangan tentang jajanan yang mereka nikmati selama masa liburan. Tahun ini, kuliner anak, jajanan favorit anak, dan makanan ringan khas pinggir jalan kembali ramai diburu. Menariknya, bukan makanan mahal atau […]

  • Guru honorer mengajar di kelas sederhana saat ancaman PHK akibat pemangkasan anggaran pendidikan

    PHK Guru Mulai Terjadi, Anggaran Dialihkan ke MBG. Siapa Bertanggung Jawab?

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena PHK guru kini tidak lagi sebatas kekhawatiran. Dampak pemangkasan dana transfer daerah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terasa di lapangan. Guru honorer dirumahkan, jam mengajar dipangkas, dan penghasilan menurun. Situasi ini mempertegas bahwa pemutusan kerja guru bukan sekadar isu, melainkan realitas yang sedang berjalan. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) […]

  • Doa Keamanan Negeri

    QS Al-Baqarah 126: Doa yang Menguatkan Sebuah Negeri

    • calendar_month 19 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Setiap tanggal 17 Agustus, jutaan pasang mata tertuju kepada Sang Merah Putih yang perlahan naik ke puncak tiang. Lagu Indonesia Raya berkumandang. Banyak orang menundukkan kepala sambil berdoa agar negeri tetap damai. Namun, tahukah kita? Jauh sebelum konsep negara modern lahir, Al-Qur’an telah mengabadikan sebuah doa keamanan negeri yang dipanjatkan Nabi Ibrahim […]

expand_less