Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ramadhan Pergi, Kita Sibuk Apa? Sindiran Halus yang Menyentil

Ramadhan Pergi, Kita Sibuk Apa? Sindiran Halus yang Menyentil

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIPerpisahan Ramadhan selalu datang dengan cara yang ironis. Di awal bulan, kita menyambutnya seperti tamu agung. Kita berburu jadwal imsak, menyiapkan target ibadah, bahkan berjanji akan khatam Al-Qur’an. Namun, saat Ramadhan hampir pergi, suasana berubah. Ramadhan sebagai tamu mulia, bulan penuh berkah, dan waktu terbaik beribadah justru kita lepas dalam keadaan setengah hati.

Lucunya, kita sering lebih siap menyambut Lebaran daripada memuliakan detik terakhir Ramadhan. Padahal, justru di penghujung inilah nilai ibadah mencapai puncaknya.

Tamu Mulia yang Disambut Meriah, Dilepas Biasa Saja

Di hari pertama Ramadhan, masjid penuh. Saf rapat, suara tilawah terdengar di mana-mana. Bahkan, media sosial ikut ramai dengan konten religi.

Namun demikian, memasuki hari ke-20, suasana mulai berubah. Jamaah berkurang. Al-Qur’an mulai jarang dibuka. Notifikasi diskon Lebaran justru lebih menarik perhatian.

Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila datang sepuluh malam terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, Nabi justru meningkatkan ibadah saat kita mulai mengendur. Di sinilah ironi itu terasa.

Ketika Lailatul Qadar Datang, Kita Justru Sibuk

Semua orang ingin mendapatkan Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan itu sering disebut dalam ceramah, bahkan menjadi target utama ibadah.

Allah SWT berfirman:
“Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Namun, kenyataannya sering berbeda. Saat peluang itu datang, sebagian orang justru sibuk memilih baju baru, mengejar diskon, atau memikirkan menu Lebaran.

Selain itu, waktu malam yang seharusnya diisi dengan doa malah habis untuk hal yang tidak mendesak. Dengan kata lain, kita mengejar dunia saat akhirat sedang terbuka lebar.

Ibadah Musiman atau Kesadaran yang Sementara?

Perpisahan Ramadhan seharusnya menjadi momen refleksi. Apakah ibadah kita benar-benar tulus, atau hanya mengikuti suasana?

Jika sejak awal kita semangat, tetapi di akhir justru melemah, maka ada yang perlu dipertanyakan. Apakah kita mencintai Ramadhan, atau hanya menikmati euforianya?

Selain itu, Allah SWT mengingatkan:
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hijr: 99)

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah tidak mengenal musim. Namun, dalam praktiknya, banyak orang menjadikan Ramadhan sebagai satu-satunya waktu serius beribadah.

Zakat, Istighfar, dan Hal Penting yang Sering Ditunda

Menjelang akhir Ramadhan, ada beberapa amalan yang sering dianggap sepele. Padahal, nilainya sangat besar.

Pertama, zakat fitrah. Banyak orang menundanya hingga detik terakhir, bahkan lupa. Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa…” (HR. Abu Dawud)

Kedua, istighfar. Di penghujung Ramadhan, seharusnya kita lebih banyak memohon ampun. Namun, sebagian justru merasa “cukup” dengan ibadah yang sudah dilakukan.

Selain itu, doa sering terlupakan. Padahal, waktu-waktu terakhir Ramadhan termasuk momen mustajab.

Saat Ramadhan Pergi, Apa yang Tersisa?

Ketika takbir mulai berkumandang, suasana berubah menjadi haru. Namun, pertanyaan penting muncul: apa yang benar-benar kita bawa dari Ramadhan?

Apakah hanya lapar dan haus? Atau ada perubahan nyata dalam diri?

Jika setelah Ramadhan kita kembali pada kebiasaan lama, maka perpisahan ini menjadi sekadar rutinitas tahunan. Namun, jika ada peningkatan iman, maka Ramadhan telah meninggalkan jejak.


Jangan Biarkan Ramadhan Pergi Sendirian

Perpisahan Ramadhan bukan hanya tentang waktu yang berlalu. Ini tentang kesempatan yang mungkin tidak akan terulang.

Oleh karena itu, manfaatkan sisa waktu dengan maksimal. Perbanyak doa, istighfar, dan amal kebaikan. Jangan sampai kita sibuk dengan hal kecil, sementara peluang besar terlewat.

Akhirnya, Ramadhan akan pergi. Namun, pilihan ada di tangan kita: melepasnya dengan penyesalan, atau dengan rasa syukur dan harapan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penuis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilihan BPD Kujangsari

    Demokrasi Desa Memanas, 31 Kandidat Ramaikan Pemilihan BPD Kujangsari

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana demokrasi desa terasa hidup dalam Pemilihan BPD Kujangsari periode 2026–2034 yang berlangsung meriah di Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Pemilihan BPD Kujangsari langsung menarik perhatian warga karena menghadirkan 31 calon anggota Badan Permusyawaratan Desa yang memperebutkan tujuh kursi keterwakilan. Sejak pagi, warga mulai berdatangan dari berbagai dusun. Sebagian datang […]

  • Prediksi Semen Padang vs Persib

    Prediksi Semen Padang vs Persib: Data, Taktik, dan Peluang Skor Terbongkar

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Prediksi Semen Padang vs Persib menjadi sorotan karena perbedaan performa yang mencolok. Dalam analisis ini, prediksi skor Semen Padang vs Persib, peluang handicap, hingga over/under akan dibedah secara tajam. Selain itu, statistik performa dan kekuatan line-up memperkuat gambaran siapa yang lebih layak diunggulkan. Performa Terbaru: Grafik Naik vs Turun Di satu […]

  • Ilustrasi seseorang menggosok gigi saat puasa dengan ekspresi ragu, edukasi hukum menyikat gigi saat Ramadan

    Gosok Gigi Saat Puasa: Batal atau Tidak? Ini Jawaban Tegasnya

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bolehkah gosok gigi saat puasa? Pertanyaan ini sering muncul setiap Ramadan. Banyak orang ragu karena takut puasanya batal. Padahal, hukum menggosok gigi saat puasa, menyikat gigi ketika puasa, atau membersihkan mulut saat berpuasa sudah dijelaskan dalam fikih secara cukup jelas. Namun, ada detail penting yang sering terlewat dan justru menentukan sah […]

  • Ilustrasi palu hakim dan dokumen perbankan terkait Yurisprudensi MA 2899 K/Pdt/1994 tentang penghentian bunga kredit macet.

    MA Tegaskan Bunga Berhenti Saat Kredit Macet

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Yurisprudensi MA 2899 K/Pdt/1994 menjadi tonggak penting dalam sengketa kredit macet di Indonesia. Putusan Mahkamah Agung ini menegaskan bahwa ketika bank menyatakan kredit berstatus macet atau non-performing loan, maka utang tersebut masuk kondisi status quo. Artinya, bunga dan denda tidak boleh lagi ditambahkan sejak tanggal pernyataan macet. Putusan yang diketok pada 15 […]

  • pengerukan pasir sungai

    Larangan Keras Tak Mampu Hentikan Tambang Pasir, Apa yang Salah?

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pengerukan pasir sungai kembali menjadi sorotan karena aktivitas ini terus berlangsung meski larangan sudah ditegakkan. Fenomena pengerukan pasir sungai, tambang ilegal, dan eksploitasi sungai menunjukkan masalah yang belum terselesaikan. Di satu sisi, penindakan terlihat tegas. Namun di sisi lain, solusi nyata justru hampir tidak terdengar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah pendekatan […]

  • okupansi hotel Jawa Barat

    Okupansi Hotel Jabar Turun

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Okupansi hotel Jawa Barat turun di Nataru, dipengaruhi kebijakan libur dan isu bencana. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 semestinya menjadi puncak pergerakan wisata. Namun di Jawa Barat, denyut itu melemah. Data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat mencatat tingkat keterhunian hotel hanya mencapai 60 persen. Angka ini turun […]

expand_less