Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ramadhan Pergi, Kita Sibuk Apa? Sindiran Halus yang Menyentil

Ramadhan Pergi, Kita Sibuk Apa? Sindiran Halus yang Menyentil

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIPerpisahan Ramadhan selalu datang dengan cara yang ironis. Di awal bulan, kita menyambutnya seperti tamu agung. Kita berburu jadwal imsak, menyiapkan target ibadah, bahkan berjanji akan khatam Al-Qur’an. Namun, saat Ramadhan hampir pergi, suasana berubah. Ramadhan sebagai tamu mulia, bulan penuh berkah, dan waktu terbaik beribadah justru kita lepas dalam keadaan setengah hati.

Lucunya, kita sering lebih siap menyambut Lebaran daripada memuliakan detik terakhir Ramadhan. Padahal, justru di penghujung inilah nilai ibadah mencapai puncaknya.

Tamu Mulia yang Disambut Meriah, Dilepas Biasa Saja

Di hari pertama Ramadhan, masjid penuh. Saf rapat, suara tilawah terdengar di mana-mana. Bahkan, media sosial ikut ramai dengan konten religi.

Namun demikian, memasuki hari ke-20, suasana mulai berubah. Jamaah berkurang. Al-Qur’an mulai jarang dibuka. Notifikasi diskon Lebaran justru lebih menarik perhatian.

Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila datang sepuluh malam terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, Nabi justru meningkatkan ibadah saat kita mulai mengendur. Di sinilah ironi itu terasa.

Ketika Lailatul Qadar Datang, Kita Justru Sibuk

Semua orang ingin mendapatkan Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan itu sering disebut dalam ceramah, bahkan menjadi target utama ibadah.

Allah SWT berfirman:
“Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Namun, kenyataannya sering berbeda. Saat peluang itu datang, sebagian orang justru sibuk memilih baju baru, mengejar diskon, atau memikirkan menu Lebaran.

Selain itu, waktu malam yang seharusnya diisi dengan doa malah habis untuk hal yang tidak mendesak. Dengan kata lain, kita mengejar dunia saat akhirat sedang terbuka lebar.

Ibadah Musiman atau Kesadaran yang Sementara?

Perpisahan Ramadhan seharusnya menjadi momen refleksi. Apakah ibadah kita benar-benar tulus, atau hanya mengikuti suasana?

Jika sejak awal kita semangat, tetapi di akhir justru melemah, maka ada yang perlu dipertanyakan. Apakah kita mencintai Ramadhan, atau hanya menikmati euforianya?

Selain itu, Allah SWT mengingatkan:
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hijr: 99)

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah tidak mengenal musim. Namun, dalam praktiknya, banyak orang menjadikan Ramadhan sebagai satu-satunya waktu serius beribadah.

Zakat, Istighfar, dan Hal Penting yang Sering Ditunda

Menjelang akhir Ramadhan, ada beberapa amalan yang sering dianggap sepele. Padahal, nilainya sangat besar.

Pertama, zakat fitrah. Banyak orang menundanya hingga detik terakhir, bahkan lupa. Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa…” (HR. Abu Dawud)

Kedua, istighfar. Di penghujung Ramadhan, seharusnya kita lebih banyak memohon ampun. Namun, sebagian justru merasa “cukup” dengan ibadah yang sudah dilakukan.

Selain itu, doa sering terlupakan. Padahal, waktu-waktu terakhir Ramadhan termasuk momen mustajab.

Saat Ramadhan Pergi, Apa yang Tersisa?

Ketika takbir mulai berkumandang, suasana berubah menjadi haru. Namun, pertanyaan penting muncul: apa yang benar-benar kita bawa dari Ramadhan?

Apakah hanya lapar dan haus? Atau ada perubahan nyata dalam diri?

Jika setelah Ramadhan kita kembali pada kebiasaan lama, maka perpisahan ini menjadi sekadar rutinitas tahunan. Namun, jika ada peningkatan iman, maka Ramadhan telah meninggalkan jejak.


Jangan Biarkan Ramadhan Pergi Sendirian

Perpisahan Ramadhan bukan hanya tentang waktu yang berlalu. Ini tentang kesempatan yang mungkin tidak akan terulang.

Oleh karena itu, manfaatkan sisa waktu dengan maksimal. Perbanyak doa, istighfar, dan amal kebaikan. Jangan sampai kita sibuk dengan hal kecil, sementara peluang besar terlewat.

Akhirnya, Ramadhan akan pergi. Namun, pilihan ada di tangan kita: melepasnya dengan penyesalan, atau dengan rasa syukur dan harapan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penuis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • libur sekolah

    Libur Sekolah Dimulai Berbeda Tiap Provinsi, Jawa Barat Paling Panjang

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Jadwal libur sekolah akhir 2025 berbeda antarprovinsi, durasinya memengaruhi rencana keluarga dan aktivitas publik. albadarpost.com, LENSA – Libur sekolah akhir tahun ditetapkan lebih awal oleh sejumlah pemerintah daerah. Kebijakan ini berdampak langsung pada rencana keluarga, aktivitas perjalanan, hingga kesiapan fasilitas publik. Selama Desember 2025, jutaan siswa SD hingga SMA dihentikan sementara kegiatan belajar mengajar. Fakta […]

  • Warga dan aparat menanam 1000 pohon di Embung Padaawas Garut dengan kondisi tanah basah untuk mencegah longsor dan banjir

    Tanah Basah Tak Menghentikan Warga Tanam 1000 Pohon di Garut

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penanaman pohon Garut kali ini terasa berbeda. Pagi itu, tanah di sekitar Embung Padaawas, Pasirwangi, masih lembap setelah hujan semalam. Tanah basah mulai memenuhi sepatu dan sandal beberapa peserta. Namun mereka tetap bertahan. Cangkul terus diayunkan, lubang digali, lalu bibit pohon ditanam satu per satu. Bukan seremoni. Ini kerja bersama. Sekitar […]

  • Ilustrasi pekerja dari Sumedang yang terjebak janji pekerjaan di pedalaman Yahukimo Papua

    Janji Kerja Berujung Petaka: Kisah Warga Sumedang di Papua Jadi Peringatan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Mereka berangkat dengan harapan besar. Pekerjaan baru dijanjikan menanti di Papua. Namun perjalanan itu justru berubah menjadi kisah yang hampir tidak ingin mereka ingat lagi. Cerita warga Sumedang di Yahukimo kini menjadi perhatian publik setelah kisah mereka tentang tawaran kerja yang berujung masalah mulai tersebar. Banyak orang tidak menyangka bahwa perjalanan […]

  • reformasi birokrasi daerah

    Bupati Tasikmalaya Lantik 24 Pejabat Pemkab

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Bupati Tasikmalaya melantik 24 pejabat struktural sebagai langkah reformasi birokrasi daerah dan layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus melakukan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan. Salah satunya melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 24 pejabat struktural di lingkungan Pemkab Tasikmalaya, Selasa (6/1/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya H. […]

  • Ilustrasi seseorang sedang salat dengan suasana hening sebagai simbol rahasia salat dan pembersihan hati menurut Syekh Athoillah.

    Salat Tapi Hati Masih Gelap? Mungkin Ini yang Terjadi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Rahasia salat sering dibicarakan para ulama, tetapi ironisnya justru jarang benar-benar direnungkan. Banyak orang menjalankan salat setiap hari. Lima kali sehari mereka berdiri, rukuk, dan sujud. Namun di saat yang sama, kegelisahan tetap datang, kemarahan mudah meledak, bahkan hati terasa semakin kosong. Di sinilah hikmah salat sebenarnya mulai dipertanyakan. Jika salat adalah […]

  • baterai EV

    Biaya Baterai EV Ubah Minat Pasar Otomotif Singapura

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Minat konsumen terhadap kendaraan listrik di Singapura menunjukkan tanda-tanda melambat. Sejumlah pembeli mobil mulai kembali mempertimbangkan kendaraan berbahan bakar bensin atau internal combustion engine (ICE). Perubahan ini dipicu oleh pengaruh biaya baterai EV yang tinggi serta kekhawatiran atas kesiapan infrastruktur pengisian daya. Fenomena tersebut terungkap dalam laporan survei konsumen otomotif terbaru […]

expand_less