Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Nahi Munkar: Iman atau Sekadar Status?

Nahi Munkar: Iman atau Sekadar Status?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 154
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI Nahi Munkar bukan sekadar istilah khutbah Jumat. Nahi munkar, atau kewajiban mencegah kemungkaran, adalah perintah langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tegas, sistematis, dan tidak memberi ruang untuk pura-pura lupa. Namun, di zaman serba viral ini, kita lebih sibuk mengutuk daripada bertindak.

Rasulullah bersabda:

“مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ”
(HR. Muslim No. 49)

Hadis ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dan tercantum dalam Shahih Muslim. Pesannya jelas. Siapa pun yang melihat kemungkaran wajib mengubahnya sesuai kapasitas. Tidak ada opsi keempat bernama scroll and leave.

Generasi Komentar, Minim Keberanian

Hari ini, kemungkaran tidak lagi sembunyi. Ia tampil percaya diri. Ia dipromosikan. Ia bahkan mendapat pembelaan. Sementara itu, sebagian umat memilih aman. Mereka berkata, “Yang penting hati saya bersih.”

Padahal, Nabi sudah mengingatkan bahwa mengingkari dengan hati adalah selemah-lemahnya iman. Artinya, itu batas paling bawah. Itu bukan prestasi. Itu kondisi darurat ketika semua pintu lain tertutup.

Lebih jauh lagi, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa amar ma’ruf nahi munkar hukumnya fardhu kifayah. Jika tidak ada yang melaksanakannya, semua berdosa. Jadi, ketika masyarakat kompak diam, dosa pun menjadi kolektif.

Namun ironisnya, kita sering bangga dengan status religius, tetapi alergi terhadap risiko sosial. Kita ingin terlihat baik tanpa perlu repot menegur. Kita ingin pahala tanpa potensi konflik. Padahal, sejarah dakwah para nabi justru penuh dengan ujian.

Tiga Level, Satu Cermin Iman

Hadis tersebut membagi nahi munkar dalam tiga tingkatan. Pertama, dengan tangan bagi yang memiliki otoritas. Pemerintah, aparat, dan pemimpin keluarga memikul tanggung jawab ini. Mereka tidak boleh netral terhadap kemungkaran yang nyata.

Kedua, dengan lisan. Nasihat harus disampaikan dengan hikmah, bukan dengan amarah. Namun, hikmah tidak berarti membungkam kebenaran. Teguran tetap harus jelas, meskipun disampaikan dengan adab.

Ketiga, dengan hati. Ini level minimal. Bahkan dalam kondisi ini, seseorang tetap wajib membenci kemungkaran dan meninggalkan majelis maksiat. Jika hati pun mulai terbiasa dan tidak terusik, maka masalahnya jauh lebih serius.

Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa membiarkan kemungkaran akan mempercepat kerusakan sosial. Ketika keburukan dianggap wajar, standar moral runtuh perlahan. Akibatnya, generasi berikutnya tumbuh tanpa sensitivitas terhadap dosa.

Satir untuk Kita yang Takut Tidak Disukai

Mari kita jujur. Banyak orang takut kehilangan pertemanan lebih daripada kehilangan prinsip. Mereka khawatir dicap ekstrem, padahal hanya menjalankan dalil. Mereka memilih kompromi agar tetap diterima.

Padahal, Islam tidak memerintahkan kebencian personal. Islam memerintahkan penolakan terhadap perbuatan mungkar. Ada perbedaan besar antara membenci dosa dan membenci pelaku. Namun, perbedaan ini sering dijadikan alasan untuk tidak melakukan apa-apa.

Selain itu, budaya “jangan ikut campur” telah menjelma menjadi tameng modern. Padahal, Nabi tidak pernah mengajarkan individualisme moral. Umat ini ibarat satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka bagian lain ikut merasakan.

Karena itu, pertanyaannya bukan lagi apakah kita melihat kemungkaran. Pertanyaannya, apa respons kita? Apakah kita bergerak sesuai kapasitas, atau justru mencari dalih agar tetap nyaman?

Baca juga: Operasi Pekat 2026, Komitmen Pangandaran Bersih Narkoba

Iman Bukan Dekorasi Identitas

Di era media sosial, identitas religius mudah dipajang. Kutipan hadis bisa dibagikan. Ceramah bisa diputar. Namun, implementasi sering tertinggal. Padahal, nahi munkar adalah bukti nyata bahwa iman bekerja.

Selain itu, tindakan ini bukan tentang merasa paling benar. Ia tentang tanggung jawab kolektif menjaga moralitas. Ia tentang keberanian berdiri meskipun sendirian. Dan ia tentang memilih prinsip di atas popularitas.

Jika kita terus menunda, kemungkaran akan terasa biasa. Jika keburukan dianggap normal, generasi setelah kita akan menganggapnya budaya. Saat itu terjadi, kita tidak bisa lagi menyalahkan zaman.

Akhirnya, nahi munkar adalah cermin. Ia memantulkan kualitas iman setiap individu dan masyarakat. Jika kita berani bertindak sesuai kemampuan, iman menguat. Namun jika kita terus bersembunyi di balik alasan, iman perlahan melemah.

Maka, sebelum sibuk mengoreksi dunia, mari koreksi respons kita. Sebab dalam hadis yang sahih itu, Rasulullah sudah menetapkan standar. Tinggal kita memilih: upgrade level atau downgrade, puas di level paling lemah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Direktur Albadar Institute)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upacara mutasi Polres Tasikmalaya 2026 dengan pergantian 12 jabatan di Lapangan Hitam Mapolres

    Mutasi Polres Tasikmalaya 2026: 12 Jabatan Berganti, Biasa atau Ada Sesuatu?

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Mutasi Polres Tasikmalaya 2026 langsung menyedot perhatian. Sebanyak 12 jabatan strategis diganti dalam satu momentum. Rotasi polisi, sertijab, dan pergeseran posisi kunci terjadi bersamaan—dan itu jarang dianggap sekadar rutinitas. Publik mulai membaca lebih dalam. Apakah ini hanya penyegaran? Atau sinyal bahwa ada sesuatu yang sedang dibenahi? “Penyegaran Organisasi”, Kata Kapolres Upacara […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memimpin apel pagi dan halal bihalal Pemkab Tasikmalaya setelah Idulfitri 1447 H.

    Suasana Haru di Apel Perdana Pemkab Tasikmalaya Usai Lebaran, Ini Pesan Bupati Cecep

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam Halal Bihalal Pemkab Tasikmalaya yang digelar bersamaan dengan apel pagi perdana setelah Idulfitri 1447 H. Kegiatan halal bihalal Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi di halaman utama Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu […]

  • Remaja 14 tahun asal Tasikmalaya mengikuti Hackclub Campfire di Perpustakaan Jakarta Cikini bersama puluhan peserta ngoding.

    Keren! Siswa SMP Tasikmalaya Tampil di Hackclub Campfire Jakarta

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hackclub Campfire menjadi sorotan setelah remaja 14 tahun asal Tasikmalaya tampil percaya diri dalam ajang ngoding nasional tersebut. Kompetisi teknologi bertajuk Hackclub Campfire atau lomba game development ini digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini dan diikuti sekitar 90 peserta, mayoritas dari Jabodetabek. Event ini membuka ruang kolaborasi lintas daerah sekaligus memperkuat ekosistem […]

  • Peran Caregiver

    Peran Caregiver Menentukan Kualitas Hidup Pasien

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Peran caregiver menopang perawatan harian pasien dan menentukan kualitas hidup kelompok rentan. albadarpost.com, LIFE STYLE – Peran caregiver kian krusial dalam sistem perawatan kesehatan dan sosial. Mereka memastikan individu lanjut usia, penyandang disabilitas, atau pasien dengan penyakit kronis tetap dapat menjalani aktivitas harian secara aman dan bermartabat. Di balik fungsi itu, terdapat beban fisik dan […]

  • Timnas Mini Soccer

    Timnas Mini Soccer Pilih Tasikmalaya, Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Timnas Mini Soccer Indonesia resmi menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai lokasi home training atau pemusatan latihan sebelum bertolak ke Roma, Italia. Kepercayaan ini menjadi kabar menggembirakan bagi dunia olahraga daerah. Namun, di balik penunjukan tersebut, muncul satu kenyataan yang sulit diabaikan: hingga kini belum ada atlet asal Kota Tasikmalaya yang masuk dalam […]

  • penerbangan Singapura Labuan Bajo

    Rute Scoot Singapura–Labuan Bajo Dorong Pariwisata Daerah

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Rute langsung Scoot Singapura–Labuan Bajo memperkuat akses wisata global dan ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Maskapai berbiaya rendah Scoot resmi membuka penerbangan Singapura Labuan Bajo, menandai babak baru konektivitas internasional menuju salah satu destinasi super prioritas Indonesia. Penerbangan perdana mendarat di Bandara Komodo, Manggarai Barat, Minggu, 21 Desember 2025, membawa 103 penumpang menggunakan pesawat […]

expand_less