Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Nahi Munkar: Iman atau Sekadar Status?

Nahi Munkar: Iman atau Sekadar Status?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 213
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI Nahi Munkar bukan sekadar istilah khutbah Jumat. Nahi munkar, atau kewajiban mencegah kemungkaran, adalah perintah langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tegas, sistematis, dan tidak memberi ruang untuk pura-pura lupa. Namun, di zaman serba viral ini, kita lebih sibuk mengutuk daripada bertindak.

Rasulullah bersabda:

“مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ”
(HR. Muslim No. 49)

Hadis ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dan tercantum dalam Shahih Muslim. Pesannya jelas. Siapa pun yang melihat kemungkaran wajib mengubahnya sesuai kapasitas. Tidak ada opsi keempat bernama scroll and leave.

Generasi Komentar, Minim Keberanian

Hari ini, kemungkaran tidak lagi sembunyi. Ia tampil percaya diri. Ia dipromosikan. Ia bahkan mendapat pembelaan. Sementara itu, sebagian umat memilih aman. Mereka berkata, “Yang penting hati saya bersih.”

Padahal, Nabi sudah mengingatkan bahwa mengingkari dengan hati adalah selemah-lemahnya iman. Artinya, itu batas paling bawah. Itu bukan prestasi. Itu kondisi darurat ketika semua pintu lain tertutup.

Lebih jauh lagi, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa amar ma’ruf nahi munkar hukumnya fardhu kifayah. Jika tidak ada yang melaksanakannya, semua berdosa. Jadi, ketika masyarakat kompak diam, dosa pun menjadi kolektif.

Namun ironisnya, kita sering bangga dengan status religius, tetapi alergi terhadap risiko sosial. Kita ingin terlihat baik tanpa perlu repot menegur. Kita ingin pahala tanpa potensi konflik. Padahal, sejarah dakwah para nabi justru penuh dengan ujian.

Tiga Level, Satu Cermin Iman

Hadis tersebut membagi nahi munkar dalam tiga tingkatan. Pertama, dengan tangan bagi yang memiliki otoritas. Pemerintah, aparat, dan pemimpin keluarga memikul tanggung jawab ini. Mereka tidak boleh netral terhadap kemungkaran yang nyata.

Kedua, dengan lisan. Nasihat harus disampaikan dengan hikmah, bukan dengan amarah. Namun, hikmah tidak berarti membungkam kebenaran. Teguran tetap harus jelas, meskipun disampaikan dengan adab.

Ketiga, dengan hati. Ini level minimal. Bahkan dalam kondisi ini, seseorang tetap wajib membenci kemungkaran dan meninggalkan majelis maksiat. Jika hati pun mulai terbiasa dan tidak terusik, maka masalahnya jauh lebih serius.

Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa membiarkan kemungkaran akan mempercepat kerusakan sosial. Ketika keburukan dianggap wajar, standar moral runtuh perlahan. Akibatnya, generasi berikutnya tumbuh tanpa sensitivitas terhadap dosa.

Satir untuk Kita yang Takut Tidak Disukai

Mari kita jujur. Banyak orang takut kehilangan pertemanan lebih daripada kehilangan prinsip. Mereka khawatir dicap ekstrem, padahal hanya menjalankan dalil. Mereka memilih kompromi agar tetap diterima.

Padahal, Islam tidak memerintahkan kebencian personal. Islam memerintahkan penolakan terhadap perbuatan mungkar. Ada perbedaan besar antara membenci dosa dan membenci pelaku. Namun, perbedaan ini sering dijadikan alasan untuk tidak melakukan apa-apa.

Selain itu, budaya “jangan ikut campur” telah menjelma menjadi tameng modern. Padahal, Nabi tidak pernah mengajarkan individualisme moral. Umat ini ibarat satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka bagian lain ikut merasakan.

Karena itu, pertanyaannya bukan lagi apakah kita melihat kemungkaran. Pertanyaannya, apa respons kita? Apakah kita bergerak sesuai kapasitas, atau justru mencari dalih agar tetap nyaman?

Baca juga: Operasi Pekat 2026, Komitmen Pangandaran Bersih Narkoba

Iman Bukan Dekorasi Identitas

Di era media sosial, identitas religius mudah dipajang. Kutipan hadis bisa dibagikan. Ceramah bisa diputar. Namun, implementasi sering tertinggal. Padahal, nahi munkar adalah bukti nyata bahwa iman bekerja.

Selain itu, tindakan ini bukan tentang merasa paling benar. Ia tentang tanggung jawab kolektif menjaga moralitas. Ia tentang keberanian berdiri meskipun sendirian. Dan ia tentang memilih prinsip di atas popularitas.

Jika kita terus menunda, kemungkaran akan terasa biasa. Jika keburukan dianggap normal, generasi setelah kita akan menganggapnya budaya. Saat itu terjadi, kita tidak bisa lagi menyalahkan zaman.

Akhirnya, nahi munkar adalah cermin. Ia memantulkan kualitas iman setiap individu dan masyarakat. Jika kita berani bertindak sesuai kemampuan, iman menguat. Namun jika kita terus bersembunyi di balik alasan, iman perlahan melemah.

Maka, sebelum sibuk mengoreksi dunia, mari koreksi respons kita. Sebab dalam hadis yang sahih itu, Rasulullah sudah menetapkan standar. Tinggal kita memilih: upgrade level atau downgrade, puas di level paling lemah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Direktur Albadar Institute)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi guru madrasah swasta mengajar di kelas terkait polemik guru madrasah PPPK 2026 yang terbentur aturan UU ASN.

    Harapan Jadi PPPK 2026 Pupus: Guru Madrasah Swasta di Persimpangan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 233
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu guru madrasah PPPK 2026 mendadak menjadi perhatian nasional setelah rencana pengangkatan ratusan ribu guru madrasah swasta sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menghadapi hambatan regulasi. Harapan tersebut sebelumnya muncul ketika pemerintah membahas kemungkinan formasi bagi tenaga pendidik madrasah. Namun kini, nasib guru madrasah PPPK 2026 berada di titik yang tidak […]

  • Basket SMP Banjarsari

    SMPN 1 Banjarsari Bangkit! Tim Basket NBR Borong 3 Gelar di IPBC Cup

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebangkitan tim basket SMP Banjarsari mulai terlihat nyata. Program Nesabanri Basketball Reborn (NBR) milik SMPN 1 Banjarsari sukses mencuri perhatian dalam ajang IPBC Cup Season 2 setelah membawa pulang tiga gelar juara sekaligus pada kategori tingkat SMP. Turnamen yang digelar Ikatan Pelatih Basket Ciamis di Galuh Basketball Centre itu menjadi panggung […]

  • Upacara Lanud Wiriadinata Tasikmalaya April 2026 soroti disiplin prajurit TNI dan ancaman hoaks digital

    Panglima TNI Ingatkan Bahaya Hoaks di Upacara Lanud Wiriadinata Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upacara Lanud Wiriadinata menjadi panggung penting penyampaian pesan strategis Panglima TNI terkait disiplin, hoaks, dan dinamika global. Dalam upacara bendera TNI tersebut, isu integritas prajurit hingga ancaman informasi digital kembali ditegaskan sebagai perhatian utama di tengah perubahan lingkungan strategis yang kian kompleks. Upacara 17-an bulan April digelar di Lapangan Jupiter Lanud […]

  • anggaran DPRD Tasikmalaya

    Astaghfirullah! Saat Rakyat Diminta Hemat, Anggaran DPRD Tasikmalaya Tembus Rp7,1 Miliar

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anggaran DPRD Kabupaten Tasikmalaya kembali jadi sorotan setelah alokasi perjalanan dinas menembus Rp7,1 miliar dalam RUP Swakelola 2026. Di saat pemerintah pusat mendorong efisiensi, angka tersebut justru memicu pertanyaan publik. Banyak yang mulai mempertanyakan arah kebijakan dan keberpihakan penggunaan anggaran. Di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan kontras yang sulit diabaikan. […]

  • Petugas imigrasi Bandara Changi Singapura melayani penumpang menggunakan sistem pemeriksaan otomatis modern.

    Tanpa Antre Lama, Ini Rahasia Imigrasi Bandara Terbaik Dunia

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Imigrasi bandara terbaik dunia kembali menjadi sorotan global setelah layanan imigrasi Bandara Changi Singapura dinobatkan sebagai yang terbaik pada 2026. Pengakuan internasional ini menegaskan bagaimana layanan imigrasi bandara modern mampu mengubah pengalaman perjalanan menjadi lebih cepat, nyaman, sekaligus aman. Sejak beberapa tahun terakhir, Singapura terus memperkuat sistem perbatasannya melalui inovasi digital. […]

  • penyitaan kendaraan

    Korlantas Polri Tegaskan Penyitaan Kendaraan Hanya Langkah Terakhir, Prioritaskan Ketertiban dan Transparansi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Korlantas Polri menegaskan penyitaan kendaraan hanya dilakukan pada kasus berisiko tinggi dan tidak sesuai aturan. Korlantas Polri Pastikan Penyitaan Kendaraan Bukan Langkah Utama albadarpost.com, HUMANIORA – Korlantas Polri menegaskan bahwa tindakan penyitaan kendaraan tidak akan dilakukan terhadap pelanggar lalu lintas biasa. Langkah tersebut, menurut Polri, merupakan upaya terakhir apabila kendaraan terbukti digunakan untuk aktivitas berisiko […]

expand_less