Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Nahi Munkar: Iman atau Sekadar Status?

Nahi Munkar: Iman atau Sekadar Status?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI Nahi Munkar bukan sekadar istilah khutbah Jumat. Nahi munkar, atau kewajiban mencegah kemungkaran, adalah perintah langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tegas, sistematis, dan tidak memberi ruang untuk pura-pura lupa. Namun, di zaman serba viral ini, kita lebih sibuk mengutuk daripada bertindak.

Rasulullah bersabda:

“مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ”
(HR. Muslim No. 49)

Hadis ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dan tercantum dalam Shahih Muslim. Pesannya jelas. Siapa pun yang melihat kemungkaran wajib mengubahnya sesuai kapasitas. Tidak ada opsi keempat bernama scroll and leave.

Generasi Komentar, Minim Keberanian

Hari ini, kemungkaran tidak lagi sembunyi. Ia tampil percaya diri. Ia dipromosikan. Ia bahkan mendapat pembelaan. Sementara itu, sebagian umat memilih aman. Mereka berkata, “Yang penting hati saya bersih.”

Padahal, Nabi sudah mengingatkan bahwa mengingkari dengan hati adalah selemah-lemahnya iman. Artinya, itu batas paling bawah. Itu bukan prestasi. Itu kondisi darurat ketika semua pintu lain tertutup.

Lebih jauh lagi, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa amar ma’ruf nahi munkar hukumnya fardhu kifayah. Jika tidak ada yang melaksanakannya, semua berdosa. Jadi, ketika masyarakat kompak diam, dosa pun menjadi kolektif.

Namun ironisnya, kita sering bangga dengan status religius, tetapi alergi terhadap risiko sosial. Kita ingin terlihat baik tanpa perlu repot menegur. Kita ingin pahala tanpa potensi konflik. Padahal, sejarah dakwah para nabi justru penuh dengan ujian.

Tiga Level, Satu Cermin Iman

Hadis tersebut membagi nahi munkar dalam tiga tingkatan. Pertama, dengan tangan bagi yang memiliki otoritas. Pemerintah, aparat, dan pemimpin keluarga memikul tanggung jawab ini. Mereka tidak boleh netral terhadap kemungkaran yang nyata.

Kedua, dengan lisan. Nasihat harus disampaikan dengan hikmah, bukan dengan amarah. Namun, hikmah tidak berarti membungkam kebenaran. Teguran tetap harus jelas, meskipun disampaikan dengan adab.

Ketiga, dengan hati. Ini level minimal. Bahkan dalam kondisi ini, seseorang tetap wajib membenci kemungkaran dan meninggalkan majelis maksiat. Jika hati pun mulai terbiasa dan tidak terusik, maka masalahnya jauh lebih serius.

Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa membiarkan kemungkaran akan mempercepat kerusakan sosial. Ketika keburukan dianggap wajar, standar moral runtuh perlahan. Akibatnya, generasi berikutnya tumbuh tanpa sensitivitas terhadap dosa.

Satir untuk Kita yang Takut Tidak Disukai

Mari kita jujur. Banyak orang takut kehilangan pertemanan lebih daripada kehilangan prinsip. Mereka khawatir dicap ekstrem, padahal hanya menjalankan dalil. Mereka memilih kompromi agar tetap diterima.

Padahal, Islam tidak memerintahkan kebencian personal. Islam memerintahkan penolakan terhadap perbuatan mungkar. Ada perbedaan besar antara membenci dosa dan membenci pelaku. Namun, perbedaan ini sering dijadikan alasan untuk tidak melakukan apa-apa.

Selain itu, budaya “jangan ikut campur” telah menjelma menjadi tameng modern. Padahal, Nabi tidak pernah mengajarkan individualisme moral. Umat ini ibarat satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka bagian lain ikut merasakan.

Karena itu, pertanyaannya bukan lagi apakah kita melihat kemungkaran. Pertanyaannya, apa respons kita? Apakah kita bergerak sesuai kapasitas, atau justru mencari dalih agar tetap nyaman?

Baca juga: Operasi Pekat 2026, Komitmen Pangandaran Bersih Narkoba

Iman Bukan Dekorasi Identitas

Di era media sosial, identitas religius mudah dipajang. Kutipan hadis bisa dibagikan. Ceramah bisa diputar. Namun, implementasi sering tertinggal. Padahal, nahi munkar adalah bukti nyata bahwa iman bekerja.

Selain itu, tindakan ini bukan tentang merasa paling benar. Ia tentang tanggung jawab kolektif menjaga moralitas. Ia tentang keberanian berdiri meskipun sendirian. Dan ia tentang memilih prinsip di atas popularitas.

Jika kita terus menunda, kemungkaran akan terasa biasa. Jika keburukan dianggap normal, generasi setelah kita akan menganggapnya budaya. Saat itu terjadi, kita tidak bisa lagi menyalahkan zaman.

Akhirnya, nahi munkar adalah cermin. Ia memantulkan kualitas iman setiap individu dan masyarakat. Jika kita berani bertindak sesuai kemampuan, iman menguat. Namun jika kita terus bersembunyi di balik alasan, iman perlahan melemah.

Maka, sebelum sibuk mengoreksi dunia, mari koreksi respons kita. Sebab dalam hadis yang sahih itu, Rasulullah sudah menetapkan standar. Tinggal kita memilih: upgrade level atau downgrade, puas di level paling lemah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Direktur Albadar Institute)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kapal Pertamina Selat Hormuz

    Selat Hormuz Memanas: Kapal Malaysia Lolos, Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Situasi Selat Hormuz kembali menarik perhatian dunia setelah beberapa kapal tanker mendapat izin melintas dari Iran. Namun di tengah perkembangan itu, kapal Pertamina Selat Hormuz justru masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Kondisi ini memicu perhatian publik karena jalur tersebut merupakan salah satu rute paling penting bagi perdagangan energi global. Sejumlah […]

  • penemuan jasad bayi

    Penemuan Jasad Bayi Berujung Penjara

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Penemuan jasad bayi di Lampung Barat berujung tersangka dan ancaman hukuman berat atas kejahatan terhadap anak. albadarpost.com, HUMANIORA— Kasus penemuan jasad bayi di sebuah kebun kopi di Kabupaten Lampung Barat berakhir pada penetapan tersangka dan ancaman pidana berat. Kepolisian memastikan bahwa rasa malu akibat kehamilan di luar nikah tidak dapat menjadi alasan pembenar atas tindakan […]

  • anggaran gapura

    DPRD Jabar Kritik Anggaran Gapura Gedung Sate Rp3,9 Miliar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DPRD Jabar kritik anggaran gapura Gedung Sate Rp3,9 miliar karena dianggap tidak sesuai prioritas publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun gapura di kawasan Gedung Sate dengan biaya Rp3,9 miliar kembali menuai kritik. DPRD Jabar menilai alokasi tersebut tidak selaras dengan kondisi fiskal daerah dan kebutuhan publik yang lebih mendesak, terutama pemeliharaan […]

  • kontes sapi potong

    Pemerintah Tasikmalaya Gelar Kontes Sapi Potong untuk Naikkan Nilai Ternak

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Kontes sapi potong di RPH Indihiang Tasikmalaya fokus peningkatan nilai jual ternak dan edukasi peternak. albadarpost.com, LENSA — Kontes sapi potong yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang menghadirkan 50 peternak dari wilayah Priangan Timur hingga Bandung. Agenda ini bertujuan meningkatkan nilai jual ternak, memberi edukasi […]

  • Bom bunker-buster dijatuhkan dari pesawat stealth untuk menghancurkan bunker dan fasilitas militer strategis di Iran.

    Pesawat Stealth dan Bom Bunker-Buster Tembus Pertahanan Iran

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Serangan udara yang menghantam target strategis di Iran diduga menggunakan bom bunker-buster, pesawat stealth, dan rudal jelajah presisi tinggi. Penggunaan bom penembus bunker memungkinkan serangan mencapai fasilitas yang dilindungi beton tebal dan struktur bawah tanah. Selain itu, kombinasi teknologi modern membantu operasi militer menembus sistem pertahanan udara berlapis. Ledakan yang terjadi […]

  • SWAKKA Priangan Timur

    SWAKKA, Kolaborasi Baru Wartawan dan Konten Kreator Priangan Timur untuk Kuatkan Media Lokal

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    SWAKKA lahir di Priangan Timur sebagai wadah kolaborasi wartawan dan konten kreator memperkuat media lokal. albadarpost.com, CENDIKIA — Sebuah inisiatif baru lahir di jantung Priangan Timur. Komunitas bernama SWAKKA Priangan Timur resmi disepakati berdiri setelah diskusi intens selama hampir empat jam di Kota Tasikmalaya, Rabu (5/11/2025). Komunitas ini menjadi wadah baru bagi wartawan dan konten […]

expand_less