Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 220
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Bubur khas Nusantara selalu menjadi pilihan menarik saat waktu berbuka tiba. Selain mudah dicerna, makanan tradisional ini juga menghadirkan rasa hangat dan kaya rempah. Di berbagai daerah Indonesia, masyarakat mengenal beragam bubur tradisional untuk buka puasa dengan karakter rasa yang berbeda.

Beberapa di antaranya bahkan menjadi identitas kuliner daerah. Misalnya Bubur Kampiun dari Sumatera Barat, Bubur Sagu Ambon dari Maluku, serta Bubur Pedas dari Kalimantan Barat. Ketiga hidangan tersebut menunjukkan betapa kaya warisan kuliner Indonesia. Selain itu, setiap bubur memiliki cerita budaya yang unik sekaligus menggugah selera.

Bagi banyak keluarga, bubur sering hadir sebagai menu pembuka sebelum menikmati makanan utama. Teksturnya lembut sehingga lambung lebih siap menerima makanan setelah berpuasa seharian.

Bubur Kampiun, Sajian Manis Legendaris dari Sumatera Barat

Pertama, mari mengenal Bubur Kampiun yang berasal dari Sumatera Barat. Hidangan ini cukup populer sebagai bubur khas Nusantara untuk buka puasa karena tampilannya yang menggoda dan rasanya yang kaya.

Ilustrasi Bubur Kampiun.

Dalam satu mangkuk, Bubur Kampiun menghadirkan berbagai jenis bubur sekaligus. Biasanya terdiri dari bubur sumsum, bubur ketan hitam, kolak pisang atau ubi, candil, serta siraman santan gurih. Kombinasi ini menghasilkan perpaduan rasa manis dan lembut yang memanjakan lidah.

Menariknya, nama “kampiun” berarti juara. Konon, hidangan ini muncul setelah memenangkan lomba memasak di Sumatera Barat. Sejak saat itu, masyarakat semakin mengenalnya sebagai sajian spesial yang sering hadir pada bulan Ramadan.

Selain nikmat, Bubur Kampiun juga memberi energi cepat setelah berpuasa. Gula merah dan karbohidrat di dalamnya membantu tubuh mengembalikan tenaga secara perlahan. Oleh sebab itu, banyak orang memilih bubur ini sebagai menu berbuka yang sederhana namun mengenyangkan.

Bubur Sagu Ambon, Warisan Kuliner dari Tanah Maluku

Berbeda dari Bubur Kampiun, Bubur Sagu Ambon menonjolkan bahan utama yang khas, yaitu sagu. Bahan pangan ini sejak lama menjadi sumber makanan penting bagi masyarakat Maluku.

Ilustrasi Bubur Sagu.

Bubur Sagu Ambon memiliki tekstur kenyal dan transparan. Umumnya, masyarakat memasaknya bersama gula merah hingga menghasilkan kuah manis yang kental. Setelah itu, santan segar ditambahkan untuk memperkaya rasa.

Menu ini sering muncul sebagai bubur khas Nusantara saat Ramadan. Rasanya yang manis dan hangat sangat cocok untuk mengawali waktu berbuka. Selain itu, kandungan pati dalam sagu memberikan energi yang bertahan cukup lama.

Tak hanya itu, Bubur Sagu Ambon juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Maluku. Mereka memanfaatkan hasil alam sekitar untuk menciptakan makanan sederhana namun bernilai gizi.

Bubur Pedas Kalimantan Barat, Perpaduan Rempah yang Menggugah Selera

Jika dua bubur sebelumnya cenderung manis, Bubur Pedas dari Kalimantan Barat justru menghadirkan rasa gurih dan rempah yang kuat. Meski namanya “pedas”, hidangan ini tidak selalu terasa sangat pedas. Sebaliknya, cita rasa utamanya berasal dari campuran rempah dan sayuran.

Ilustrasi Bubur Pedas.

Bubur Pedas biasanya dibuat dari beras yang dimasak bersama berbagai sayuran seperti pakis, kacang panjang, dan daun kesum. Selain itu, masyarakat sering menambahkan ikan teri atau kacang tanah goreng untuk menambah tekstur.

Menu ini cukup populer sebagai bubur tradisional Nusantara untuk buka puasa karena memberikan rasa hangat setelah seharian berpuasa. Selain mengenyangkan, bubur ini juga kaya nutrisi dari sayur dan protein.

Baca juga: 3 Pelaut Indonesia Hilang di Selat Hormuz, Pencarian Terus Dilakukan

Menariknya, proses memasak Bubur Pedas cukup panjang. Banyak bumbu harus dihaluskan terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke dalam bubur. Namun, usaha tersebut sepadan dengan rasa yang dihasilkan.

Baca juga: Prediksi Persib vs Persik: Mampukah Persik Kediri Kejutkan Liga 1?

Kekayaan Bubur Tradisional yang Menyatukan Nusantara

Ketiga hidangan tersebut memperlihatkan betapa beragamnya bubur khas Nusantara. Setiap daerah menghadirkan bahan dan teknik memasak yang berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama: menciptakan makanan hangat yang menenangkan perut setelah berpuasa.

Selain menjadi menu buka puasa, bubur tradisional juga menyimpan nilai budaya yang kuat. Resepnya sering diwariskan turun-temurun dalam keluarga. Karena itu, setiap mangkuk bubur tidak hanya menghadirkan rasa lezat, tetapi juga cerita panjang tentang tradisi dan kehidupan masyarakat.

Ramadan pun menjadi momen tepat untuk kembali mengenal kuliner lokal. Dengan mencoba berbagai bubur dari daerah berbeda, masyarakat dapat merasakan kekayaan rasa sekaligus merayakan keragaman budaya Indonesia. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhasabah Diri

    Seperti Emas, Nilai Manusia Ditentukan oleh Proses

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH — Muhasabah diri, introspeksi diri, dan evaluasi diri dalam Islam merupakan bagian penting dalam perjalanan manusia menuju pribadi yang lebih baik. Sebagaimana emas yang harus melewati proses panjang sebelum menjadi logam mulia, manusia pun memerlukan waktu, ujian, dan kesabaran untuk menemukan nilai terbaik dalam dirinya. Di sebuah toko emas, orang biasanya hanya melihat […]

  • ilustrasi seseorang berdoa agar terhindar dari hutang dengan latar suasana tenang dan religius

    Doa Terhindar dari Hutang yang Jarang Diketahui, Tapi Ampuh!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari doa terhindar dari hutang ketika kondisi keuangan mulai terasa berat. Padahal, doa agar tidak berhutang, doa dijauhkan dari lilitan utang, hingga amalan pelunas hutang sudah diajarkan sejak lama dalam ajaran Islam. Menariknya, sebagian besar orang justru melewatkan amalan sederhana ini, padahal efeknya bisa sangat besar untuk menjaga stabilitas rezeki […]

  • maladministrasi

    Sering Dianggap Sepele, 5 Kalimat Ini Bisa Jadi Maladministrasi

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF — Maladministrasi atau dugaan penyimpangan dalam pelayanan publik tidak selalu muncul dalam bentuk tindakan yang langsung terlihat serius. Kadang, persoalan justru berawal dari kalimat sederhana seperti “nggak usah lapor”, “berkasnya saya simpan dulu”, atau “datang besok aja”. Materi edukasi yang dipublikasikan Ombudsman RI mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele situasi semacam itu. Namun, […]

  • Nyiar Lumar

    Bukan Sekadar Mencari Jamur, Ini Makna Nyiar Lumar Ciamis

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH— Malam di Kawali akan kembali memiliki cerita. Nyiar Lumar dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, di kawasan Eks Pendopo Kawali dan Situs Astana Gede Kawali, Kabupaten Ciamis. Dilansir dari Visit Ciamis, Nyiar Lumar bukan sekadar kegiatan mencari cahaya di tengah malam. Tradisi budaya ini membawa pesan tentang pencarian jati diri, pencerahan, […]

  • doa mulai kerja

    Jangan Mulai Kerja Tanpa Doa Ini, Dampaknya Mengejutkan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 238
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa mulai kerja menjadi amalan penting yang sering diabaikan, padahal doa ketika memulai pekerjaan bisa membuka pintu rezeki, menghadirkan keberkahan, dan menenangkan hati. Banyak orang fokus pada strategi kerja, namun lupa bahwa keberhasilan juga dipengaruhi oleh doa sebelum bekerja, niat yang benar, serta tawakal kepada Allah. Di tengah tekanan hidup modern, mengawali […]

  • Herdiat Tegur ASN

    Herdiat Tegur ASN Mengantuk Saat Acara Resmi

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Herdiat tegur ASN menjadi sorotan dalam pelaksanaan Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Rabu (29/7/2026). Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menghentikan sambutannya sejenak setelah melihat sejumlah aparatur sipil negara (ASN) tampak mengantuk saat acara berlangsung. Selain menegur soal disiplin aparatur, Herdiat juga mengingatkan […]

expand_less