Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLETawakal dan Tafwid bukan sekadar istilah tasawuf, melainkan kewajiban batin yang ditegaskan dalam kitab Safinah an-Naja. Dalam ajaran Islam, tawakal berarti bersandar kepada Allah setelah berikhtiar, sedangkan tafwid bermakna menyerahkan seluruh urusan kepada-Nya dengan penuh keyakinan. Dua sikap ini membentuk fondasi ketenangan jiwa seorang Muslim. Karena itu, memahami tawakal dan tafwid menjadi kunci agar hati tidak mudah goyah saat hidup terasa berat.

Dalam Safinah an-Naja, tawakal dan tafwid disebut sebagai bagian dari kewajiban batin. Artinya, keduanya bukan pilihan tambahan, melainkan sikap yang harus tumbuh dalam diri setiap mukmin. Tanpa tawakal, usaha terasa kering. Tanpa tafwid, doa terasa hampa.

Makna Tawakal yang Sering Disalahpahami

Secara bahasa, tawakal berarti bersandar. Namun dalam makna syar’i, tawakal adalah tenangnya hati karena yakin bahwa Allah mengatur segala urusan. Keyakinan itu membuat seseorang tidak larut dalam kegalauan meski sebab-sebab dunia tampak sempit.

Baca juga: Tarawih Wanita: Masjid atau Rumah Lebih Utama?

Allah SWT berfirman:

“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).”
(QS. At-Talaq: 3)

Ayat ini menegaskan bahwa tawakal melahirkan rasa cukup. Namun perlu dicatat, tawakal bukan berarti meninggalkan usaha. Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada seorang Arab Badui yang membiarkan untanya tanpa diikat:

“Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menjadi dalil kuat bahwa tawakal harus berjalan seiring ikhtiar. Karena itu, orang yang hanya pasrah tanpa usaha tidak bisa disebut bertawakal. Ia justru mengabaikan sunnatullah.

Tafwid: Derajat yang Lebih Tinggi

Jika tawakal berarti bersandar setelah berusaha, maka tafwid melangkah lebih dalam. Tafwid adalah menyerahkan seluruh urusan kepada Allah dengan sepenuh hati. Seorang hamba tidak hanya tenang setelah berikhtiar, tetapi juga ridha terhadap apa pun hasilnya.

Dalam Al-Qur’an, sikap ini tercermin dalam doa Nabi Musa AS:

“Aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”
(QS. Ghafir: 44)

Ayat tersebut menggambarkan tafwid secara utuh. Nabi Musa tidak hanya berusaha menghadapi tekanan Fir’aun, tetapi juga memasrahkan hasil akhirnya kepada Allah. Di sinilah letak perbedaan mendasar antara tawakal dan tafwid. Tafwid memiliki derajat lebih tinggi karena melibatkan kepasrahan total tanpa syarat.

Lawan Tafwid: Sikap Tamak yang Menggerogoti Hati

Dalam tradisi ulama, kebalikan dari tafwid adalah sifat tamak atau thama’. Sifat ini mendorong seseorang menggantungkan harapan sepenuhnya kepada makhluk. Ia selalu gelisah jika keinginannya tidak terpenuhi. Bahkan, ia rela mengorbankan prinsip demi ambisi.

Padahal Rasulullah ﷺ mengingatkan:

“Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ia ingin memiliki dua lembah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa ketamakan tidak pernah mengenal batas. Karena itu, tafwid hadir sebagai penawar. Ketika seseorang memasrahkan urusannya kepada Allah, ia tidak lagi diperbudak ambisi dunia.

Menghidupkan Tawakal dan Tafwid dalam Kehidupan Modern

Di era serba cepat, banyak orang merasa cemas terhadap masa depan. Persaingan kerja, tekanan ekonomi, serta ekspektasi sosial sering memicu stres. Namun justru dalam kondisi seperti ini, tawakal dan tafwid menjadi semakin relevan.

Pertama, seseorang tetap bekerja keras dan menyusun rencana. Kedua, ia menyadari bahwa hasil akhir bukan sepenuhnya di tangannya. Kesadaran ini melahirkan ketenangan yang sulit digoyahkan keadaan.

Selain itu, tawakal melatih optimisme. Sementara tafwid membentuk keikhlasan. Keduanya berjalan beriringan, sehingga hati tidak mudah putus asa ketika gagal dan tidak sombong ketika berhasil.

Baca juga: Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

Imam Al-Ghazali pernah menjelaskan bahwa hakikat tawakal adalah keyakinan penuh terhadap jaminan Allah. Jika keyakinan itu semakin kuat, maka hati semakin lapang. Dari kelapangan itulah lahir ketenangan sejati.

Menjadi Pribadi yang Teguh dan Tenang

Pada akhirnya, tawakal dan tafwid bukan sekadar konsep teoritis. Keduanya harus hadir dalam praktik sehari-hari. Ketika menghadapi ujian, seorang mukmin berusaha mencari solusi. Namun setelah itu, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah tanpa protes berlebihan.

Dengan demikian, hidup terasa lebih ringan. Sebab ia sadar, Allah tidak pernah salah mengatur takdir hamba-Nya. Bahkan ketika jalan terasa sempit, selalu ada hikmah yang tersembunyi.

Karena itu, mari kita latih hati untuk bertawakal setelah berikhtiar, lalu naikkan derajatnya menuju tafwid. Di sanalah ketenangan sejati bersemayam. Dan di sanalah iman menemukan kedewasaannya. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiah Rp167 miliar dari pemerintah AS untuk informasi penangkapan pemimpin Kartel Sinaloa dalam upaya penegakan hukum narkotika AS.

    AS Gelontorkan 5 Juta Dolar Buru Bos Kartel Sinaloa

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Langkah tegas dalam penegakan hukum narkotika AS tidak hanya menyasar kejahatan kriminal, tetapi juga menyentuh dimensi geopolitik kawasan Amerika Latin. Ketika Washington menawarkan hadiah jutaan dolar AS untuk memburu pemimpin Kartel Sinaloa, pesan yang dikirim bukan sekadar soal penangkapan, melainkan soal dominasi hukum dan stabilitas regional. Kartel Sinaloa selama ini bukan […]

  • Makan Bergizi Gratis

    Video Joget di Dapur Viral, Mitra Program Makan Bergizi Gratis Disuspend

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video seorang mitra program tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar luas, seorang pria bernama Hendrik terlihat berjoget di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sambil menuliskan klaim pendapatan hingga Rp6 juta per hari. Konten tersebut memicu perhatian publik sekaligus […]

  • belajar malam di pesantren

    7 Tradisi Santri Belajar Malam di Pesantren

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Banyak orang mengenal pesantren sebagai tempat mengaji dan belajar agama. Namun, tidak banyak yang mengetahui bagaimana suasana belajar malam di pesantren setelah waktu Isya tiba. Tradisi belajar malam di pesantren, kebiasaan santri pada malam hari, dan aktivitas santri setelah mengaji ternyata menyimpan banyak cerita yang jarang terlihat dari luar. Saat sebagian orang […]

  • Hijab Allah

    Hijab Allah: Ketika Dunia Terasa Lebih Nyata

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pernahkah kita merasa begitu gelisah ketika sinyal internet hilang, baterai ponsel hampir habis, atau saldo rekening tiba-tiba berkurang? Anehnya, kegelisahan yang sama sering kali tidak muncul ketika hati sudah berhari-hari terasa jauh dari Allah. Di situlah Hijab Allah bekerja dengan cara yang sangat halus. Menurut Syekh Ibnu Athaillah, tabir hati atau hijab […]

  • Ilustrasi suasana tenang menjelang magrib di Hari Jumat saat seorang Muslim berdoa pada waktu mustajab.

    Ada Satu Waktu Rahasia di Hari Jumat, Banyak Orang Justru Lalai

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Hari Jumat selalu punya suasana yang berbeda. Udara terasa lebih tenang. Masjid lebih ramai. Bahkan orang yang biasanya datang mepet waktu salat kadang mendadak berangkat lebih awal sambil membawa sajadah terbaiknya. Namun di balik semua itu, ada satu pembahasan yang terus membuat banyak orang penasaran: tentang waktu mustajab Jumat. Rasulullah SAW pernah […]

  • Tasawuf Nafsu

    Tasawuf vs Nafsu: Rahasia Menaklukkan Diri yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tasawuf nafsu kini kembali ramai dibicarakan. Di tengah tekanan hidup modern, banyak orang mulai mencari cara mengendalikan diri melalui pendekatan spiritual. Tasawuf nafsu, atau pengendalian hawa nafsu dalam ajaran tasawuf, sering juga disebut sebagai latihan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Konsep ini tidak hanya bicara agama, tetapi juga menyentuh aspek psikologi dan ketenangan […]

expand_less