Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 155
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLETawakal dan Tafwid bukan sekadar istilah tasawuf, melainkan kewajiban batin yang ditegaskan dalam kitab Safinah an-Naja. Dalam ajaran Islam, tawakal berarti bersandar kepada Allah setelah berikhtiar, sedangkan tafwid bermakna menyerahkan seluruh urusan kepada-Nya dengan penuh keyakinan. Dua sikap ini membentuk fondasi ketenangan jiwa seorang Muslim. Karena itu, memahami tawakal dan tafwid menjadi kunci agar hati tidak mudah goyah saat hidup terasa berat.

Dalam Safinah an-Naja, tawakal dan tafwid disebut sebagai bagian dari kewajiban batin. Artinya, keduanya bukan pilihan tambahan, melainkan sikap yang harus tumbuh dalam diri setiap mukmin. Tanpa tawakal, usaha terasa kering. Tanpa tafwid, doa terasa hampa.

Makna Tawakal yang Sering Disalahpahami

Secara bahasa, tawakal berarti bersandar. Namun dalam makna syar’i, tawakal adalah tenangnya hati karena yakin bahwa Allah mengatur segala urusan. Keyakinan itu membuat seseorang tidak larut dalam kegalauan meski sebab-sebab dunia tampak sempit.

Baca juga: Tarawih Wanita: Masjid atau Rumah Lebih Utama?

Allah SWT berfirman:

“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).”
(QS. At-Talaq: 3)

Ayat ini menegaskan bahwa tawakal melahirkan rasa cukup. Namun perlu dicatat, tawakal bukan berarti meninggalkan usaha. Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada seorang Arab Badui yang membiarkan untanya tanpa diikat:

“Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menjadi dalil kuat bahwa tawakal harus berjalan seiring ikhtiar. Karena itu, orang yang hanya pasrah tanpa usaha tidak bisa disebut bertawakal. Ia justru mengabaikan sunnatullah.

Tafwid: Derajat yang Lebih Tinggi

Jika tawakal berarti bersandar setelah berusaha, maka tafwid melangkah lebih dalam. Tafwid adalah menyerahkan seluruh urusan kepada Allah dengan sepenuh hati. Seorang hamba tidak hanya tenang setelah berikhtiar, tetapi juga ridha terhadap apa pun hasilnya.

Dalam Al-Qur’an, sikap ini tercermin dalam doa Nabi Musa AS:

“Aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”
(QS. Ghafir: 44)

Ayat tersebut menggambarkan tafwid secara utuh. Nabi Musa tidak hanya berusaha menghadapi tekanan Fir’aun, tetapi juga memasrahkan hasil akhirnya kepada Allah. Di sinilah letak perbedaan mendasar antara tawakal dan tafwid. Tafwid memiliki derajat lebih tinggi karena melibatkan kepasrahan total tanpa syarat.

Lawan Tafwid: Sikap Tamak yang Menggerogoti Hati

Dalam tradisi ulama, kebalikan dari tafwid adalah sifat tamak atau thama’. Sifat ini mendorong seseorang menggantungkan harapan sepenuhnya kepada makhluk. Ia selalu gelisah jika keinginannya tidak terpenuhi. Bahkan, ia rela mengorbankan prinsip demi ambisi.

Padahal Rasulullah ﷺ mengingatkan:

“Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ia ingin memiliki dua lembah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa ketamakan tidak pernah mengenal batas. Karena itu, tafwid hadir sebagai penawar. Ketika seseorang memasrahkan urusannya kepada Allah, ia tidak lagi diperbudak ambisi dunia.

Menghidupkan Tawakal dan Tafwid dalam Kehidupan Modern

Di era serba cepat, banyak orang merasa cemas terhadap masa depan. Persaingan kerja, tekanan ekonomi, serta ekspektasi sosial sering memicu stres. Namun justru dalam kondisi seperti ini, tawakal dan tafwid menjadi semakin relevan.

Pertama, seseorang tetap bekerja keras dan menyusun rencana. Kedua, ia menyadari bahwa hasil akhir bukan sepenuhnya di tangannya. Kesadaran ini melahirkan ketenangan yang sulit digoyahkan keadaan.

Selain itu, tawakal melatih optimisme. Sementara tafwid membentuk keikhlasan. Keduanya berjalan beriringan, sehingga hati tidak mudah putus asa ketika gagal dan tidak sombong ketika berhasil.

Baca juga: Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

Imam Al-Ghazali pernah menjelaskan bahwa hakikat tawakal adalah keyakinan penuh terhadap jaminan Allah. Jika keyakinan itu semakin kuat, maka hati semakin lapang. Dari kelapangan itulah lahir ketenangan sejati.

Menjadi Pribadi yang Teguh dan Tenang

Pada akhirnya, tawakal dan tafwid bukan sekadar konsep teoritis. Keduanya harus hadir dalam praktik sehari-hari. Ketika menghadapi ujian, seorang mukmin berusaha mencari solusi. Namun setelah itu, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah tanpa protes berlebihan.

Dengan demikian, hidup terasa lebih ringan. Sebab ia sadar, Allah tidak pernah salah mengatur takdir hamba-Nya. Bahkan ketika jalan terasa sempit, selalu ada hikmah yang tersembunyi.

Karena itu, mari kita latih hati untuk bertawakal setelah berikhtiar, lalu naikkan derajatnya menuju tafwid. Di sanalah ketenangan sejati bersemayam. Dan di sanalah iman menemukan kedewasaannya. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi empat golongan dirindukan surga: pembaca Quran, penjaga lisan, dermawan, dan orang berpuasa Ramadan.

    Empat Golongan Manusia yang Dirindukan Surga

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Empat Golongan Dirindukan Surga menjadi kabar langit yang menggetarkan jiwa. Dalam hadis Nabi ﷺ, disebutkan bahwa surga merindukan empat tipe manusia: pecinta Al-Qur’an, penjaga lisan, orang dermawan, dan ahli puasa Ramadan. Ini bukan sekadar kabar gembira; ia adalah peta ruhani menuju taman keabadian. Maka, ketika dunia sibuk menghitung laba, langit justru menghitung […]

  • Upacara mutasi Polres Tasikmalaya 2026 dengan pergantian 12 jabatan di Lapangan Hitam Mapolres

    Mutasi Polres Tasikmalaya 2026: 12 Jabatan Berganti, Biasa atau Ada Sesuatu?

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Mutasi Polres Tasikmalaya 2026 langsung menyedot perhatian. Sebanyak 12 jabatan strategis diganti dalam satu momentum. Rotasi polisi, sertijab, dan pergeseran posisi kunci terjadi bersamaan—dan itu jarang dianggap sekadar rutinitas. Publik mulai membaca lebih dalam. Apakah ini hanya penyegaran? Atau sinyal bahwa ada sesuatu yang sedang dibenahi? “Penyegaran Organisasi”, Kata Kapolres Upacara […]

  • Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama menyerahkan hewan kurban Iduladha 2026 kepada masyarakat dan pondok pesantren.

    Iduladha 2026, Polres Tasikmalaya Salurkan Puluhan Hewan Kurban ke Warga

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Momentum Kurban Polres Tasikmalaya 2026 terasa berbeda tahun ini. Di tengah suasana Iduladha 1447 Hijriah, keluarga besar Polres Tasikmalaya menyalurkan puluhan hewan kurban ke masyarakat dan pondok pesantren di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Bukan hanya soal jumlah hewan yang meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, tetapi juga tentang cara kepolisian mencoba hadir […]

  • Es Krim Rumahan

    Rahasia Es Krim Rumahan yang Lembut dan Bikin Anak Ketagihan

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ketika cuaca siang mulai terasa terik dan anak-anak menghabiskan waktu libur sekolah di lingkungan rumah, es krim rumahan atau es krim jadul kembali menjadi jajanan yang paling banyak dicari. Rasanya yang sederhana, teksturnya yang lembut, serta harganya yang ramah di kantong membuat es krim rumahan tetap bertahan di tengah maraknya dessert modern […]

  • rotasi kajari

    Kejaksaan Agung Mutasi Puluhan Kajari

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kejaksaan Agung merotasi 43 kajari akhir 2025 untuk menjaga efektivitas dan integritas penegakan hukum daerah. albadarpost.com, FOKUS – Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali melakukan rotasi kajari secara besar-besaran menjelang penutupan tahun 2025. Sebanyak 43 kepala kejaksaan negeri resmi diganti dari total 68 pejabat kejaksaan yang dimutasi melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 tertanggal 24 […]

  • dampak macet

    Kemacetan Kronis dan Beban Mental Warga Jabar

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Kemacetan harian di Jawa Barat berdampak pada kesehatan mental warga dan perlu diperlakukan sebagai isu publik serius. albadarpost.com, LIFESTYLE – Kemacetan lalu lintas selama ini sering dipandang sebagai persoalan waktu dan kenyamanan. Warga mengeluh terlambat bekerja, bensin boros, dan produktivitas menurun. Namun di Jawa Barat, kemacetan harian mulai menunjukkan dampak yang lebih dalam. Ia tidak […]

expand_less