Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Jangan Salah! Ini Trik Tongseng Kurban Empuk dan Gurih

Jangan Salah! Ini Trik Tongseng Kurban Empuk dan Gurih

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpsot.com, LIFESTYLE – Setiap Idul Adha, aroma tongseng kurban hampir selalu muncul dari dapur-dapur rumah di berbagai daerah. Ada yang memasaknya setelah salat Zuhur, ada pula yang baru menyalakan kompor menjelang sore ketika pembagian daging selesai dilakukan.

Namun satu keluhan terus berulang dari tahun ke tahun. Daging terasa alot. Kuah kurang meresap. Atau aroma prengus masih tertinggal meski bumbu sudah ditambah banyak.

Padahal, menurut sejumlah juru masak dan pedagang tongseng berpengalaman, rahasia tongseng kurban yang benar-benar nikmat justru bukan terletak pada banyaknya rempah. Rahasianya dimulai jauh sebelum kuah mendidih.

Kesalahan yang Sering Terjadi Begitu Daging Sampai di Rumah

Di banyak keluarga, daging kurban biasanya langsung dicuci berkali-kali begitu diterima. Kebiasaan ini sudah berlangsung lama dan dianggap sebagai langkah wajib sebelum memasak.

Padahal tidak sedikit penjual tongseng yang memilih cara berbeda.

Mereka justru membiarkan daging beristirahat terlebih dahulu dalam suhu dingin selama beberapa jam. Tujuannya sederhana. Memberi waktu agar serat-serat daging lebih rileks sebelum terkena panas.

Hasilnya sering kali terasa berbeda.

Daging menjadi lebih empuk. Bumbu lebih mudah masuk. Dan teksturnya tidak cepat keras saat dimasak dalam waktu lama.

Menariknya, di beberapa kampung, obrolan soal menu olahan daging kurban biasanya dimulai bahkan sebelum pembagian selesai. Ada yang memilih sate. Ada yang ingin gulai. Namun tongseng hampir selalu masuk daftar teratas karena bisa dinikmati banyak orang dalam satu panci besar.

Aroma Sedap Ternyata Dibangun Sejak Proses Perebusan

Salah satu tantangan terbesar saat membuat tongseng kurban adalah menghilangkan aroma prengus, terutama pada daging kambing.

Karena itu, tahap perebusan tidak boleh dianggap sepele.

Jahe, serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas sebaiknya ikut masuk ke dalam panci sejak awal. Rempah-rempah inilah yang perlahan membentuk karakter kuah.

Ada satu detail kecil yang sering luput diperhatikan.

Saat rebusan mulai mendidih, biasanya muncul lingkaran minyak tipis berwarna keemasan di permukaan kuah. Ukurannya tidak besar. Kadang hanya selebar koin lima ratus rupiah. Namun dari situlah aroma gurih mulai keluar dan memenuhi dapur.

Di beberapa rumah, momen itu sering menjadi tanda bahwa masakan mulai “hidup”.

Anak-anak yang tadinya bermain di halaman mendadak masuk ke dapur. Ada yang membuka tutup panci sebentar. Ada pula yang mulai bertanya, “Masaknya masih lama?”

Rahasia Pedagang Tongseng yang Jarang Diceritakan

Banyak orang fokus pada cabai atau jumlah bumbu halus. Padahal para pedagang tongseng legendaris justru sangat memperhatikan keseimbangan rasa.

Gula merah dan kecap manis memegang peranan penting.

Bukan sekadar memberi rasa manis. Keduanya membantu menciptakan lapisan rasa yang lebih dalam sehingga kuah terasa kaya meski hanya diseruput sedikit.

Selain itu, bumbu halus wajib ditumis hingga benar-benar matang.

Jangan terburu-buru.

Saat bawang merah, bawang putih, kemiri, dan ketumbar mulai mengeluarkan minyak alami, aroma yang muncul akan berbeda. Lebih bulat. Lebih hangat. Dan lebih menggoda.

Barulah kaldu dan daging dimasukkan kembali.

Di titik ini, kesabaran menjadi bumbu yang tidak tertulis dalam resep.

Kol dan Tomat Harus Masuk di Menit-Menit Terakhir

Kesalahan berikutnya terdengar sederhana, tetapi cukup sering terjadi.

Kol dimasukkan terlalu awal.

Akibatnya, tekstur sayuran menjadi lembek dan kehilangan kesegarannya. Padahal salah satu daya tarik tongseng terletak pada pertemuan antara kuah panas dan renyahnya kol yang masih terasa saat digigit.

Karena itu, kol sebaiknya masuk dua atau tiga menit sebelum api dimatikan.

Tomat bahkan lebih akhir lagi.

Cara sederhana ini membuat warna masakan lebih segar dan rasa tongseng terasa lebih seimbang.

Tidak heran jika banyak warung tongseng terkenal tetap mempertahankan teknik tersebut meski sudah berjualan puluhan tahun.

Rahasia Terakhir yang Membuat Rasa Lebih Meresap

Setelah matang, jangan langsung menyajikannya.

Diamkan sekitar lima belas hingga dua puluh menit.

Bagi sebagian orang, langkah ini terdengar sepele. Namun justru di sinilah bumbu perlahan masuk ke serat-serat daging. Rasa menjadi lebih menyatu. Kuah terasa lebih dalam.

Ketika akhirnya disajikan, aroma rempah, manis kecap, dan gurih kaldu seolah bertemu dalam satu suapan.

Mungkin itu sebabnya tongseng selalu punya tempat istimewa setiap Idul Adha.

Bukan hanya karena rasanya.

Melainkan karena hidangan ini sering hadir di tengah suasana yang sulit terulang. Saat tetangga masih saling bertukar masakan. Saat anak-anak berlarian membawa kantong kresek berisi daging. Dan saat suara takbir yang semalam menggema perlahan berganti dengan aroma rempah dari dapur rumah.

Pada akhirnya, tongseng kurban bukan sekadar cara mengolah daging.

Ia adalah cara menyimpan kenangan.

Dan ketika panci mulai kosong sementara nasi masih tersisa di meja, biasanya ada satu tanda yang tidak pernah salah: masakan itu berhasil membuat orang ingin tinggal sedikit lebih lama bersama keluarga. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi transaksi belanja dengan cashback dan diskon besar ditinjau dari hukum Islam dan fikih muamalah

    Cashback Halal atau Haram? Ini Jawaban Fikihnya

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 342
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertanyaan tentang hukum cashback semakin sering muncul seiring maraknya promo digital. Banyak Muslim bertanya, apakah cashback dalam Islam itu halal, atau justru mendekati riba dan gharar. Isu diskon besar menurut Islam pun ikut menjadi sorotan, terutama saat promo masif di e-commerce dan layanan digital. Karena itu, rubrik fikih kontemporer ini hadir […]

  • Audiensi FOSSMA dengan DPRD Kota Tasikmalaya membahas transparansi APBD 2026 dan pemerataan pembangunan

    FOSSMA Bongkar Tuntutan ke DPRD, APBD Tasikmalaya 2026 Harus Dibuka!

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Isu APBD Tasikmalaya 2026 kembali menghangat. Forum Silaturahmi Salasar Masjid Agung Kota Tasikmalaya (FOSSMA) secara terbuka mendesak transparansi anggaran daerah. Dalam forum audiensi bersama DPRD, mereka menyoroti pentingnya keterbukaan anggaran daerah, kejelasan program prioritas, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota. Desakan ini muncul bukan tanpa alasan. Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap […]

  • hujan meteor Perseid

    Hujan Meteor Perseid 13 Agustus 2026, Ini Waktu Terbaik Melihatnya

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, PERSPEKTIF – Hujan meteor Perseid akan mencapai aktivitas maksimumnya pada 13 Agustus 2026. Fenomena hujan meteor atau shooting stars ini menarik perhatian karena terjadi ketika Bumi melintasi jejak debu yang ditinggalkan Komet 109P/Swift-Tuttle. Namun, bagi pengamat di Indonesia, ada satu hal penting: tanggal puncak tidak berarti pengamatan terbaik harus dilakukan setelah matahari terbit. Sebaliknya, […]

  • Bakwan Sayur

    Bakwan Sayur, Alternatif Camilan Hemat dan Bergizi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan sayur kembali menjadi pilihan banyak rumah tangga sebagai camilan praktis yang hemat biaya dan mudah diolah. Di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pangan, menu sederhana berbahan wortel dan kol ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pangan rumahan tanpa mengorbankan rasa dan nilai gizi. Bakwan sayur tidak hanya hadir sebagai gorengan pelengkap, tetapi […]

  • kompetensi profesional guru abad 21

    PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENGHADAPI ABAD 21 

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    (Studi Kasus di SDN Karyasari Desa Bunisari Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur) Oleh Maman Herman1, Heni Purnamasari2maman.herman@unigal.ac.id ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi kompetensi guru abad 21 di SDN Karyasari Desa Bunisari Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur belum optimal. hal ini berhubungan dengan kompetensi profesional guru. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui gambaran kompetensi professional guru dalam menghadapi […]

  • Seorang ilustrator digital menggambar bunga menggunakan tablet dan stylus di meja rumah sederhana dengan suasana hangat.

    Pelukis Tasikmalaya Ungkap Bedanya Menggambar Digital dan Tradisional

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Aktivitas menggambar kini tidak lagi identik dengan meja penuh cat air, kuas basah, atau tumpukan kertas gambar. Menggambar digital mulai menjadi pilihan banyak anak muda karena terasa lebih praktis, cepat, dan fleksibel. Namun di balik kemudahan itu, ternyata ada hal yang menurut sebagian pelukis tidak bisa tergantikan. “Feel healing-nya beda,” kata Hasnawati, […]

expand_less