Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dari 88 ke 462 Penghuni, Lapas Tasikmalaya Hadapi Krisis Ruang

Dari 88 ke 462 Penghuni, Lapas Tasikmalaya Hadapi Krisis Ruang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lapas Tasikmalaya over kapasitas bukan sekadar angka di atas kertas. Kondisi yang juga dikenal sebagai kelebihan penghuni lapas dan kepadatan warga binaan ini terlihat nyata di dalam ruang-ruang sempit yang kini menampung jauh lebih banyak orang dari seharusnya.

Di balik dinding Lapas Klas IIB Tasikmalaya, satu ruangan yang idealnya diisi satu orang kini harus dihuni hingga lima orang. Ruang gerak menyempit. Udara terasa lebih berat. Aktivitas sehari-hari pun berlangsung dalam keterbatasan.

Situasi ini mengemuka saat tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 digelar pada Senin (27/4/2026). Acara berlangsung tertib di aula, namun di luar ruangan, persoalan utama tetap membayangi.

Angka yang Tidak Seimbang: 88 Kapasitas, 462 Penghuni

Pelaksana Harian Kepala Lapas, Yadi Suryaman, tidak menutup kondisi tersebut. Ia menyebut jumlah penghuni sudah jauh melampaui batas.

Dari kapasitas resmi 88 orang, jumlah warga binaan saat ini mencapai 462 orang. Artinya, tingkat hunian telah meningkat lebih dari lima kali lipat.

“Kalau tidak dipindahkan, jumlahnya bisa terus naik. Ini sudah tidak manusiawi,” ujarnya.

Lapas ini memiliki 24 kamar, termasuk satu blok khusus perempuan. Penghuni berasal dari wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, dengan dominasi dari kabupaten sekitar 280 orang.

Solusi Sementara: Dipindahkan, Tapi Masalah Tetap Ada

Untuk mengurangi tekanan, pihak lapas mulai memindahkan sebagian narapidana ke lapas lain yang lebih longgar. Namun, langkah ini belum menyentuh akar persoalan.

Pemindahan hanya menggeser kepadatan, bukan menghilangkannya. Selama kapasitas tetap sama, potensi kelebihan penghuni akan terus berulang.

Di sisi lain, kondisi ini juga berdampak pada program pembinaan. Ruang yang terbatas membuat aktivitas tidak berjalan optimal, meski upaya pembinaan tetap dilakukan.

Pemerintah Akui Masalah, Soroti Kelayakan Hidup

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengakui ketimpangan yang terjadi.

Menurutnya, persoalan ini tidak hanya soal angka, tetapi menyangkut kelayakan hidup warga binaan.

“Harusnya puluhan, tapi diisi ratusan. Ini jelas tidak ideal,” ujarnya.

Ia tetap mengapresiasi hasil pembinaan, termasuk produk kopi hasil karya warga binaan yang sudah menjalin kerja sama dengan pihak hotel. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan ruang tidak bisa diabaikan.

Lahan Baru Masih Jadi Teka-Teki

Upaya jangka panjang mulai dibahas, termasuk pembangunan lapas baru atau relokasi. Namun hingga kini, kepastian lahan belum juga didapat.

Pemerintah daerah tengah menjajaki beberapa opsi. Salah satunya adalah lahan milik pemerintah di kawasan Tamansari. Meski begitu, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan.

“Kalau ada lahan yang siap, kami dorong. Tinggal bagaimana direalisasikan,” kata Diky.

Risiko yang Mengintai Jika Tidak Segera Ditangani

Kondisi lapas Tasikmalaya over kapasitas berpotensi memicu berbagai masalah serius. Kepadatan tinggi dapat meningkatkan risiko konflik antarwarga binaan, gangguan kesehatan, hingga tekanan psikologis.

Selain itu, kondisi ini juga menyentuh aspek hak asasi manusia. Hunian yang tidak layak berpotensi menimbulkan pelanggaran terhadap standar kemanusiaan.

Jika tidak segera ditangani, persoalan ini dapat berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks.

Masalah Lama, Tekanan Semakin Besar

Lapas Klas IIB Tasikmalaya kini menghadapi tekanan yang tidak ringan. Kapasitas yang terbatas berhadapan langsung dengan jumlah penghuni yang terus meningkat.

Langkah pemindahan hanya memberi ruang napas sementara. Tanpa solusi struktural seperti penambahan fasilitas atau pembangunan baru, kondisi ini akan terus berulang.

Di balik tembok tinggi, persoalan ini berjalan perlahan. Tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya nyata. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • regulasi AI nasional

    Pemerintah Rampungkan Regulasi AI untuk Lindungi Hak Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Pemerintah menyiapkan regulasi AI nasional untuk menyeimbangkan inovasi dan perlindungan hak masyarakat. albadarpost.com, LENSA – Penyusunan regulasi AI nasional memasuki tahap akhir, menandai langkah baru pemerintah dalam mengatur pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Kebijakan ini disebut penting untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan masyarakat, terutama ketika pemanfaatan AI tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan kecepatan […]

  • Pengamanan Wisata Pamijahan

    Pamijahan Tasikmalaya Dipadati Peziarah, Polisi Cepat Amankan Lokasi

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengamanan Wisata Pamijahan Kabupaten Tasikmalaya diperketat sejak pagi menjelang lonjakan peziarah libur panjang. Pengamanan Wisata Pamijahan atau patroli intensif di kawasan ziarah tersebut dilakukan Polsek Bantarkalong untuk memastikan situasi tetap aman di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat. Di lapangan, suasana Pamijahan mulai berubah sejak Jumat (24/4/2026) siang. Arus kendaraan meningkat, pedagang musiman […]

  • doa Nabi Zakaria

    Kisah Nabi Zakaria Memohon Anak, Mukjizat yang Menggetarkan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa Nabi Zakaria menjadi salah satu kisah paling menyentuh dalam Al-Qur’an. Kisah Nabi Zakaria memohon keturunan menggambarkan harapan besar seorang nabi yang telah memasuki usia sangat tua. Meski tubuh melemah dan istrinya dikenal tidak mampu melahirkan, Nabi Zakaria tetap memanjatkan doa memohon anak kepada Allah dengan penuh keyakinan. Kisah ini tidak hanya […]

  • Elon Musk memprediksi AI dan robot akan menggantikan jutaan pekerjaan manusia dan mengubah relevansi pendidikan tinggi

    Elon Musk: Kuliah Akan Kuno di Era AI dan Robot

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Elon Musk kembali memicu perdebatan global setelah memproyeksikan bahwa pendidikan tinggi berpotensi menjadi “kuno” di era kecerdasan buatan dan robotika. Pendiri Tesla dan SpaceX itu menilai perkembangan teknologi akan mengubah masa depan pekerjaan AI dan robot secara drastis, bahkan menggantikan jutaan pekerja manusia di berbagai sektor. Pernyataan tersebut bukan sekadar spekulasi. […]

  • BPJS Kesehatan

    BPJS Kesehatan Tetapkan 21 Layanan Tak Ditanggung

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 layanan medis. Ketahui batas jaminan agar warga terhindar dari risiko biaya kesehatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan dirancang untuk menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh warga negara. Namun, tidak semua penyakit dan layanan medis ditanggung. Ada 21 kategori layanan yang secara tegas dikecualikan. Ketentuan […]

  • lelang aset rampasan

    KPK Lelang Aset Rampasan Korupsi untuk Pulihkan Negara

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Lelang aset rampasan KPK senilai Rp289 miliar dipublikasikan di 22 KPKNL demi pemulihan kerugian negara. albadarpost.com, LENSA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar lelang aset rampasan tindak pidana korupsi dalam rangka Hari Antikorupsi Sedunia 2025 (HAKORDIA). Langkah ini diarahkan untuk memulihkan kerugian negara melalui mekanisme lelang aset rampasan yang terbuka kepada publik dan berbasis data. […]

expand_less