Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dari TPA ke Ruang Kelas, Garut Ubah Sampah Plastik Jadi Sekolah

Dari TPA ke Ruang Kelas, Garut Ubah Sampah Plastik Jadi Sekolah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 152
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bata plastik daur ulang mulai mengubah wajah pendidikan di Kabupaten Garut. Material hasil pengolahan sampah plastik residu itu kini menjadi bagian dari pembangunan ruang kelas baru di SDN 3 Sukanegla, Kecamatan Garut Kota. Inovasi ramah lingkungan tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas belajar yang lebih baik, tetapi juga menunjukkan bahwa sampah yang selama ini dianggap masalah ternyata bisa menjadi solusi.

Kamis pagi (11/6/2026), suasana SDN 3 Sukanegla tampak lebih ramai dari biasanya. Di area pembangunan yang berada tidak jauh dari bangunan sekolah lama, beberapa tumpukan panel berwarna abu-abu tersusun rapi. Sekilas material itu tampak seperti bahan bangunan biasa. Namun panitia menjelaskan bahwa sebagian besar material tersebut berasal dari sampah plastik residu yang telah diolah kembali.

Sejumlah murid yang sedang berada di lingkungan sekolah sesekali memperhatikan aktivitas di lokasi pembangunan. Beberapa di antaranya tampak penasaran ketika mendengar penjelasan bahwa dinding ruang kelas baru yang akan mereka gunakan berasal dari sampah plastik.

Hari itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menghadiri prosesi peletakan bata plastik daur ulang pertama sebagai penanda dimulainya pembangunan dua Ruang Kelas Baru (RKB) dan fasilitas toilet yang didukung Yayasan Bakti Barito.

Ketika Sampah Berubah Menjadi Ruang Belajar

Bupati Garut menyambut positif terobosan tersebut. Menurutnya, pembangunan berbasis ekonomi sirkular seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Ia menilai sektor pendidikan membutuhkan inovasi yang mampu menjawab lebih dari satu persoalan sekaligus. Selain menyediakan ruang belajar yang layak, pembangunan juga dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

“Menurut saya, ini adalah sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita inginkan terkait dengan pembangunan di bidang pendidikan,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi serupa dapat berkembang ke sekolah maupun fasilitas publik lainnya di Kabupaten Garut. Dengan demikian, manfaatnya tidak berhenti pada satu lokasi saja.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Kamis (11/6/2026).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Kamis (11/6/2026).

Sampah Residu yang Selama Ini Sulit Ditangani

Di balik pembangunan tersebut terdapat persoalan yang selama ini menjadi tantangan banyak daerah, yakni sampah plastik residu.

Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Barito, Fifi Pangestu, menjelaskan bahwa jenis sampah ini umumnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena sulit diolah menggunakan metode daur ulang konvensional.

Karena itu, yayasan mencoba mengubah pendekatan. Material yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna kini diproses menjadi komponen konstruksi yang dapat digunakan untuk membangun fasilitas publik.

Menurut Fifi, hampir seluruh komponen utama bangunan memanfaatkan material hasil pengolahan sampah tersebut. Panel dinding menggantikan fungsi bata konvensional. Selain itu, plafon hingga sistem perpipaan air juga menggunakan bahan yang berasal dari hasil daur ulang.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah residu kini dapat menjadi bagian dari solusi. Langkah ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghadirkan infrastruktur serta fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” katanya.

Lebih dari Sekadar Bangunan Sekolah

Menariknya, proyek ini tidak hanya berbicara tentang konstruksi bangunan. Ada pesan pendidikan yang ikut dibangun bersamaan dengan dinding-dinding ruang kelas tersebut.

Anak-anak yang nantinya belajar di dalam ruangan itu akan melihat secara langsung bagaimana sampah dapat berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pengalaman tersebut berpotensi membentuk kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Selain itu, proyek ini juga memperlihatkan bagaimana konsep ekonomi sirkular dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kembali masuk ke dalam siklus pemanfaatan dan menghasilkan manfaat baru.

Di tengah meningkatnya volume sampah dan keterbatasan lahan pembuangan, pendekatan seperti ini mulai menarik perhatian banyak pihak. Sebab, solusi yang ditawarkan tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Harapan Menjadi Inspirasi Daerah Lain

Pemerintah Kabupaten Garut berharap pembangunan ruang kelas berbahan bata plastik daur ulang dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Jika berhasil diterapkan secara lebih luas, model seperti ini berpotensi membantu mengurangi beban lingkungan sekaligus mempercepat penyediaan fasilitas publik yang ramah lingkungan.

Di sisi lain, keberhasilan proyek tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu berakhir di tempat pembuangan. Dengan inovasi dan kolaborasi yang tepat, limbah dapat berubah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi banyak orang.

Di SDN 3 Sukanegla, perubahan itu kini mulai terlihat. Dari tumpukan sampah plastik yang sebelumnya tidak diinginkan, perlahan lahir ruang belajar baru yang akan menjadi tempat generasi berikutnya menimba ilmu.

Ketika banyak orang masih melihat sampah sebagai akhir dari sebuah benda, Garut justru membuktikan bahwa sampah bisa menjadi awal lahirnya sekolah, harapan, dan masa depan yang lebih hijau. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MMA Tasikmalaya

    Tim Baru, 11 Medali: IBCA MMA Tasikmalaya Bikin Kejutan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tidak banyak yang memperhitungkan langkah IBCA MMA Tasikmalaya saat memutuskan menurunkan 11 atlet pada ajang Temu Tarung Garut. Namun, tim mixed martial arts (MMA) yang masih dalam tahap merintis pembinaan itu justru pulang dengan hasil yang mengejutkan: 6 medali emas dan 5 medali perak. Prestasi MMA Tasikmalaya tersebut sekaligus menjadi sinyal […]

  • Kumpulan kata bijak ulama dan nasihat Islami yang menenangkan hati tentang kehidupan, sabar, dan keikhlasan.

    10 Kata Bijak Ulama yang Bikin Hati Tenang di Tengah Hidup yang Berat

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 235
    • 0Komentar

    albadarpot.com, LIFESTYLE – Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, banyak orang mulai mencari kata bijak ulama untuk menenangkan hati dan memperbaiki cara pandang hidup. Nasihat para ulama sering terasa sederhana, tetapi maknanya mampu menyentuh perasaan terdalam manusia. Karena itu, petuah ulama dan kalimat hikmah Islami kini kembali banyak dibaca, terutama saat seseorang merasa lelah […]

  • Jembatan Pongpet

    Jembatan Pongpet Dicek Kementerian PU, Ini yang Dikaji

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Jembatan Pongpet di Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, kini memasuki tahap pemeriksaan teknis setelah mengalami insiden sesaat setelah peresmian pada Minggu, 30 Agustus 2026. Terbaru, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat bersama Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur (BGTS) menerjunkan tim untuk melakukan monitoring, evaluasi, dan investigasi awal […]

  • Ilustrasi sepiring nasi hangat di meja makan keluarga sebagai simbol cinta dalam sepiring nasi untuk suami dan anak.

    Cinta dalam Sepiring Nasi: Bahasa Cinta Paling Tulus

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 249
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Cinta dalam Sepiring Nasi bukan sekadar ungkapan puitis. Frasa ini menggambarkan bagaimana masakan menjadi bahasa cinta keluarga, sekaligus bentuk kasih sayang paling nyata untuk suami dan anak. Melalui sepiring nasi hangat, seorang istri dan ibu menyampaikan perhatian, doa, dan pengorbanan tanpa banyak kata. Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, dapur […]

  • krisis psikolog singapura

    Darurat Mental di Singapura: Psikolog Kurang, Pasien Membludak

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Krisis psikolog Singapura semakin terasa ketika kebutuhan layanan kesehatan mental atau kesehatan mental Singapura melonjak tajam. Di saat yang sama, kekurangan psikolog membuat akses bantuan menjadi lebih sulit. Fenomena ini menunjukkan ketidakseimbangan serius antara permintaan dan ketersediaan tenaga ahli. Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat justru mempercepat lonjakan permintaan. Oleh karena itu, […]

  • teror air keras

    Terungkap! Teror Air Keras Andrie Yunus, CCTV Bongkar Wajah Pelaku

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus teror air keras, penyiraman air keras, dan aksi brutal terhadap aktivis Andrie Yunus akhirnya memasuki babak baru. Sejak awal, publik terus mengikuti perkembangan kasus ini. Kini, rekaman CCTV dan investigasi ilmiah membuka jalan untuk mengungkap identitas pelaku secara lebih jelas. Perkembangan tersebut langsung menyita perhatian. Selain itu, temuan terbaru mengindikasikan […]

expand_less