Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah lalu lintas kendaraan yang setiap hari melintasi Jalan Mohammad Hatta, berdiri sebuah monumen yang mungkin tidak lagi banyak diperhatikan warga. Namun di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan Indonesia.

Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi bersama Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara meninjau langsung kawasan tersebut. Kunjungan itu membuka kembali pembahasan mengenai peluang menjadikan Tugu Koperasi sebagai cagar budaya sekaligus bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional.

Bagi sebagian masyarakat, Tugu Koperasi mungkin hanya sebuah bangunan tua di tepi jalan. Namun bagi para pemerhati sejarah, monumen itu menjadi penanda penting bahwa Kota Tasikmalaya memiliki hubungan erat dengan lahir dan berkembangnya gerakan koperasi nasional.

Cat yang Memudar, Tetapi Sejarahnya Masih Bertahan

Saat peninjauan berlangsung, kondisi fisik kawasan menjadi perhatian rombongan.

Di beberapa sisi Tugu Koperasi, cat yang mulai memudar masih terlihat jelas. Rumput liar tumbuh di sejumlah titik dekat pagar pembatas. Sementara kendaraan roda dua dan roda empat terus melintas di Jalan Mohammad Hatta yang berada tepat di depan kawasan tersebut.

Sesekali, warga yang melintas tampak menoleh ke arah rombongan pejabat yang sedang mengamati kondisi monumen. Beberapa pengendara bahkan terlihat memperlambat laju kendaraan karena penasaran dengan aktivitas yang berlangsung di area tersebut.

Pemandangan itu seolah menjadi pengingat bahwa sebuah situs sejarah bisa saja berdiri bertahun-tahun di tengah kota tanpa banyak disadari keberadaannya.

Tasikmalaya dan Jejak Hari Koperasi Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara menyampaikan harapannya agar peringatan Hari Koperasi Nasional dapat disatukan dengan pencanangan kawasan Tugu Koperasi sebagai cagar budaya.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki alasan historis yang kuat untuk mendapatkan perhatian nasional.

Tanggal 12 Juli yang kini diperingati sebagai Hari Koperasi Nasional lahir dari Kongres Koperasi pertama yang pernah diselenggarakan di Tasikmalaya.

“Harapan kami, Hari Koperasi Nasional bisa disatukan dengan pencanangan Tugu Koperasi atau kawasannya sebagai cagar budaya,” kata Diky.

Ia menegaskan bahwa koperasi bukan sesuatu yang asing bagi Tasikmalaya. Sama seperti kota ini dikenal melalui dunia pendidikan, kerajinan, olahraga, dan pesantren, koperasi juga menjadi bagian dari identitas sejarah daerah.

Tidak Semua Warga Mengetahui Nilai Sejarahnya

Menariknya, tidak sedikit warga yang sebenarnya sering melewati kawasan Tugu Koperasi, tetapi baru mengetahui nilai sejarahnya setelah isu cagar budaya kembali mencuat.

Jujur saja, tidak semua masyarakat langsung mengenali pentingnya Tugu Koperasi. Bagi sebagian warga, monumen itu selama ini hanya dianggap sebagai penanda jalan atau bagian dari pemandangan kota yang sudah biasa mereka lihat setiap hari.

Ketidaksempurnaan pemahaman itu wajar terjadi. Seiring perkembangan kota, banyak situs sejarah perlahan kehilangan perhatian karena masyarakat lebih fokus pada aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari.

Padahal, tempat-tempat seperti inilah yang sering menyimpan cerita penting tentang perjalanan sebuah daerah.

Dari Kopdes ke Kopkel, Tasikmalaya Punya Cerita Sendiri

Diky juga mengungkap fakta menarik mengenai perkembangan koperasi di Tasikmalaya.

Ketika pemerintah mendorong penguatan koperasi desa, Kota Tasikmalaya menghadapi kondisi yang berbeda karena secara administratif tidak memiliki wilayah desa.

Dari situlah muncul konsep Koperasi Kelurahan atau Kopkel yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan kebijakan koperasi nasional.

“Bisa dikatakan, Kopkel adalah hadiah Presiden untuk Tasikmalaya yang tidak punya desa tapi kelurahan,” ujarnya.

Fakta tersebut semakin memperkuat posisi Tasikmalaya sebagai salah satu daerah yang memiliki kontribusi dalam perkembangan gerakan koperasi di Indonesia.

Tantangan Menghidupkan Sejarah di Era Digital

Di tengah pesatnya pembangunan kota dan perubahan gaya hidup masyarakat, banyak situs sejarah yang perlahan kehilangan perhatian. Padahal sering kali tempat-tempat sederhana itulah yang menyimpan cerita besar tentang perjalanan bangsa.

Generasi muda saat ini mungkin lebih akrab dengan aplikasi digital, transaksi daring, dan ekonomi berbasis teknologi. Karena itu, menghidupkan kembali sejarah koperasi menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengenalkan akar ekonomi kerakyatan kepada generasi baru.

Melalui upaya menjadikan kawasan Tugu Koperasi sebagai cagar budaya, pemerintah daerah berharap masyarakat tidak hanya melihat bangunan fisiknya, tetapi juga memahami nilai sejarah yang melekat di dalamnya.

Karena menjaga sejarah bukan sekadar merawat bangunan lama. Menjaga sejarah berarti merawat identitas yang membentuk sebuah kota.

Cat bisa memudar. Rumput liar bisa tumbuh. Bangunan bisa menua. Namun sejarah tidak pernah kehilangan nilainya. Dan jika Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali mendapat tempat yang layak, maka yang sesungguhnya sedang dijaga bukan hanya sebuah monumen, melainkan ingatan kolektif tentang bagaimana semangat gotong royong pernah membangun bangsa ini dari akar rumput. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fidyah puasa

    Panduan Bayar Fidyah Puasa Sesuai Syariat

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua umat Muslim mampu menjalankan puasa Ramadan secara penuh. Kondisi kesehatan, usia lanjut, hingga keadaan tertentu membuat sebagian orang harus meninggalkan puasa. Islam memberikan solusi melalui fidyah puasa, kewajiban pengganti yang diatur jelas dalam syariat. Fidyah puasa menjadi perhatian banyak masyarakat setiap Ramadan. Pertanyaan soal siapa yang wajib membayar, berapa besarannya, […]

  • Indonesia vs Bulgaria

    Indonesia vs Bulgaria: Duel Dua Gaya yang Siap Meledak di Final

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laga Indonesia vs Bulgaria langsung mencuri perhatian karena mempertemukan dua karakter permainan yang bertolak belakang. Pertandingan final ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan adu identitas: pertahanan solid Indonesia menghadapi serangan tajam Bulgaria. Duel ini juga sering disebut sebagai “final taktik vs agresivitas”, sebuah narasi yang kuat dan menarik perhatian publik sepak […]

  • Korban kekerasan seksual duduk termenung di ruang gelap, menggambarkan ketakutan dan hambatan melapor ke aparat hukum.

    Korban Kekerasan Seksual Lebih Memilih Diam, Mengapa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kekerasan seksual terus terjadi di berbagai ruang kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, ironi paling menyakitkan justru muncul setelah peristiwa itu terjadi: sebagian besar korban memilih diam. Mereka tidak melapor ke aparat penegak hukum, tidak mendatangi layanan pendampingan, bahkan tidak menceritakan pengalaman traumatis itu kepada orang terdekat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apa yang […]

  • Ilustrasi praktik gratifikasi dalam pengadaan pemerintah berupa pemberian uang dan fasilitas kepada pejabat negara.

    Gratifikasi Pengadaan: Ancaman 20 Tahun Penjara

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gratifikasi pengadaan pemerintah menjadi sorotan serius karena praktik ini berkaitan langsung dengan potensi suap tender dan korupsi pengadaan barang dan jasa. Gratifikasi dalam proyek pemerintah mencakup pemberian uang, barang, diskon, komisi, hingga fasilitas kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang berkaitan dengan jabatan. Karena itu, setiap bentuk gratifikasi pengadaan yang terhubung […]

  • Panduan hukum keluarga

    Istri Gugat Cerai, Ini Batasan dan Tujuannya Dalam Islam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Islam memberi hak istri menggugat cerai dengan alasan sah. Perceraian menjadi solusi terakhir demi keadilan keluarga. albadarpost.com, HUMANIORA – Perceraian sering dipandang sebagai kegagalan dalam rumah tangga. Namun dalam Islam, perceraian memiliki posisi sebagai jalan terakhir ketika tujuan pernikahan tidak lagi tercapai. Islam tidak hanya memberi hak talak kepada suami, tetapi juga memberi hak yang […]

  • sampah Pasar Pancasila

    Sampah Pasar Pancasila Menumpuk, Pedagang Jadi Korban

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: lambannya Dinas LH tangani sampah Pasar Pancasila merugikan warga dan kesehatan publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Tumpukan sampah Pasar Pancasila di Kota Tasikmalaya dibiarkan meluber hingga lima hari. Lebih dari sekadar gangguan visual, bau menyengat menutup kios-kios, jalan, dan ruang aktivitas warga. Pedagang kehilangan kenyamanan kerja dan pembeli menahan diri datang ke pasar. Ketika […]

expand_less