Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah lalu lintas kendaraan yang setiap hari melintasi Jalan Mohammad Hatta, berdiri sebuah monumen yang mungkin tidak lagi banyak diperhatikan warga. Namun di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan Indonesia.

Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi bersama Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara meninjau langsung kawasan tersebut. Kunjungan itu membuka kembali pembahasan mengenai peluang menjadikan Tugu Koperasi sebagai cagar budaya sekaligus bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional.

Bagi sebagian masyarakat, Tugu Koperasi mungkin hanya sebuah bangunan tua di tepi jalan. Namun bagi para pemerhati sejarah, monumen itu menjadi penanda penting bahwa Kota Tasikmalaya memiliki hubungan erat dengan lahir dan berkembangnya gerakan koperasi nasional.

Cat yang Memudar, Tetapi Sejarahnya Masih Bertahan

Saat peninjauan berlangsung, kondisi fisik kawasan menjadi perhatian rombongan.

Di beberapa sisi Tugu Koperasi, cat yang mulai memudar masih terlihat jelas. Rumput liar tumbuh di sejumlah titik dekat pagar pembatas. Sementara kendaraan roda dua dan roda empat terus melintas di Jalan Mohammad Hatta yang berada tepat di depan kawasan tersebut.

Sesekali, warga yang melintas tampak menoleh ke arah rombongan pejabat yang sedang mengamati kondisi monumen. Beberapa pengendara bahkan terlihat memperlambat laju kendaraan karena penasaran dengan aktivitas yang berlangsung di area tersebut.

Pemandangan itu seolah menjadi pengingat bahwa sebuah situs sejarah bisa saja berdiri bertahun-tahun di tengah kota tanpa banyak disadari keberadaannya.

Tasikmalaya dan Jejak Hari Koperasi Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara menyampaikan harapannya agar peringatan Hari Koperasi Nasional dapat disatukan dengan pencanangan kawasan Tugu Koperasi sebagai cagar budaya.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki alasan historis yang kuat untuk mendapatkan perhatian nasional.

Tanggal 12 Juli yang kini diperingati sebagai Hari Koperasi Nasional lahir dari Kongres Koperasi pertama yang pernah diselenggarakan di Tasikmalaya.

“Harapan kami, Hari Koperasi Nasional bisa disatukan dengan pencanangan Tugu Koperasi atau kawasannya sebagai cagar budaya,” kata Diky.

Ia menegaskan bahwa koperasi bukan sesuatu yang asing bagi Tasikmalaya. Sama seperti kota ini dikenal melalui dunia pendidikan, kerajinan, olahraga, dan pesantren, koperasi juga menjadi bagian dari identitas sejarah daerah.

Tidak Semua Warga Mengetahui Nilai Sejarahnya

Menariknya, tidak sedikit warga yang sebenarnya sering melewati kawasan Tugu Koperasi, tetapi baru mengetahui nilai sejarahnya setelah isu cagar budaya kembali mencuat.

Jujur saja, tidak semua masyarakat langsung mengenali pentingnya Tugu Koperasi. Bagi sebagian warga, monumen itu selama ini hanya dianggap sebagai penanda jalan atau bagian dari pemandangan kota yang sudah biasa mereka lihat setiap hari.

Ketidaksempurnaan pemahaman itu wajar terjadi. Seiring perkembangan kota, banyak situs sejarah perlahan kehilangan perhatian karena masyarakat lebih fokus pada aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari.

Padahal, tempat-tempat seperti inilah yang sering menyimpan cerita penting tentang perjalanan sebuah daerah.

Dari Kopdes ke Kopkel, Tasikmalaya Punya Cerita Sendiri

Diky juga mengungkap fakta menarik mengenai perkembangan koperasi di Tasikmalaya.

Ketika pemerintah mendorong penguatan koperasi desa, Kota Tasikmalaya menghadapi kondisi yang berbeda karena secara administratif tidak memiliki wilayah desa.

Dari situlah muncul konsep Koperasi Kelurahan atau Kopkel yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan kebijakan koperasi nasional.

“Bisa dikatakan, Kopkel adalah hadiah Presiden untuk Tasikmalaya yang tidak punya desa tapi kelurahan,” ujarnya.

Fakta tersebut semakin memperkuat posisi Tasikmalaya sebagai salah satu daerah yang memiliki kontribusi dalam perkembangan gerakan koperasi di Indonesia.

Tantangan Menghidupkan Sejarah di Era Digital

Di tengah pesatnya pembangunan kota dan perubahan gaya hidup masyarakat, banyak situs sejarah yang perlahan kehilangan perhatian. Padahal sering kali tempat-tempat sederhana itulah yang menyimpan cerita besar tentang perjalanan bangsa.

Generasi muda saat ini mungkin lebih akrab dengan aplikasi digital, transaksi daring, dan ekonomi berbasis teknologi. Karena itu, menghidupkan kembali sejarah koperasi menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengenalkan akar ekonomi kerakyatan kepada generasi baru.

Melalui upaya menjadikan kawasan Tugu Koperasi sebagai cagar budaya, pemerintah daerah berharap masyarakat tidak hanya melihat bangunan fisiknya, tetapi juga memahami nilai sejarah yang melekat di dalamnya.

Karena menjaga sejarah bukan sekadar merawat bangunan lama. Menjaga sejarah berarti merawat identitas yang membentuk sebuah kota.

Cat bisa memudar. Rumput liar bisa tumbuh. Bangunan bisa menua. Namun sejarah tidak pernah kehilangan nilainya. Dan jika Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali mendapat tempat yang layak, maka yang sesungguhnya sedang dijaga bukan hanya sebuah monumen, melainkan ingatan kolektif tentang bagaimana semangat gotong royong pernah membangun bangsa ini dari akar rumput. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • korban TPPO

    WNI Korban TPPO di Kamboja Jadi Alarm Negara

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Kasus 9 WNI korban TPPO di Kamboja menyoroti lemahnya perlindungan migran dan bahaya jalur kerja ilegal. albadarpost.com, HUMANIORA – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Paspor mereka disita. Target kerja yang tak tercapai dibalas kekerasan. Kasus ini bukan sekadar tragedi individual, melainkan peringatan keras tentang lemahnya sistem […]

  • data AMEL

    Belanja Internet “Siluman” di AMEL Kominfo Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Redaksi Albadarpost menilai kekosongan data AMEL Kominfo Tasikmalaya melemahkan transparansi dan pengawasan uang publik. Etalase Transparansi yang Sengaja Dikaburkan albadarpost.com, EDITORIAL – Aplikasi Monitoring-Evaluasi Lokal atau AMEL dirancang sebagai etalase transparansi pengadaan barang dan jasa negara. Di dalamnya, publik seharusnya dapat melihat siapa membeli apa, dari siapa, dengan nilai berapa. Namun pada belanja internet Dinas […]

  • longsor Tasikmalaya

    Warga Bersihkan Longsor Tasikmalaya dan Memulihkan Akses Jalan

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Warga Galumpit bergotong royong menangani longsor Tasikmalaya dan memulihkan akses jalan desa. albadarpost.com, HUMANIORA – Longsor di Kabupaten Tasikmalaya yang menutup jalan penghubung Galumpit–Puspahiang pada 4 Desember 2025 membuat aktivitas warga lumpuh dalam sekejap. Jalur utama yang menjadi akses kerja, sekolah, dan distribusi sembako tertimbun tanah basah setelah hujan deras mengguyur perbukitan Sodonghilir. Dampaknya langsung […]

  • Ilustrasi seorang muslim bersedih lalu ditenangkan sahabat sebagai simbol persaudaraan Islam yang menguatkan

    Kita Sering Lupa… Inilah Hakikat Persaudaraan Islam

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Makna persaudaraan Islam, ukhuwah Islamiyah, dan hubungan sesama muslim sering kita dengar. Namun, tidak semua orang benar-benar merasakannya. Padahal, di balik kata sederhana itu, tersimpan kekuatan yang bisa menyelamatkan seseorang dari keputusasaan. Malam itu, hujan turun pelan. Seorang pria duduk sendirian di sudut kamar. Lampu redup, ponsel tergeletak, dan pikirannya penuh. Ia […]

  • Kereta Jakarta-Pangandaran

    Aplikasi Nyari Gawe Permudah Warga Jawa Barat Cari Kerja, Langkah Nyata Digitalisasi Ketenagakerjaan

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Aplikasi Nyari Gawe bantu warga Jawa Barat mencari kerja lebih cepat, transparan, dan tanpa biaya tambahan. albadarpost.com, HUMANIORA – Warga Jawa Barat kini punya harapan baru dalam mencari pekerjaan. Aplikasi Nyari Gawe, inovasi digital besutan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hadir sebagai solusi konkret untuk mempertemukan pencari kerja dan perusahaan dalam satu platform daring. Dengan sistem […]

  • Ilustrasi ayat fala taqul lahuma uffin QS Al-Isra 23 tentang larangan berkata ah kepada orang tua dan pentingnya birrul walidain.

    Arti Fala Taqul Lahuma Uffin dan Besarnya Dosa Durhaka

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fala taqul lahuma uffin adalah peringatan tegas dalam Al-Qur’an tentang larangan berkata “ah” kepada orang tua. Frasa ini berasal dari QS Al-Isra ayat 23 dan menjadi fondasi utama ajaran birrul walidain atau berbakti kepada ayah dan ibu. Melalui ayat ini, Allah menegaskan adab kepada orang tua dengan sangat serius, bahkan menyandingkannya langsung […]

expand_less