Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Peran Pengurus dan Manajer Masih Tertukar, Ini Penyebab Koperasi Jalan di Tempat

Peran Pengurus dan Manajer Masih Tertukar, Ini Penyebab Koperasi Jalan di Tempat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 189
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengurus dan manajer koperasi Tasikmalaya ternyata masih sering dipahami secara keliru oleh masyarakat. Padahal, perbedaan peran keduanya menjadi pondasi penting dalam membangun koperasi modern yang sehat, profesional, dan mampu berkembang di tengah persaingan usaha yang makin ketat.

Fenomena itu disoroti Pimpinan Administrasi DenLegal (Perusahaan Jasa Pengurusan Izin Usaha dan Legal) Tasikmalaya, Ani Fitriani. Menurutnya, banyak koperasi berjalan lambat bukan karena kekurangan anggota atau minim modal, melainkan karena struktur kerja di internal organisasi belum berjalan tepat.

“Banyak masyarakat yang salah paham bedanya pengurus dan manajer dalam sebuah koperasi,” ujar Ani.

Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi di lapangan, dampaknya terasa panjang.

Di beberapa koperasi kecil, kondisi ini sering terlihat jelas. Pengurus sibuk mengatur operasional harian sampai hal-hal teknis kecil, sementara manajer justru menunggu keputusan untuk langkah sederhana. Akibatnya pekerjaan menumpuk. Pelayanan melambat. Anggota datang, lalu pulang dengan wajah kecewa.

Kadang persoalannya cuma tanda tangan. Kadang soal keputusan pembelian alat tulis. Hal kecil. Tetapi antreannya bisa membuat pekerjaan sehari penuh tertahan.

Pengurus Koperasi Fokus Menentukan Arah Organisasi

Dalam struktur koperasi, pengurus dipilih langsung oleh anggota melalui Rapat Anggota. Karena itu, posisi mereka bukan sekadar formalitas organisasi.

Pengurus bertugas menjaga visi koperasi, menentukan arah kebijakan, sekaligus memastikan seluruh kegiatan tetap berpihak pada kepentingan anggota.

Mereka juga mengambil keputusan strategis jangka panjang. Mulai dari pengembangan usaha, kerja sama bisnis, sampai pengawasan kondisi keuangan koperasi.

Namun di banyak kasus, pengurus justru masuk terlalu jauh ke pekerjaan teknis harian.

Ada yang ikut mengatur jadwal pelayanan. Ada juga yang sibuk mengecek nota pembelian kecil satu per satu. Sementara itu, keputusan besar organisasi malah tertunda karena energi habis di pekerjaan operasional.

Padahal seharusnya tidak begitu.

“Bisa jadi ini kenapa koperasi sulit maju, karena peran pengurus dan manajer masih tertukar,” kata Ani.

Manajer Koperasi Bergerak di Lapangan

Berbeda dengan pengurus, manajer koperasi bekerja sebagai tenaga profesional yang diangkat berdasarkan kompetensi.

Fokus mereka ada di lapangan. Mengurus operasional harian. Menjaga pelayanan tetap berjalan. Mengelola administrasi. Memastikan laporan keuangan rapi. Dan yang paling penting, memastikan usaha koperasi benar-benar bergerak.

Jika pengurus menentukan arah, maka manajer menjalankan mesin organisasinya.

Karena itu, manajer koperasi dituntut cepat mengambil langkah teknis. Mereka harus adaptif. Harus peka terhadap masalah kecil sebelum berubah jadi masalah besar.

Di beberapa kantor koperasi, ritme kerja seperti ini sebenarnya mudah terlihat.

Pagi hari anggota mulai datang membawa buku simpanan. Ada yang ingin mencairkan pinjaman. Ada yang sekadar menanyakan angsuran. Telepon masuk hampir bersamaan. Printer kadang macet. Komputer tiba-tiba lambat. Situasi seperti itu membutuhkan keputusan cepat.

Dan di titik itulah peran manajer sangat terasa.

Bukan sekadar duduk di meja kerja.

Koperasi Modern Tidak Bisa Lagi Dikelola Asal Jalan

Menurut Ani, koperasi saat ini harus bergerak lebih profesional. Sebab tantangan usaha terus berubah, sementara anggota juga semakin kritis terhadap pelayanan.

Karena itu, pembagian tugas antara pengurus dan manajer tidak boleh kabur.

Pengurus harus fokus menjaga arah organisasi. Sementara manajer harus diberi ruang menjalankan operasional secara efektif.

Ketika dua peran itu berjalan seimbang, koperasi akan lebih mudah berkembang. Keputusan lebih cepat. Pelayanan lebih rapi. Konflik internal juga bisa ditekan.

Sebaliknya, jika semuanya ingin ikut mengendalikan operasional, organisasi justru mudah tersendat.

Dan sering kali masalah itu tidak langsung terlihat.

Rapat tetap berjalan. Spanduk kegiatan masih terpasang. Program kerja tetap dibahas. Tetapi perlahan anggota mulai malas datang. Pelayanan terasa lambat. Laporan telat selesai. Kepercayaan mulai turun sedikit demi sedikit.

DenLegal Tasikmalaya Buka Jasa Pendirian Koperasi

Selain memberikan edukasi mengenai tata kelola koperasi, DenLegal Tasikmalaya juga membuka layanan pendirian koperasi bagi masyarakat.

Menurut Ani, biaya pembuatan koperasi di DenLegal mulai dari Rp4 jutaan dengan estimasi pengerjaan sekitar lima hari kerja.

“Benefit yang didapat konsumen meliputi akta notaris, stempel, NIB, NPWP, dan website,” jelasnya.

Adapun syarat mendirikan koperasi meliputi minimal sembilan orang pendiri, fotokopi KTP seluruh pendiri, menentukan nama dan jenis koperasi, membentuk pengurus dan pengawas, serta menyiapkan alamat kantor koperasi.

Menurutnya, pemahaman soal struktur organisasi harus dibangun sejak awal agar koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga sehat dalam pengelolaan.

Sinergi Jadi Kunci Utama

Ani menilai koperasi modern membutuhkan dua hal sekaligus: visi yang jelas dari pengurus dan ketangkasan kerja dari manajer.

Keduanya harus berjalan berdampingan.

Sebab koperasi tidak akan tumbuh hanya karena banyak program di atas kertas. Organisasi membutuhkan eksekusi nyata. Butuh ritme kerja yang sehat. Dan butuh orang-orang yang paham kapan harus memimpin, kapan harus menjalankan.

Kadang suasana kantor koperasi terlihat tenang dari luar. Kursi tertata rapi. Kalender masih tergantung di dinding. Air dispenser penuh. Tetapi di balik itu, pekerjaan bisa menumpuk karena alur keputusan tidak berjalan jelas.

Hal-hal kecil seperti itu sering luput dibahas. Padahal dampaknya besar.

Koperasi tidak akan besar karena banyak orang ikut mengatur, tetapi karena setiap peran berjalan pada tempatnya dan tahu kapan harus bergerak. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • risiko media sosial

    Risiko Media Sosial terhadap Anak Meningkat

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Kasus Purwakarta kembali menyorot risiko media sosial pada anak dan lemahnya sistem proteksi digital. Air Bah Sunyi di Dunia Digital albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus dugaan tindak pidana terhadap seorang siswi SMP di Purwakarta kembali menegaskan risiko media sosial yang kian mengancam anak-anak. Polisi menetapkan seorang mahasiswa sebagai tersangka setelah ditemukan adanya interaksi awal antara pelaku […]

  • 1 Muharam Padakembang

    1 Muharam Padakembang Menggema, Dari Konvoi Motor hingga Tabligh Akbar

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara shalawat mengiringi deru kendaraan yang mulai bergerak dari titik keberangkatan pawai pada pagi 1 Muharam 1448 Hijriah. Sejak matahari belum terlalu tinggi, warga dari berbagai kalangan sudah berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan bertema “Satu Muharam Satu Keinginan, Padakembang Maju” Peringatan 1 Muharam Padakembang tahun ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan […]

  • gempa Jepang

    Jepang Siaga: Gempa 7,7 SR Picu Risiko Besar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Jepang kembali diguncang gempa besar. Bukan sekadar getaran biasa, gempa berkekuatan 7,7 skala Richter ini langsung memicu peringatan serius dari pemerintah: risiko gempa besar (megaquake) meningkat drastis dalam waktu dekat. Guncangan kuat terjadi di lepas pantai timur laut Jepang dan terasa hingga ke berbagai wilayah. Aktivitas warga sempat lumpuh, transportasi terganggu, […]

  • Air Bersih Cineam

    Air Bersih Mulai Langka di Cineam, Kodim 0612 Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jeriken, ember, dan tandon air mulai berjejer di Dusun Neglasari, Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Pemandangan itu menjadi tanda bahwa Air Bersih Cineam mulai sulit diperoleh seiring musim kemarau yang semakin terasa. Di tengah berkurangnya pasokan air, warga berusaha menghemat setiap tetes yang masih tersedia untuk memasak, mandi, mencuci, dan […]

  • Bulan Allah

    Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 244
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di banyak kampung mulai berubah. Selepas Magrib, halaman masjid terlihat lebih ramai. Anak-anak berlarian membawa obor yang akan digunakan untuk pawai Tahun Baru Islam. Di sudut lain, para orang tua berbincang sambil menyiapkan pengajian dan santunan yatim. Pemandangan seperti itu juga mudah ditemukan di berbagai daerah Priangan Timur. […]

  • Pernikahan Putra Diky Chandra

    Putra Diky Chandra Menikah, Tak Ada Tamu VIP dan Karpet Merah

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sabtu pagi, 6 Juni 2026, menjadi hari yang sulit dilupakan bagi keluarga Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Raden Diky Chandra Negara. Di tanggal yang dianggap istimewa oleh banyak pasangan, Pernikahan Putra Diky Chandra berlangsung dalam suasana hangat dan sederhana. Putra sulungnya, Raden Diffa M Chandra, resmi mempersunting Putri Endita dalam prosesi yang […]

expand_less