Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Peran Pengurus dan Manajer Masih Tertukar, Ini Penyebab Koperasi Jalan di Tempat

Peran Pengurus dan Manajer Masih Tertukar, Ini Penyebab Koperasi Jalan di Tempat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengurus dan manajer koperasi Tasikmalaya ternyata masih sering dipahami secara keliru oleh masyarakat. Padahal, perbedaan peran keduanya menjadi pondasi penting dalam membangun koperasi modern yang sehat, profesional, dan mampu berkembang di tengah persaingan usaha yang makin ketat.

Fenomena itu disoroti Pimpinan Administrasi DenLegal (Perusahaan Jasa Pengurusan Izin Usaha dan Legal) Tasikmalaya, Ani Fitriani. Menurutnya, banyak koperasi berjalan lambat bukan karena kekurangan anggota atau minim modal, melainkan karena struktur kerja di internal organisasi belum berjalan tepat.

“Banyak masyarakat yang salah paham bedanya pengurus dan manajer dalam sebuah koperasi,” ujar Ani.

Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi di lapangan, dampaknya terasa panjang.

Di beberapa koperasi kecil, kondisi ini sering terlihat jelas. Pengurus sibuk mengatur operasional harian sampai hal-hal teknis kecil, sementara manajer justru menunggu keputusan untuk langkah sederhana. Akibatnya pekerjaan menumpuk. Pelayanan melambat. Anggota datang, lalu pulang dengan wajah kecewa.

Kadang persoalannya cuma tanda tangan. Kadang soal keputusan pembelian alat tulis. Hal kecil. Tetapi antreannya bisa membuat pekerjaan sehari penuh tertahan.

Pengurus Koperasi Fokus Menentukan Arah Organisasi

Dalam struktur koperasi, pengurus dipilih langsung oleh anggota melalui Rapat Anggota. Karena itu, posisi mereka bukan sekadar formalitas organisasi.

Pengurus bertugas menjaga visi koperasi, menentukan arah kebijakan, sekaligus memastikan seluruh kegiatan tetap berpihak pada kepentingan anggota.

Mereka juga mengambil keputusan strategis jangka panjang. Mulai dari pengembangan usaha, kerja sama bisnis, sampai pengawasan kondisi keuangan koperasi.

Namun di banyak kasus, pengurus justru masuk terlalu jauh ke pekerjaan teknis harian.

Ada yang ikut mengatur jadwal pelayanan. Ada juga yang sibuk mengecek nota pembelian kecil satu per satu. Sementara itu, keputusan besar organisasi malah tertunda karena energi habis di pekerjaan operasional.

Padahal seharusnya tidak begitu.

“Bisa jadi ini kenapa koperasi sulit maju, karena peran pengurus dan manajer masih tertukar,” kata Ani.

Manajer Koperasi Bergerak di Lapangan

Berbeda dengan pengurus, manajer koperasi bekerja sebagai tenaga profesional yang diangkat berdasarkan kompetensi.

Fokus mereka ada di lapangan. Mengurus operasional harian. Menjaga pelayanan tetap berjalan. Mengelola administrasi. Memastikan laporan keuangan rapi. Dan yang paling penting, memastikan usaha koperasi benar-benar bergerak.

Jika pengurus menentukan arah, maka manajer menjalankan mesin organisasinya.

Karena itu, manajer koperasi dituntut cepat mengambil langkah teknis. Mereka harus adaptif. Harus peka terhadap masalah kecil sebelum berubah jadi masalah besar.

Di beberapa kantor koperasi, ritme kerja seperti ini sebenarnya mudah terlihat.

Pagi hari anggota mulai datang membawa buku simpanan. Ada yang ingin mencairkan pinjaman. Ada yang sekadar menanyakan angsuran. Telepon masuk hampir bersamaan. Printer kadang macet. Komputer tiba-tiba lambat. Situasi seperti itu membutuhkan keputusan cepat.

Dan di titik itulah peran manajer sangat terasa.

Bukan sekadar duduk di meja kerja.

Koperasi Modern Tidak Bisa Lagi Dikelola Asal Jalan

Menurut Ani, koperasi saat ini harus bergerak lebih profesional. Sebab tantangan usaha terus berubah, sementara anggota juga semakin kritis terhadap pelayanan.

Karena itu, pembagian tugas antara pengurus dan manajer tidak boleh kabur.

Pengurus harus fokus menjaga arah organisasi. Sementara manajer harus diberi ruang menjalankan operasional secara efektif.

Ketika dua peran itu berjalan seimbang, koperasi akan lebih mudah berkembang. Keputusan lebih cepat. Pelayanan lebih rapi. Konflik internal juga bisa ditekan.

Sebaliknya, jika semuanya ingin ikut mengendalikan operasional, organisasi justru mudah tersendat.

Dan sering kali masalah itu tidak langsung terlihat.

Rapat tetap berjalan. Spanduk kegiatan masih terpasang. Program kerja tetap dibahas. Tetapi perlahan anggota mulai malas datang. Pelayanan terasa lambat. Laporan telat selesai. Kepercayaan mulai turun sedikit demi sedikit.

DenLegal Tasikmalaya Buka Jasa Pendirian Koperasi

Selain memberikan edukasi mengenai tata kelola koperasi, DenLegal Tasikmalaya juga membuka layanan pendirian koperasi bagi masyarakat.

Menurut Ani, biaya pembuatan koperasi di DenLegal mulai dari Rp4 jutaan dengan estimasi pengerjaan sekitar lima hari kerja.

“Benefit yang didapat konsumen meliputi akta notaris, stempel, NIB, NPWP, dan website,” jelasnya.

Adapun syarat mendirikan koperasi meliputi minimal sembilan orang pendiri, fotokopi KTP seluruh pendiri, menentukan nama dan jenis koperasi, membentuk pengurus dan pengawas, serta menyiapkan alamat kantor koperasi.

Menurutnya, pemahaman soal struktur organisasi harus dibangun sejak awal agar koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga sehat dalam pengelolaan.

Sinergi Jadi Kunci Utama

Ani menilai koperasi modern membutuhkan dua hal sekaligus: visi yang jelas dari pengurus dan ketangkasan kerja dari manajer.

Keduanya harus berjalan berdampingan.

Sebab koperasi tidak akan tumbuh hanya karena banyak program di atas kertas. Organisasi membutuhkan eksekusi nyata. Butuh ritme kerja yang sehat. Dan butuh orang-orang yang paham kapan harus memimpin, kapan harus menjalankan.

Kadang suasana kantor koperasi terlihat tenang dari luar. Kursi tertata rapi. Kalender masih tergantung di dinding. Air dispenser penuh. Tetapi di balik itu, pekerjaan bisa menumpuk karena alur keputusan tidak berjalan jelas.

Hal-hal kecil seperti itu sering luput dibahas. Padahal dampaknya besar.

Koperasi tidak akan besar karena banyak orang ikut mengatur, tetapi karena setiap peran berjalan pada tempatnya dan tahu kapan harus bergerak. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelabuhan dan kawasan wisata Singapura ramai wisatawan internasional sebagai dampak target 18 juta pelawat pada 2026

    Singapura Tancap Gas Menuju Target Wisata 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapura kembali menunjukkan ambisinya sebagai magnet wisata global. Negeri kota itu secara terbuka membidik 17 hingga 18 juta wisatawan internasional pada 2026, dengan proyeksi pendapatan pariwisata mencapai S$31–32,5 miliar. Target ini tidak lahir dari optimisme kosong. Sebaliknya, ia bertumpu pada data, tren, dan strategi yang terukur. Dalam tiga kuartal pertama 2025 […]

  • wisata Garut Nataru

    Garut Dominasi Kunjungan Wisata Nataru Priangan Timur

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    BPS Jawa Barat memproyeksikan Garut menjadi tujuan wisata utama Priangan Timur saat libur Nataru 2026. albadarpost.com, FOKUS – Kabupaten Garut diproyeksikan menjadi tujuan utama wisatawan nusantara di wilayah Priangan Timur pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Proyeksi ini penting karena mencerminkan arah pergerakan wisata akhir tahun yang berdampak langsung pada kesiapan layanan […]

  • Ilustrasi jamaah mendengarkan khutbah Idul Adha di lapangan masjid dengan suasana pagi penuh takbir.

    Salat Idul Adha yang Benar, Ini Tata Cara Lengkap dengan Doanya

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Udara pagi Idul Adha biasanya terasa berbeda. Jalanan kampung yang sehari-hari sepi mulai dipenuhi suara sandal jamaah yang terseret pelan di aspal menuju lapangan salat. Dari kejauhan, gema takbir terdengar bercampur suara motor yang datang bergelombang sejak subuh. Sebagian bapak-bapak tampak tergesa memasang peci hitam yang baru diambil dari lemari. Ada anak […]

  • Petugas imigrasi Bandara Changi Singapura melayani penumpang menggunakan sistem pemeriksaan otomatis modern.

    Tanpa Antre Lama, Ini Rahasia Imigrasi Bandara Terbaik Dunia

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Imigrasi bandara terbaik dunia kembali menjadi sorotan global setelah layanan imigrasi Bandara Changi Singapura dinobatkan sebagai yang terbaik pada 2026. Pengakuan internasional ini menegaskan bagaimana layanan imigrasi bandara modern mampu mengubah pengalaman perjalanan menjadi lebih cepat, nyaman, sekaligus aman. Sejak beberapa tahun terakhir, Singapura terus memperkuat sistem perbatasannya melalui inovasi digital. […]

  • resep nasi tutug oncom

    Menu Kampung Rasa Sultan: Nasi Tutug Oncom Tasik Viral Lagi

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep nasi tutug oncom khas Tasikmalaya semakin populer karena rasanya yang gurih dan autentik. Menu tradisional Sunda ini dikenal sebagai olahan nasi campur oncom, yang sederhana namun kaya cita rasa. Selain itu, banyak orang menyebutnya sebagai hidangan rumahan yang justru membuat ketagihan sejak suapan pertama. Kenapa Nasi Tutug Oncom Selalu Bikin Rindu? […]

  • Ilustrasi pria dewasa membaca buku di ruang sederhana dengan cahaya senja, menggambarkan semangat jangan pernah berhenti belajar.

    Jangan Pernah Berhenti Belajar, Meski Usia Menepi

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Jangan pernah berhenti belajar—nasihat itu terdengar klise, tetapi justru di sanalah letak rahasianya. Ia sederhana, namun menampar. Ia biasa, tetapi menyala. Dalam ungkapan lain, belajar seumur hidup atau menuntut ilmu tanpa henti adalah jalan sunyi yang sering kita abaikan saat usia merasa cukup dan pengalaman merasa mapan. Sore kemarin, Om Ajur, wartawan […]

expand_less