Mendadak Berubah! Parkir di HZ Mustofa Kini Tanpa Cash, Ini Cara Bayarnya
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jalan HZ Mustofa dari arah Masjid Agung Kota Tasikmalaya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perubahan besar langsung terasa lewat parkir non tunai Tasikmalaya, sistem parkir digital Tasik yang kini mulai diuji coba di Jalan HZ Mustofa. Tanpa uang cash, tanpa ribet, cukup scan QRIS—cara bayar parkir QRIS ini langsung jadi perbincangan warga karena dinilai lebih praktis dan modern.
Tidak seperti biasanya, pengalaman parkir kini terasa berbeda. Jika sebelumnya pengendara harus menyiapkan uang tunai, sekarang semuanya bisa dilakukan lewat ponsel. Karena itu, banyak warga mengaku terkejut sekaligus penasaran mencoba sistem baru ini.
Langkah ini digagas oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Perhubungan sebagai bagian dari percepatan digitalisasi layanan publik. Selain itu, kebijakan ini juga mendukung gaya hidup masyarakat yang semakin bergantung pada transaksi digital.
Parkir Tanpa Uang Cash, Begini Cara Kerjanya
Begitu tiba di lokasi parkir, pengguna tidak lagi diminta uang tunai. Sebaliknya, mereka cukup memindai barcode QRIS yang telah tersedia di titik parkir.
Setelah itu, pembayaran langsung diproses melalui aplikasi dompet digital atau mobile banking. Proses ini berlangsung cepat, bahkan hanya dalam hitungan detik. Oleh karena itu, antrean panjang yang biasanya terjadi bisa ditekan secara signifikan.
Menariknya, sistem ini juga mencatat setiap transaksi secara otomatis. Dengan demikian, pengguna bisa merasa lebih aman karena tidak ada lagi kekhawatiran soal tarif tidak jelas.
Kenapa Warga Langsung Tertarik?
Ada beberapa alasan kuat mengapa sistem ini langsung menarik perhatian. Pertama, masyarakat sudah terbiasa menggunakan QRIS untuk belanja sehari-hari. Jadi, adaptasi terasa mudah.
Kedua, sistem ini menghilangkan kebutuhan membawa uang kecil. Hal ini sering menjadi masalah klasik saat parkir.
Selain itu, transparansi menjadi nilai lebih. Pengguna bisa melihat langsung jumlah yang dibayarkan tanpa khawatir adanya biaya tambahan.
Karena alasan tersebut, banyak warga menilai parkir non tunai bukan sekadar inovasi, tetapi kebutuhan masa kini.
Bukan Sekadar Uji Coba, Ini Arah Masa Depan
Program ini tidak berdiri sendiri. Sebaliknya, langkah ini menjadi bagian dari visi besar “Tasik Melayani” yang fokus pada digitalisasi berbagai layanan publik.
Dengan adanya sistem parkir digital, pemerintah ingin menciptakan layanan yang lebih efisien dan akuntabel. Oleh sebab itu, uji coba ini menjadi langkah awal sebelum diterapkan lebih luas.
Jika hasilnya positif, sistem ini berpotensi diperluas ke berbagai titik strategis di kota. Artinya, ke depan masyarakat bisa menikmati layanan serupa di banyak lokasi.
Dampak Nyata yang Langsung Terasa
Sejak uji coba dimulai, perubahan langsung dirasakan oleh pengguna kendaraan. Proses parkir menjadi lebih cepat karena tidak perlu transaksi manual.
Selain itu, keamanan meningkat karena pembayaran dilakukan secara digital. Setiap transaksi tercatat dengan jelas sehingga meminimalkan potensi kesalahan.
Di sisi lain, petugas parkir juga lebih mudah dalam mengelola transaksi. Hal ini tentu berdampak pada peningkatan kualitas layanan secara keseluruhan.
Baca juga: 44 Tahun Letusan Galunggung: Doa Bersama Menggetarkan Hati Warga Tasikmalaya
Masih Ada Tantangan, Tapi Optimisme Tinggi
Meski mendapat respons positif, beberapa tantangan tetap muncul. Misalnya, masih ada masyarakat yang belum terbiasa menggunakan QRIS.
Namun demikian, edukasi terus dilakukan agar semua kalangan bisa memahami sistem ini. Selain itu, peningkatan infrastruktur juga menjadi perhatian utama.
Walaupun begitu, optimisme tetap tinggi. Banyak pihak yakin sistem ini akan menjadi standar baru di masa depan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar