Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Gurun Melimpah, Saudi Tetap Impor Pasir

Gurun Melimpah, Saudi Tetap Impor Pasir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saudi Arabia mengimpor pasir konstruksi karena pasir gurun tak memenuhi standar beton proyek raksasa.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Saudi Arabia dan negara-negara Teluk kembali menegaskan satu paradoks besar dalam pembangunan modern. Meski dikelilingi gurun pasir yang luas, kerajaan dan negara tetangganya justru bergantung pada impor pasir konstruksi berkualitas tinggi untuk menopang proyek-proyek infrastruktur berskala raksasa. Ketergantungan ini menjadi penentu keberlanjutan proyek ambisius seperti NEOM, Qiddiya, hingga pembangunan pencakar langit di kawasan Teluk.

Fakta ini penting karena menunjukkan bahwa kelimpahan sumber daya alam tidak selalu sejalan dengan kebutuhan industri. Dalam konteks pembangunan modern, kualitas material menjadi faktor penentu, bukan sekadar ketersediaan volume.

Sejumlah negara Teluk, termasuk Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab (UEA), tercatat mengimpor pasir dari Australia, China, hingga Belgia. Padahal, kawasan tersebut identik dengan hamparan gurun pasir. Namun, karakter pasir gurun ternyata tidak memenuhi standar teknis konstruksi beton modern.

Mengapa Pasir Gurun Tak Bisa Dipakai

Dilansir dari Times of India, tidak semua pasir memiliki kualitas yang sama. Pasir gurun terbentuk melalui proses erosi angin selama ribuan tahun. Proses ini membuat butiran pasir menjadi sangat halus dan membulat.

Dalam konstruksi beton, kondisi tersebut justru menjadi kelemahan. Beton tersusun dari semen, air, dan agregat. Agregat—yang mencakup kerikil dan pasir—menyumbang sekitar 60 hingga 80 persen volume beton dan hingga 85 persen berat totalnya. Pasir yang digunakan harus memiliki permukaan kasar dan sudut tajam agar dapat saling mengunci secara optimal.

Baca juga: AS Umumkan Operasi Militer di Venezuela

Pasir gurun yang licin dan membulat tidak mampu mengikat dengan baik saat dicampur dengan semen dan air. Akibatnya, kekuatan tekan beton menjadi rendah dan tidak stabil untuk bangunan berskala besar.

Jurnalis investigasi Vince Beiser dalam bukunya The World in a Grain menggambarkan penggunaan pasir gurun untuk beton seperti membangun dari tumpukan kelereng, bukan susunan bata kecil. Analogi ini menjelaskan mengapa pasir gurun hampir tidak pernah digunakan dalam konstruksi gedung tinggi.

Pasir yang memenuhi standar konstruksi umumnya berasal dari dasar sungai, danau, atau laut. Lingkungan berair menghasilkan butiran pasir yang lebih kasar dan bersudut, sehingga mampu menciptakan struktur beton yang kuat dan tahan lama.

Impor Pasir dan Lonjakan Permintaan Global

Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), dunia mengonsumsi sekitar 50 miliar ton pasir setiap tahun. Angka ini menjadikan pasir sebagai material padat yang paling banyak diekstraksi secara global. Namun, hanya sebagian kecil yang benar-benar layak digunakan untuk konstruksi berkualitas tinggi.

Australia muncul sebagai salah satu eksportir utama pasir silika dan pasir konstruksi. Pada 2023, Australia mengekspor pasir senilai sekitar US$ 273 juta dan menjadi eksportir pasir terbesar kedua di dunia. Saudi Arabia termasuk salah satu negara pengimpornya.

Pada tahun yang sama, Saudi Arabia mengimpor pasir konstruksi alami dari Australia dengan nilai sekitar US$ 140.000. Meski nilai ini terlihat kecil, data tersebut menegaskan ketergantungan Saudi terhadap pasokan pasir berkualitas dari luar negeri demi memenuhi standar teknis proyek-proyek strategis.

Diskursus mengenai impor pasir kembali mencuat pada 2024 seiring berlanjutnya proyek-proyek ambisius Saudi Arabia seperti NEOM, The Red Sea Project, dan Qiddiya. Proyek-proyek ini membutuhkan beton dalam jumlah masif dengan kualitas tinggi yang tidak dapat dipenuhi oleh pasir gurun lokal.

Pelajaran dari Burj Khalifa dan Proyek Teluk

Paradoks impor pasir tidak hanya dialami Saudi Arabia. UEA dan Qatar menghadapi tantangan serupa. Pembangunan Burj Khalifa di Dubai menjadi contoh paling konkret.

Baca juga: Menggugat Sistem Perlindungan Negara

Gedung setinggi 828 meter tersebut membutuhkan sekitar 39.000 ton baja, 103.000 meter persegi kaca, dan sekitar 330 juta liter beton. Pasir gurun sama sekali tidak digunakan dalam proyek ini karena tidak memenuhi persyaratan struktural. Pasir untuk Burj Khalifa diimpor dari Australia.

Selain konstruksi gedung, pasir di UEA juga digunakan untuk produksi kaca, pembangunan pulau buatan seperti Palm Jumeirah, dan penimbunan pantai untuk pariwisata. Pembangunan Palm Jumeirah saja menghabiskan sekitar 186,5 juta meter kubik pasir laut, yang secara signifikan menguras cadangan lokal.

Laporan kebijakan UNEP pada 2024 mencatat bahwa urbanisasi cepat dan ambisi pembangunan di Timur Tengah menjadi pendorong utama meningkatnya permintaan pasir konstruksi global. Dalam konteks ini, impor pasir Saudi bukan lagi pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan struktural.

Tanpa pasokan pasir berkualitas tinggi, proyek kota pintar, infrastruktur modern, dan fasilitas pariwisata di kawasan Teluk berisiko mengalami hambatan serius, baik dari sisi teknis maupun keberlanjutan jangka panjang.

Impor pasir Saudi menegaskan bahwa kualitas material menjadi kunci pembangunan modern, meski sumber daya alam tampak melimpah. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi umat Muslim membaca niat puasa Ramadhan pada malam hari sebelum fajar sesuai pendapat 4 madzhab.

    Niat Puasa Ramadhan Harus Tiap Malam? Ini Penjelasan 4 Madzhab

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak Muslim masih bertanya tentang niat puasa Ramadhan: apakah wajib setiap malam atau cukup sekali di awal bulan? Persoalan waktu niat puasa Ramadhan ini sebenarnya sudah dijelaskan secara rinci oleh ulama empat madzhab. Karena itu, memahami perbedaan pendapat mereka akan membuat ibadah lebih tenang dan terhindar dari keraguan. Pada dasarnya, ulama 4 […]

  • Hari Amal Bakti

    Hari Amal Bakti Jadi Refleksi Kerukunan di Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Bupati Tasikmalaya pimpin Hari Amal Bakti Kemenag ke-80, dorong kerukunan umat dan layanan publik inklusif. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya menjaga kerukunan umat beragama sebagai fondasi pelayanan publik yang adil dan inklusif. Komitmen itu ditegaskan saat Bupati Tasikmalaya memimpin langsung upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia […]

  • kemasan produk UMKM makanan ringan dengan desain menarik dan modern untuk meningkatkan penjualan

    Rahasia Kemasan Produk UMKM yang Menarik Pembeli, Jarang Dibahas Media

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kemasan produk UMKM sering dianggap sekadar pembungkus. Padahal, desain kemasan produk UMKM dan packaging produk UMKM sangat memengaruhi keputusan pembeli. Banyak konsumen tertarik pada sebuah produk justru karena tampilan kemasannya. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami cara membuat kemasan produk UMKM yang menarik, sederhana, tetapi tetap terlihat profesional. Selain meningkatkan daya tarik, […]

  • Pemain Timnas Indonesia menghadapi jadwal padat 2026 usai FIFA Series dengan ekspresi fokus dan penuh tekanan

    Belum Bernapas, Timnas Indonesia Sudah Dihantam Jadwal Brutal 2026

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jadwal Timnas Indonesia 2026 langsung memicu perhatian publik setelah Garuda finis sebagai runner-up FIFA Series. Jadwal Timnas Indonesia, agenda Garuda, hingga kalender pertandingan Indonesia kini terlihat padat, bahkan cenderung ekstrem bagi sebuah tim yang sedang berkembang. Alih-alih mendapat waktu istirahat, Timnas Indonesia justru harus bersiap menghadapi rangkaian laga tanpa jeda panjang. […]

  • Tauhid dalam kehidupan sehari-hari

    Kenapa Hati Gelisah? Ini Cara Menghidupkan Tauhid Sehari-hari

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernahkah seseorang merasa gelisah padahal hidup terlihat baik-baik saja? Harta cukup, pekerjaan ada, bahkan hubungan sosial berjalan lancar. Namun entah mengapa hati terasa kosong. Kondisi ini sering terjadi ketika manusia lupa menghadirkan Allah dalam hidupnya. Di sinilah pentingnya tauhid dalam kehidupan sehari-hari. Tauhid bukan hanya keyakinan bahwa Allah itu Esa. Lebih dari […]

  • Insentif Guru Honorer

    Insentif Guru Honorer Naik Mulai 2026, Pemerintah Siapkan Beasiswa dan PPG Massal

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Kenaikan insentif guru honorer jadi Rp400 ribu serta beasiswa dan perluasan PPG dimulai 2026. albadarpost.com, CENDIKIA – Insentif Guru Honorer menjadi salah satu kebijakan yang kembali disorot publik setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan adanya peningkatan dukungan kesejahteraan bagi tenaga pengajar non-PNS mulai tahun 2026. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan tinggi […]

expand_less