Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Gurun Melimpah, Saudi Tetap Impor Pasir

Gurun Melimpah, Saudi Tetap Impor Pasir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 165
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saudi Arabia mengimpor pasir konstruksi karena pasir gurun tak memenuhi standar beton proyek raksasa.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Saudi Arabia dan negara-negara Teluk kembali menegaskan satu paradoks besar dalam pembangunan modern. Meski dikelilingi gurun pasir yang luas, kerajaan dan negara tetangganya justru bergantung pada impor pasir konstruksi berkualitas tinggi untuk menopang proyek-proyek infrastruktur berskala raksasa. Ketergantungan ini menjadi penentu keberlanjutan proyek ambisius seperti NEOM, Qiddiya, hingga pembangunan pencakar langit di kawasan Teluk.

Fakta ini penting karena menunjukkan bahwa kelimpahan sumber daya alam tidak selalu sejalan dengan kebutuhan industri. Dalam konteks pembangunan modern, kualitas material menjadi faktor penentu, bukan sekadar ketersediaan volume.

Sejumlah negara Teluk, termasuk Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab (UEA), tercatat mengimpor pasir dari Australia, China, hingga Belgia. Padahal, kawasan tersebut identik dengan hamparan gurun pasir. Namun, karakter pasir gurun ternyata tidak memenuhi standar teknis konstruksi beton modern.

Mengapa Pasir Gurun Tak Bisa Dipakai

Dilansir dari Times of India, tidak semua pasir memiliki kualitas yang sama. Pasir gurun terbentuk melalui proses erosi angin selama ribuan tahun. Proses ini membuat butiran pasir menjadi sangat halus dan membulat.

Dalam konstruksi beton, kondisi tersebut justru menjadi kelemahan. Beton tersusun dari semen, air, dan agregat. Agregat—yang mencakup kerikil dan pasir—menyumbang sekitar 60 hingga 80 persen volume beton dan hingga 85 persen berat totalnya. Pasir yang digunakan harus memiliki permukaan kasar dan sudut tajam agar dapat saling mengunci secara optimal.

Baca juga: AS Umumkan Operasi Militer di Venezuela

Pasir gurun yang licin dan membulat tidak mampu mengikat dengan baik saat dicampur dengan semen dan air. Akibatnya, kekuatan tekan beton menjadi rendah dan tidak stabil untuk bangunan berskala besar.

Jurnalis investigasi Vince Beiser dalam bukunya The World in a Grain menggambarkan penggunaan pasir gurun untuk beton seperti membangun dari tumpukan kelereng, bukan susunan bata kecil. Analogi ini menjelaskan mengapa pasir gurun hampir tidak pernah digunakan dalam konstruksi gedung tinggi.

Pasir yang memenuhi standar konstruksi umumnya berasal dari dasar sungai, danau, atau laut. Lingkungan berair menghasilkan butiran pasir yang lebih kasar dan bersudut, sehingga mampu menciptakan struktur beton yang kuat dan tahan lama.

Impor Pasir dan Lonjakan Permintaan Global

Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), dunia mengonsumsi sekitar 50 miliar ton pasir setiap tahun. Angka ini menjadikan pasir sebagai material padat yang paling banyak diekstraksi secara global. Namun, hanya sebagian kecil yang benar-benar layak digunakan untuk konstruksi berkualitas tinggi.

Australia muncul sebagai salah satu eksportir utama pasir silika dan pasir konstruksi. Pada 2023, Australia mengekspor pasir senilai sekitar US$ 273 juta dan menjadi eksportir pasir terbesar kedua di dunia. Saudi Arabia termasuk salah satu negara pengimpornya.

Pada tahun yang sama, Saudi Arabia mengimpor pasir konstruksi alami dari Australia dengan nilai sekitar US$ 140.000. Meski nilai ini terlihat kecil, data tersebut menegaskan ketergantungan Saudi terhadap pasokan pasir berkualitas dari luar negeri demi memenuhi standar teknis proyek-proyek strategis.

Diskursus mengenai impor pasir kembali mencuat pada 2024 seiring berlanjutnya proyek-proyek ambisius Saudi Arabia seperti NEOM, The Red Sea Project, dan Qiddiya. Proyek-proyek ini membutuhkan beton dalam jumlah masif dengan kualitas tinggi yang tidak dapat dipenuhi oleh pasir gurun lokal.

Pelajaran dari Burj Khalifa dan Proyek Teluk

Paradoks impor pasir tidak hanya dialami Saudi Arabia. UEA dan Qatar menghadapi tantangan serupa. Pembangunan Burj Khalifa di Dubai menjadi contoh paling konkret.

Baca juga: Menggugat Sistem Perlindungan Negara

Gedung setinggi 828 meter tersebut membutuhkan sekitar 39.000 ton baja, 103.000 meter persegi kaca, dan sekitar 330 juta liter beton. Pasir gurun sama sekali tidak digunakan dalam proyek ini karena tidak memenuhi persyaratan struktural. Pasir untuk Burj Khalifa diimpor dari Australia.

Selain konstruksi gedung, pasir di UEA juga digunakan untuk produksi kaca, pembangunan pulau buatan seperti Palm Jumeirah, dan penimbunan pantai untuk pariwisata. Pembangunan Palm Jumeirah saja menghabiskan sekitar 186,5 juta meter kubik pasir laut, yang secara signifikan menguras cadangan lokal.

Laporan kebijakan UNEP pada 2024 mencatat bahwa urbanisasi cepat dan ambisi pembangunan di Timur Tengah menjadi pendorong utama meningkatnya permintaan pasir konstruksi global. Dalam konteks ini, impor pasir Saudi bukan lagi pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan struktural.

Tanpa pasokan pasir berkualitas tinggi, proyek kota pintar, infrastruktur modern, dan fasilitas pariwisata di kawasan Teluk berisiko mengalami hambatan serius, baik dari sisi teknis maupun keberlanjutan jangka panjang.

Impor pasir Saudi menegaskan bahwa kualitas material menjadi kunci pembangunan modern, meski sumber daya alam tampak melimpah. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utang Judol

    Utang Judol PPPK Berujung Kekerasan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penganiayaan dan perampokan yang dilakukan seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali membuka tabir dampak serius kecanduan judi online. Peristiwa ini tidak berdiri sebagai tindak kriminal biasa, melainkan memperlihatkan bagaimana judol utang dapat mendorong pelaku melampaui batas moral, sosial, dan hukum. Pelaku berinisial MIR, […]

  • Literasi Keuangan Prajurit

    Kodim Tasikmalaya Bangun Ketahanan Ekonomi Prajurit

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Literasi keuangan prajurit kini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan bagian penting dari kesiapan seorang prajurit menghadapi masa depan. Kesadaran itulah yang mulai diperkuat Kodim 0612/Tasikmalaya melalui edukasi mengenai tabungan haji dan tabungan emas berbasis syariah bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Di tengah meningkatnya tantangan ekonomi keluarga, kemampuan mengelola keuangan […]

  • takdir Allah

    Makna Takdir Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama menegaskan bahwa setiap nafas manusia tidak pernah lepas dari ketentuan takdir Allah. Pesan ini menempatkan kehidupan manusia sebagai rangkaian pilihan dan peristiwa yang selalu berada dalam kehendak-Nya, sekaligus membawa dampak langsung pada sikap hidup umat dalam menghadapi nikmat maupun ujian. Penegasan tersebut merujuk pada ajaran Syekh Athoillah As-Sakandari dalam kitab Al-Hikam […]

  • Tafsir Al-Kahfi 79

    Tafsir Al-Kahfi 79: Kadang Allah Melukai untuk Menyelamatkan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Setiap Jumat pagi, Surah Al-Kahfi dibaca di banyak masjid. Ada jamaah yang membukanya dari mushaf dengan sampul yang mulai pudar karena sering disentuh. Ada pula yang membacanya dari layar ponsel sambil menunggu khatib naik mimbar. Ayat demi ayat dilantunkan. Lalu berlalu. Padahal di antara ayat-ayat itu terdapat satu kisah yang sangat dekat […]

  • Makan Bergizi Gratis Tarogong

    MBG Diawasi Ketat, Tim Gabungan Turun ke SPPG Tarogong Kaler

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Makan Bergizi Gratis terus berjalan di berbagai daerah, termasuk di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Namun keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan. Pemerintah juga memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, dan standar kebersihan benar-benar terjaga melalui monitoring Program Makan Bergizi Gratis yang dilakukan langsung di sejumlah […]

  • Madrasah Diniyah

    Di Tengah Gempuran Gadget, Madrasah Diniyah Ini Lepas Generasi Berakhlak

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Di tengah meningkatnya penggunaan gadget dan media sosial di kalangan anak-anak, Madrasah Diniyah Al-Muniroh Sukahurip memilih mengirim pesan yang berbeda. Bukan tentang nilai akademik atau prestasi lomba, melainkan tentang akhlak, adab, dan pentingnya menjaga jati diri sebagai muslim. Pesan itu mengemuka dalam Haflah Akhirissanah Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di Aula Madrasah […]

expand_less