Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Gurun Melimpah, Saudi Tetap Impor Pasir

Gurun Melimpah, Saudi Tetap Impor Pasir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 192
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saudi Arabia mengimpor pasir konstruksi karena pasir gurun tak memenuhi standar beton proyek raksasa.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Saudi Arabia dan negara-negara Teluk kembali menegaskan satu paradoks besar dalam pembangunan modern. Meski dikelilingi gurun pasir yang luas, kerajaan dan negara tetangganya justru bergantung pada impor pasir konstruksi berkualitas tinggi untuk menopang proyek-proyek infrastruktur berskala raksasa. Ketergantungan ini menjadi penentu keberlanjutan proyek ambisius seperti NEOM, Qiddiya, hingga pembangunan pencakar langit di kawasan Teluk.

Fakta ini penting karena menunjukkan bahwa kelimpahan sumber daya alam tidak selalu sejalan dengan kebutuhan industri. Dalam konteks pembangunan modern, kualitas material menjadi faktor penentu, bukan sekadar ketersediaan volume.

Sejumlah negara Teluk, termasuk Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab (UEA), tercatat mengimpor pasir dari Australia, China, hingga Belgia. Padahal, kawasan tersebut identik dengan hamparan gurun pasir. Namun, karakter pasir gurun ternyata tidak memenuhi standar teknis konstruksi beton modern.

Mengapa Pasir Gurun Tak Bisa Dipakai

Dilansir dari Times of India, tidak semua pasir memiliki kualitas yang sama. Pasir gurun terbentuk melalui proses erosi angin selama ribuan tahun. Proses ini membuat butiran pasir menjadi sangat halus dan membulat.

Dalam konstruksi beton, kondisi tersebut justru menjadi kelemahan. Beton tersusun dari semen, air, dan agregat. Agregat—yang mencakup kerikil dan pasir—menyumbang sekitar 60 hingga 80 persen volume beton dan hingga 85 persen berat totalnya. Pasir yang digunakan harus memiliki permukaan kasar dan sudut tajam agar dapat saling mengunci secara optimal.

Baca juga: AS Umumkan Operasi Militer di Venezuela

Pasir gurun yang licin dan membulat tidak mampu mengikat dengan baik saat dicampur dengan semen dan air. Akibatnya, kekuatan tekan beton menjadi rendah dan tidak stabil untuk bangunan berskala besar.

Jurnalis investigasi Vince Beiser dalam bukunya The World in a Grain menggambarkan penggunaan pasir gurun untuk beton seperti membangun dari tumpukan kelereng, bukan susunan bata kecil. Analogi ini menjelaskan mengapa pasir gurun hampir tidak pernah digunakan dalam konstruksi gedung tinggi.

Pasir yang memenuhi standar konstruksi umumnya berasal dari dasar sungai, danau, atau laut. Lingkungan berair menghasilkan butiran pasir yang lebih kasar dan bersudut, sehingga mampu menciptakan struktur beton yang kuat dan tahan lama.

Impor Pasir dan Lonjakan Permintaan Global

Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), dunia mengonsumsi sekitar 50 miliar ton pasir setiap tahun. Angka ini menjadikan pasir sebagai material padat yang paling banyak diekstraksi secara global. Namun, hanya sebagian kecil yang benar-benar layak digunakan untuk konstruksi berkualitas tinggi.

Australia muncul sebagai salah satu eksportir utama pasir silika dan pasir konstruksi. Pada 2023, Australia mengekspor pasir senilai sekitar US$ 273 juta dan menjadi eksportir pasir terbesar kedua di dunia. Saudi Arabia termasuk salah satu negara pengimpornya.

Pada tahun yang sama, Saudi Arabia mengimpor pasir konstruksi alami dari Australia dengan nilai sekitar US$ 140.000. Meski nilai ini terlihat kecil, data tersebut menegaskan ketergantungan Saudi terhadap pasokan pasir berkualitas dari luar negeri demi memenuhi standar teknis proyek-proyek strategis.

Diskursus mengenai impor pasir kembali mencuat pada 2024 seiring berlanjutnya proyek-proyek ambisius Saudi Arabia seperti NEOM, The Red Sea Project, dan Qiddiya. Proyek-proyek ini membutuhkan beton dalam jumlah masif dengan kualitas tinggi yang tidak dapat dipenuhi oleh pasir gurun lokal.

Pelajaran dari Burj Khalifa dan Proyek Teluk

Paradoks impor pasir tidak hanya dialami Saudi Arabia. UEA dan Qatar menghadapi tantangan serupa. Pembangunan Burj Khalifa di Dubai menjadi contoh paling konkret.

Baca juga: Menggugat Sistem Perlindungan Negara

Gedung setinggi 828 meter tersebut membutuhkan sekitar 39.000 ton baja, 103.000 meter persegi kaca, dan sekitar 330 juta liter beton. Pasir gurun sama sekali tidak digunakan dalam proyek ini karena tidak memenuhi persyaratan struktural. Pasir untuk Burj Khalifa diimpor dari Australia.

Selain konstruksi gedung, pasir di UEA juga digunakan untuk produksi kaca, pembangunan pulau buatan seperti Palm Jumeirah, dan penimbunan pantai untuk pariwisata. Pembangunan Palm Jumeirah saja menghabiskan sekitar 186,5 juta meter kubik pasir laut, yang secara signifikan menguras cadangan lokal.

Laporan kebijakan UNEP pada 2024 mencatat bahwa urbanisasi cepat dan ambisi pembangunan di Timur Tengah menjadi pendorong utama meningkatnya permintaan pasir konstruksi global. Dalam konteks ini, impor pasir Saudi bukan lagi pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan struktural.

Tanpa pasokan pasir berkualitas tinggi, proyek kota pintar, infrastruktur modern, dan fasilitas pariwisata di kawasan Teluk berisiko mengalami hambatan serius, baik dari sisi teknis maupun keberlanjutan jangka panjang.

Impor pasir Saudi menegaskan bahwa kualitas material menjadi kunci pembangunan modern, meski sumber daya alam tampak melimpah. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayam Geprek Favorit

    Bukan Sambalnya, Rahasia Ayam Geprek Favorit Anak

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Jarum jam hampir menunjuk pukul 12.00 WIB. Dari dapur rumah, aroma ayam goreng mulai memenuhi ruangan. Di atas cobek batu, sambal baru saja diulek, sementara seorang anak berkali-kali melongok ke meja makan sambil bertanya, “Sudah matang belum?” Pemandangan seperti itu bukan hal yang asing di banyak keluarga Indonesia. Ayam geprek favorit, atau […]

  • Suasana muslim berdoa dan membaca Al-Qur'an di masjid pada malam Ramadhan yang penuh ketenangan

    Rahasia Besar di Balik Bulan Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bulan suci selalu datang membawa harapan baru bagi umat Islam. Namun di balik euforia ibadah dan tradisi yang meriah, makna Ramadhan sering kali tidak benar-benar dipahami secara mendalam. Banyak orang fokus pada rutinitas puasa, sahur, dan berbuka, tetapi lupa pada hakikat Ramadhan, esensi puasa, serta tujuan spiritual Ramadhan yang sebenarnya. Padahal […]

  • Padakembang Maju

    Padakembang Bersatu di 1 Muharram 1448 H, Satu Keinginan Menuju Kemajuan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Menjelang datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, suasana berbeda mulai terasa di berbagai pelosok Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Dari jalan lingkungan hingga halaman masjid, perbincangan warga mengarah pada satu agenda yang sama: peringatan 1 Muharram yang tahun ini mengusung semangat “Satu Keinginan Padakembang Maju.” Tema tersebut bukan sekadar slogan kegiatan, melainkan ajakan […]

  • pencurian motor

    Polres Tasikmalaya Tangkap Pasutri Pencuri Motor

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menangkap pasutri pelaku pencurian motor dengan modus penipuan, mayoritas korbannya pelajar. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya menangkap pasangan suami istri yang terlibat pencurian motor dengan modus penipuan dan penggelapan. Penangkapan ini menegaskan kembali kerentanan pelajar sebagai kelompok sasaran kejahatan jalanan, sekaligus membuka pola kejahatan yang memanfaatkan relasi sosial palsu. […]

  • Petugas dan tokoh masyarakat memusnahkan ratusan botol miras di Karangnunggal sebagai simbol perlawanan terhadap alkohol

    Ratusan Botol Dihancurkan, Pesan Besarnya Lebih Keras dari Suara Pecahnya

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak orang melihat pemusnahan miras hanya sebagai kegiatan seremonial. Namun di Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya peristiwa ini menunjukkan makna yang jauh lebih dalam. Aksi penghancuran minuman keras atau penertiban alkohol ilegal ini bukan sekadar rutinitas aparat, melainkan pesan terbuka tentang arah masa depan sebuah wilayah. Suara pecah botol terdengar keras. Namun pesan […]

  • Beasiswa Kedokteran Jepang

    Kemenkes Buka Beasiswa Kedokteran ke Jepang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Beasiswa Kedokteran Jepang kembali membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan dokter di luar negeri. Melalui kerja sama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan International University of Health and Welfare (IUHW), Jepang, program ini menawarkan kuliah kedokteran gratis di Jepang dengan dukungan pembiayaan pendidikan, pelatihan bahasa, akomodasi, hingga uang saku sesuai ketentuan […]

expand_less