Polres Tasikmalaya Rutin Santuni Yatim, AKP Heru: Kami Datang Menjemput Berkah
- account_circle redaktur
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Personel Satreskrim Polres Tasikmalaya menyerahkan santunan dan paket makanan kepada anak-anak yatim di Yayasan An-Nur Padakembang, Kamis (11/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HUMANIORA – Santunan yatim Polres Tasikmalaya kembali menghadirkan cerita yang jarang terlihat publik. Di tengah tugas memburu pelaku kejahatan, mengungkap kasus kriminal, dan menjaga keamanan masyarakat, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya ternyata memiliki rutinitas lain yang tak kalah penting: berbagi dengan anak-anak yatim piatu.
Kegiatan sosial tersebut terus berlangsung secara konsisten di berbagai titik wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Selain memberikan santunan tunai, para personel juga membagikan paket makanan sehat kepada anak-anak yang membutuhkan.
Namun yang menarik, aksi ini tidak sekadar menjadi program seremonial.
Sebaliknya, kegiatan tersebut tumbuh sebagai budaya internal yang terus dijaga oleh para anggota Satreskrim.
Ketika Polisi Tidak Hanya Hadir Saat Ada Masalah
Banyak masyarakat mengenal Satreskrim sebagai satuan yang identik dengan penegakan hukum. Akan tetapi, suasana berbeda terlihat ketika para personel mendatangi panti asuhan dan yayasan yatim.
Di Yayasan Yatim Piatu An-Nur, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, misalnya, kedatangan para anggota kepolisian disambut dengan wajah-wajah ceria anak-anak.
Beberapa anak tampak berbaris rapi di teras bangunan yayasan. Sementara itu, pengurus sibuk menyambut tamu yang datang membawa bantuan.
Tidak ada suasana tegang.
Yang terlihat justru percakapan hangat, senyum sederhana, dan kebersamaan yang tumbuh tanpa sekat.
Karena itu, kegiatan santunan yatim Polres Tasikmalaya menjadi lebih dari sekadar penyaluran bantuan. Kegiatan tersebut menghadirkan kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat.
AKP Heru: Kami Datang untuk Menjemput Berkah
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, menegaskan bahwa kegiatan berbagi kepada anak-anak yatim telah menjadi agenda rutin di lingkungan satuannya.
Menurutnya, semangat berbagi tidak dibatasi oleh waktu tertentu.
“Kegiatan berbagi dengan anak-anak yatim piatu ini sudah menjadi agenda rutin kami. Gerakan ini tidak terpaku hanya pada program Jumat Berkah saja, melainkan kami lakukan kapan saja ada kesempatan dan ruang untuk berbagi,” ujar AKP Heru, Kamis (11/6/2026).
Lebih lanjut, ia menilai bahwa doa anak-anak yatim memiliki arti yang sangat besar bagi para personel yang setiap hari menjalankan tugas negara.
Karena itulah, setiap kunjungan tidak hanya berisi penyerahan bantuan.
Ada harapan yang turut dibawa.
Ada doa yang ingin dipanjatkan bersama.
“Kami datang tidak hanya membawa bantuan, tetapi kami datang untuk menjemput berkah. Kami memohon doa tulus dari anak-anak yatim agar seluruh personel Polres Tasikmalaya diberikan kesehatan, kelancaran, serta semakin profesional dalam mengayomi masyarakat,” katanya.
Yayasan An-Nur Menjadi Rumah Harapan Puluhan Anak
Di balik kegiatan santunan yatim Polres Tasikmalaya, terdapat kisah lain yang menyentuh.
Saat ini, Yayasan An-Nur menaungi sekitar 40 anak yatim piatu dengan latar belakang yang beragam.
Sebagian berasal dari Tasikmalaya dan Bandung. Namun sebagian lainnya datang dari daerah yang jauh, bahkan luar Pulau Jawa.
Pengurus Yayasan An-Nur, Elis, mengungkapkan bahwa terdapat anak asuh yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan perhatian dan dukungan sosial tidak mengenal batas wilayah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya atas perhatian dan kebaikan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami di sini,” ujar Elis.
Menurutnya, perhatian yang diberikan bukan hanya membantu secara materi.
Lebih dari itu, kehadiran para anggota kepolisian memberikan semangat dan rasa dihargai bagi anak-anak yang sedang bertumbuh.
Menjaga Hubungan yang Tidak Terbangun dalam Sehari
Di akhir kegiatan, puluhan anak yatim memanjatkan doa bersama.
Suasana mendadak hening.
Beberapa tangan kecil terangkat ke langit. Sebagian anak menundukkan kepala dengan khusyuk. Pengurus yayasan ikut larut dalam momen tersebut.
Doa-doa sederhana itu mungkin tidak terdengar jauh.
Namun bagi mereka yang menerimanya, doa tersebut menjadi energi moral yang sangat berharga.
Karena itu, kegiatan sosial seperti ini memiliki makna yang lebih luas daripada nilai bantuan yang diberikan.
Kehadiran polisi di tengah anak-anak yatim menunjukkan bahwa keamanan dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan.
Di saat masyarakat membutuhkan perlindungan, polisi hadir menjaga. Dan di saat ada anak-anak yang membutuhkan perhatian, mereka juga datang membawa kepedulian.
Sebab pada akhirnya, tugas menjaga negeri tidak hanya dilakukan dengan menegakkan hukum, tetapi juga dengan merawat hati manusia yang paling membutuhkan uluran tangan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar