Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sedang Mengarit Padi, Buruh Tani Meninggal Mendadak

Sedang Mengarit Padi, Buruh Tani Meninggal Mendadak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Meninggal mendadak di sawah menggemparkan warga Desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Senin (27/7/2026). Seorang buruh tani ditemukan meninggal di area persawahan saat tengah mengarit padi. Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Kecamatan Pamarican, hasil pemeriksaan awal petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban diketahui bernama Sukarjo (62), warga Dusun Sidamulya, Desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican. Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh tani dan dikenal masih aktif menggarap sawah.

Rekan Sesama Petani Menemukan Korban Tergeletak di Sawah

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.25 WIB di area persawahan Blok Ketapang, Dusun Tugusari.

Menurut laporan Camat Pamarican, sebelum kejadian Sukarjo sedang mengarit padi seperti biasanya. Aktivitas di sawah berlangsung normal hingga salah seorang petani, Riki Andriansah, melihat korban sudah tergeletak di pematang sawah tanpa memberikan respons.

Riki kemudian memanggil Sumarno yang berada tidak jauh dari lokasi. Keduanya berusaha memastikan kondisi korban. Setelah mengetahui Sukarjo tidak lagi merespons, mereka meminta Yoko untuk segera menghubungi pemerintah desa dan aparat terkait.

Dalam waktu singkat, suasana persawahan yang semula dipenuhi aktivitas panen berubah menjadi hening. Sejumlah warga berdatangan untuk membantu sambil menunggu kedatangan petugas.

Polisi dan Tenaga Medis Tidak Menemukan Tanda Kekerasan

Petugas dari Polsek Pamarican, Puskesmas Kertahayu, Pemerintah Kecamatan Pamarican, Pemerintah Desa Sukamukti, Koramil 16.13 Pamarican, Tagana Kabupaten Ciamis, relawan, serta masyarakat segera melakukan penanganan di lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas medis menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit asma dan saat itu diketahui sedang mengalami batuk.

Sementara itu, pemeriksaan kepolisian tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak kekerasan maupun dugaan peristiwa pidana.

Informasi tersebut mengacu pada pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

Keluarga Memilih Tidak Dilakukan Autopsi

Setelah menerima penjelasan dari kepolisian dan tenaga medis, pihak keluarga memutuskan tidak memberikan persetujuan untuk dilakukan autopsi.

Keluarga menyampaikan bahwa mereka menerima kepergian Sukarjo sebagai musibah dan takdir dari Allah SWT.

Karena tidak ditemukan indikasi tindak pidana, aparat menghormati keputusan tersebut. Dengan demikian, jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Penyebab pasti kematian secara medis tidak dapat dipastikan lebih lanjut karena tidak dilakukan pemeriksaan autopsi.

Keselamatan dan Kesehatan Petani Perlu Menjadi Perhatian

Peristiwa meninggal mendadak di sawah menjadi pengingat bahwa pekerjaan di sektor pertanian membutuhkan kondisi fisik yang prima, terutama bagi pekerja lanjut usia atau mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Selain rutin memeriksakan kesehatan, para petani juga perlu memperhatikan kondisi tubuh sebelum melakukan aktivitas berat di bawah terik matahari. Rekan kerja di sekitar lokasi pertanian pun memiliki peran penting untuk memberikan pertolongan awal apabila terjadi keadaan darurat.

Di sisi lain, kehadiran aparat pemerintah, tenaga kesehatan, kepolisian, relawan, dan masyarakat dalam penanganan peristiwa ini menunjukkan pentingnya respons cepat ketika terjadi kondisi darurat di lingkungan pedesaan.

Peristiwa yang terjadi di Desa Sukamukti itu kini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan warga sekitar yang mengenal sosok Sukarjo sebagai pekerja keras di bidang pertanian.

Di hamparan sawah tempat orang menggantungkan harapan hidup, keselamatan tetap menjadi panen yang paling berharga. Sebab, setiap langkah pulang ke rumah selalu lebih bernilai daripada hasil panen sebesar apa pun. (GZ)

  • Penulis: redaktur
expand_less