Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Oknum LSM Terjaring OTT Polres Subang

Oknum LSM Terjaring OTT Polres Subang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kepolisian Resor Subang menegaskan tidak memberi ruang bagi praktik pemerasan yang menyasar aparatur pemerintahan desa. Seorang oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) karena diduga memeras belasan kepala desa di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat.

OTT oknum LSM tersebut dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Subang pada Kamis, 15 Januari 2026. Polisi mengamankan pelaku saat menerima uang dari salah satu kepala desa. Uang tunai yang diduga hasil pemerasan turut diamankan sebagai barang bukti.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah kepala desa melaporkan adanya tekanan dan permintaan uang yang mengatasnamakan lembaga. Modus tersebut dinilai meresahkan karena menyasar pejabat desa yang tengah menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik.

Modus Tekanan dan Ancaman Pelaporan

Hasil penyelidikan polisi menunjukkan pelaku mendatangi sejumlah kantor desa dengan membawa klaim temuan dugaan penyimpangan anggaran. Pelaku kemudian meminta sejumlah uang dengan ancaman akan melaporkan kepala desa ke aparat penegak hukum atau mempublikasikan temuan tersebut.

Baca juga: Utang Masjid Al Jabbar Tekan APBD Jabar, Dana PEN Jadi Sorotan

Tekanan dilakukan secara langsung dan berulang. Beberapa kepala desa mengaku menerima permintaan uang dengan nominal berbeda. Pelaku disebut memanfaatkan posisi sebagai anggota LSM untuk membangun kesan memiliki akses dan pengaruh.

Kondisi tersebut membuat para kepala desa merasa terpojok. Mereka akhirnya bersepakat melaporkan tindakan tersebut ke Polres Subang. Laporan itu menjadi dasar bagi polisi untuk melakukan penyelidikan dan operasi penangkapan.

Satreskrim Polres Subang kemudian mengatur skema OTT. Polisi memastikan penangkapan dilakukan saat transaksi berlangsung guna menguatkan alat bukti. Operasi berjalan cepat dan pelaku langsung diamankan tanpa perlawanan.

Polisi Tegas: Aparatur Desa Tidak Boleh Diintimidasi

Kapolres Subang menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menindak tegas praktik pemerasan. Ia menyatakan tidak ada individu atau kelompok yang boleh menggunakan atribut organisasi untuk menekan pejabat negara.

Polisi memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Penyidik saat ini mendalami peran pelaku serta kemungkinan adanya korban lain. Aliran dana yang diterima pelaku juga menjadi fokus pemeriksaan lanjutan.

Kapolres mengimbau seluruh kepala desa agar tidak takut melapor jika menghadapi ancaman serupa. Menurutnya, tindakan melapor menjadi langkah penting untuk memutus mata rantai pemerasan yang selama ini kerap terjadi secara senyap.

APDESI Nilai OTT Beri Efek Jera

Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Subang memberikan apresiasi atas langkah cepat Polres Subang. APDESI menilai OTT oknum LSM ini memberi efek jera sekaligus rasa aman bagi aparatur desa.

Baca juga: Ciri-Ciri Grooming pada Anak, Orang Tua Wajib Waspada

Ketua APDESI Subang menyebut praktik pemerasan dengan mengatasnamakan lembaga telah lama menjadi keluhan kepala desa. Penindakan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa aparat desa mendapat perlindungan hukum.

APDESI juga mengingatkan kepala desa agar tetap menjalankan pemerintahan sesuai aturan. Organisasi tersebut menegaskan tidak membenarkan penyimpangan, namun menolak segala bentuk intimidasi dan pemerasan.

Kasus OTT oknum LSM di Subang kini menjadi perhatian publik. Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan secara transparan dan profesional. Penegakan hukum ini diharapkan dapat menghentikan praktik serupa serta menjaga stabilitas pemerintahan desa. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • klasifikasi jalan Indonesia

    Jangan Salah Lagi! Ini Bedanya Jalan Nasional, Provinsi, hingga Desa

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pernah merasa heran kenapa ada jalan yang lebar, halus, dan nyaman dilalui, tetapi di tempat lain justru sempit bahkan rusak? Jawabannya berkaitan erat dengan *klasifikasi jalan Indonesia*, mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, hingga jalan kabupaten dan jalan desa. Sistem ini menentukan siapa yang mengelola, memperbaiki, dan memprioritaskan setiap ruas jalan. […]

  • pergerakan Nataru

    Pergerakan Nataru Jabar Capai 21 Juta

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Dishub Jabar memprediksi 21,2 juta pergerakan Nataru, memicu tekanan lalu lintas wisata dan kebijakan pengendalian. albadarpost.com, FOKUS – Dinas Perhubungan Jawa Barat memprediksi lonjakan besar pergerakan Nataru 2025/2026. Sekitar 21,2 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru. Angka ini setara 42 persen penduduk Jawa Barat dan berpotensi menekan sistem transportasi, terutama […]

  • Steak, pasta creamy, dan ayam mentega sebagai contoh masakan resto rumahan yang tampak mewah namun dibuat di dapur rumah.

    Masakan Resto Rumahan, Mewah tapi Hemat

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Masakan resto rumahan kini menjadi pilihan banyak keluarga karena mampu menghadirkan rasa premium tanpa harga tinggi. Tren resep restoran versi rumah atau menu ala kafe buatan sendiri semakin populer, terutama ketika harga makan di luar terus naik. Karena itu, banyak orang mulai beralih ke dapur sendiri untuk menciptakan hidangan elegan dengan biaya […]

  • Korban kekerasan seksual duduk termenung di ruang gelap, menggambarkan ketakutan dan hambatan melapor ke aparat hukum.

    Korban Kekerasan Seksual Lebih Memilih Diam, Mengapa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kekerasan seksual terus terjadi di berbagai ruang kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, ironi paling menyakitkan justru muncul setelah peristiwa itu terjadi: sebagian besar korban memilih diam. Mereka tidak melapor ke aparat penegak hukum, tidak mendatangi layanan pendampingan, bahkan tidak menceritakan pengalaman traumatis itu kepada orang terdekat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apa yang […]

  • Suasana muslim berdoa dan membaca Al-Qur'an di masjid pada malam Ramadhan yang penuh ketenangan

    Rahasia Besar di Balik Bulan Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bulan suci selalu datang membawa harapan baru bagi umat Islam. Namun di balik euforia ibadah dan tradisi yang meriah, makna Ramadhan sering kali tidak benar-benar dipahami secara mendalam. Banyak orang fokus pada rutinitas puasa, sahur, dan berbuka, tetapi lupa pada hakikat Ramadhan, esensi puasa, serta tujuan spiritual Ramadhan yang sebenarnya. Padahal […]

  • Ilustrasi seseorang termenung memandangi senja dan jam dinding sebagai simbol makna waktu dalam Surat Al-Ashr

    Makna Surat Al-‘Ashr: Kita Sibuk, Tapi Kenapa Hidup Terasa Hilang?

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna Surat Al-Ashr terasa semakin tajam di zaman modern. Tafsir Surat Al-‘Ashr, makna waktu dalam Islam, dan pesan tentang kerugian manusia kini seperti berbicara langsung kepada kehidupan hari ini. Banyak orang bangun pagi dengan kesibukan penuh, pulang malam dengan tubuh lelah, tetapi tetap merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupnya. Hari berjalan […]

expand_less