Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Psikologi Nafsu dalam Islam: Peta Batin Manusia yang Tak Pernah Netral

Psikologi Nafsu dalam Islam: Peta Batin Manusia yang Tak Pernah Netral

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di era mendatang, manusia akan semakin lihai membaca data, emosi, dan pola pikir. Namun pada saat yang sama, manusia justru kian gagap mengenali batinnya sendiri. Teknologi berkembang cepat, tetapi kegelisahan jiwa mengendap tanpa suara. Di titik inilah Islam hadir dengan tawaran yang jujur sekaligus tajam: psikologi nafsu.

Al-Qur’an tidak memulai pembicaraan tentang jiwa dari optimisme palsu. Ia justru membuka dengan pengakuan pahit tentang watak dasar manusia. Surat Yusuf ayat 53 menjadi fondasi diagnosis itu. Ayat ini menegaskan bahwa nafsu manusia cenderung memerintah kepada keburukan, kecuali jiwa yang disentuh rahmat Allah.

Kalimat ini bukan sekadar nasihat moral. Ia adalah pernyataan ilmiah spiritual tentang kondisi batin manusia lintas zaman.

Nafsu Ammarah: Ketika Jiwa Kehilangan Kendali

Islam menyebut fase terendah jiwa sebagai nafsu ammarah bis-su’. Pada tahap ini, dorongan batin tidak lagi sekadar membujuk, tetapi memimpin. Keinginan mengambil alih kendali, lalu akal bekerja untuk membenarkannya.

Baca juga: Akuntabilitas Anggaran Dipertanyakan, Tasikmalaya Jadi Perhatian

Dalam kondisi ini, manusia tidak selalu merasa bersalah. Ia justru merasa wajar. Dosa kehilangan rasa. Larangan terasa usang. Yang haram perlahan berubah menjadi kebiasaan.

Di zaman mendatang, nafsu ammarah tidak hadir dalam bentuk ekstrem. Ia tampil halus, rasional, dan dibungkus narasi kebebasan. Banyak orang akan merasa modern, padahal sedang dikendalikan dorongan paling primitif dalam dirinya.

QS. Yusuf ayat 53 mematahkan ilusi itu sejak awal. Ayat ini menolak klaim kesucian diri. Bahkan seorang nabi tidak merasa aman dari godaan batin. Inilah tamparan pertama bagi jiwa yang terlalu percaya diri.

Nafsu Lawwamah: Luka yang Menyelamatkan

Namun jiwa tidak selamanya terkunci dalam kegelapan. Ketika kesadaran mulai tumbuh, lahirlah nafsu lawwamah: jiwa yang mencela dirinya sendiri. Rasa bersalah muncul. Penyesalan datang. Konflik batin mulai terasa.

Banyak orang menganggap fase ini sebagai tanda kegagalan iman. Padahal dalam perspektif Islam, lawwamah justru pertanda jiwa masih hidup. Nurani belum mati. Hati masih bereaksi.

Di fase ini, manusia sering lelah. Ia ingin berubah, tetapi terus jatuh. Ia berusaha taat, tetapi tergelincir lagi. Namun justru di titik inilah rahmat Allah bekerja secara senyap.

QS. Yusuf ayat 53 memberi kunci penting: keselamatan jiwa tidak lahir dari kekuatan mental, melainkan dari rahmat Tuhan. Tanpa rahmat itu, lawwamah akan berubah menjadi putus asa. Dengan rahmat, ia menjadi jembatan menuju kedewasaan spiritual.

Nafsu Mutmainnah: Ketenangan yang Tidak Populer

Tujuan akhir perjalanan jiwa adalah nafsu mutmainnah. Jiwa ini tidak kebal dari ujian, tetapi tidak lagi dikuasai oleh dorongan liar. Ia tenang karena tahu ke mana harus kembali.

Mutmainnah tidak lahir dari hidup yang mudah. Ia tumbuh dari pergulatan panjang melawan diri sendiri. Dunia tetap bergerak cepat, tetapi batin tidak ikut gaduh.

Di era berikutnya, ketenangan semacam ini akan terasa asing. Banyak orang sibuk mencari validasi, tetapi kehilangan pusat hidupnya. Dalam kondisi seperti itu, mutmainnah justru menjadi kebutuhan paling mendesak, meski jarang disadari.

Baca juga: Kemensos Ungkap Cara Reaktivasi PBI JK yang Mudah dan Cepat

Al-Qur’an menggambarkan jiwa ini dengan panggilan lembut, bukan ancaman. Ini menandakan bahwa ketenangan sejati bukan hasil paksaan, melainkan buah kepasrahan.

Rahmat Allah sebagai Poros Psikologi Jiwa

Psikologi nafsu dalam Islam tidak mengajarkan pemusnahan keinginan. Islam mengajarkan penataan. Nafsu tidak dimusuhi, tetapi diarahkan. Jiwa tidak dituntut sempurna, tetapi jujur.

Penutup QS. Yusuf ayat 53 menegaskan dua sifat Allah: Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Ini bukan penutup retoris. Ini adalah poros utama perjalanan batin manusia.

Di zaman mendatang, ketika manusia semakin berani menyucikan dirinya sendiri, ayat ini akan terus mengingatkan satu kebenaran pahit namun menyelamatkan:
yang paling berbahaya bukan jatuh dalam dosa, tetapi merasa sudah bersih dari dosa.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gratifikasi hari raya

    Larangan THR untuk ASN: Bupati Tasikmalaya Terbitkan Surat Edaran

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengeluarkan kebijakan tegas terkait gratifikasi hari raya. Melalui Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0018 Tahun 2026, seluruh aparatur sipil negara (ASN) diminta tidak meminta maupun menerima hadiah atau tunjangan hari raya dari masyarakat maupun perusahaan. Kebijakan ini merupakan langkah pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi hari raya, yang sering […]

  • Harlah Warta Tasik

    Harlah Warta Tasik, Santunan Yatim Tuai Apresiasi Wawali

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harlah Warta Tasik kembali menjadi momentum berbagi kepada masyarakat. Memperingati hari lahir ke-11, Media Warta Tasik menggelar santunan anak yatim, bantuan bagi lansia, pengajian, serta doa bersama di Perumahan Karsanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Kamis (2/7/2026). Kegiatan sosial tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, yang menilai […]

  • regulasi unik Indonesia

    8 Regulasi Unik Indonesia yang Sering Dilanggar Tanpa Sadar, Nomor 3 Bikin Kaget!

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Regulasi unik Indonesia ternyata bukan sekadar aturan aneh, melainkan bagian penting dari sistem hukum yang menjaga ketertiban. Sayangnya, banyak aturan unik di Indonesia justru sering dilanggar karena dianggap sepele atau tidak diketahui masyarakat. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, sebagian besar peraturan unik Indonesia memiliki dasar hukum kuat dan tujuan jelas, mulai dari […]

  • Ilustrasi aneka kue lebaran unik dalam kemasan modern dan menarik untuk bisnis rumahan

    Jarang Dilirik, Usaha Kue Lebaran Ini Justru Laris!

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Usaha kue lebaran selalu jadi incaran menjelang hari raya. Namun, peluang usaha kue lebaran yang benar-benar menguntungkan justru sering tersembunyi dan jarang dibahas media. Banyak pelaku usaha hanya fokus pada kue populer, padahal ide bisnis kue lebaran unik, inovasi kue kering, dan strategi berbeda justru membuka peluang cuan lebih besar dengan persaingan […]

  • akhlak mulia

    Ibadah Tinggi Tapi Akhlak Nol? Hadis Ini Menampar Keras

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Akhlak mulia, akhlak terpuji, dan budi pekerti luhur sering dikutip dalam ceramah maupun konten dakwah. Namun, realitanya justru berbanding terbalik. Di era media sosial, banyak orang tampak religius, tetapi mudah menghina, merendahkan, bahkan menyakiti lewat kata-kata. Di sinilah hadis Nabi tentang akhlak mulia menjadi relevan—bukan sekadar ajaran, melainkan cermin yang menampar realitas hari ini. […]

  • Santunan Masjid Rahmatullah BRP kepada kaum dhuafa dan fakir miskin menjelang Ramadhan di Tasikmalaya

    Masjid Rahmatullah BRP Buktikan Masjid Pusat Kepedulian

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA TASIKMALAYA – Santunan Masjid Rahmatullah BRP kembali menguatkan makna bahwa masjid bukan sekadar ruang ibadah. Santunan Masjid Rahmatullah BRP sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian sosial warga terhadap kaum dhuafa dan fakir miskin. Melalui kegiatan berbagi ini, Masjid Rahmatullah BRP memperlihatkan peran strategisnya sebagai pusat solidaritas umat menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Sejak pagi, suasana […]

expand_less