Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Ketika Amanah Diuji di Bank BSI Tasikmalaya

Ketika Amanah Diuji di Bank BSI Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 206
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Dalam Islam, amanah bukan sekadar istilah etis. Ia adalah perjanjian antara manusia dan Allah. Setiap harta yang dikelola, terlebih yang bersumber dari dana publik, kelak akan dimintai hisab. Karena itu, lembaga keuangan syariah tidak cukup hanya berlabel “Islam”, tetapi wajib menjelmakan nilai-nilai Islam dalam praktik nyata.

Peresmian gedung megah Bank Syariah Indonesia (BSI) Tasikmalaya seharusnya menjadi penanda keseriusan negara menghadirkan ekonomi yang adil dan berkeadaban. Namun kemegahan fisik itu justru memantik pertanyaan moral: apakah keterbukaan dan keberpihakan kepada umat telah berjalan seiring dengan pertumbuhan simbolik tersebut?

Pertanyaan ini lahir dari keluhan pelaku UMKM yang masih kesulitan mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program yang digadang-gadang sebagai jalan pemberdayaan ekonomi umat justru terasa jauh dari jangkauan sebagian masyarakat kecil. Pada saat yang sama, informasi penyaluran KUR belum sepenuhnya tersaji secara terbuka dan mudah dipahami publik.

Amanah Publik Bukan Formalitas

Islam menempatkan amanah sebagai prinsip utama muamalah. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58). Ayat ini tidak mengenal pengecualian, apalagi bagi institusi besar yang membawa nama syariah.

Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik bukan sekadar regulasi administratif. Dalam kacamata dakwah sosial, ia adalah alat untuk mencegah kezhaliman struktural. Ketika informasi ditutup, ruang kecurigaan terbuka. Ketika akses dipersulit, keadilan sosial terancam.

BSI, sebagai bank milik negara berbasis syariah, memikul beban moral yang berlapis. Ia tidak hanya bertanggung jawab kepada pemegang saham, tetapi juga kepada umat yang mempercayakan harapan ekonomi mereka. Setiap kebijakan pembiayaan, setiap angka penyaluran, dan setiap prosedur seleksi KUR harus bisa dijelaskan dengan jujur dan terang.

Keberpihakan Nyata kepada Mustadh’afin

Ekonomi syariah lahir untuk membela yang lemah, bukan mempertebal jarak antara yang kuat dan yang tertinggal. Karena itu, ukuran keberhasilan bank syariah bukan semata laba, tetapi sejauh mana ia mengangkat derajat pelaku usaha kecil—mereka yang sering kali tak memiliki agunan, jaringan, atau kuasa.

Ketika UMKM kesulitan mengakses KUR, publik berhak bertanya: apakah prosedurnya terlalu rumit, atau keberpihakan itu memang belum sungguh-sungguh hadir? Dalam Islam, ketidakjelasan (gharar) dan ketimpangan akses adalah bentuk ketidakadilan yang harus diluruskan.

Transparansi penyaluran KUR bukan ancaman bagi institusi, justru ia adalah benteng kepercayaan. Data yang terbuka akan memperlihatkan komitmen. Penjelasan yang jujur akan menenangkan kegelisahan umat. Sebaliknya, sikap tertutup hanya akan menggerus legitimasi moral bank syariah itu sendiri.

Gedung Megah, Nilai Jangan Runtuh

Sejarah Islam mengajarkan bahwa kemegahan tidak pernah menjadi ukuran kemuliaan. Yang Allah nilai adalah kejujuran, keadilan, dan keberpihakan pada kebenaran. Gedung megah tanpa transparansi ibarat tubuh tanpa ruh—tampak kuat, tetapi rapuh dari dalam.

Kasus BSI Tasikmalaya harus dibaca sebagai peringatan, bukan sekadar kritik. Ini adalah momentum muhasabah bagi seluruh lembaga keuangan syariah: apakah kita sedang membangun peradaban, atau hanya membangun citra?

Albadarpost memandang keterbukaan sebagai bagian dari dakwah. Menagih transparansi bukan berarti memusuhi, tetapi menjaga agar ekonomi syariah tetap berada pada “shirâthal mustaqîm“. UU Keterbukaan Informasi Publik BSI bukan sekadar pasal hukum, melainkan pagar amanah agar pengelolaan harta umat tidak tergelincir.

Sebab pada akhirnya, bank syariah tidak hanya akan dinilai oleh laporan keuangan, tetapi juga oleh sejarah dan oleh Allah. Dan di hadapan-Nya, tidak ada gedung yang bisa menutupi amanah yang diabaikan. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siluet wanita bersujud menangis di ruang gelap dengan botol minuman keras sebagai simbol kesombongan dalam ibadah dan penyesalan dosa.

    Sombong dalam Ibadah: Dosa yang Terlihat Suci

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sombong dalam ibadah sering hadir dengan wajah paling sopan. Ia menyamar sebagai kesalehan, bersembunyi dalam kesombongan spiritual, dan tumbuh pelan sebagai ujub dalam amal. Banyak orang takut pada dosa terang-terangan, tetapi sedikit yang waspada pada ilusi kesalehan yang diam-diam menggerogoti hati. Padahal penyakit hati religius justru lebih sulit terdeteksi karena ia memakai […]

  • ASN Berprestasi Tasikmalaya

    Dari Pejabat hingga PPPK, Ini 8 Wakil Tasikmalaya

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Delapan perwakilan ASN Berprestasi Tasikmalaya mendapat dukungan untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Mereka berasal dari sejumlah perangkat daerah dan unit pelayanan dengan kategori berbeda, mulai dari Pimpinan Tinggi Terbaik, Administrator Terbaik, Best Employee hingga PPPK Terbaik. Nama-nama tersebut muncul dalam materi publikasi Pemerintah Kota Tasikmalaya yang mengajak masyarakat […]

  • Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kecamatan Pamarican dengan peserta pelajar, ASN, TNI, dan tokoh masyarakat.

    Camat Pamarican: Ancaman Bangsa Kini Bukan Lagi Penjajahan Fisik

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harkitnas Pamarican Kabupaten Ciamis menjadi lebih dari sekadar upacara seremonial tahunan. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tingkat Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (20/05/2026), berubah menjadi momentum refleksi tentang arah masa depan bangsa di tengah derasnya arus transformasi digital. Upacara berlangsung khidmat di Lapang Olahraga SMP Negeri 1 Pamarican. Hadir unsur Forkopimcam, […]

  • Lodeh Terong Ungu

    Menu Murah Rasa Restoran, Ini Rahasia Lodeh Terong Ungu

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi hari di pasar tradisional, terong ungu biasanya menjadi salah satu sayuran yang paling mudah ditemukan. Di antara tumpukan cabai merah, tomat, dan kacang panjang, terong-terong segar tersusun dalam keranjang plastik berwarna merah dan hijau. Sebagian masih terlihat mengilap karena baru datang dari kebun saat subuh. Beberapa ibu rumah tangga berhenti cukup […]

  • Elon Musk memprediksi AI dan robot akan menggantikan jutaan pekerjaan manusia dan mengubah relevansi pendidikan tinggi

    Elon Musk: Kuliah Akan Kuno di Era AI dan Robot

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Elon Musk kembali memicu perdebatan global setelah memproyeksikan bahwa pendidikan tinggi berpotensi menjadi “kuno” di era kecerdasan buatan dan robotika. Pendiri Tesla dan SpaceX itu menilai perkembangan teknologi akan mengubah masa depan pekerjaan AI dan robot secara drastis, bahkan menggantikan jutaan pekerja manusia di berbagai sektor. Pernyataan tersebut bukan sekadar spekulasi. […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat membuka training center MTQH Jawa Barat 2026 di Pendopo Baru Tasikmalaya.

    Bupati Cecep Yakin Tasikmalaya Bisa Jadi Kabupaten Qur’an

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (8/5/2026), terlihat lebih ramai dari biasanya. Sejumlah peserta khafilah tampak datang sejak pagi dengan membawa map dan mushaf Al-Qur’an di tangan mereka. Di beberapa sudut ruangan, peserta terlihat berbincang pelan sambil menunggu kegiatan dimulai. Di tempat itulah Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, membuka Training Center […]

expand_less