Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Diky Soroti Jalan KHZ Mustofa, Kenapa Sulit Menemukan Tong Sampah?

Diky Soroti Jalan KHZ Mustofa, Kenapa Sulit Menemukan Tong Sampah?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 155
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tong Sampah KHZ Mustofa menjadi sorotan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara. Menurutnya, minimnya tempat sampah di sepanjang Jalan KHZ Mustofa hingga kawasan Cihideung berpotensi membuat sampah berserakan sekaligus mengurangi estetika salah satu kawasan paling ramai di Kota Tasikmalaya.

Isu ini sebenarnya terlihat sederhana. Namun dampaknya terasa setiap hari.

Jalan KHZ Mustofa merupakan salah satu etalase Kota Tasikmalaya. Ribuan orang melintas, berbelanja, berjalan kaki, hingga menikmati suasana pusat kota di kawasan tersebut. Karena itu, keberadaan fasilitas dasar seperti tong sampah memiliki peran yang jauh lebih penting daripada yang sering dibayangkan.

Wajah Kota yang Ramai, Tapi Tong Sampah Masih Sulit Dicari

Menjelang sore, suasana Jalan KHZ Mustofa biasanya mulai ramai. Lampu-lampu toko perlahan menyala, sementara pejalan kaki memenuhi trotoar yang membentang di depan deretan pertokoan.

Di beberapa titik, bangku-bangku trotoar terlihat terisi oleh warga yang beristirahat setelah berbelanja. Tidak jauh dari sana, pot tanaman hias berjajar rapi di sepanjang pedestrian yang dibangun untuk mempercantik kawasan pusat kota.

Namun di tengah wajah kota yang semakin tertata itu, tong sampah justru masih cukup sulit ditemukan.

Di sela-sela paving block trotoar, sesekali masih terlihat sedotan plastik atau bungkus makanan ringan yang tertinggal. Tidak banyak memang. Tetapi tetap terlihat.

Bahkan di sekitar beberapa bangku pedestrian, ada gelas minuman sekali pakai yang diletakkan sementara oleh pengunjung karena mereka belum menemukan tempat sampah terdekat.

Kadang persoalannya memang sesederhana itu.

Diky Ingin Tong Sampah Menyatu dengan Konsep Jalan

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara mengatakan dirinya sejak awal sudah memiliki gagasan agar tong sampah yang ditempatkan di kawasan KHZ Mustofa dibuat selaras dengan konsep penataan jalan.

Menurutnya, keberadaan fasilitas publik harus mendukung fungsi sekaligus estetika.

“Nah kebetulan Pak Wali Kota sudah menentukan sendiri hal tersebut bersama DLH dan konsepnya seperti apa. Saya sebagai wakil sangat mendukung karena sejak dulu hal ini sudah disiapkan,” kata Diky, Kamis (4/6/2026).

Ia menegaskan tong sampah tidak boleh hanya menjadi pajangan.

Tong sampah harus benar-benar digunakan masyarakat. Itu yang penting.

Karena itu, desain, lokasi penempatan, dan jumlahnya perlu dipikirkan secara matang agar memberi manfaat nyata.

Jangan Sampai Warga Jadi “Atlet Basket”

Dalam pernyataannya, Diky juga menyinggung kebiasaan sebagian masyarakat yang membuang sampah dari jarak tertentu ke arah tempat sampah.

Dengan nada bercanda, ia menyebut kondisi tersebut seperti atlet basket yang sedang melakukan tembakan ke ring.

“Kalau buang sekarang sudah pada jago seperti atlit basket, kadang masuk kadang sampahnya kemana,” ujarnya.

Candaan tersebut mengundang senyum. Namun ada pesan yang cukup jelas di baliknya.

Banyak orang sebenarnya tidak keberatan membuang sampah pada tempatnya. Yang sering menjadi masalah adalah ketika tempat sampah tidak mudah ditemukan atau lokasinya terlalu jauh.

Di media sosial lokal dan sejumlah grup percakapan warga, keluhan soal minimnya tong sampah di kawasan pusat kota sesekali muncul. Beberapa pengunjung mengaku lebih memilih menyimpan bungkus makanan atau botol minuman di tas sampai menemukan tempat pembuangan yang sesuai.

Sebagian melakukannya. Sebagian lagi tidak.

Libatkan Pengusaha, Jangan Semua Dibebankan ke APBD

Selain mendorong penambahan fasilitas, Diky juga mengusulkan kolaborasi dengan para pemilik usaha yang berada di sepanjang Jalan KHZ Mustofa dan kawasan Cihideung.

Menurutnya, pemerintah dapat menggelar forum diskusi bersama untuk membahas berbagai kebutuhan kawasan, mulai dari parkir, kebersihan, hingga penyediaan tong sampah.

Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan fasilitas publik bisa terpenuhi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.

Langkah ini dinilai memiliki keuntungan ganda.

Di satu sisi kawasan menjadi lebih bersih dan nyaman. Di sisi lain pelaku usaha juga ikut memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan tempat mereka menjalankan aktivitas ekonomi setiap hari.

Karena pada akhirnya, kebersihan kota tidak bisa mengandalkan pemerintah semata.

Kebersihan Kota Dimulai dari Hal Kecil

Persoalan sampah sering dianggap sebagai urusan besar yang membutuhkan program besar pula. Padahal perubahan kadang dimulai dari hal-hal sederhana.

Dari satu tong sampah yang mudah dijangkau.

Dari satu bungkus makanan yang tidak dibuang sembarangan.

Dan dari satu kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang.

Jalan KHZ Mustofa hari ini bukan sekadar kawasan perdagangan. Tempat itu menjadi ruang bersama tempat warga bertemu, berjalan kaki, berbincang, dan menikmati wajah Kota Tasikmalaya.

Karena itu, setiap detail memiliki arti. Bahkan sesuatu yang sering dianggap sepele seperti tong sampah.

Orang mungkin datang ke Jalan KHZ Mustofa untuk berbelanja, menikmati lampu kota, atau sekadar berjalan santai di trotoar. Namun kesan yang mereka bawa pulang sering kali ditentukan oleh hal-hal kecil yang mereka lihat sepanjang perjalanan. Sebab kota yang dikenang bukan hanya kota yang indah dipandang, melainkan kota yang berhasil membuat warganya merasa ikut memiliki dan mau menjaganya bersama-sama. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri melakukan razia dan pemusnahan minuman keras di gudang penyimpanan miras wilayah Kabupaten Ciamis pada malam hari.

    Santri Temukan Gudang Miras di Ciamis, Ulama Sebut Darurat

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 326
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus gudang miras Ciamis kembali menghebohkan masyarakat setelah para santri melakukan aksi hisbah atau penegakan amar ma’ruf nahi mungkar dan menemukan sejumlah lokasi penyimpanan minuman keras di wilayah Kabupaten Ciamis. Temuan tersebut langsung memicu sorotan karena salah satu lokasi berada tepat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, berhadapan dengan Pengadilan Negeri Ciamis. […]

  • Biawak di Dapur

    Heboh Biawak 60 Cm Muncul di Dapur, Begini Aksi Damkar Ciamis

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Biawak di dapur membuat suasana siang yang semula tenang mendadak berubah tegang di Kabupaten Ciamis, Selasa (9/6/2026). Kemunculan reptil liar tersebut mengejutkan seorang ibu rumah tangga yang tengah memasak. Dalam hitungan menit, laporan masuk ke petugas Damkar Pos WMK Kawali dan proses evakuasi pun segera dilakukan. Peristiwa itu terjadi di Dusun […]

  • Polres Pangandaran membuka posko pengaduan korban dugaan investasi bodong berbasis aplikasi digital MBA

    Breaking News: Polres Pangandaran Buka Posko Pengaduan Dugaan Investasi Bodong

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polres Pangandaran resmi membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban dugaan investasi bodong berbasis aplikasi digital MBA. Langkah ini dilakukan menyusul terus bertambahnya laporan warga yang mengaku mengalami kerugian finansial. Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mendata sejumlah korban dengan nilai kerugian yang bervariasi. Kerugian tersebut […]

  • literasi digital

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Literasi Informasi untuk Bendung Hoaks

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 260
    • 0Komentar

    KIM Tasikmalaya memperkuat literasi digital untuk menekan laju hoaks yang menyebar lebih cepat dari informasi benar. albadarpost.com, LENSA – Arus informasi yang bergerak tanpa jeda kembali menjadi sorotan pada Bimbingan Teknis Pengelolaan Informasi bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di Kecamatan Cisayong, Kamis, 20 November 2025. Agenda ini digelar untuk memperkuat literasi digital warga, terutama di […]

  • kebakaran lahan Pangandaran

    Kebakaran Lahan 3 Hektare di Ciganjeng, Medan Jadi Kendala

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran lahan Pangandaran melanda area sekitar tiga hektare di Blok Pamoyanan, Dusun Pasar, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Minggu (6/9/2026). Kebakaran lahan Ciganjeng itu berlangsung di kawasan perbukitan sehingga petugas menghadapi medan yang cukup sulit saat melakukan pemadaman. Informasi tersebut disampaikan Polres Pangandaran. Berdasarkan informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari sisa […]

  • Ilustrasi pendidikan Islam klasik dengan guru dan murid belajar mendalam, kontras dengan sistem modern yang serba cepat

    Terungkap! Pendidikan Islam Klasik Lebih Hebat dari Sistem Modern? Ini Faktanya

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Hari ini, pendidikan islam klasik kembali diperbincangkan. Banyak orang mulai membandingkan sistem pendidikan tradisional Islam dengan pola belajar modern. Anehnya, meski teknologi semakin canggih dan akses ilmu makin luas, kualitas pemahaman justru terasa dangkal. Sistem pendidikan klasik, metode belajar ulama, dan pola pembelajaran tradisional ternyata menyimpan sesuatu yang hilang hari ini: kedalaman. […]

expand_less