Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Diky Soroti Jalan KHZ Mustofa, Kenapa Sulit Menemukan Tong Sampah?

Diky Soroti Jalan KHZ Mustofa, Kenapa Sulit Menemukan Tong Sampah?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tong Sampah KHZ Mustofa menjadi sorotan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara. Menurutnya, minimnya tempat sampah di sepanjang Jalan KHZ Mustofa hingga kawasan Cihideung berpotensi membuat sampah berserakan sekaligus mengurangi estetika salah satu kawasan paling ramai di Kota Tasikmalaya.

Isu ini sebenarnya terlihat sederhana. Namun dampaknya terasa setiap hari.

Jalan KHZ Mustofa merupakan salah satu etalase Kota Tasikmalaya. Ribuan orang melintas, berbelanja, berjalan kaki, hingga menikmati suasana pusat kota di kawasan tersebut. Karena itu, keberadaan fasilitas dasar seperti tong sampah memiliki peran yang jauh lebih penting daripada yang sering dibayangkan.

Wajah Kota yang Ramai, Tapi Tong Sampah Masih Sulit Dicari

Menjelang sore, suasana Jalan KHZ Mustofa biasanya mulai ramai. Lampu-lampu toko perlahan menyala, sementara pejalan kaki memenuhi trotoar yang membentang di depan deretan pertokoan.

Di beberapa titik, bangku-bangku trotoar terlihat terisi oleh warga yang beristirahat setelah berbelanja. Tidak jauh dari sana, pot tanaman hias berjajar rapi di sepanjang pedestrian yang dibangun untuk mempercantik kawasan pusat kota.

Namun di tengah wajah kota yang semakin tertata itu, tong sampah justru masih cukup sulit ditemukan.

Di sela-sela paving block trotoar, sesekali masih terlihat sedotan plastik atau bungkus makanan ringan yang tertinggal. Tidak banyak memang. Tetapi tetap terlihat.

Bahkan di sekitar beberapa bangku pedestrian, ada gelas minuman sekali pakai yang diletakkan sementara oleh pengunjung karena mereka belum menemukan tempat sampah terdekat.

Kadang persoalannya memang sesederhana itu.

Diky Ingin Tong Sampah Menyatu dengan Konsep Jalan

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara mengatakan dirinya sejak awal sudah memiliki gagasan agar tong sampah yang ditempatkan di kawasan KHZ Mustofa dibuat selaras dengan konsep penataan jalan.

Menurutnya, keberadaan fasilitas publik harus mendukung fungsi sekaligus estetika.

“Nah kebetulan Pak Wali Kota sudah menentukan sendiri hal tersebut bersama DLH dan konsepnya seperti apa. Saya sebagai wakil sangat mendukung karena sejak dulu hal ini sudah disiapkan,” kata Diky, Kamis (4/6/2026).

Ia menegaskan tong sampah tidak boleh hanya menjadi pajangan.

Tong sampah harus benar-benar digunakan masyarakat. Itu yang penting.

Karena itu, desain, lokasi penempatan, dan jumlahnya perlu dipikirkan secara matang agar memberi manfaat nyata.

Jangan Sampai Warga Jadi “Atlet Basket”

Dalam pernyataannya, Diky juga menyinggung kebiasaan sebagian masyarakat yang membuang sampah dari jarak tertentu ke arah tempat sampah.

Dengan nada bercanda, ia menyebut kondisi tersebut seperti atlet basket yang sedang melakukan tembakan ke ring.

“Kalau buang sekarang sudah pada jago seperti atlit basket, kadang masuk kadang sampahnya kemana,” ujarnya.

Candaan tersebut mengundang senyum. Namun ada pesan yang cukup jelas di baliknya.

Banyak orang sebenarnya tidak keberatan membuang sampah pada tempatnya. Yang sering menjadi masalah adalah ketika tempat sampah tidak mudah ditemukan atau lokasinya terlalu jauh.

Di media sosial lokal dan sejumlah grup percakapan warga, keluhan soal minimnya tong sampah di kawasan pusat kota sesekali muncul. Beberapa pengunjung mengaku lebih memilih menyimpan bungkus makanan atau botol minuman di tas sampai menemukan tempat pembuangan yang sesuai.

Sebagian melakukannya. Sebagian lagi tidak.

Libatkan Pengusaha, Jangan Semua Dibebankan ke APBD

Selain mendorong penambahan fasilitas, Diky juga mengusulkan kolaborasi dengan para pemilik usaha yang berada di sepanjang Jalan KHZ Mustofa dan kawasan Cihideung.

Menurutnya, pemerintah dapat menggelar forum diskusi bersama untuk membahas berbagai kebutuhan kawasan, mulai dari parkir, kebersihan, hingga penyediaan tong sampah.

Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan fasilitas publik bisa terpenuhi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.

Langkah ini dinilai memiliki keuntungan ganda.

Di satu sisi kawasan menjadi lebih bersih dan nyaman. Di sisi lain pelaku usaha juga ikut memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan tempat mereka menjalankan aktivitas ekonomi setiap hari.

Karena pada akhirnya, kebersihan kota tidak bisa mengandalkan pemerintah semata.

Kebersihan Kota Dimulai dari Hal Kecil

Persoalan sampah sering dianggap sebagai urusan besar yang membutuhkan program besar pula. Padahal perubahan kadang dimulai dari hal-hal sederhana.

Dari satu tong sampah yang mudah dijangkau.

Dari satu bungkus makanan yang tidak dibuang sembarangan.

Dan dari satu kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang.

Jalan KHZ Mustofa hari ini bukan sekadar kawasan perdagangan. Tempat itu menjadi ruang bersama tempat warga bertemu, berjalan kaki, berbincang, dan menikmati wajah Kota Tasikmalaya.

Karena itu, setiap detail memiliki arti. Bahkan sesuatu yang sering dianggap sepele seperti tong sampah.

Orang mungkin datang ke Jalan KHZ Mustofa untuk berbelanja, menikmati lampu kota, atau sekadar berjalan santai di trotoar. Namun kesan yang mereka bawa pulang sering kali ditentukan oleh hal-hal kecil yang mereka lihat sepanjang perjalanan. Sebab kota yang dikenang bukan hanya kota yang indah dipandang, melainkan kota yang berhasil membuat warganya merasa ikut memiliki dan mau menjaganya bersama-sama. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Huller Tugu Koperasi

    Huller Tugu Koperasi Tasikmalaya Menyimpan Luka Tragedi 2023

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Huller Tugu Koperasi masih menjadi perbincangan warga meski sudah dua tahun berhenti beroperasi. Bangunan bekas penggilingan padi itu hingga kini tetap kosong setelah tragedi kecelakaan kerja pada 2023 yang merenggut nyawa seorang pekerja. Selain dikenal sebagai bangunan tua bersejarah, lokasi tersebut juga menyimpan banyak kenangan bagi masyarakat yang pernah beraktivitas di sekitarnya. […]

  • Tanam Pohon

    Aksi Hijau HUT Kabar Priangan: Pohon Buah untuk Siswa SLBN Bungursari

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Puluhan karyawan Kabar Priangan dari Pikiran Rakyat Group menggelar aksi tanam pohon di area SLBN Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Rabu (13/5/2026). Kegiatan penghijauan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kabar Priangan ke-27 sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pendidikan. Aksi tanam pohon itu tidak hanya menghadirkan suasana hijau […]

  • Kreator konten muda mengikuti pelatihan observasi hilal bersama Kemenag menggunakan teleskop dan materi astronomi.

    Influencer dan Kreator Belajar Hilal, Siap Jadi Penyebar Informasi Akurat

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kemenag ajak influencer belajar hilal menjadi langkah strategis memperkuat literasi keagamaan di ruang digital. Program ini mendorong kreator konten memahami observasi hilal atau edukasi rukyat secara ilmiah. Melalui gerakan Kemenag menggandeng influencer mempelajari hilal, pemerintah ingin memastikan informasi tentang awal Ramadan dan bulan Hijriah tersebar secara akurat, bukan sekadar opini viral. Di […]

  • Kasus korupsi nikel menyeret pejabat tinggi Ombudsman

    Uang Rp1,5 M Bongkar Skandal Ombudsman, Modusnya Terselubung

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus suap Ombudsman kini memasuki babak serius setelah penyidik mengungkap dugaan aliran dana Rp1,5 miliar yang menyeret seorang komisioner aktif. Dugaan korupsi Ombudsman ini tidak sekadar soal uang, tetapi juga mengarah pada praktik manipulasi mekanisme pengaduan demi kepentingan perusahaan. Penggeledahan berlangsung di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026. Tim JAM PIDSUS […]

  • Ilustrasi aneka kue lebaran unik dalam kemasan modern dan menarik untuk bisnis rumahan

    Jarang Dilirik, Usaha Kue Lebaran Ini Justru Laris!

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Usaha kue lebaran selalu jadi incaran menjelang hari raya. Namun, peluang usaha kue lebaran yang benar-benar menguntungkan justru sering tersembunyi dan jarang dibahas media. Banyak pelaku usaha hanya fokus pada kue populer, padahal ide bisnis kue lebaran unik, inovasi kue kering, dan strategi berbeda justru membuka peluang cuan lebih besar dengan persaingan […]

  • Menteri Sosial Gus Ipul silaturahmi dengan kiai dan pengasuh pesantren di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur saat Lebaran

    Temui Kiai Pesantren Tapal Kuda, Gus Ipul Bawa Salam Presiden

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Gus Ipul silaturahmi kiai Tapal Kuda menjadi salah satu agenda penting pada momentum Idulfitri tahun ini. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan kunjungan Lebaran ke sejumlah ulama dan pengasuh pesantren di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga menyampaikan salam Presiden kepada para kiai, sekaligus mempererat […]

expand_less