Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kebakaran Lahan 3 Hektare di Ciganjeng, Medan Jadi Kendala

Kebakaran Lahan 3 Hektare di Ciganjeng, Medan Jadi Kendala

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran lahan Pangandaran melanda area sekitar tiga hektare di Blok Pamoyanan, Dusun Pasar, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Minggu (6/9/2026). Kebakaran lahan Ciganjeng itu berlangsung di kawasan perbukitan sehingga petugas menghadapi medan yang cukup sulit saat melakukan pemadaman.

Informasi tersebut disampaikan Polres Pangandaran. Berdasarkan informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang belum sepenuhnya padam. Selanjutnya, kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau membuat api cepat merambat ke area kebun warga.

Petugas bersama masyarakat kemudian melakukan penanganan untuk mencegah kobaran api meluas.

Kebakaran Lahan Meluas di Tengah Musim Kemarau

Kobaran api muncul di kawasan Blok Pamoyanan, Desa Ciganjeng. Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare.

Pada saat yang sama, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar. Vegetasi dan material kering di sekitar lokasi juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan ketika kebakaran terjadi pada musim kemarau.

Menurut informasi Polres Pangandaran, api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang belum sepenuhnya padam. Artinya, penyebab tersebut masih berada dalam konteks dugaan dan bukan kesimpulan definitif mengenai sumber kebakaran.

Karena itu, aktivitas pembakaran sampah di area terbuka perlu mendapat perhatian serius. Bara yang terlihat sudah mengecil belum tentu benar-benar padam. Apalagi, kondisi angin dan lingkungan yang kering dapat membuat api kembali menyala.

Kobaran kemudian merambat menuju area kebun warga. Situasi tersebut membuat penanganan tidak hanya berfokus pada titik api awal, tetapi juga pada upaya membatasi penyebaran kobaran.

Medan Perbukitan Hambat Petugas Padamkan Api

Pemadaman kebakaran lahan Ciganjeng berlangsung sekitar tiga jam. Namun, petugas tidak menghadapi kondisi lapangan yang mudah.

Lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan medan yang cukup sulit dijangkau. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Di sisi lain, warga ikut membantu petugas menangani kobaran api. Kerja sama tersebut melibatkan masyarakat, Polsek Padaherang, Damkar, dan BPBD.

Koordinasi berbagai unsur menjadi penting karena kebakaran terjadi di area yang memiliki akses terbatas. Selain memadamkan api, petugas juga perlu mengantisipasi kemungkinan kobaran bergerak ke area lain.

Setelah sekitar tiga jam melakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran lahan tersebut.

Warga Diimbau Tidak Membakar Sampah Sembarangan

Peristiwa kebakaran lahan sekitar tiga hektare di Ciganjeng menjadi perhatian tersendiri pada musim kemarau. Kondisi lahan yang kering dapat memperbesar risiko ketika masyarakat menyalakan api di ruang terbuka.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan selama musim kemarau. Jika pembakaran tetap dilakukan, masyarakat perlu memastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan bara yang berpotensi menyulut material di sekitarnya.

Selain itu, warga yang tinggal dekat lahan perkebunan atau kawasan perbukitan perlu meningkatkan kewaspadaan. Sebab, api yang awalnya berada di area terbatas dapat merambat ketika menemukan material yang mudah terbakar.

Pencegahan juga menjadi semakin penting karena medan yang sulit dapat memperlambat petugas ketika kebakaran sudah meluas. Dalam kasus Ciganjeng, petugas membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk memastikan kobaran berhasil dikendalikan.

Kebakaran Ciganjeng Jadi Pengingat di Musim Kemarau

Kebakaran lahan Pangandaran di Ciganjeng menunjukkan bahwa persoalan kebakaran tidak selalu berhenti pada luas area yang terbakar. Kondisi lingkungan dan karakter medan juga dapat menentukan cepat atau lambatnya proses penanganan.

Di kawasan perbukitan, akses menjadi salah satu tantangan. Sementara itu, lahan kering pada musim kemarau dapat mempercepat perambatan api.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan. Tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan api benar-benar padam merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko.

Peristiwa ini juga memperlihatkan pentingnya kerja sama di tingkat lokal. Warga, kepolisian, Damkar, dan BPBD bergerak bersama hingga api berhasil dipadamkan.

Bagi masyarakat, pesan terpentingnya cukup jelas: jangan meremehkan api kecil di tengah lahan yang kering.

Sebab, ketika bara bertemu musim kemarau dan medan yang sulit, api yang awalnya hanya terlihat di satu titik bisa berubah menjadi kebakaran lahan seluas tiga hektare. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang termenung tentang tanda hati mati di tengah kehidupan modern.

    Ketika Dosa Dirasa Biasa, Mungkin Hati Sedang Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 231
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman sekarang, pembahasan tentang hati mati sering terdengar seperti potongan ceramah yang lewat begitu saja di beranda media sosial. Padahal ketika kalimat Syekh Athaillah dibaca pelan-pelan, rasanya tidak nyaman juga. Beliau berkata: “مِنْ عَلَامَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَا فَاتَكَ مِنَ الْمُوَافَقَاتِ، وَتَرْكُ النَّدَمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُودِ الزَّلَّاتِ” […]

  • Rokok Ilegal

    Dedi Mulyadi Perang Terbuka Lawan Rokok Ilegal

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rokok ilegal kembali menjadi sorotan. Di tengah upaya pemerintah menjaga penerimaan negara, peredaran rokok ilegal, penyelundupan barang kena cukai, dan praktik penghindaran cukai masih menjadi ancaman serius. Akibatnya, negara berpotensi kehilangan miliaran rupiah yang seharusnya dapat digunakan untuk membiayai layanan kesehatan, pembangunan daerah, hingga berbagai program sosial masyarakat. Fakta itu terungkap […]

  • doa ilmu bermanfaat

    Baca Doa Ini Sebelum Berjualan, Dagangan Lebih Lancar dan Laris

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 230
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah persaingan usaha yang makin ketat, banyak pelaku UMKM mengeluhkan dagangan yang sepi pembeli. Karena itu, doa sebelum berjualan harus diamalkan sebagai ikhtiar batin agar usaha lancar. Selain dikenal sebagai doa jualan laris, amalan ini juga disebut doa pembuka rezeki yang diyakini membantu pedagang mendapatkan keberkahan sekaligus menarik pelanggan. Fenomena ini […]

  • Akun Anak Dihapus

    Dampak 5 Juta Akun Anak Dihapus, Pelajar Bersiap

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jutaan anak di Indonesia diperkirakan akan menghadapi perubahan besar dalam aktivitas digital mereka. Sekitar 5 juta akun anak dihapus atau dinonaktifkan dari berbagai platform digital sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat perlindungan anak di ruang siber. Di balik langkah tersebut, muncul pertanyaan yang kini banyak diajukan orang tua dan pelajar: […]

  • Permendagri 18 Tahun 2024

    Permendagri 18 Tahun 2024 Atur Kertas dan Tinta Naskah Dinas

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Permendagri 18 Tahun 2024 menjadi acuan terbaru dalam penyusunan Tata Naskah Dinas di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Salah satu ketentuan yang mungkin sering luput dari perhatian adalah standar penggunaan kertas dan tinta. Padahal, kedua unsur tersebut berperan penting dalam menjaga keaslian dokumen, memperkuat legalitas administrasi, serta memastikan arsip tetap bertahan dalam […]

  • Sunan Giri dan Peran Sentralnya dalam Penyebaran Islam di Jawa

    Sunan Giri dan Peran Sentralnya dalam Penyebaran Islam di Jawa

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Pengaruh Sunan Giri membentuk jaringan dakwah dan legitimasi kekuasaan Islam di Nusantara. albadarpost.com, PELITA – Peran Sunan Giri dalam sejarah Islam di Jawa bukan hanya tercatat dalam catatan keagamaan, tetapi juga dalam narasi politik dan budaya masyarakat Nusantara. Figur yang bernama asli Raden Paku atau Raden Ainul Yaqin ini menjadi salah satu tokoh kunci Wali […]

expand_less