Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Becak Listrik Tasikmalaya: 220 Penerima Dapat BPJS

Becak Listrik Tasikmalaya: 220 Penerima Dapat BPJS

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAHBecak listrik Tasikmalaya bukan sekadar kendaraan baru bagi para pengayuh. Di Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 220 penerima mendapatkan bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto, dengan tujuan meringankan beban fisik sekaligus membantu mereka tetap bekerja di tengah usia yang tidak lagi muda.

Penyerahan berlangsung di Aula Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (9/9/2026). Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi hadir dalam kegiatan tersebut. Para penerima mayoritas merupakan pengayuh berusia 55 tahun ke atas.

Bagi mereka, perubahan dari becak manual menuju becak listrik bukan sekadar pergantian alat transportasi. Tenaga kaki yang selama ini menjadi modal utama mencari nafkah kini mendapat bantuan dari motor listrik.

Di situlah nilai sosial program ini terlihat.

220 Becak Listrik untuk Pengayuh yang Masih Bekerja

Selama bertahun-tahun, pekerjaan mengayuh becak menuntut kekuatan fisik. Semakin bertambah usia, tuntutan itu tentu semakin berat.

Karena itu, bantuan becak listrik diarahkan kepada para pengayuh yang masih menggantungkan penghasilan dari pekerjaan tersebut.

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi menilai penggunaan becak listrik dapat membantu penerima yang selama ini mengandalkan kekuatan tenaga. Kelompok usia 55 tahun ke atas menjadi sasaran utama penerima manfaat.

Bahkan, sejumlah penerima langsung mencoba kendaraan tersebut setelah penyerahan. Bagi mereka, becak listrik berarti satu hal sederhana: tetap bisa bekerja tanpa harus memaksa tubuh seperti sebelumnya.

Namun, bantuan kendaraan tentu bukan akhir dari persoalan.

Justru setelah kunci berada di tangan penerima, pertanyaan mengenai pemanfaatan dan keberlanjutan bantuan mulai muncul.

Bupati Cecep: Becak Tidak Boleh Dijual

Bupati Cecep Nurul Yakin menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas program tersebut.

Menurut Cecep, bantuan itu menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Karena itu, ia meminta para penerima menjaga becak listrik sebagai amanah.

Pesannya tegas.

Becak listrik tersebut tidak boleh dijual, disewakan, maupun dipindahtangankan.

Larangan tersebut penting karena bantuan dirancang untuk mendukung penerima dalam mencari nafkah, bukan menjadi aset yang dapat diperjualbelikan.

Cecep bahkan mengingatkan agar penerima tidak menyalahgunakan bantuan yang sudah diberikan.

Dengan begitu, ukuran keberhasilan program bukan hanya jumlah unit yang diserahkan. Yang lebih penting adalah apakah 220 becak listrik tersebut benar-benar digunakan untuk menopang aktivitas ekonomi para penerima.

Bukan Hanya Becak, Ada Perlindungan Pekerja Rentan

Ada lapisan lain yang membuat program ini menarik.

Dalam keterangan kegiatan yang diberikan kepada AlbadarPost, penerima juga disebut mendapatkan token pengisian daya serta perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dalam program Satu ASN Satu Pekerja Rentan.

Pemkab Tasikmalaya juga akan melakukan verifikasi terhadap 220 penerima untuk memastikan mereka telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

Jika seluruh proses tersebut berjalan, bantuan ini tidak hanya menyentuh persoalan alat kerja.

Ada dua kebutuhan yang coba dijawab sekaligus: bagaimana membuat pekerjaan lebih ringan dan bagaimana memberikan perlindungan ketika pekerja menghadapi risiko.

Bagi pekerja informal, perlindungan semacam itu memiliki arti penting. Penghasilan sangat bergantung pada kemampuan tubuh untuk terus bekerja. Ketika kemampuan tersebut terganggu, kondisi ekonomi keluarga juga dapat ikut terdampak.

Karena itu, becak listrik seharusnya dipandang sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlangsungan pekerjaan, bukan semata-mata benda bantuan.

Jangan Tertukar dengan 220 Becak Listrik di Kota

Ada fakta lain yang perlu diperjelas agar pembaca tidak keliru.

Sehari sebelumnya, 8 September 2026, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga menyerahkan 220 becak listrik kepada para pengayuh lansia di wilayah Kota Tasikmalaya. Penyerahan berlangsung di Balekota Tasikmalaya melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional dan Presiden Prabowo.

Sementara itu, berita ini membahas penyerahan 220 unit untuk Kabupaten Tasikmalaya pada 9 September 2026.

Dengan demikian, angka 220 yang muncul dalam dua pemberitaan tersebut merujuk pada dua wilayah administratif dan dua kegiatan berbeda.

Perbedaan ini penting, terutama bagi pembaca yang mencari informasi mengenai bantuan becak listrik di Tasikmalaya.

Untuk Kabupaten Tasikmalaya, penyerahan berlangsung di Pendopo Baru dan dihadiri Bupati Cecep Nurul Yakin serta Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi.

Setelah Seremoni, Manfaatnya yang Harus Dijaga

Bantuan pemerintah atau bantuan Presiden biasanya mendapat perhatian besar pada hari penyerahan.

Kamera mengarah kepada penerima. Pejabat memberikan sambutan. Kendaraan baru kemudian diperkenalkan.

Tetapi kehidupan penerima berjalan jauh lebih panjang daripada satu hari seremoni.

Karena itu, pertanyaan berikutnya justru lebih penting.

Apakah becak listrik benar-benar membuat pengayuh dapat bekerja lebih ringan?

Apakah kendaraan tersebut dapat membantu mempertahankan penghasilan?

Apakah penerima dapat merawat dan mengoperasikannya dengan baik?

Dan apakah perlindungan BPJS Ketenagakerjaan benar-benar aktif bagi mereka yang masuk program pekerja rentan?

Pertanyaan itu bukan bentuk penolakan terhadap bantuan.

Sebaliknya, pertanyaan tersebut diperlukan agar manfaat program dapat diukur secara nyata.

Sebab sebuah program sosial akan lebih bermakna ketika publik dapat melihat hasilnya setelah seremoni berakhir.

Becak Listrik Harus Menjadi Alat Nafkah, Bukan Sekadar Simbol

Kabupaten Tasikmalaya kini memiliki 220 penerima becak listrik baru.

Angka itu memang penting.

Namun, angka tersebut hanyalah titik awal.

Keberhasilan sebenarnya baru dapat terlihat ketika para penerima kembali ke jalan, membawa penumpang, mencari penghasilan, dan merasakan bahwa pekerjaan yang selama ini mengandalkan tenaga fisik menjadi sedikit lebih ringan.

Di sisi lain, pemerintah juga memiliki pekerjaan untuk memastikan bantuan tetap tepat sasaran dan perlindungan pekerja berjalan sesuai tujuan.

Becak listrik boleh menggantikan tenaga kayuh. Tetapi keberhasilan program tidak boleh berhenti pada pergantian kendaraan.

Sebab bantuan yang benar-benar berhasil bukan yang paling ramai saat diserahkan, melainkan yang paling terasa manfaatnya ketika kamera sudah pergi dan penerima kembali mencari nafkah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Dana Nasabah Hilang

    Kasus Rp165 Juta Jadi Sorotan, GIBAS Tasikmalaya Minta Penjelasan

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aktivitas pagi di Kota Tasikmalaya pada Selasa, 23 Juni 2026, berlangsung sedikit berbeda. Sejumlah warga tampak memperhatikan pergerakan massa yang mendatangi beberapa kantor perbankan di kota tersebut. Perhatian publik mengarah pada satu isu yang belakangan ramai diperbincangkan, yakni dugaan dana nasabah hilang senilai sekitar Rp165 juta. Kasus dugaan dana nasabah hilang […]

  • Penutupan Galian Pasir

    Ketegasan Bupati Hadapi Tambang yang Abaikan Tata Ruang

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Penutupan galian pasir Garut menegaskan sikap bupati terhadap tambang yang melanggar tata ruang dan ancam warga. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penutupan sementara aktivitas galian pasir di Kabupaten Garut menjadi sinyal tegas pemerintah daerah dalam menegakkan tata ruang dan keselamatan publik. Bupati Garut Syakur Amin, didampingi Wakil Bupati Putri Karlina, turun langsung meninjau lokasi pertambangan pasir […]

  • Wanita Haid Marah

    Fiqih Haid: Kenapa Perempuan Saat Datang Bulan Lebih Sensitif?

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 248
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pertanyaan tentang wanita haid marah sering muncul dalam obrolan sehari-hari. Ada suami yang bingung menghadapi perubahan emosi istrinya. Ada pula perempuan yang merasa dirinya lebih sensitif, mudah tersinggung, atau cepat menangis saat datang bulan. Lalu sebenarnya, apakah perubahan emosi saat haid memang diakui dalam Islam? Atau itu hanya anggapan masyarakat semata? Dalam kajian […]

  • Dana BNPB 2026

    Dana BNPB 2026 Disebut Kosong, Ini Data Terbarunya

    • calendar_month 13 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA NASIONAL — Benarkah Dana BNPB 2026 kosong? Pertanyaan itu muncul setelah IDN Times Kaltim menerbitkan laporan berjudul “Karhutla Meluas, Dana Siap Pakai Bencana di BNPB 2026 Ternyata Kosong” pada 9 September 2026. Laporan tersebut mengutip akademisi dan praktisi kebijakan publik Azrin Rasuwin yang menyebut BNPB tidak memiliki Dana Siap Pakai (DSP) pada 2026 […]

  • Ilustrasi pekerja dari Sumedang yang terjebak janji pekerjaan di pedalaman Yahukimo Papua

    Janji Kerja Berujung Petaka: Kisah Warga Sumedang di Papua Jadi Peringatan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Mereka berangkat dengan harapan besar. Pekerjaan baru dijanjikan menanti di Papua. Namun perjalanan itu justru berubah menjadi kisah yang hampir tidak ingin mereka ingat lagi. Cerita warga Sumedang di Yahukimo kini menjadi perhatian publik setelah kisah mereka tentang tawaran kerja yang berujung masalah mulai tersebar. Banyak orang tidak menyangka bahwa perjalanan […]

  • Al Hikam Ibnu Athaillah

    Al-Hikam: Mengapa Orang Arif Tak Lagi Membanggakan Diri?

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Hampir setiap hari manusia berlomba menjadi “seseorang”. Ada yang mengejar jabatan, harta, popularitas, bahkan berlomba membangun citra di media sosial. Namun Al Hikam Ibnu Athaillah justru mengajarkan arah yang berlawanan. Dalam pembahasan Hakikat Bashirah, Syekh Ibnu Athaillah mengingatkan bahwa semakin seseorang mengenal Allah, semakin kecil keinginannya untuk membesarkan dirinya. Di situlah cahaya […]

expand_less