Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Fiqih Haid: Kenapa Perempuan Saat Datang Bulan Lebih Sensitif?

Fiqih Haid: Kenapa Perempuan Saat Datang Bulan Lebih Sensitif?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 154
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pertanyaan tentang wanita haid marah sering muncul dalam obrolan sehari-hari. Ada suami yang bingung menghadapi perubahan emosi istrinya. Ada pula perempuan yang merasa dirinya lebih sensitif, mudah tersinggung, atau cepat menangis saat datang bulan.

Lalu sebenarnya, apakah perubahan emosi saat haid memang diakui dalam Islam?

Atau itu hanya anggapan masyarakat semata?

Dalam kajian fiqih dan pemahaman Islam, haid bukan sekadar persoalan darah atau ibadah. Haid juga berkaitan dengan kondisi fisik, psikologis, dan perubahan hormon yang memengaruhi suasana hati seorang perempuan.

Dan Islam ternyata sudah lama mengajarkan cara menghadapi kondisi itu dengan penuh empati.

Islam Mengakui Haid Sebagai Kondisi Berat bagi Perempuan

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebut haid sebagai kondisi yang membawa “adza” atau gangguan.

Allah berfirman:

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: haid itu adalah suatu gangguan.”
(QS Al-Baqarah: 222)

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa makna “gangguan” dalam ayat tersebut bukan hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga ketidaknyamanan yang memengaruhi kondisi tubuh dan emosi perempuan.

Karena itu, Islam tidak pernah memandang perempuan haid sebagai sesuatu yang hina.

Sebaliknya, Islam justru memberikan banyak keringanan ibadah kepada perempuan saat haid:

  • tidak wajib salat,
  • tidak wajib puasa,
  • dan mendapat rukhsah dalam beberapa ibadah tertentu.

Hal itu menunjukkan bahwa Islam memahami kondisi biologis perempuan secara manusiawi.

Kenapa Emosi Wanita Saat Haid Bisa Berubah?

Secara medis, perubahan hormon estrogen dan progesteron saat menstruasi memang dapat memengaruhi emosi.

Akibatnya, sebagian perempuan menjadi:

  • lebih sensitif,
  • mudah lelah,
  • gampang tersinggung,
  • atau lebih emosional dibanding hari biasa.

Dan kondisi itu bukan dibuat-buat.

Kadang tubuh memang terasa tidak nyaman sejak bangun pagi. Perut nyeri. Pinggang pegal. Kepala terasa berat. Belum lagi aktivitas tetap harus berjalan seperti biasa.

Sebagian perempuan bahkan tetap harus naik motor jauh, mengurus anak, dan menghadapi deadline kerja saat tubuhnya sedang tidak nyaman.

Ada perempuan yang tetap melayani pelanggan toko sambil menahan nyeri haid sejak pagi, lalu tetap diminta tersenyum ketika emosinya mulai turun.

Dan kadang… capeknya bukan cuma di badan.

Rasulullah Mengajarkan Sikap Lembut kepada Perempuan

Menariknya, Rasulullah SAW justru menunjukkan sikap sangat lembut kepada istrinya ketika sedang haid.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah tetap memperlakukan istri-istrinya dengan penuh kasih sayang meski mereka sedang haid.

Bahkan Nabi pernah bersandar di pangkuan Aisyah RA saat beliau sedang haid dan tetap membaca Al-Qur’an.

Hadis ini menunjukkan bahwa Islam tidak mengajarkan menjauhi perempuan haid secara emosional.

Sebaliknya, Islam mengajarkan empati.

Karena perempuan saat haid sering menghadapi kondisi yang tidak selalu mudah dijelaskan.

Fiqih Tidak Membenarkan Marah Berlebihan

Meski Islam memahami perubahan emosi saat haid, fiqih tetap mengajarkan pengendalian diri.

Artinya, haid bukan alasan untuk melukai orang lain, berkata kasar, atau bersikap zalim.

Karena dalam Islam, menjaga akhlak tetap menjadi kewajiban semua muslim, baik laki-laki maupun perempuan.

Namun di sisi lain, orang sekitar juga diajarkan memahami kondisi perempuan dengan lebih bijak.

Kadang yang dibutuhkan perempuan saat haid bukan ceramah panjang.

Tetapi istirahat sebentar dan suasana yang lebih tenang.

Hal-hal kecil sering berpengaruh besar.

Ada perempuan yang sebenarnya hanya ingin didengar. Ada pula yang cuma ingin tidak diganggu beberapa saat.

Dan itu manusiawi.

Banyak Perempuan Tetap Menjalani Hari Berat Saat Haid

Di media sosial, perempuan sering dijadikan bahan bercandaan saat sedang haid.

Padahal banyak dari mereka tetap menjalani aktivitas berat dalam kondisi tubuh yang tidak nyaman.

Di banyak rumah, perempuan tetap menjalani hari seperti biasa meski sedang haid. Tetap memasak. Tetap bekerja. Dan tetap menjawab chat pekerjaan. Padahal sejak pagi tubuhnya sudah terasa tidak nyaman.

Haid memang datang tiap bulan. Tapi rasa lelahnya tidak selalu sama.

Ada mahasiswa yang tetap presentasi meski badannya lemas. Ada ibu rumah tangga yang tetap mencuci pakaian sambil menahan nyeri perut. Bahkan ada pegawai toko yang tetap berdiri melayani pembeli walau kepalanya terasa berat sejak pagi.

Tetapi semua terlihat biasa dari luar.

Karena sebagian perempuan memang terbiasa menyembunyikan rasa sakitnya.

Kadang mereka tetap tersenyum… meski tubuhnya sedang benar-benar lelah.

Islam Mengajarkan Empati, Bukan Ejekan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menjadikan perempuan haid sebagai bahan olokan.

Padahal Rasulullah SAW justru mengajarkan penghormatan kepada perempuan dalam setiap kondisinya.

Islam tidak mengajarkan laki-laki meremehkan emosi perempuan.

Sebaliknya, Islam mengajarkan komunikasi yang baik, kesabaran, dan saling memahami.

Karena hubungan yang sehat tidak dibangun dari ejekan.

Tetapi dari empati.

Dan sering kali, perempuan tidak benar-benar marah karena hal besar.

Kadang mereka hanya terlalu lelah menahan banyak hal sekaligus.

Tasawuf: Emosi Juga Bagian dari Ujian Hati

Dalam pandangan tasawuf, perubahan emosi manusia termasuk bagian dari ujian hati yang harus dikelola dengan sabar.

Bukan hanya perempuan.

Laki-laki juga memiliki ujian emosinya masing-masing.

Karena itu, para ulama tasawuf mengingatkan pentingnya saling memahami kondisi pasangan dan tidak mudah menghakimi.

Sebab seseorang yang terlihat marah di luar, belum tentu hatinya benar-benar ingin menyakiti.

Mungkin ia hanya sedang sangat lelah.

Jangan Jadikan Haid Sebagai Bahan Candaan

Perempuan haid bukan sedang “lebay” atau mencari perhatian.

Tubuh mereka memang sedang mengalami perubahan biologis nyata.

Karena itu, Islam hadir bukan untuk menghakimi kondisi tersebut, melainkan memberi ruang, keringanan, dan penghormatan.

Dan mungkin, sebagian perempuan sebenarnya tidak ingin marah-marah.

Mereka hanya sedang ingin dimengerti… tanpa harus menjelaskan semuanya.

Kadang perempuan yang sedang haid tidak benar-benar butuh solusi panjang.

Mereka cuma ingin satu hal sederhana: dipahami dulu sebagai manusia… sebelum dihakimi karena emosinya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produk Lokal Garut

    Tak Lagi Jual Mentah, Produk Pangan Lokal Garut Mulai Jadi Andalan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Garut kali ini tidak hanya berbicara soal harga sembako murah menjelang Idul Adha. Di balik keramaian warga yang berburu minyak goreng, telur, hingga daging ayam dengan harga terjangkau, muncul pesan yang jauh lebih besar: produk lokal Garut mulai didorong naik kelas. Bupati Garut, Abdusy Syakur […]

  • daftar negara terkaya

    Negara Kecil Kuasai Daftar Negara Terkaya Dunia 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Negara kecil kembali menguasai daftar negara terkaya dunia tahun 2026. Ukuran wilayah dan jumlah penduduk terbukti tidak lagi menjadi penentu utama kesejahteraan. Data pendapatan per kapita terbaru justru menempatkan negara-negara dengan populasi terbatas sebagai pemimpin ekonomi global. Luksemburg mempertahankan posisi teratas sebagai negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia. Negara […]

  • Tasik Gemas

    Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Tasik Gemas harus diawasi agar tak berhenti sebagai agenda simbolik pemerintah. Diluncurkan Hari Ini, Dipertanyakan Esok Hari albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah Kota Tasikmalaya meluncurkan program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) sebagai langkah mendorong perubahan pola hidup warga. Program ini diawali dengan senam bersama dan layanan cek kesehatan gratis. Bagi publik, peluncuran ini bukan […]

  • ayam masak kecap

    Ayam Masak Kecap, Menu Hemat Bunda

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah tekanan harga bahan pangan yang fluktuatif, warga memilih strategi sederhana untuk menjaga dapur tetap mengepul. Salah satunya dengan mengandalkan ayam masak kecap sebagai menu harian keluarga. Olahan ini dinilai efisien, mudah dibuat, dan mampu memenuhi kebutuhan gizi empat porsi dalam satu kali masak. Data resep menunjukkan, dengan 300 gram ayam […]

  • Siswa menggunakan gadget di kelas saat isu transformasi pendidikan dan penurunan literasi menjadi sorotan di Indonesia

    Pendidikan Indonesia Darurat? Pemerintah Bongkar Fakta Mengejutkan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu transformasi pendidikan kembali menguat, tetapi kali ini bukan sekadar wacana. Di tengah dorongan reformasi pendidikan Indonesia, fakta di lapangan justru bikin khawatir: literasi siswa melemah, interaksi menurun, dan penggunaan gawai makin tak terkendali. Pemerintah pun angkat suara—perubahan tidak akan terjadi jika semua pihak masih saling menunggu. Pemerintah Buka Fakta: Pendidikan Sedang […]

  • Ledakan Dadaha Tasikmalaya

    Dentuman Keras di Dadaha, Polisi Dalami Sumber Ledakan

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ledakan Dadaha Tasikmalaya menggegerkan warga pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dentuman keras terdengar dari kawasan olahraga Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Polisi kini masih menyelidiki penyebab ledakan Dadaha sekaligus mendalami sejumlah barang yang ditemukan di lokasi kejadian. Beruntung, saat peristiwa berlangsung kawasan tersebut sudah tidak seramai biasanya. […]

expand_less