Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tak Lagi Jual Mentah, Produk Pangan Lokal Garut Mulai Jadi Andalan

Tak Lagi Jual Mentah, Produk Pangan Lokal Garut Mulai Jadi Andalan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Garut kali ini tidak hanya berbicara soal harga sembako murah menjelang Idul Adha. Di balik keramaian warga yang berburu minyak goreng, telur, hingga daging ayam dengan harga terjangkau, muncul pesan yang jauh lebih besar: produk lokal Garut mulai didorong naik kelas.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melihat langsung bagaimana pelaku usaha pangan lokal kini mulai bertransformasi. Mereka tidak lagi sekadar menjual hasil panen mentah. Sebagian mulai mengolah produknya menjadi barang bernilai tambah seperti minyak bawang, olahan cabai, hingga produk peternakan siap jual.

Dan perubahan itu terlihat nyata di lapangan.

Di beberapa stan, warga terlihat memegang kantong belanja sambil membandingkan harga minyak goreng dengan harga di warung sekitar rumah mereka. Sementara di sisi lain, beberapa ibu-ibu tampak sibuk menanyakan daya tahan produk bawang olahan kepada penjual.

Suasananya ramai. Tetapi tetap terasa dekat.

GPM Garut Jadi Ruang Pertemuan Warga dan Pelaku Usaha Lokal

Pelaksanaan GPM serentak yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (22/5/2026), memang dipadati masyarakat sejak pagi.

Namun menariknya, perhatian Bupati Garut justru tertuju pada potensi besar pangan olahan lokal.

Ia mengaku terinspirasi melihat para petani dan pelaku usaha kecil mulai berani mengembangkan produk turunan dari komoditas mereka sendiri.

“Saya lihat ada beberapa petani yang sudah maju bukan hanya sekadar menjual komoditi tapi juga produk olahan,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Karena itu, ia ingin program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depan lebih banyak menyerap produk lokal sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah itu dinilai penting. Sebab selama ini banyak hasil pertanian lokal berhenti hanya sebagai bahan mentah tanpa nilai tambah yang kuat di pasaran.

Padahal Garut memiliki potensi besar.

Mulai dari produk hortikultura, peternakan, sampai pangan olahan rumahan.

Produk Lokal Garut Dinilai Punya Peluang Besar Jadi Oleh-Oleh Khas

Selain mendorong penyerapan produk lokal ke program MBG, Bupati Garut juga meminta promosi diperkuat, baik secara daring maupun luring.

Ia bahkan menginstruksikan dinas terkait agar setiap event besar di Garut menyediakan gerai khusus untuk produk pangan olahan lokal.

Tujuannya sederhana: masyarakat bisa lebih mudah mengenal dan membeli produk khas daerah.

Aneh, tapi nyata.

Banyak warga Garut justru sering membeli oleh-oleh luar daerah saat bepergian, sementara produk olahan lokal di daerah sendiri belum sepenuhnya dikenal luas.

Karena itu, promosi dianggap menjadi pekerjaan besar berikutnya.

Di area GPM, beberapa produk pangan olahan terlihat mulai dikemas lebih modern. Ada yang menggunakan standing pouch. Ada juga yang sudah mencantumkan label merek sederhana lengkap dengan nomor kontak penjual.

Detail-detail kecil seperti itu mulai menunjukkan perubahan.

Bupati Garut dorong produk lokal Garut masuk program MBG. Pelaku usaha pangan olahan mulai naik kelas jelang Idul Adha.

Bupati Garut dorong produk lokal Garut masuk program MBG. Pelaku usaha pangan olahan mulai naik kelas jelang Idul Adha, Jumat (22/5/2026).

Harga Pangan Murah Jadi Daya Tarik Utama Menjelang Idul Adha

Selain promosi produk lokal, masyarakat juga memanfaatkan GPM untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Yani Yuliani, menjelaskan pihaknya rutin menyiapkan sekitar 3,5 ton komoditas pangan dalam kegiatan tersebut.

Harga yang ditawarkan juga cukup menarik:

  • tepung terigu Rp11.000,
  • gula pasir Rp18.000,
  • telur ayam ras Rp27.000,
  • daging ayam ras Rp35.000,
  • minyak goreng Rp19.000,
  • beras premium Rp15.000/kg.

Menurut Yani, seluruh harga tetap mengikuti ketentuan dan tidak boleh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Karena itu, warga terlihat cukup antusias.

Beberapa pengunjung bahkan datang sambil membawa tas belanja besar dari rumah. Ada juga yang langsung memotret daftar harga menggunakan ponsel lalu mengirimkannya ke grup keluarga.

Kadang memang sesederhana itu.

Menjelang Idul Adha, selisih harga beberapa ribu rupiah tetap terasa berarti bagi banyak keluarga.

Bupati Garut Ingatkan Pentingnya Kekompakan Program MBG

Di sisi lain, Abdusy Syakur Amin juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam program MBG.

Ia meminta seluruh pihak menjaga pasokan, distribusi, hingga keamanan pangan agar program berjalan lebih baik ke depan.

Menurutnya, dinamika di lapangan merupakan hal biasa. Namun kekompakan tetap menjadi kunci utama.

Pernyataan itu muncul di tengah perhatian publik terhadap kesiapan distribusi pangan dan keberlanjutan program MBG di berbagai daerah.

Karena itu, keterlibatan pelaku usaha lokal dianggap bisa menjadi salah satu solusi jangka panjang yang lebih kuat.

Bukan hanya membantu ekonomi warga.

Tetapi juga membangun rantai pangan daerah yang lebih mandiri.

 

Gerakan Pangan Murah di Garut akhirnya terasa bukan sekadar soal sembako murah menjelang hari raya.

Di balik antrean minyak goreng, telur, dan beras, ada harapan baru yang mulai tumbuh perlahan.

Bahwa suatu hari nanti, petani dan pelaku usaha kecil Garut mungkin tidak lagi dikenal hanya karena hasil panennya.

Tetapi karena produk lokalnya benar-benar mampu berdiri di rak pasar modern, masuk program nasional, dan dibawa pulang orang sebagai kebanggaan daerahnya sendiri. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pesantren vs sekolah

    Bukan Sekadar Tempat Belajar, Ini 5 Hal yang Bikin Pesantren Berbeda

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Pesantren vs sekolah sering menjadi perbincangan menarik. Banyak yang penasaran dengan perbedaan pesantren dan sekolah umum, terutama karena sistem pendidikan keduanya terlihat berbeda. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, pesantren tidak hanya menawarkan pendidikan akademik. Sebaliknya, pesantren menghadirkan pola hidup yang membentuk karakter secara menyeluruh. Sistem Pendidikan yang Lebih Menyeluruh Pertama, pesantren tidak […]

  • NasDem demo Tempo

    NasDem Geruduk Tempo: Batas Kebebasan Pers Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Aksi NasDem demo Tempo ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ada emosi, ada kekecewaan—dan mungkin juga ada luka yang belum reda. Di di depan Kantor Redaksi Tempo, di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/4/2026) ini, sebagian kader menyampaikan bahwa pemberitaan terbaru Tempo sudah melewati batas. Awalnya dari Sampul, Berujung Gelombang […]

  • Kepala Sekolah

    Ferdiansyah: Kepala Sekolah Jangan Hanya Tunggu Dana BOS

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Konsep kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan kembali mendapat sorotan. Anggota DPR RI Komisi X Ferdiansyah menilai kepala sekolah, manajer sekolah, dan pemimpin ekosistem pendidikan tidak lagi cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Menurutnya, sekolah membutuhkan figur yang mampu melihat peluang, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi di tengah keterbatasan. Pandangan tersebut ia sampaikan saat […]

  • Penipuan pinjaman

    Putusan MA Menegaskan Penipuan Berkedok Pinjaman

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung Nomor 736 K/Pid/2025 menegaskan satu hal penting: kebohongan yang digunakan untuk meyakinkan orang agar memberikan pinjaman uang bukan sekadar wanprestasi, melainkan tindak pidana penipuan. Di tengah praktik pinjam-meminjam yang kerap berbasis relasi personal dan rasa saling percaya, putusan ini relevan karena menyentuh ruang paling rentan dalam kehidupan warga—kepercayaan yang […]

  • syafa’at Al-Qur’an

    Syafa’at Al-Qur’an, Penolong Pembaca dari Dunia hingga Akhirat

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Doa Allahummarhamna Bil Quran diyakini membawa syafa’at Al-Qur’an bagi pembacanya, di dunia hingga akhirat. Doa Setelah Belajar Al-Qur’an dan Maknanya bagi Umat albadarpost.com, OPINI – Al-Qur’an diyakini memiliki syafa’at yang agung bagi umat Islam. Keyakinan ini tidak hanya bersandar pada tradisi, tetapi juga pada hadis-hadis sahih yang menjelaskan peran Al-Qur’an sebagai penolong manusia di akhirat. […]

  • kehidupan santri di pesantren

    Bangun Sebelum Subuh, Tidur Larut Malam: Hidup Seorang Santri

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Jarum jam baru menunjukkan pukul 03.45 pagi ketika suara ketukan pintu asrama terdengar pelan. Bagi sebagian orang, waktu itu masih terlalu dini untuk bangun. Namun bagi santri, inilah awal dari kehidupan santri di pesantren yang penuh disiplin dan makna. Keseharian santri atau rutinitas pesantren dimulai sebelum matahari terbit, saat udara masih dingin […]

expand_less