Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Korban Love Scam Kehilangan Rp2,1 Miliar, Pelaku Masih Buron

Korban Love Scam Kehilangan Rp2,1 Miliar, Pelaku Masih Buron

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus korban love scam Rp2,1 miliar asal Surabaya mandek setahun. Pelaku dan istrinya masih buron.

albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang korban love scam asal Surabaya berinisial WS kembali menyuarakan tuntutan keadilan setelah kehilangan uang Rp2,1 miliar. Setahun sejak laporan dibuat, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat belum menemukan terduga pelaku, yakni pria keturunan Kamerun bernama Heric Simphorien Mbouya. Mandeknya penanganan kasus ini penting karena menempatkan korban dalam situasi tanpa kepastian hukum dan membuka ruang bagi pola penipuan serupa.

WS memaparkan kronologi yang ia alami sejak September 2024. Kasus bermula ketika ia berada di Jakarta untuk menonton konser Bruno Mars sebelum bertolak ke Australia mengikuti Sydney Marathon. Di Apartemen Menara Jakarta, ia bertemu pria yang memperkenalkan diri sebagai Heric, lalu menyatakan namanya William dan bekerja untuk UNICEF. Dari komunikasi awal inilah rangkaian penipuan dijalankan.

Heric mendekatinya dengan pola relasi intens: perhatian, komunikasi rutin, hingga perjalanan Surabaya–Jakarta hanya untuk menemui WS. Setelah kedekatan emosional terbentuk, permintaan uang mulai muncul dengan berbagai alasan, dari perbaikan ponsel hingga dalih “bisnis UNICEF” yang membutuhkan dana Rp5 miliar. WS hanya mampu memenuhi Rp2,1 miliar, yang ia tukar ke dolar sedikit demi sedikit sesuai permintaan.

Puncak peristiwa terjadi di Jakarta ketika pelaku mengatur skenario perampokan. Dalam perjalanan tengah malam, Heric meminta tambahan Rp22,5 juta sebelum turun membawa tas berisi uang. Mobil lain kemudian muncul dan menodongkan pistol, menampilkan adegan seolah ia dirampok. WS yang panik ditekan situasi itu sambil menyaksikan uangnya raib. Peristiwa tersebut kemudian menjadi titik sadar bahwa ia menjadi korban love scam.


Identitas Pelaku Terungkap, Tapi Kasus Mandek

Upaya WS mengecek kebenaran informasi pelaku menunjukkan fakta berbeda. Kantor UNICEF menyatakan tidak mengenal nama yang disebutkan Heric dan menegaskan banyak penipuan mengatasnamakan lembaga tersebut. Penelusuran di Apartemen Menara Jakarta juga menemukan keterangan warga yang mengenali Heric sebagai pria berkulit hitam tinggal bersama istri dan anaknya — jauh dari pengakuan duda asal Prancis.

Baca juga: Revitalisasi Tugu Pancakarsa Berubah, Ornamen Kujang Jadi Sorotan

WS bahkan menemui istri pelaku dengan pendampingan polisi. Istri pelaku mengaku menerima uang hasil penipuan. Namun beberapa hari setelah pertemuan itu, ia kabur ke luar negeri. Sejak awal 2025 hingga Desember, keberadaan keduanya tidak terlacak. Kepolisian menetapkan mereka sebagai DPO, tetapi proses penyelidikan tidak mencatat perkembangan berarti.

Dalam konferensi pers di sebuah kafe di Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon, WS membacakan permohonan bantuan. Ia menyebut kehilangan uang Rp2,1 miliar sangat berat bagi seorang ibu tunggal yang menanggung hidup anak sendirian. Ia juga meminta keluarga istri pelaku, yang dikenalnya sebagai pengusaha besar di Cirebon, ikut bertanggung jawab.

Kutipannya mencerminkan tekanan psikologis yang ia alami. “Saya hanya ingin keadilan. Saya seorang ibu tunggal. Uang itu sangat berarti bagi hidup kami,” ujarnya.


Analisis: Pola Penipuan Digital yang Masih Berulang

Kasus korban love scam seperti yang dialami WS memperlihatkan celah penipuan relasi yang meningkat beberapa tahun terakhir. Modus pelaku umumnya membangun kepercayaan emosional sebelum memanfaatkan kedekatan tersebut untuk meminta uang. Karakteristiknya berulang: identitas palsu, lembaga internasional, pekerjaan prestisius, dan narasi darurat yang membutuhkan dana cepat.

Polanya sulit dibuktikan secara cepat karena tidak melibatkan kekerasan fisik, melainkan manipulasi psikologis. Penyidik juga menghadapi kendala lintas negara ketika pelaku atau keluarganya berpindah lokasi. Dalam kasus WS, pengakuan istri pelaku dan kaburnya yang bersangkutan menambah dimensi kompleks penanganan hukum.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Penyebaran Konten Asusila di Bekasi

Data Polri menunjukkan peningkatan laporan penipuan berbasis relasi daring sejak 2023. Di sejumlah kota, kasus ini menjadi perhatian karena kerugian material korban kerap mencapai miliaran rupiah. Situasi itu menegaskan perlunya sistem penanganan digital fraud yang lebih responsif, terutama ketika korban melapor sejak awal.

Kasus korban love scam Rp2,1 miliar ini menunjukkan perlunya penegakan cepat dan perlindungan lebih kuat terhadap korban penipuan berbasis relasi digital. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kehidupan santri di pesantren

    Bangun Sebelum Subuh, Tidur Larut Malam: Hidup Seorang Santri

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Jarum jam baru menunjukkan pukul 03.45 pagi ketika suara ketukan pintu asrama terdengar pelan. Bagi sebagian orang, waktu itu masih terlalu dini untuk bangun. Namun bagi santri, inilah awal dari kehidupan santri di pesantren yang penuh disiplin dan makna. Keseharian santri atau rutinitas pesantren dimulai sebelum matahari terbit, saat udara masih dingin […]

  • Kasus Daycare Jogja

    53 Anak Jadi Korban! Kasus Daycare Jogja Bisa Dijerat KUHP Terbaru

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Kasus daycare Jogja mengguncang publik tanah air. Dugaan pemberian obat penenang dan kekerasan seksual dalam kasus daycare Jogja ini langsung memicu kemarahan luas. Skandal daycare di Yogyakarta tersebut kini tidak hanya menjadi isu sosial, tetapi juga berpotensi menjadi perkara pidana berat di bawah KUHP terbaru dan undang-undang perlindungan anak. Yang membuat publik […]

  • Masjid IKMT Tasikmalaya

    Bangun Masjid Serius, IKMT Gandeng Unsil Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Masjid Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya mulai memasuki fase yang tidak terlihat mencolok, tetapi justru paling menentukan. Proyek yang juga disebut sebagai pembangunan Masjid IKMT atau masjid peradaban IKMT ini tidak langsung bergerak ke pembangunan fisik. IKMT memilih menahan diri sejenak, lalu menggandeng akademisi untuk memastikan semuanya benar sejak awal. Di lokasi […]

  • Rendang daging sapi khas Sumatera Barat dengan bumbu rempah kental berwarna cokelat gelap di piring tradisional.

    Rendang: Kuliner Nusantara dengan Sejarah Menakjubkan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Rendang dikenal sebagai salah satu kuliner paling terkenal dari Indonesia. Hidangan ini sering disebut juga rendang Minang atau rendang daging khas Sumatera Barat yang terkenal karena bumbu rempahnya yang kuat dan proses memasaknya yang panjang. Banyak orang menikmatinya karena rasanya kaya, aromanya menggoda, dan tekstur dagingnya lembut setelah dimasak berjam-jam. Namun […]

  • ide UMKM kreatif

    9 Ide UMKM Kreatif yang Jarang Diketahui: Diam-Diam Jadi Ladang Cuan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ide UMKM kreatif sering kali muncul dari hal sederhana yang luput dari perhatian. Banyak orang berburu tren, tetapi tidak sedikit yang justru sukses lewat peluang usaha unik yang belum ramai. Bahkan, beberapa ide bisnis UMKM kreatif ini berkembang lebih cepat karena minim pesaing dan langsung menyasar kebutuhan pasar. Di tengah persaingan digital […]

  • Ilustrasi mahasiswa penerima beasiswa LPDP dengan latar bendera Indonesia dan dokumen kontrak kewajiban penerima beasiswa.

    Apa Itu Beasiswa LPDP dan Kewajibannya? Ini Penjelasan Lengkapnya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu mengenai alumni penerima LPDP kembali menjadi perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan, APA itu beasiswa LPDP dan kewajibannya, serta apa saja tanggung jawab moral dan administratif yang melekat pada penerima dana pendidikan negara tersebut. Pertanyaan tentang apa itu LPDP, aturan beasiswa LPDP, serta kewajiban penerima LPDP langsung menjadi kata kunci yang ramai […]

expand_less