Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Revitalisasi Tugu Pancakarsa Berubah, Ornamen Kujang Jadi Sorotan

Revitalisasi Tugu Pancakarsa Berubah, Ornamen Kujang Jadi Sorotan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 226
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Revitalisasi Tugu Pancakarsa memicu polemik setelah perubahan ornamen kujang dianggap menggeser identitas visual Kabupaten Bogor.

albadarpost.com, LENSA – Perubahan bentuk dan tampilan ornamen kujang pada Tugu Pancakarsa memantik sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Tugu yang berada di kawasan Sentul itu sebelumnya dikenal sebagai simbol yang merepresentasikan identitas Kabupaten Bogor. Setelah dilakukan revitalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, tampilannya kini berubah. Pergeseran desain itulah yang kemudian memunculkan tanya: apakah proses peningkatan estetika ini benar-benar menjaga karakter simbolik yang lama, atau justru menghadirkan wajah baru yang jauh dari makna awalnya?

Tugu Pancakarsa adalah salah satu ikon penting Kabupaten Bogor. Keberadaannya menjadi penanda gerbang wilayah yang ramai dilalui warga maupun pendatang. Saat revitalisasi dilakukan, publik tidak menolak gagasan pembaruan. Namun reaksi muncul ketika hasil akhir ditampilkan di ruang publik. Warga menilai bagian visual yang paling kentara berubah adalah ornamen kujang. Bagi sebagian warga, perubahan itu dianggap terlalu jauh dari karakter awal Tugu Pancakarsa.

Di media sosial, percakapan mengalir cepat. Beberapa warga mengunggah foto sebelum dan sesudah revitalisasi, membandingkan proporsi desain serta detail ukiran pada bagian yang menyerupai senjata tradisional Sunda tersebut. Dalam beberapa unggahan, warganet menilai tampilan baru tugu itu dianggap lebih menyerupai bentuk dekoratif modern yang tidak lagi mewakili identitas lokal. Sementara yang lain menilai perubahan ini adalah bagian dari pembaruan ruang publik yang wajar dilakukan.

Polemik Ornamen Kujang dan Identitas Visual

Sorotan terhadap ornamen kujang ini berangkat dari posisi kujang sebagai simbol budaya Sunda. Lebih dari sekadar artefak, kujang mengandung nilai historis dan filosofi tentang keberanian, kearifan, dan identitas masyarakat Tatar Sunda. Perubahan bentuk kujang—sekecil apa pun—sering dianggap memiliki implikasi simbolik. Karena itu, publik mempertanyakan sejauh mana revitalisasi ini dikonsultasikan kepada ahli budaya atau sekadar berfokus pada estetika visual.

Sejumlah aktivis kebudayaan di Bogor juga menyampaikan pandangan serupa. Mereka menilai ikon publik semestinya dirawat dengan prinsip kehati-hatian. Boleh saja dilakukan peningkatan kualitas, tetapi tidak dengan menghilangkan elemen dasar yang selama ini melekat di ingatan kolektif warga. Tugu yang berdiri di ruang strategis ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika kota, melainkan juga sebagai penanda identitas kawasan.

Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan bahwa revitalisasi Tugu Pancakarsa merupakan bagian dari peningkatan tata ruang kota. Pemerintah menegaskan tidak ada niat menghapus karakter budaya. Upgrading tugu disebut sebagai penyesuaian untuk memberikan citra yang lebih modern. Meski begitu, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya mengurangi reaksi publik karena aspek komunikasi perubahan dinilai kurang terbuka sejak awal.

Proses Revitalisasi dan Transparansi Publik

Warga yang mempertanyakan proses revitalisasi mempersoalkan transparansi tahapan pekerjaan. Mereka menilai proyek yang menyangkut simbol daerah semestinya melibatkan lebih banyak dialog publik. Dalam beberapa diskusi komunitas, warga menyebut sudah seharusnya pemerintah mempublikasikan desain awal revitalisasi agar masyarakat dapat memberi masukan sebelum pembangunan berjalan.

Baca juga: PMT Stunting Jadi Fokus PKK Tasikmalaya Percepat Perbaikan Gizi

Sementara itu, beberapa pihak menyatakan bahwa perubahan tidak perlu diributkan berlebihan. Mereka beranggapan bahwa desain kota bergerak dinamis. Identitas visual pun tidak selalu harus terpaku pada bentuk lama. Bagi kelompok ini, modernisasi desain dianggap sebagai bagian dari evolusi ikon daerah. Meski demikian, kelompok pendukung tetap sepakat bahwa simbol lokal seperti ornamen kujang tidak dapat diperlakukan seperti elemen dekoratif biasa.

Di lapangan, aparat mulai melakukan penataan tambahan di sekitar area tugu. Pemerintah menyebut proses penyempurnaan masih berjalan. Namun belum ada kepastian apakah desain yang menuai reaksi akan ditinjau ulang. Ketidakjelasan itu ikut memperpanjang diskusi di ruang publik.

Identitas, Ruang Publik, dan Masa Depan Tugu Pancakarsa

Polemik revitalisasi Tugu Pancakarsa membuka kembali diskusi lama tentang bagaimana ruang publik harus dikelola. Di satu sisi, pemerintah memiliki kewenangan untuk memperbarui fasilitas kota. Di sisi lain, ruang publik bukan semata milik pemerintah, tetapi juga warga yang hidup dan tumbuh bersama simbol-simbol yang ada di dalamnya.

Kasus perubahan ornamen kujang ini menjadi contoh bahwa pergeseran elemen visual sekecil apa pun bisa memicu respons besar. Identitas adalah sesuatu yang tumbuh perlahan, tetapi dapat tergerus dalam satu keputusan desain yang terburu-buru. Diskusi publik semacam ini justru penting untuk menegaskan bahwa warga masih merawat ikatan simbolik dengan daerahnya. Ketika simbol dipersoalkan, itu berarti ia masih memiliki arti.

Isu ini kemungkinan tidak berhenti di sini. Respons pemerintah, sikap seniman lokal, dan suara warga akan menentukan arah kelanjutan diskusi. Ruang kota terus berubah, tetapi pertanyaannya tetap sama: perubahan seperti apa yang benar-benar mencerminkan identitas masyarakat Bogor? (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsultasi Gizi Gratis Tasikmalaya

    HUT Ke-101, RSUD Soekardjo Buka Konsultasi Gizi Gratis

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Konsultasi Gizi Gratis Tasikmalaya akan digelar oleh Instalasi Gizi RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya pada Selasa, 14 Juli 2026. Layanan konsultasi gizi tanpa biaya tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-101 RSUD dr. Soekardjo. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, masyarakat dapat memanfaatkan […]

  • mahram nikah

    Ini Daftar Lengkap Mahram Nikah yang Wajib Dipahami Muslim

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Mahram nikah kembali menjadi topik yang banyak dicari publik setelah munculnya berbagai kesalahpahaman di media sosial terkait batasan wanita yang haram dinikahi dalam Islam. Istilah mahram nikah atau wanita mahram sering disalahartikan, padahal aturan ini memiliki dasar kuat dalam fikih Islam dan telah dijelaskan secara rinci oleh Kementerian Agama RI. Fenomena ini […]

  • Makan Gratis Tasikmalaya

    Kaget! Ini Jawaban Pemilik Cahaya Minang Saat Ditanya Soal Rugi

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 264
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tepat ketika jarum jam mendekati pukul 12.00 WIB, suasana di Rumah Makan Cahaya Minang, Jalan Cigeureung, Kota Tasikmalaya, berubah berbeda dari hari biasanya. Aroma masakan khas Minang masih mengepul dari dapur. Namun, siang itu bukan suara kasir yang paling sering terdengar, melainkan ucapan, “Silakan makan.” Program makan gratis Tasikmalaya yang digelar rumah […]

  • Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama menyerahkan hewan kurban Iduladha 2026 kepada masyarakat dan pondok pesantren.

    Iduladha 2026, Polres Tasikmalaya Salurkan Puluhan Hewan Kurban ke Warga

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Momentum Kurban Polres Tasikmalaya 2026 terasa berbeda tahun ini. Di tengah suasana Iduladha 1447 Hijriah, keluarga besar Polres Tasikmalaya menyalurkan puluhan hewan kurban ke masyarakat dan pondok pesantren di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Bukan hanya soal jumlah hewan yang meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, tetapi juga tentang cara kepolisian mencoba hadir […]

  • Ilustrasi perpustakaan ilmuwan Muslim abad pertengahan dengan astronomi, matematika, dan manuskrip sains klasik.

    Jejak Islam dalam Lahirnya Sains Modern

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 239
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Malam di Baghdad pada abad ke-9 tidak selalu gelap dan sunyi. Di beberapa sudut kota, lampu minyak masih menyala hingga larut. Sejumlah orang duduk mengelilingi meja kayu panjang. Di depan mereka, lembar demi lembar manuskrip terbuka. Ada yang menyalin tulisan Yunani kuno. Ada yang menghitung pergerakan bintang. Dan ada pula yang memperdebatkan […]

  • Ilustrasi manusia merenungi nikmat Allah di bawah langit luas dengan cahaya lembut, menggambarkan makna ayat Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban

    Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Langit seakan tidak pernah lelah menyapa kesadaran manusia. Dalam Surah Ar-Rahman, Allah SWT tidak hanya menyebut nikmat-Nya, tetapi menghadirkannya satu per satu, lalu mengajukan pertanyaan yang sama, berulang hingga 31 kali: “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban?” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Pertanyaan itu tidak ditujukan pada satu zaman, tidak pula […]

expand_less