Wali Kota Datang, Tiga KUA Langsung Ajukan Harapan
- account_circle redaktur
- calendar_month 25 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

10 Muharam 1448 Hijriyah, saat Kemenag menggelar “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri”, Kamis
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wali Kota Tasikmalaya Kemenag menjadi perhatian publik setelah kepala daerah itu menghadiri kegiatan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tasikmalaya, Kamis (25/6/2026). Kehadiran tersebut bertepatan dengan peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah melalui kegiatan Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri, sekaligus memunculkan harapan baru terhadap percepatan layanan keagamaan di Kota Tasikmalaya.
Sejak pagi, halaman Kantor Kemenag dipenuhi pelajar, penyandang disabilitas, tokoh agama, dan tamu undangan. Di tengah suasana hangat peringatan Hari Asyura, sebanyak 460 paket santunan disalurkan kepada siswa SD, SMA, penyandang disabilitas, dan warga sekitar.
Namun, perhatian peserta tidak hanya tertuju pada kegiatan sosial tersebut. Kehadiran Wali Kota Tasikmalaya menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan sepanjang acara.
Kepala Kemenag Sebut Momentum Bersejarah
Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya, H. Agus Buhori, menyampaikan bahwa kehadiran Wali Kota memiliki makna tersendiri bagi jajaran Kementerian Agama.
Agus menilai kunjungan itu menjadi momen penting setelah sekitar setahun Wali Kota menjabat.
“Setelah setahun menjabat, baru hari ini Pak Wali bersua dengan kami di Kemenag. Ini momen penting,” ujar Agus.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka menyambut kehadiran kepala daerah sekaligus memperkuat komunikasi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Kementerian Agama.
Di Balik Santunan, Ada Harapan Besar untuk Tiga KUA
Selain menghadirkan kegiatan sosial, acara tersebut dimanfaatkan Kemenag untuk menyampaikan kebutuhan pelayanan publik yang masih menunggu dukungan pemerintah daerah.
Agus Buhori secara langsung meminta percepatan proses pembangunan tiga Kantor Urusan Agama (KUA), yakni KUA Kawalu, KUA Tamansari, dan KUA Cihideung.
Menurutnya, seluruh persyaratan administrasi telah disiapkan sehingga proses berikutnya tinggal menunggu persetujuan sesuai kewenangan Pemerintah Kota Tasikmalaya.
“KUA ini vital untuk nikah, bimbingan, dan urusan keagamaan warga. Kami mohon dukungannya agar segera ditandatangani,” katanya.
Permohonan tersebut menjadi salah satu pesan utama yang mengiringi kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas tahun ini.
Lebaran Yatim Hadirkan Semangat Inklusif
Dalam kegiatan bertema Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri, Kemenag Kota Tasikmalaya memperluas penerima manfaat dengan melibatkan penyandang disabilitas.
Agus Buhori menyebut 10 Muharam menjadi momentum berbagi kebahagiaan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas.
“10 Muharam adalah lebarannya anak yatim dan disabilitas. Kami ingin kebahagiaan dirasakan bersama,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenag menegaskan bahwa layanan keagamaan tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan.
Sinergi yang Dinanti
Kehadiran Wali Kota Tasikmalaya pada kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kota dan Kementerian Agama.
Kemenag menilai dukungan pemerintah daerah penting untuk mempercepat pembangunan KUA dan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, harapan yang disampaikan pada momentum Asyura bukan sekadar permintaan pembangunan gedung, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga Kota Tasikmalaya.
Kini, perhatian publik tidak lagi hanya tertuju pada kunjungan simbolis, tetapi juga pada tindak lanjut terhadap aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut.
Kunjungan memang dapat membuka pintu komunikasi. Namun, bagi masyarakat, ukuran sesungguhnya terletak pada langkah nyata setelah pertemuan itu berakhir. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar