Ramai dan Menggiurkan, Azis Gagap Bongkar Potensi Ekonomi Bonsai di Tasik
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Azis Gagap Hadiri Kontes Bonsai Nasional 2026 di area Parkir Asia Plaza, Sabtu (25/4/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontes bonsai Tasikmalaya langsung menyedot perhatian publik saat ratusan peserta memadati lokasi pameran. Event bonsai nasional ini bukan hanya soal estetika tanaman, tetapi juga membuka mata tentang potensi ekonomi bonsai yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Sejak hari pertama, suasana sudah terasa berbeda. Deretan bonsai dengan bentuk unik dan karakter kuat berdiri rapi, sementara pengunjung berkerumun, mengamati detail batang, akar, hingga usia tanaman yang tidak biasa.
Azis Gagap Datang, Sorotan Langsung Tertuju ke Tasikmalaya
Kehadiran Azis Gagap pada Sabtu (25/4/2026) langsung menarik perhatian. Ia tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi juga ikut menyuarakan pentingnya event ini bagi ekonomi lokal.
“Tasik kedatangan orang-orang nasional, mereka menginap di sini. Kota Tasikmalaya harus bisa menyuguhi yang terbaik,” ujar Azis di lokasi.
Kehadirannya membuat suasana semakin hidup. Banyak pengunjung mendekat, sebagian mengabadikan momen, sementara lainnya tetap fokus pada bonsai yang dipamerkan.
Ratusan Bonsai Dipamerkan, Nilainya Tak Main-main
Panitia mencatat sebanyak 500 peserta ikut dalam kontes bonsai Tasikmalaya tahun ini. Mereka membawa 548 bonsai dari berbagai kelas dan gaya.
Beberapa tanaman bahkan ditaksir memiliki nilai fantastis. Bonsai dengan usia puluhan tahun dan bentuk langka menjadi pusat perhatian pengunjung.
Tidak sedikit peserta yang datang dari luar daerah. Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi ikut bersaing dan memperluas pasar.
Selain itu, panitia menghadirkan demo pembuatan bonsai. Pengunjung terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan hingga teknik pembentukan.

Kontes bonsai dari berbagai wilayah ramaikan event tahunan, Sabtu (25/4/2026).
Bukan Sekadar Hobi, Bonsai Jadi Sumber Penghasilan
Azis Gagap menegaskan bahwa bonsai bukan sekadar hobi. Ia melihat langsung bagaimana sektor ini menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Ini bukan cuma kumpul-kumpul. Bonsai bisa jadi ekonomi yang sangat baik untuk teman-teman,” katanya.
Menurutnya, banyak pelaku bonsai berasal dari kalangan petani dan pedagang. Mereka memanfaatkan keterampilan merawat tanaman untuk menghasilkan pendapatan.
Namun, persaingan dalam kontes juga semakin ketat. Tidak semua peserta mampu menembus kategori juara karena standar penilaian yang terus meningkat.
Efek Domino ke Ekonomi Lokal Terasa Nyata
Event ini tidak hanya menguntungkan peserta. Sektor lain ikut bergerak. Penginapan terisi, warung makan ramai, dan jasa transportasi mengalami peningkatan permintaan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kontes bonsai Tasikmalaya membawa efek domino bagi ekonomi lokal.
Azis pun menilai potensi ini tidak boleh berhenti di satu event saja. Ia mendorong agar kegiatan serupa terus digelar secara konsisten.
Harapan ke Pemerintah: Jadikan Tasik Pusat Bonsai
Azis Gagap berharap pemerintah daerah melihat peluang besar ini. Ia menilai Tasikmalaya bisa berkembang menjadi pusat bonsai nasional jika dikelola serius.
Selain itu, dukungan dalam bentuk promosi dan pembinaan akan membantu pelaku usaha naik kelas. Dengan langkah tersebut, bonsai bisa masuk dalam sektor ekonomi kreatif unggulan.
Dari Tanaman ke Peluang Besar
Kontes bonsai Tasikmalaya 2026 membuktikan bahwa hobi bisa berubah menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan. Antusiasme peserta, nilai jual tinggi, serta dukungan komunitas menunjukkan arah baru bagi sektor ini.
Kini, bonsai tidak lagi dipandang sebagai sekadar tanaman hias. Ia telah menjelma menjadi komoditas bernilai yang mampu menggerakkan ekonomi daerah. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar