Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Cuaca Ekstrem Sumatera Utara Picu Banjir dan Longsor di Empat Kabupaten

Cuaca Ekstrem Sumatera Utara Picu Banjir dan Longsor di Empat Kabupaten

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cuaca ekstrem Sumatera Utara memicu banjir dan longsor di empat kabupaten, ribuan warga terdampak.

albadarpost.com, HUMANIORA – Cuaca ekstrem Sumatera Utara pada 24–25 November memicu banjir dan tanah longsor di Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Dampaknya bukan hanya korban jiwa, tetapi juga gangguan ekonomi, mobilitas warga, hingga kebutuhan logistik harian. Cuaca ekstrem Sumatera Utara menjadi indikator kerentanan iklim di kawasan berpenduduk padat lintasan pesisir dan pegunungan.

Banjir dan Longsor Meluas

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan, hujan intens selama lebih dari dua hari memicu banjir besar di Kota Sibolga. Wilayah terdampak di antaranya Kelurahan Angin Nauli, Aek Muara Pinang, Aek Habil, Pasar Belakang, dan Pasar Baru. Arus banjir membawa lumpur, batang kayu, sampah rumah tangga hingga puing bangunan, menghantam rumah dan kendaraan penduduk.

Tanah longsor juga terjadi di sejumlah lokasi: Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, Sibual-buali, Parombunan, Aek Mani, Pancuran Bambu, Pancuran Dewa, dan Pancuran Kerambil. BNPB mencatat satu warga luka-luka dan tiga rumah terdampak. Sebagian akses jalan terputus sehingga menyulitkan warga mengamankan keluarga dan barang berharga saat air mulai meninggi.

Di Kabupaten Tapanuli Selatan, bencana lebih fatal. Banjir dan longsor menyebabkan delapan warga meninggal dunia, 58 luka-luka, dan lebih dari 2.800 orang mengungsi. Data menunjukkan 11 kecamatan terdampak, termasuk Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, hingga Tanah Timbangan. Perpindahan warga dilakukan lewat fasilitas darurat pemerintah daerah bersama tim gabungan.

Tapanuli Utara juga mengalami gangguan. BPBD mencatat 50 rumah terdampak dan dua jembatan terputus. Mobilitas ekonomi terhambat sehingga jalur alternatif Pangaribuan–Silantom direkomendasikan untuk perjalanan warga.

Sementara itu di Tapanuli Tengah dampak banjir tercatat di sembilan kecamatan: Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori. Lebih dari 1.900 rumah terendam. Tenda pengungsian didirikan dan bantuan sembako didistribusikan untuk kebutuhan awal. Seluruh angka masih bersifat sementara dan dapat berkembang sesuai kaji cepat.


Pemicu Bencana: Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B

BMKG melalui TCWC Jakarta melaporkan dua sistem cuaca signifikan yang memperkuat cuaca ekstrem Sumatera Utara: Siklon Tropis KOTO di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka. Kedua sistem ini memicu awan konvektif skala luas, hujan lebat, dan angin kencang.

Bibit Siklon 95B memicu pembentukan awan hujan ekstrem mulai Aceh hingga Sumatera Utara. Dampaknya jelas: air meluap cepat di kawasan pesisir dan lembah sungai. Siklon Tropis KOTO memperkuat inflow massa udara basah ke wilayah barat Indonesia sehingga intensitas hujan meningkat. Fenomena ini sejalan dengan laporan BMKG soal pola belokan angin dan tekanan rendah yang mendorong awan badai bertahan lebih lama dari biasanya.

BMKG juga memperingatkan gelombang tinggi 2,5–4 meter di perairan Sumut, Nias, dan Selat Malaka bagian tengah. Kondisi laut ini mempengaruhi logistik antarpulau, terutama sektor nelayan tradisional yang bergantung pada cuaca.


Kesiapsiagaan Pemerintah

BNPB menyatakan pemantauan dilakukan 24 jam di kawasan Tapanuli Raya. Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan memperbarui informasi ke publik secara berkala.

BNPB mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai, kawasan lereng, atau zona rawan longsor untuk segera mengevakuasi diri jika hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam. Evakuasi dini dianggap lebih efektif dibanding menunggu bencana mencapai titik kritis.

 Banjir yang merendam pemukiman warga di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Selasa (25/11). (Foto: BPBD Kabupaten Tapanuli Utara)

Instruksi ini bukan retorika formal. Perpindahan cepat berpengaruh langsung pada minimnya korban jiwa. Bencana sebelumnya menunjukkan pola serupa: banjir naik cepat di kawasan muara sungai dan jalan menanjak pegunungan Tapanuli.


Kelemahan Mitigasi dan Tata Ruang

Rentetan banjir dan longsor menggambarkan persoalan lebih besar: tata ruang yang belum mengikuti dinamika perubahan iklim. Pertumbuhan permukiman di wilayah tangkapan air dan sepanjang sungai memperbesar risiko. Kawasan pesisir yang padat penduduk seperti Sibolga menjadi jalur limpasan pertama saat curah hujan ekstrem terjadi.

Baca juga: Bea Cukai Jabar Tindak Rokok Ilegal, 88 Juta Batang Disita

Pembangunan akses ekonomi dan permukiman di zona rawan longsor memperpendek waktu respons. Infrastruktur jalan yang terputus menunjukkan dua hal: kapasitas drainase tidak cukup dan desain mitigasi belum adaptif terhadap tren cuaca tropis modern.

Data BNPB dan BMKG secara harga mati menegaskan bahwa cuaca ekstrem Sumatera Utara bukan kejadian tunggal. Siklon tropis, bibit siklon, dan gelombang laut tinggi saling berkelindan. Kebijakan mitigasi perlu beralih ke pemantauan berbasis prediktif, bukan responsif di fase akhir bencana. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Gedung Balai Kota Tasikmalaya dengan nuansa serius menggambarkan dinamika birokrasi dan kepemimpinan daerah.

    Birokrasi Pemkot Tasikmalaya Disorot, Ada Apa?

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Satu tahun berjalan, kepemimpinan Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai menghadapi ujian serius. Kritik tak lagi berbisik. Ia kini mengeras di ruang publik. Sorotan itu datang dari Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan Noor, yang menilai tata kelola birokrasi dan dinamika internal pemerintahan belum menunjukkan soliditas yang diharapkan. Dalam wawancara, Senin (16/2/2026), […]

  • dessert ramadhan creamy manis disajikan saat buka puasa dengan tampilan menggoda dan tekstur lembut

    Resep Dessert Ramadhan yang Dirahasiakan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menjelang adzan Maghrib, aroma manis mulai memenuhi dapur. Satu sendok pertama langsung mencair di mulut—lembut, dingin, dan bikin tenang setelah seharian berpuasa. Inilah yang banyak orang cari setiap tahun: resep dessert ramadhan yang spesial, bukan sekadar takjil biasa. Resep dessert untuk buka puasa, hidangan manis Ramadhan, hingga dessert kekinian kini jadi incaran […]

  • Medali Wushu Kris Dayanti

    Medali Wushu Kris Dayanti di Kejuaraan Dunia, Bukti Konsistensi dan Disiplin

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Medali Wushu Kris Dayanti di kejuaraan dunia menegaskan konsistensi latihan, disiplin, dan semangat tanpa batas usia. albadarpost.com, PELITA – Penyanyi sekaligus anggota DPR RI Kris Dayanti kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena karya musik atau kiprahnya di parlemen, melainkan karena keberhasilannya meraih medali wushu Kris Dayanti berupa medali perak pada ajang World Wushu […]

  • Pengakuan caregiver

    Regulasi Caregiver, Kunci Perlindungan Pekerja Perawatan

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Pengakuan caregiver dinilai penting untuk memperkuat layanan sosial dan perlindungan pekerja perawatan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Pekerja perawatan atau caregiver di Indonesia masih berada di ruang abu-abu kebijakan. Perannya krusial, tetapi pengakuan negara belum sebanding dengan beban kerja yang ditanggung. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kualitas layanan sosial dan kesehatan, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, […]

  • Denda Buang Sampah

    Viman Berlakukan Denda Buang Sampah ke Sungai

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Denda buang sampah resmi menjadi langkah tegas Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menekan kebiasaan buang sampah ke sungai, khususnya di kawasan Sungai Ciloseh. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa setiap pelaku akan menerima sanksi buang sampah sesuai jumlah sampah yang dibuang sebagai upaya memberikan efek jera sekaligus mencegah banjir. Pernyataan tersebut […]

  • syarat sah wudhu

    Wudhu sebagai Fondasi Kesucian Ibadah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kesadaran berwudhu dengan benar kembali mendapat perhatian ulama. Wudhu bukan sekadar rutinitas sebelum salat, melainkan fondasi kesucian ibadah yang menentukan sah atau tidaknya amalan seorang muslim. Kelalaian dalam wudhu berpotensi menggugurkan nilai ibadah, meski dilakukan dengan niat baik. Dalam Islam, syarat sah wudhu menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan salat dan ibadah […]

expand_less