Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Bukan Wisuda, Cara Sekolah Pelangi Garut Ini Curi Perhatian

Bukan Wisuda, Cara Sekolah Pelangi Garut Ini Curi Perhatian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 175
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Sekolah Pelangi Garut memilih cara yang berbeda untuk menutup tahun ajaran 2026. Alih-alih menggelar wisuda formal, sekolah ini menghadirkan panggung ekspresi yang memberi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan yang mereka bangun selama belajar. Melalui kegiatan Year End Performance di Pendopo Garut, pelepasan siswa berubah menjadi momen hangat yang tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menyentuh hati para orang tua.

Rabu pagi, 10 Juni 2026, suasana Gedung Pendopo Garut terasa lebih semarak dari biasanya. Deretan kursi perlahan terisi. Beberapa orang tua datang lebih awal untuk mendapatkan posisi terbaik melihat putra-putri mereka tampil di atas panggung.

Di sudut ruangan, anak-anak tampak sibuk dengan dunianya masing-masing.

Ada yang berlatih gerakan tari sambil menghitung irama pelan-pelan. Ada yang mengulang hafalan surah pendek. Beberapa lainnya duduk berdampingan dengan guru sambil sesekali tersenyum menahan rasa gugup.

Hari itu bukan tentang nilai rapor.

Hari itu tentang keberanian.

Ketika Pelepasan Siswa Menjadi Panggung Kepercayaan Diri

Tahun ini, Sekolah Pelangi Garut tidak menggelar prosesi wisuda seperti yang lazim dilakukan banyak sekolah.

Sebagai gantinya, sekolah menghadirkan konsep Year End Performance yang berfokus pada kemampuan dan ekspresi peserta didik.

Kepala Sekolah TK Sekolah Pelangi, Suci Sofa Arofani, menjelaskan bahwa konsep tersebut menyesuaikan arahan pemerintah terkait pembatasan kegiatan wisuda formal di lingkungan pendidikan.

Namun perubahan itu justru menghadirkan warna baru.

Sekolah Pelangi Garut

Murid Sekolah Pelangi Garut tampil dalam Year End Performance di Pendopo Garut dengan berbagai pertunjukan edukatif, Rabu (10/6/2026).

Anak-anak tidak disibukkan dengan simbol seremonial. Mereka diberi kesempatan untuk menunjukkan apa yang mereka sukai dan kuasai.

“Anak-anak nanti perform, kita memberikan apresiasinya dengan anak-anak itu tampil mengekspresikan dirinya bebas mau menampilkan apa saja,” ujar Suci.

Dari Story Telling hingga Hafalan Al-Qur’an

Sebanyak 16 murid TK atau Kindergarten Two dan dua siswa SD tampil dalam kegiatan tersebut.

Satu per satu mereka naik ke atas panggung.

Ada yang membawakan story telling dalam bahasa Inggris dengan intonasi yang cukup percaya diri. Ada yang menampilkan tarian dengan gerakan yang mengundang tepuk tangan penonton. Beberapa siswa lainnya membacakan surah-surah pendek Al-Qur’an dengan suara yang terdengar jelas hingga ke barisan belakang.

Pada salah satu penampilan, seorang anak sempat terdiam beberapa detik di tengah panggung.

Ruang pertunjukan mendadak hening.

Dari sisi panggung, guru memberikan senyum dan isyarat kecil untuk menyemangati. Anak itu menarik napas, lalu melanjutkan penampilannya hingga selesai.

Tepuk tangan langsung pecah.

Mungkin itulah salah satu momen yang paling berkesan hari itu.

Bukan karena penampilannya sempurna.

Tetapi karena keberaniannya untuk bangkit dan melanjutkan.

Orang Tua Menyaksikan Perkembangan yang Tak Tertulis di Rapor

Di deretan kursi penonton, sejumlah orang tua tampak sibuk mengabadikan momen menggunakan telepon genggam. Ada yang tersenyum sejak awal penampilan. Ada pula yang berdiri sejenak agar bisa merekam anaknya lebih jelas.

Beberapa kali terdengar tepuk tangan spontan dari para orang tua ketika anak-anak berhasil menyelesaikan penampilannya.

Bagi mereka, pencapaian hari itu mungkin tidak tercatat dalam angka atau nilai akademik.

Namun ada perkembangan lain yang terlihat jelas.

Kepercayaan diri.

Keberanian berbicara di depan banyak orang.

Kemampuan mengekspresikan diri.

Hal-hal seperti itu sering kali menjadi bekal penting yang akan terus dibawa anak-anak saat memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Pemkab Garut Apresiasi Konsep dan Pemanfaatan Pendopo

Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Garut.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iyan Sopiyan, menyampaikan kebanggaannya karena kegiatan pendidikan dapat memanfaatkan fasilitas milik pemerintah daerah.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya optimalisasi aset daerah sekaligus menjadi pilihan yang lebih efisien dibandingkan menyelenggarakan kegiatan di hotel.

Selain itu, ia juga mengapresiasi konsistensi Sekolah Pelangi Garut yang memiliki jenjang pendidikan lengkap mulai dari PAUD, Kelompok Bermain, TK hingga SD.

Sekolah tersebut juga dinilai memiliki kekuatan dalam penerapan pendidikan bernuansa bahasa Inggris yang terus berkembang.

Merayakan Proses, Bukan Sekadar Kelulusan

Acara pelepasan akhirnya berakhir menjelang siang.

Anak-anak turun dari panggung sambil membawa bunga dan bingkisan sederhana. Sebagian berlari kecil menghampiri orang tuanya. Sebagian lagi sibuk berfoto bersama teman dan guru.

Suasana hangat itu seolah mengingatkan bahwa pendidikan tidak selalu harus dirayakan dengan kemewahan.

Kadang-kadang, sebuah panggung sederhana sudah cukup untuk menunjukkan sejauh mana anak-anak telah bertumbuh.

Karena pada akhirnya, tujuan pendidikan bukan hanya menghasilkan siswa yang pandai menjawab soal.

Pendidikan juga membantu anak-anak menemukan keberanian untuk tampil, berbicara, dan percaya pada dirinya sendiri.

Toga bisa disimpan. Sertifikat bisa dilupakan. Namun keberanian seorang anak saat pertama kali berdiri di atas panggung akan tinggal lebih lama dalam ingatan orang tua—dan sering kali menjadi langkah kecil menuju masa depan yang besar. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manarul Huda II

    44 Tahun Manarul Huda II Manonjaya, Bupati Soroti Peran Pesantren

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Memasuki usia 44 tahun, Pondok Pesantren Manarul Huda II di Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, terus menjalankan peran dalam pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi muda. Momentum Milad ke-44 itu turut dihadiri Bupati Tasikmalaya pada Sabtu (29/8/2026). Kehadiran Bupati menjadi bagian dari rangkaian peringatan milad yang mempertemukan pimpinan, pengurus, alumni, santri, unsur pemerintahan, […]

  • pemberhentian luar biasa

    KAI Terapkan Pemberhentian Luar Biasa di Jatinegara saat Reuni 212

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    KAI terapkan pemberhentian luar biasa di Jatinegara untuk 12 KAJJ selama Reuni Akbar 212. albadarpost.com, HIKMAH – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta menerapkan pemberhentian luar biasa untuk 12 kereta api jarak jauh di Stasiun Jatinegara pada Selasa, 2 Desember 2025. Kebijakan ini diberlakukan untuk menekan potensi kemacetan penumpang di Stasiun Gambir selama […]

  • Korban Tower Banjar

    Istri Korban Tower Banjar Tunggu Tanggung Jawab Proyek

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Korban Tower Banjar kembali menjadi sorotan setelah keluarga salah satu pekerja yang meninggal dunia mengungkap kisah di balik tragedi robohnya tower di kawasan Purwaharja, Kota Banjar. Selain kehilangan tulang punggung keluarga, mereka mengaku masih menunggu kejelasan mengenai hak pekerja, proses penyelidikan, serta tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. Tragedi […]

  • Jembatan Cirahong

    Warga Syok, Pria Santai Jajan Lalu Lompat ke Citanduy

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jembatan Cirahong kembali menjadi sorotan setelah seorang pria misterius diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat ke Sungai Citanduy, Jumat (22/5/2026). Peristiwa di kawasan perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis itu langsung membuat warga geger. Dalam hitungan detik, tubuh pria tersebut hilang ditelan derasnya arus sungai di bawah jembatan tua yang dikenal memiliki […]

  • Santri mempelajari kitab kuning di pesantren dengan metode tradisional yang mendalam

    Kitab Kuning Santri: Rahasia Ilmu yang Bertahan Ratusan Tahun

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kitab kuning santri menjadi bagian penting dalam dunia pesantren. Melalui kitab kuning pesantren, para santri mempelajari kitab klasik Islam yang berisi ilmu fikih, akidah, hingga akhlak. Selain itu, buku santri ini tidak hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga menjadi tradisi intelektual yang terus hidup hingga sekarang. Oleh karena itu, memahami kitab kuning […]

  • Renungan tentang tanda matinya hati menurut Syekh Athaillah dan hadis Nabi Muhammad SAW

    Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 233
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE — Hati manusia hidup bukan karena detaknya, melainkan karena rasa. Selama hati masih mampu merindu pada kebaikan dan bergetar saat jatuh dalam dosa, selama itu pula iman masih bernapas di dalam dada. Namun ketika rasa itu menghilang, di situlah para ulama memberi peringatan paling sunyi dan paling menakutkan: hati mulai mati. Syekh Athaillah […]

expand_less