Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Bukan Wisuda, Cara Sekolah Pelangi Garut Ini Curi Perhatian

Bukan Wisuda, Cara Sekolah Pelangi Garut Ini Curi Perhatian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Sekolah Pelangi Garut memilih cara yang berbeda untuk menutup tahun ajaran 2026. Alih-alih menggelar wisuda formal, sekolah ini menghadirkan panggung ekspresi yang memberi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan yang mereka bangun selama belajar. Melalui kegiatan Year End Performance di Pendopo Garut, pelepasan siswa berubah menjadi momen hangat yang tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menyentuh hati para orang tua.

Rabu pagi, 10 Juni 2026, suasana Gedung Pendopo Garut terasa lebih semarak dari biasanya. Deretan kursi perlahan terisi. Beberapa orang tua datang lebih awal untuk mendapatkan posisi terbaik melihat putra-putri mereka tampil di atas panggung.

Di sudut ruangan, anak-anak tampak sibuk dengan dunianya masing-masing.

Ada yang berlatih gerakan tari sambil menghitung irama pelan-pelan. Ada yang mengulang hafalan surah pendek. Beberapa lainnya duduk berdampingan dengan guru sambil sesekali tersenyum menahan rasa gugup.

Hari itu bukan tentang nilai rapor.

Hari itu tentang keberanian.

Ketika Pelepasan Siswa Menjadi Panggung Kepercayaan Diri

Tahun ini, Sekolah Pelangi Garut tidak menggelar prosesi wisuda seperti yang lazim dilakukan banyak sekolah.

Sebagai gantinya, sekolah menghadirkan konsep Year End Performance yang berfokus pada kemampuan dan ekspresi peserta didik.

Kepala Sekolah TK Sekolah Pelangi, Suci Sofa Arofani, menjelaskan bahwa konsep tersebut menyesuaikan arahan pemerintah terkait pembatasan kegiatan wisuda formal di lingkungan pendidikan.

Namun perubahan itu justru menghadirkan warna baru.

Sekolah Pelangi Garut

Murid Sekolah Pelangi Garut tampil dalam Year End Performance di Pendopo Garut dengan berbagai pertunjukan edukatif, Rabu (10/6/2026).

Anak-anak tidak disibukkan dengan simbol seremonial. Mereka diberi kesempatan untuk menunjukkan apa yang mereka sukai dan kuasai.

“Anak-anak nanti perform, kita memberikan apresiasinya dengan anak-anak itu tampil mengekspresikan dirinya bebas mau menampilkan apa saja,” ujar Suci.

Dari Story Telling hingga Hafalan Al-Qur’an

Sebanyak 16 murid TK atau Kindergarten Two dan dua siswa SD tampil dalam kegiatan tersebut.

Satu per satu mereka naik ke atas panggung.

Ada yang membawakan story telling dalam bahasa Inggris dengan intonasi yang cukup percaya diri. Ada yang menampilkan tarian dengan gerakan yang mengundang tepuk tangan penonton. Beberapa siswa lainnya membacakan surah-surah pendek Al-Qur’an dengan suara yang terdengar jelas hingga ke barisan belakang.

Pada salah satu penampilan, seorang anak sempat terdiam beberapa detik di tengah panggung.

Ruang pertunjukan mendadak hening.

Dari sisi panggung, guru memberikan senyum dan isyarat kecil untuk menyemangati. Anak itu menarik napas, lalu melanjutkan penampilannya hingga selesai.

Tepuk tangan langsung pecah.

Mungkin itulah salah satu momen yang paling berkesan hari itu.

Bukan karena penampilannya sempurna.

Tetapi karena keberaniannya untuk bangkit dan melanjutkan.

Orang Tua Menyaksikan Perkembangan yang Tak Tertulis di Rapor

Di deretan kursi penonton, sejumlah orang tua tampak sibuk mengabadikan momen menggunakan telepon genggam. Ada yang tersenyum sejak awal penampilan. Ada pula yang berdiri sejenak agar bisa merekam anaknya lebih jelas.

Beberapa kali terdengar tepuk tangan spontan dari para orang tua ketika anak-anak berhasil menyelesaikan penampilannya.

Bagi mereka, pencapaian hari itu mungkin tidak tercatat dalam angka atau nilai akademik.

Namun ada perkembangan lain yang terlihat jelas.

Kepercayaan diri.

Keberanian berbicara di depan banyak orang.

Kemampuan mengekspresikan diri.

Hal-hal seperti itu sering kali menjadi bekal penting yang akan terus dibawa anak-anak saat memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Pemkab Garut Apresiasi Konsep dan Pemanfaatan Pendopo

Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Garut.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iyan Sopiyan, menyampaikan kebanggaannya karena kegiatan pendidikan dapat memanfaatkan fasilitas milik pemerintah daerah.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya optimalisasi aset daerah sekaligus menjadi pilihan yang lebih efisien dibandingkan menyelenggarakan kegiatan di hotel.

Selain itu, ia juga mengapresiasi konsistensi Sekolah Pelangi Garut yang memiliki jenjang pendidikan lengkap mulai dari PAUD, Kelompok Bermain, TK hingga SD.

Sekolah tersebut juga dinilai memiliki kekuatan dalam penerapan pendidikan bernuansa bahasa Inggris yang terus berkembang.

Merayakan Proses, Bukan Sekadar Kelulusan

Acara pelepasan akhirnya berakhir menjelang siang.

Anak-anak turun dari panggung sambil membawa bunga dan bingkisan sederhana. Sebagian berlari kecil menghampiri orang tuanya. Sebagian lagi sibuk berfoto bersama teman dan guru.

Suasana hangat itu seolah mengingatkan bahwa pendidikan tidak selalu harus dirayakan dengan kemewahan.

Kadang-kadang, sebuah panggung sederhana sudah cukup untuk menunjukkan sejauh mana anak-anak telah bertumbuh.

Karena pada akhirnya, tujuan pendidikan bukan hanya menghasilkan siswa yang pandai menjawab soal.

Pendidikan juga membantu anak-anak menemukan keberanian untuk tampil, berbicara, dan percaya pada dirinya sendiri.

Toga bisa disimpan. Sertifikat bisa dilupakan. Namun keberanian seorang anak saat pertama kali berdiri di atas panggung akan tinggal lebih lama dalam ingatan orang tua—dan sering kali menjadi langkah kecil menuju masa depan yang besar. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi aktivitas jual beli barang bekas di pasar sebagai contoh transaksi yang dibahas dalam hukum Islam

    Bolehkah Menjual Barang Bekas? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perdagangan barang bekas semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang menjual pakaian, elektronik, hingga kendaraan yang pernah digunakan sebelumnya. Namun sebagian orang masih bertanya-tanya tentang hukum jual barang bekas dalam Islam. Apakah transaksi seperti ini diperbolehkan atau justru dilarang? Dalam fikih muamalah, jual beli barang bekas sebenarnya termasuk transaksi yang sah […]

  • Relawan Bakti BUMN 2026

    Relawan Bakti BUMN 2026 Dibuka, Siap Mengabdi dari Aceh hingga Miangas

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Program Relawan Bakti BUMN 2026 resmi dibuka dan langsung menarik perhatian banyak pegawai BUMN di berbagai daerah. Program kerelawanan nasional ini mengajak insan BUMN turun langsung ke masyarakat, terutama di wilayah kepulauan, perbatasan, hingga daerah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar. Relawan Bakti BUMN 2026 menjadi bagian dari gerakan sosial yang membawa […]

  • hadis kejujuran

    Hadis Kejujuran: Rahasia Sukses di Era Digital yang Jarang Disadari

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hadis kejujuran menjadi pedoman penting dalam kehidupan, terutama di era modern yang serba cepat dan digital. Nilai kejujuran dalam Islam, integritas, serta kepercayaan publik kini semakin diuji, baik di media sosial, bisnis online, maupun kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, memahami hadis tentang kejujuran bukan hanya penting, tetapi juga sangat relevan untuk menjaga […]

  • kasus penganiayaan Bandung

    Ibu Tiri Diduga Aniaya Balita, Polrestabes Bandung Lakukan BAP

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung menangkap ibu tiri yang diduga menganiaya balita hingga tewas di Cipadung. albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang balita berusia empat tahun bernama Raditya Allbyan Fauzan meninggal dunia di RSUD Ujungberung, Kota Bandung, dengan tubuh penuh luka lebam dan luka bakar. Polrestabes Bandung menyelidiki peristiwa itu sebagai kasus penganiayaan Bandung yang diduga dilakukan ibu tirinya di […]

  • Gedung Pentagon Amerika Serikat tampak dari udara dengan bentuk segi lima khas sebagai pusat pertahanan AS

    Analisis: Bocoran Pentagon Bisa Picu Retaknya NATO, Ini Dampaknya

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kebocoran dokumen Pentagon bocor bukan sekadar isu intelijen biasa. Di balik itu, tersimpan sinyal yang lebih dalam: perubahan arah hubungan antar sekutu Barat. Konflik Iran menjadi pemicu, tetapi dampaknya meluas hingga ke fondasi kerja sama NATO. Ini bukan hanya soal strategi militer. Ini soal kepercayaan. Dari Aliansi ke Tekanan: Pergeseran Sikap Amerika […]

  • Ilustrasi Joko Widodo dan dinamika hubungan politik dengan PDI Perjuangan menjelang kontestasi politik 2029.

    Di Balik Sindiran Djarot, Ada Pertarungan Besar Menuju 2029

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Hubungan Jokowi PDIP kembali menjadi sorotan setelah rencana safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke sejumlah daerah memicu respons dari Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat. Di tengah dinamika politik nasional, perdebatan ini tidak lagi sekadar soal kunjungan ke daerah. Banyak pihak melihatnya sebagai bagian dari pertarungan pengaruh politik […]

expand_less