Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Di Balik Sindiran Djarot, Ada Pertarungan Besar Menuju 2029

Di Balik Sindiran Djarot, Ada Pertarungan Besar Menuju 2029

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Hubungan Jokowi PDIP kembali menjadi sorotan setelah rencana safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke sejumlah daerah memicu respons dari Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat. Di tengah dinamika politik nasional, perdebatan ini tidak lagi sekadar soal kunjungan ke daerah. Banyak pihak melihatnya sebagai bagian dari pertarungan pengaruh politik yang mulai mengarah ke kontestasi 2029.

Pernyataan Djarot muncul saat PDIP menggelar pembekalan dan bimbingan teknis (bimtek) anggota fraksi DPRD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026).

Forum internal partai itu berlangsung di tengah suasana politik yang masih menyisakan tensi pasca Pilpres 2024. Meski pemilihan telah usai, hubungan antara Jokowi dan partai yang membesarkannya belum sepenuhnya kembali hangat.

Dalam kesempatan tersebut, Djarot menanggapi rencana Jokowi menemui relawan dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung.

Menurut Djarot, langkah tersebut justru membuat kader PDIP semakin solid dalam memperkuat organisasi dan turun ke masyarakat.

Namun pernyataan itu memunculkan pertanyaan yang lebih besar.

Jika Jokowi sudah tidak lagi menjabat presiden dan bukan kader PDIP, mengapa setiap langkah politiknya masih terus menjadi perhatian?

Jokowi Tidak Lagi Menjabat, Tetapi Pengaruhnya Masih Terasa

Dalam sejarah politik Indonesia modern, tidak banyak mantan presiden yang tetap memiliki jaringan relawan aktif setelah meninggalkan jabatan.

Jokowi termasuk salah satunya.

Selama dua periode memimpin Indonesia, ia membangun basis pendukung yang tidak sepenuhnya bergantung pada struktur partai. Relawan yang dulu bergerak saat Pilpres masih tersebar di berbagai daerah dan sebagian tetap aktif hingga sekarang.

Karena itu, safari politik Jokowi ke sejumlah wilayah sering dibaca lebih dari sekadar agenda silaturahmi.

Apalagi dalam beberapa kesempatan, Jokowi secara terbuka menyatakan komitmennya untuk membantu membesarkan PSI, partai yang saat ini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Di sinilah banyak pengamat melihat alasan mengapa setiap langkah Jokowi masih diperhitungkan.

Bukan karena jabatan formal yang dimilikinya, melainkan karena pengaruh sosial dan politik yang masih melekat di sebagian masyarakat.

Dari Kader Andalan Menjadi Rival Politik

Hubungan Jokowi dan PDIP pernah menjadi salah satu aliansi politik terkuat dalam dua dekade terakhir.

PDIP mengusung Jokowi sejak menjadi Wali Kota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta, hingga dua kali memenangkan pemilihan presiden.

Namun situasi berubah menjelang Pilpres 2024.

Ketika PDIP mengusung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, arah politik Jokowi dinilai tidak lagi sepenuhnya sejalan dengan keputusan partai. Situasi semakin memanas saat Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Sejak saat itu, hubungan kedua pihak memasuki fase yang berbeda.

PDIP kemudian mengambil langkah organisasi dengan memberhentikan Jokowi, Gibran, dan Bobby Nasution dari keanggotaan partai.

Keputusan tersebut menjadi penanda berakhirnya hubungan politik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Media Sosial Ikut Memanaskan Perdebatan

Di media sosial, pernyataan Djarot langsung memancing beragam tanggapan.

Sebagian pendukung PDIP menilai partai perlu fokus memperkuat struktur internal dan tidak terlalu bergantung pada figur tertentu.

Namun di sisi lain, pendukung Jokowi menganggap safari politik mantan presiden itu sebagai hal yang wajar setelah dirinya tidak lagi menjabat.

Perdebatan pun berkembang ke berbagai isu, mulai dari masa depan PSI, posisi relawan Jokowi, hingga hubungan politik antara keluarga Jokowi dan PDIP.

Meski demikian, respons publik tidak selalu berada dalam dua kutub yang saling berhadapan.

Ada pula kelompok masyarakat yang memilih melihat dinamika ini sebagai bagian dari proses politik yang biasa terjadi setelah pergantian kekuasaan.

Apakah Safari Politik Jokowi Otomatis Menguntungkan PSI?

Pertanyaan ini sering muncul dalam berbagai diskusi politik.

Namun tidak semua pihak sepakat bahwa langkah Jokowi otomatis menguntungkan PSI.

Sebagian pengamat justru menilai pengaruh politik seorang mantan presiden tidak selalu dapat ditransfer begitu saja kepada partai maupun figur lain.

Faktor struktur partai, kaderisasi, program politik, hingga dinamika daerah tetap memiliki peran besar dalam menentukan dukungan masyarakat.

Karena itu, dampak safari politik Jokowi terhadap peta politik nasional masih perlu dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Polemik yang Belum Benar-Benar Berakhir

Dalam pernyataannya, Djarot juga kembali menyinggung polemik ijazah Jokowi yang selama ini menjadi perdebatan publik.

Namun penting untuk dicatat bahwa isu tersebut masih menjadi bagian dari perdebatan yang berkembang di ruang publik dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan tanpa proses pembuktian yang sah.

Karena itu, diskusi mengenai polemik tersebut perlu ditempatkan secara proporsional dan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi.

Sementara itu, yang terlihat jelas saat ini adalah hubungan politik antara Jokowi dan PDIP masih menyisakan jarak yang cukup lebar.

Dan selama kedua pihak masih memiliki pengaruh besar dalam politik nasional, setiap pernyataan maupun langkah politik mereka kemungkinan akan terus menarik perhatian publik.

Dalam politik, yang paling berpengaruh tidak selalu mereka yang sedang memegang jabatan. Kadang justru mereka yang sudah turun dari panggung, tetapi masih mampu membuat lawan dan kawan sama-sama menoleh. Dan selama nama Jokowi masih memunculkan reaksi sebesar ini, pertarungan pengaruh menuju 2029 tampaknya belum akan benar-benar berakhir. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daging Kurban

    Terungkap! Alasan Daging Kurban Terasa Berbeda dari Hari Biasa

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu hal yang sering dirasakan banyak orang setiap Idul Adha: daging kurban terasa berbeda. Padahal bumbunya kadang sederhana. Bahkan cara memasaknya juga tidak selalu istimewa. Ada yang hanya dibakar seadanya di halaman rumah. Ada juga yang dimasak cepat karena dapur sedang penuh. Namun tetap saja rasanya seperti punya suasana sendiri. Dalam […]

  • telur balado estetik warna merah menggoda

    Cara Bikin Telur Balado Ala Restoran, Ternyata Ini Kuncinya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Belakangan ini, cara membuat telur balado gourmet ramai dibicarakan di media sosial. Banyak kreator kuliner mengubah menu sederhana ini menjadi hidangan premium dengan tampilan estetik dan rasa lebih kompleks. Bahkan, versi telur balado ala restoran, balado premium rumahan, hingga telur balado estetik viral mulai bermunculan dan menarik perhatian. Fenomena ini bukan tanpa […]

  • Suasana Balai Kota Tasikmalaya dengan spanduk kritik sebagai simbol kekecewaan publik terhadap komunikasi kepemimpinan wali kota.

    Kritik Wali Kota Tasikmalaya dan Ujian Komunikasi Publik

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepemimpinan tidak hanya diukur dari kebijakan yang tertulis, tetapi juga dari cara seorang pemimpin hadir dan merespons warganya. Di Tasikmalaya, kritik wali kota Tasikmalaya kembali mengemuka, kali ini melalui sebuah spanduk yang terpasang di area Balai Kota. Spanduk itu sederhana, namun pesannya tajam: “Wapres Datang Wali Kota Terdepan. Giliran Masyarakat Datang […]

  • Negara kecil

    Reaksi Singapura: Mandat PBB Terancam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Singapura menilai operasi AS di Venezuela mengancam mandat PBB dan meningkatkan risiko bagi negara kecil. Kebijakan Global Dipertanyakan albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura menyampaikan keprihatinan serius atas operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Bagi Singapura, tindakan sepihak tersebut bukan hanya persoalan regional, tetapi sinyal bahaya bagi masa […]

  • Santri pesantren berdiskusi dalam forum bahtsul masail dengan kitab kuning membahas hukum Islam dan persoalan modern

    Dari Pesantren, Santri Menjawab Masalah Zaman Lewat Bahtsul Masail

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Di tengah derasnya perubahan zaman, tidak semua orang tahu bahwa di ruang-ruang sederhana pesantren, para santri rutin membahas persoalan besar umat. Tradisi bahtsul masail menjadi wadah penting yang mempertemukan ilmu klasik dengan realitas modern. Melalui forum ini, bahtsul masail di pesantren tidak hanya menjadi diskusi biasa, tetapi juga ruang kajian fiqih, forum […]

  • Sate Maranggi khas Purwakarta dengan potongan daging empuk, bumbu meresap, disajikan bersama sambal oncom dan nasi hangat.

    Kenapa Sate Maranggi Rasanya Lebih Nagih? Ini Rahasianya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira Sate Maranggi hanya sate biasa tanpa bumbu kacang. Namun faktanya, justru di situlah letak rahasia terbesar yang selama ini jarang dibahas. Rasa khasnya tidak muncul dari saus tambahan, melainkan dari teknik tradisional yang hampir terlupakan. Ketika pecinta kuliner mencari Sate Maranggi asli, sate khas Purwakarta ini selalu muncul sebagai […]

expand_less