Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Dosa Dirasa Biasa, Mungkin Hati Sedang Bermasalah

Ketika Dosa Dirasa Biasa, Mungkin Hati Sedang Bermasalah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 152
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di zaman sekarang, pembahasan tentang hati mati sering terdengar seperti potongan ceramah yang lewat begitu saja di beranda media sosial. Padahal ketika kalimat Syekh Athaillah dibaca pelan-pelan, rasanya tidak nyaman juga.

Beliau berkata:

“مِنْ عَلَامَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَا فَاتَكَ مِنَ الْمُوَافَقَاتِ، وَتَرْكُ النَّدَمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُودِ الزَّلَّاتِ”
“Sebagian tanda matinya hati adalah ketika seseorang tidak merasa sedih karena kehilangan kesempatan berbuat baik dan tidak menyesal saat terjatuh dalam dosa.”

Kalimat itu pendek. Namun efeknya panjang.

Sebab hari ini banyak orang masih bisa tertawa setelah berbuat salah. Bahkan sempat mengedit videonya dulu. Diberi musik mellow. Ditambah caption sok kuat. Setelah itu diunggah sambil memantau jumlah view naik perlahan.

Yang aneh, sebagian manusia modern justru mulai merasa asing dengan suasana baik.

Bangun Subuh terasa berat.
Datang ke majelis terasa malas.
Namun scrolling video pendek sampai dua jam lewat tengah malam terasa ringan seperti tidak terjadi apa-apa.

Ketika Dosa Mulai Terasa Normal

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ

“Siapa yang merasa senang dengan amal baiknya dan sedih karena dosa-dosanya, maka ia seorang mukmin.”
(HR Ahmad)

Hadis ini sebenarnya sederhana.

Tanda iman bukan berarti manusia tanpa dosa. Bukan juga yang terlihat paling religius di depan kamera.

Namun hati yang masih hidup biasanya masih punya rasa takut ketika salah. Masih gelisah setelah maksiat. Masih merasa rugi ketika tertinggal amal baik.

Sedangkan hati yang mulai keras sering punya tanda berbeda.

Ia tidak lagi sedih ketika meninggalkan salat.
Tidak lagi merasa bersalah setelah menyakiti orang.
Tidak lagi merasa kehilangan ketika jauh dari Al-Qur’an.

Yang berbahaya kadang bukan dosa besarnya. Tapi ketika hati mulai menganggap semuanya biasa saja.

Seperti meja makan yang mulai berdebu sedikit demi sedikit. Awalnya terlihat. Lama-lama dibiarkan. Sampai akhirnya orang lupa meja itu pernah bersih.

Maksiat Sekarang Kadang Dijadikan Konten

Inilah bagian yang terasa paling getir.

Hari ini manusia bukan cuma berbuat salah. Kadang malah menayangkannya.

Ada yang sengaja memamerkan perselingkuhan demi engagement.
Ada yang membuka aib sendiri sambil tertawa.
Dan ada pula yang lebih takut kehilangan followers dibanding kehilangan rasa malu kepada Allah.

Di beberapa kafe, orang bisa duduk berjam-jam membahas saham, skincare, sampai drama artis yang bahkan tidak mengenal mereka. Namun ketika obrolan mulai menyentuh kematian, suasana tiba-tiba berubah sunyi sebentar.

Sendok kecil berhenti bergerak.
Seseorang menarik napas pelan.
Lalu topik cepat-cepat diganti.

Padahal kematian tidak pernah ikut mengganti topik.

Di sudut masjid, kadang masih ada sandal yang tertinggal setelah Subuh. Entah siapa pemiliknya. Mungkin seseorang yang sedang berusaha memperbaiki hidup diam-diam.

Ada juga orang yang spontan mengecilkan volume musik ketika azan terdengar. Meski beberapa menit kemudian diputar lagi seperti biasa. Kecil memang. Tetapi mungkin hati itu belum sepenuhnya mati.

Kisah Zaidul Khoir yang Menampar Banyak Orang

Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud ra., Zaidul Khoir datang menemui Rasulullah SAW setelah perjalanan panjang berhari-hari. Ia rela kelelahan hanya untuk menanyakan satu hal:
bagaimana tanda orang yang dicintai Allah.

Lalu Zaid berkata:

“Saya kini suka kepada amal kebaikan dan orang-orang yang melakukan amal kebaikan. Jika tertinggal dari amal itu, saya merasa menyesal dan rindu.”

Jawaban Nabi SAW terasa sangat dalam:

“Ya, itulah dia. Jika Allah tidak menyukaimu, tentu engkau akan disiapkan untuk selain itu.”

Kalimat itu seolah menjelaskan bahwa kecintaan kepada amal saleh bukan semata hasil usaha manusia. Ada pertolongan Allah di sana.

Karena itu, ketika hati mulai malas berbuat baik terus-menerus, sebenarnya ada alarm kecil yang sedang menyala.

Sayangnya banyak orang lebih cepat panik ketika baterai ponsel tinggal dua persen dibanding ketika hati mulai kehilangan rasa takut kepada dosa.

Tanda Hati Masih Hidup

Syekh Athaillah tidak sedang mengajarkan manusia menjadi malaikat.

Beliau hanya mengingatkan bahwa hati yang hidup masih bisa merasa malu. Masih bisa menyesal. Masih bisa rindu kepada kebaikan.

Kadang tandanya kecil sekali.

Tiba-tiba merasa sedih karena tertinggal salat berjamaah.
Atau mendadak tersentuh ketika mendengar ayat Al-Qur’an dari masjid kecil pinggir jalan saat lampu merah menyala.

Hal-hal seperti itu sering terlihat sepele. Namun justru di situlah hati sebenarnya masih bernapas.

Yang paling mengkhawatirkan mungkin bukan ketika manusia jatuh dalam dosa.

Tetapi ketika setelahnya ia masih bisa tertawa terlalu keras, tidur terlalu nyenyak, lalu bangun esok hari tanpa sedikit pun rasa ingin kembali kepada Allah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prancis Piala Dunia

    Prancis Menang Tipis, Aura Favorit Juara Mulai Memudar

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Timnas Prancis Piala Dunia memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 pada babak 16 besar, Minggu (5/7/2026). Pertandingan di Lincoln Financial Field, Philadelphia, yang dipimpin wasit Ilgiz Tantashev (Uzbekistan) itu ditentukan oleh gol penalti Kylian Mbappé pada menit ke-70. Hasil tersebut menjaga peluang Les […]

  • penipuan perekrutan kerja

    Rute Gelap Perekrutan: Jejak 13 Pekerja Jabar dari Janji Sawit hingga Terlantar di Kalbar

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di sebuah ruang kecil di Polda Kalimantan Barat, tiga belas wajah itu duduk menunggu kabar pemulangan. Mereka berasal dari Garut dan Tasikmalaya, dua kabupaten yang melahirkan banyak perantau muda. Perjalanan mereka menuju Kalimantan berawal dari janji yang tampak sederhana: pekerjaan sebagai buruh sawit dengan upah yang cukup untuk menutup kebutuhan keluarga. Janji […]

  • Spanyol ke Final Piala Dunia

    Spanyol Bungkam Prancis, Tiket Final Piala Dunia Diraih

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Spanyol ke Final Piala Dunia setelah menundukkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal Piala Dunia 2026. La Roja lolos ke final berkat permainan yang efektif sejak babak pertama, sementara Les Bleus gagal memanfaatkan peluang untuk membalikkan keadaan. Berdasarkan laporan pertandingan Flashscore serta statistik pertandingan, kemenangan ini mengantar Spanyol kembali tampil di […]

  • pemalsuan produk

    Polres Tasikmalaya Bongkar Pemalsuan Produk Pangan di Dua Gudang

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya mengungkap pemalsuan produk tepung dan penyedap yang merugikan konsumen. albadarpost.com, LENSA – Polres Tasikmalaya Kota mengungkap praktik pemalsuan produk yang menempatkan konsumen pada risiko dan merusak pasar. Kepolisian menangkap seorang warga Kota Tasikmalaya yang diduga mengemas ulang tepung terigu dan penyedap rasa murah ke dalam kemasan premium. Kasus ini penting karena menyangkut keamanan […]

  • Gardu Meledak

    Ledakan Gardu Listrik Gegerkan Awipari, Api Sembur ke Udara

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gardu meledak di kawasan Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Sabtu (6/6/2026) malam, membuat suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan dalam hitungan detik. Ledakan gardu listrik itu disertai kobaran api yang menyembur ke udara dan percikan cahaya terang yang terlihat dari kejauhan. Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.55 WIB di Jalan KH […]

  • Cek Kesehatan Gratis

    Obesitas dan Hipertensi Dominasi Cek Kesehatan Gratis Kabupaten Cirebon

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Obesitas dan hipertensi mendominasi Cek Kesehatan Gratis di Cirebon. Dinkes memperluas layanan untuk deteksi dini PTM. albadarpost.com, LENSA – Obesitas dan hipertensi masih mendominasi hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon sepanjang 2025. Temuan ini memberi gambaran nyata tentang ancaman penyakit tidak menular di wilayah dengan populasi produktif yang besar. Dinas […]

expand_less