RS JHC Tasikmalaya Berhasil Lakukan Ablasi Jantung Perdana
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

RS JHC Tasik, lakukan Ablasi Jantung Pertama di Priangan Timur, Rabu(8/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ablasi jantung Tasikmalaya kini resmi tersedia di RS JHC Tasikmalaya. Rumah sakit tersebut berhasil melaksanakan layanan ablasi jantung pertama di wilayah Priangan Timur melalui program bakti sosial pada Rabu (8/7/2026). Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pelayanan kesehatan jantung karena masyarakat yang mengalami gangguan irama jantung tidak lagi harus menjalani pengobatan ke Bandung, Jakarta, maupun Surabaya.
Direktur RS JHC Tasikmalaya, dr. H. Idrus Dilawar, MARS, mengatakan tim medis berhasil menangani dua pasien yang mengalami Supraventricular Tachycardia (SVT), yaitu kondisi ketika jantung berdetak terlalu cepat dan tidak teratur.
“Kedua pasien berhasil menjalani tindakan ablasi jantung dan saat ini berada dalam kondisi stabil serta masih menjalani perawatan rawat inap,” ujarnya.
Ablasi Jantung Jadi Solusi Gangguan Irama Jantung
Idrus menjelaskan, aritmia merupakan gangguan pada irama jantung yang menyebabkan detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari dada berdebar, pusing, sesak napas, mudah lelah, hingga kehilangan kesadaran.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh menganggap remeh gejala tersebut karena aritmia yang tidak segera ditangani dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk stroke dan gagal jantung.
Karena itu, kehadiran layanan ablasi jantung di Tasikmalaya menjadi solusi penting bagi masyarakat Priangan Timur agar memperoleh penanganan lebih cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit di kota besar.
Prosedur Minimal Invasif dengan Tingkat Keberhasilan Tinggi
Idrus menjelaskan, ablasi jantung merupakan prosedur minimal invasif yang tidak memerlukan operasi terbuka. Dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju jantung untuk mengidentifikasi sekaligus menghentikan sumber gangguan irama jantung.
Teknik tersebut memungkinkan pasien memperoleh penanganan yang lebih efektif dengan waktu pemulihan yang relatif lebih singkat dibandingkan tindakan bedah konvensional.
Selama ini, keterbatasan fasilitas membuat banyak pasien dari wilayah Priangan Timur harus menjalani rujukan ke Bandung, Jakarta, atau Surabaya untuk mendapatkan layanan serupa.
Kini, dengan hadirnya fasilitas tersebut di RS JHC Tasikmalaya, akses pelayanan kesehatan jantung menjadi jauh lebih dekat dan efisien bagi masyarakat.
Didukung Tim Cath Lab Berpengalaman
Keberhasilan tindakan ini didukung fasilitas Cath Lab RS JHC Tasikmalaya dan tim medis yang dipimpin dr. Irnizarifka, Sp.JP, Subsp.Ar(K), bersama perawat berpengalaman.
Kolaborasi tersebut memastikan setiap tahapan tindakan berlangsung sesuai standar keselamatan pasien dan prosedur medis yang berlaku.
Perluas Akses Layanan Jantung untuk Priangan Timur
Idrus berharap layanan ablasi jantung dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang mengalami gangguan irama jantung sehingga mereka memperoleh diagnosis dan terapi lebih cepat.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat dengan gangguan irama jantung yang mendapatkan penanganan tepat dan cepat sehingga terhindar dari komplikasi dan dapat kembali beraktivitas. Dengan adanya layanan ini, warga tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim medis yang telah mempersiapkan layanan tersebut, termasuk media yang membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, kehadiran layanan ablasi jantung menjadi bagian dari komitmen RS JHC Tasikmalaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan spesialistik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap teknologi medis modern di wilayah Priangan Timur.
Dengan layanan ini, masyarakat kini memiliki pilihan pengobatan yang lebih dekat, cepat, dan efisien tanpa harus meninggalkan daerah hanya untuk memperoleh tindakan medis yang sebelumnya hanya tersedia di kota-kota besar.
Ketika teknologi medis hadir lebih dekat dengan masyarakat, harapan hidup pun ikut mendekat. Kini, jantung yang kembali berdetak normal menjadi bukti bahwa layanan kesehatan berkualitas tidak harus selalu dicari jauh dari rumah. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar