Korsleting Diduga Jadi Pemicu, Toko Elektronik di Tamansari Ludes Terbakar
- account_circle redaktur
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi korsleting listrik.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran toko elektronik kembali terjadi di Kota Tasikmalaya. Kali ini, sebuah ruko milik Bapak Deni di Jalan Letjen Mashudi, Babakan Jati, Kelurahan Mulyasari RT 04/02, Kecamatan Tamansari, ludes dilalap api pada Minggu dini hari, 24 Mei 2026. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang memicu kobaran api secara perlahan tanpa disadari penghuni sekitar.
Peristiwa kebakaran toko elektronik itu bermula dari suara letupan keras sekitar pukul 05.00 WIB. Namun sebagian warga mengira suara tersebut hanyalah bunyi biasa sehingga tidak menaruh curiga. Api diduga mulai merayap dari bagian dalam ruko sebelum akhirnya membesar dan memunculkan asap tebal.
Sekitar pukul 06.35 WIB, Roqiq Nurrahman yang sedang berolahraga melihat kepulan asap hitam membumbung dari bangunan toko. Tanpa menunggu lama, ia langsung menghubungi Damkar Kota Tasikmalaya.
Dan beberapa menit kemudian suasana berubah panik.
Damkar Bergerak Cepat ke Lokasi Kebakaran
Mendapat laporan masuk, Regu 2 Damkar Kota Tasikmalaya langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 06.39 WIB. Petugas tiba di lokasi pukul 06.48 WIB dengan waktu respons sekitar 18 menit karena jarak tempuh menuju lokasi cukup jauh.
Setiba di tempat kejadian perkara, petugas langsung membuka akses pemadaman dan menghajar kobaran api yang sudah melalap sebagian besar area toko berukuran 5×9 meter persegi.
Suara sirene mobil pemadam sempat memecah suasana pagi di kawasan Babakan Jati. Beberapa warga terlihat berdiri di pinggir jalan sambil memperhatikan proses pemadaman. Sebagian lainnya sibuk merekam kobaran api menggunakan telepon genggam.
Di dekat lokasi, aroma kabel terbakar masih terasa cukup menyengat.

Petugas Damkar Kota Tasikmalaya memadamkan kebakaran toko elektronik di Tamansari yang diduga dipicu korsleting listrik, Minggu (24/5/2026).
Api Hanguskan Barang Elektronik dan Perabot Toko
Petugas mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 06.50 WIB. Kobaran api baru berhasil dikendalikan pada pukul 07.35 WIB sebelum proses pendinginan diselesaikan pukul 07.50 WIB setelah dipastikan tidak ada bara tersisa.
Kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan kategori sedang. Bagian depan dan belakang ruko mengalami kerusakan cukup parah. Sementara itu, bangunan di sisi kiri dan kanan berhasil diselamatkan sehingga api tidak merembet lebih luas.
Seluruh aset elektronik, barang dagangan, hingga perabot toko dilaporkan habis terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta.
Beberapa rak besi terlihat menghitam setelah api berhasil dipadamkan. Kaca etalase pecah berserakan di bagian depan toko, sementara sisa kabel dan komponen elektronik tampak menumpuk di lantai dalam kondisi hangus.
Suasananya memang membuat hati miris.
Korsleting Kecil Bisa Berujung Bencana Besar
Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bahwa korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran bangunan usaha maupun rumah tinggal.
Tidak sedikit pemilik usaha yang sering menganggap sepele kondisi instalasi listrik. Padahal kabel yang mulai aus, sambungan bertumpuk, atau colokan berlebihan dapat memicu percikan api kapan saja.
Hal kecil seperti itu justru sering luput diperhatikan.
Damkar Kota Tasikmalaya kembali mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik secara berkala. Selain itu, pemilik bangunan juga diminta memastikan penggunaan perangkat elektronik tetap aman, terutama pada malam hingga dini hari saat aktivitas pengawasan mulai berkurang.
Tidak semua tanda korsleting muncul secara jelas. Kadang hanya berupa suara letupan kecil, bau kabel terbakar, atau lampu yang berkedip sesaat. Namun jika diabaikan, kondisi itu bisa berubah menjadi kebakaran besar dalam hitungan menit.
Damkar Ingatkan Warga Lebih Waspada
Kecepatan Regu 2 Damkar dalam mengendalikan api membuat bangunan di sekitar lokasi berhasil diselamatkan. Jika api terlambat ditangani, kebakaran berpotensi merembet ke bangunan lain di kawasan padat permukiman tersebut.
Peristiwa di Tamansari menjadi alarm keras bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap keselamatan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.
Sebab kebakaran sering datang tanpa aba-aba panjang.
Kadang hanya dimulai dari satu percikan kecil yang dianggap biasa, lalu berubah menjadi api besar yang melahap seluruh hasil kerja bertahun-tahun.
Api tidak selalu datang dengan ledakan besar. Kadang ia hanya muncul dari kabel kecil yang dibiarkan terlalu lama — lalu menghanguskan semua yang pernah susah payah dibangun. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar