Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Surat Al-Jumu’ah: Saat Dagangan Mengalahkan Khutbah

Surat Al-Jumu’ah: Saat Dagangan Mengalahkan Khutbah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Tidak banyak yang mengetahui bahwa Asbabun Nuzul Surat Al-Jumu’ah berawal dari sebuah peristiwa yang sangat manusiawi. Saat Rasulullah ﷺ sedang menyampaikan khutbah Jumat, sebagian jamaah justru meninggalkan masjid demi menyambut rombongan dagang yang baru tiba di Madinah.

Kisah turunnya Surat Al-Jumu’ah ini bukan sekadar catatan sejarah Islam. Di baliknya terdapat pelajaran besar tentang bagaimana manusia sering kali lebih mudah terpikat oleh sesuatu yang terlihat menguntungkan di depan mata.

Dan ternyata, ujian itu masih ada sampai hari ini.

Saat Khutbah Berlangsung, Kafilah Dagang Datang

Peristiwa tersebut terjadi ketika Rasulullah ﷺ sedang berdiri menyampaikan khutbah Jumat.

Tiba-tiba terdengar kabar bahwa rombongan dagang dari Syam memasuki Madinah. Saat itu, kedatangan kafilah bukan peristiwa biasa. Mereka membawa bahan makanan, kebutuhan rumah tangga, kain, dan berbagai barang yang sulit didapat setiap hari.

Sebagian masyarakat langsung bergerak menuju pasar.

Mereka keluar dari masjid.

Cepat sekali.

Menurut riwayat dari Jabir bin Abdullah ra., hanya sekitar dua belas sahabat yang tetap bertahan bersama Rasulullah ﷺ hingga khutbah selesai.

Lalu Allah menurunkan firman-Nya:

“Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan, dan Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.”

(QS. Al-Jumu’ah: 11)

Ayat ini bukan sekadar teguran untuk generasi sahabat. Ayat ini juga berbicara kepada manusia di setiap zaman.

Kafilah Dagang Itu Mungkin Sudah Berubah Bentuk

Di banyak masjid kampung hari ini, masih terlihat jamaah yang datang beberapa menit sebelum khutbah dimulai sambil menyelipkan ponsel ke saku baju koko. Ada pula yang baru mematikan notifikasi grup WhatsApp ketika khatib sudah naik ke mimbar.

Kadang terdengar bunyi getaran ponsel yang terlambat disenyapkan.

Kadang cuma sebentar.

Namun cukup untuk mengalihkan perhatian.

Di beberapa masjid, kipas angin tua masih berputar pelan di langit-langit. Sementara itu, jamaah duduk berbaris dengan peci hitam dan sajadah yang mulai kusam karena sering digunakan. Sebagian menatap khatib. Sebagian lagi sesekali melirik layar ponsel sebelum akhirnya memasukkannya kembali ke saku.

Pemandangan seperti itu tidak sulit ditemukan.

Karena manusia memang mudah terdistraksi.

Kalau dahulu yang memanggil adalah suara penanda kedatangan kafilah dagang, sekarang yang memanggil bisa berupa notifikasi marketplace, pesan pekerjaan, atau video yang tiba-tiba muncul di layar telepon genggam.

Bentuknya berubah.

Ujiannya tetap sama.

Allah Tidak Melarang Mencari Rezeki

Menariknya, Allah tidak melarang umat Islam berdagang.

Bahkan setelah Salat Jumat selesai, Allah memerintahkan manusia kembali bekerja dan mencari karunia-Nya.

Allah berfirman:

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”

(QS. Al-Jumu’ah: 10)

Karena itu, masalahnya bukan pada perdagangan.

Bukan pula pada pekerjaan.

Masalahnya ada pada prioritas.

Mana yang harus didahulukan.

Dan mana yang bisa menunggu.

Kadang manusia tidak meninggalkan ibadah karena membenci ibadah itu sendiri. Ia hanya merasa urusan yang sedang dihadapinya lebih mendesak.

Padahal belum tentu demikian.

Fragmen Kecil yang Sering Terjadi Setiap Jumat

Menjelang azan Jumat, tidak sedikit pedagang yang masih melayani pembeli terakhir sambil sesekali melihat jam dinding. Mereka ingin segera berangkat ke masjid, tetapi juga tidak ingin mengecewakan pelanggan yang baru datang.

Di media sosial, ada pula yang sengaja mengaktifkan mode senyap setiap Jumat siang agar bisa fokus mendengarkan khutbah. Sebagian mengaku baru menyadari kebiasaan memeriksa ponsel setelah beberapa kali merasa tidak ingat isi khutbah yang baru saja didengar.

Hal-hal kecil seperti itu tampak sederhana.

Namun sering kali dari situlah perhatian manusia bergeser sedikit demi sedikit.

Anehnya, manusia sering khawatir kehilangan peluang dunia yang belum tentu datang dua kali. Namun pada saat yang sama, ia jarang merasa khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan ilmu dan pahala dari satu khutbah Jumat.

Padahal keduanya sama-sama berharga.

Bahkan mungkin tidak sebanding.

Pesan Surat Al-Jumu’ah untuk Zaman Modern

Asbabun Nuzul Surat Al-Jumu’ah mengajarkan bahwa ujian terbesar manusia tidak selalu datang dalam bentuk musibah.

Kadang justru datang dalam bentuk kesempatan.

Peluang bisnis.

Promosi jabatan.

Pesan yang dianggap penting.

Atau notifikasi yang terasa harus segera dibuka.

Semua tampak baik.

Semua tampak mendesak.

Namun tidak semuanya harus didahulukan.

Para sahabat yang meninggalkan khutbah saat itu akhirnya diingatkan langsung oleh wahyu. Sedangkan kita hari ini membaca kisah mereka agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam bentuk yang berbeda.

Hari ini mungkin tidak ada lagi kafilah dagang yang memasuki Madinah.

Tetapi ada banyak hal lain yang terus mengetuk perhatian manusia setiap hari.

Pertanyaannya bukan apakah gangguan itu ada.

Pertanyaannya adalah apakah hati kita masih mampu memilih Allah ketika dunia sedang memanggil lebih keras.

Karena sering kali yang menjauhkan manusia dari ibadah bukan kebencian kepada Allah.

Melainkan kesibukan yang dianggap terlalu penting untuk ditinggalkan beberapa saat.

Dulu sebagian jamaah meninggalkan Nabi demi mengejar kafilah dagang. Hari ini banyak orang meninggalkan kekhusyukan demi mengejar notifikasi. Zaman berubah, teknologinya berubah, tetapi satu pertanyaan dari Surat Al-Jumu’ah tetap menggema: ketika Allah memanggil, siapa yang sebenarnya sedang kita dahulukan? (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persib Bandung vs Persik Kediri Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dengan statistik performa kedua tim.

    Prediksi Persib vs Persik: Mampukah Persik Kediri Kejutkan Liga 1?

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pertandingan prediksi Persib vs Persik menjadi sorotan menjelang duel panas Persib Bandung melawan Persik Kediri di Liga 1. Banyak pengamat menilai laga ini berat bagi Persik, sebab Persib Bandung tengah tampil dominan. Prediksi Persib vs Persik juga ramai diperbincangkan karena performa kedua tim menunjukkan perbedaan mencolok dalam beberapa pekan terakhir. Selain […]

  • regulasi kuota haji Indonesia

    Kasus Yaqut: Ujian Serius Regulasi Haji Indonesia

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kasus kuota haji Yaqut membuka momentum reformasi regulasi dan tata kelola haji Indonesia agar lebih adil dan transparan. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penetapan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam dugaan korupsi kuota haji bukan sekadar perkara hukum individu. Kasus ini membuka kembali diskursus lama tentang regulasi kuota haji Indonesia, tata kelola penyelenggaraan […]

  • Petugas menghentikan pengendara yang menerobos jalur pelari QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026 di Tasikmalaya.

    Chaos di QRIS UTHM 2026, Pelari 21K Kehilangan Momentum

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026 yang semula tertib mendadak berubah tegang pada Minggu pagi, 10 Mei 2026. Ratusan pelari yang sedang memasuki ritme terbaiknya tiba-tiba harus mengerem langkah. Beberapa bahkan berhenti mendadak di persimpangan setelah kendaraan nekat menerobos jalur steril lomba. Di lokasi, petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Satlantas, […]

  • potensi wakaf

    Ma’ruf Amin Soroti Tata Kelola Wakaf yang Lemah dan Dampaknya bagi Publik

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Potensi wakaf Indonesia dinilai belum optimal karena lemahnya tata kelola dan literasi publik. albadarpost.com, HIKMAH – Indonesia memiliki potensi wakaf besar, namun pemanfaatannya masih jauh dari memadai. Pernyataan itu disampaikan Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, yang menilai pengelolaan wakaf belum tersusun secara rapi sehingga manfaat ekonominya tidak mengalir optimal ke masyarakat. Situasi ini penting […]

  • Klinik Paru Garut

    Kasus TBC Garut Tinggi, Klinik Rotinsulu Siap Ekspansi

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penyakit paru, khususnya Tuberkulosis (TBC), masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Garut. Di tengah tingginya angka pasien paru setiap tahun, rencana penguatan layanan Klinik Paru Garut melalui pengembangan Klinik Utama Dr. H. A. Rotinsulu mulai mendapat sorotan publik. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bahkan menyambut langsung kunjungan Direktur Utama Rumah […]

  • gaji caregiver Singapura

    Intip Gaji Caregiver di Singapura

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peluang kerja luar negeri kembali terbuka bagi lulusan SMA dan SMK. Salah satu sektor yang kini banyak dilirik adalah caregiver di Singapura. Informasi ini menjadi perhatian karena gaji caregiver Singapura dinilai kompetitif dan proses rekrutmennya dilakukan secara resmi. Bagi pencari kerja dengan pendidikan menengah, kesempatan ini memberi harapan baru. Tidak hanya […]

expand_less