Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Alam Adalah Kegelapan, Mengapa Hati Tetap Buta?

Alam Adalah Kegelapan, Mengapa Hati Tetap Buta?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHAlam adalah kegelapan. Kalimat ini mungkin terdengar mengejutkan. Bukankah setiap hari mata menyaksikan cahaya matahari, gemerlap kota, serta keindahan pegunungan dan lautan? Namun, Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari melalui Kitab Al-Hikam justru mengajak manusia melihat lebih dalam. Menurut beliau, hakikat alam tidak memiliki cahaya dari dirinya sendiri. Seluruh keberadaan memperoleh makna dan kehidupan karena cahaya Allah, bukan karena kekuatan makhluk.

Di tengah kemajuan teknologi, manusia semakin mudah mengukur pencapaian dunia. Nilai investasi, jumlah pengikut media sosial, hingga karier menjadi indikator keberhasilan. Di sisi lain, ruang untuk merenungkan hubungan dengan Allah sering kali semakin sempit. Fenomena inilah yang membuat hikmah Al-Hikam tetap relevan hingga hari ini.

Hikmah Al-Hikam: Cahaya Alam Berasal dari Allah

Syekh Ibnu Athaillah menulis sebuah hikmah yang sangat masyhur:

اَلْكَوْنُ كُلُّهُ ظُلْمَةٌ، وَإِنَّمَا أَنَارَهُ ظُهُورُ الْحَقِّ فِيهِ، فَمَنْ رَأَى الْكَوْنَ وَلَمْ يَشْهَدْهُ فِيهِ أَوْ عِنْدَهُ أَوْ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ، فَقَدْ أَعْوَزَهُ وُجُودُ الْأَنْوَارِ، وَحُجِبَتْ عَنْهُ شُمُوسُ الْمَعَارِفِ بِسُحُبِ الْآثَارِ.

Artinya:

“Seluruh alam adalah kegelapan. Yang meneranginya hanyalah tampaknya Al-Haqq (Allah) padanya. Barang siapa melihat alam tetapi tidak menyaksikan Allah di dalamnya, di sisinya, sebelumnya, maupun sesudahnya, maka ia kehilangan cahaya. Matahari-matahari makrifat pun tertutup darinya oleh awan-awan bekas ciptaan.”

Hikmah tersebut tidak mengajarkan manusia menjauhi dunia. Sebaliknya, Ibnu Athaillah mengingatkan agar manusia tidak berhenti pada keindahan ciptaan, tetapi melanjutkan pandangannya kepada Sang Pencipta.

Dalam tradisi tasawuf Ahlusunah, seluruh makhluk dipandang sebagai ayat-ayat kauniyah, yakni tanda-tanda yang mengarahkan hati untuk mengenal Allah, bukan tujuan akhir yang layak dipuja.

Ketika Sebab Dianggap Segalanya

Tidak sedikit orang bekerja keras demi keluarga, mengejar pendidikan tinggi, atau membangun usaha. Semua itu merupakan ikhtiar yang dianjurkan Islam. Namun persoalan muncul ketika hati menggantungkan harapan sepenuhnya kepada sebab, lalu melupakan Dzat yang menciptakan sebab tersebut.

Rumah dapat memberi kenyamanan, tetapi bukan sumber ketenteraman.

Harta dapat memenuhi kebutuhan, tetapi bukan pencipta rezeki.

Manusia dapat menolong, tetapi bukan pemilik pertolongan.

Allah SWT berfirman:

فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ

“Ke mana pun kamu menghadap, di situlah (tanda-tanda kebesaran) Allah.” (QS. Al-Baqarah: 115).

Ayat ini mengajarkan bahwa alam semesta menyimpan jejak kekuasaan Allah. Oleh sebab itu, seorang mukmin memandang dunia sebagai jalan menuju pengenalan kepada-Nya.

Makrifat Tidak Lahir dari Mata, Melainkan Hati

Di era digital, manusia mampu mengetahui berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Namun pengetahuan tidak selalu berbanding lurus dengan kebijaksanaan.

Seseorang mungkin mengetahui banyak hal tentang dunia, tetapi belum tentu mengenal Tuhannya dengan baik.

Karena itu, para ulama tasawuf menekankan pentingnya membersihkan hati. Hati yang bersih lebih mudah menangkap hikmah di balik setiap peristiwa, baik ketika menerima nikmat maupun menghadapi ujian.

Allah SWT berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Ketenangan sejati tidak lahir semata-mata dari keberlimpahan materi, melainkan dari kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Amal Membuka Pintu Ilmu

Dalam literatur tasawuf juga dikenal sebuah riwayat yang populer:

مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ وَرَّثَهُ اللَّهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya:

“Barang siapa mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya, Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya.”

Riwayat ini banyak dikutip para ulama sebagai motivasi untuk mengamalkan ilmu. Namun demikian, para ahli hadis berbeda pendapat mengenai kekuatan sanadnya. Oleh karena itu, lebih tepat memahaminya sebagai nasihat yang masyhur di kalangan ulama, bukan sebagai hadis sahih yang disepakati.

Jangan Berhenti Mengagumi Ciptaan

Setiap bunga menunjukkan keindahan Penciptanya.

Setiap rezeki mengingatkan adanya Ar-Razzāq.

Dan setiap napas menjadi bukti kasih sayang Allah.

Semakin seseorang mengenal Allah, semakin ia memandang dunia secara proporsional. Ia tetap bekerja, berikhtiar, dan membangun kehidupan. Namun seluruh usahanya bermuara kepada Allah, bukan kepada dunia itu sendiri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.” (HR. Bukhari).

Hadis ini mengingatkan bahwa dunia merupakan tempat singgah, bukan tujuan akhir perjalanan manusia.

Kemajuan zaman menghadirkan banyak kemudahan. Namun di saat yang sama, manusia perlu menjaga agar hati tidak larut dalam pesona dunia hingga melupakan sumber segala cahaya.

Sebagaimana diingatkan Syekh Ibnu Athaillah, alam tidak memiliki cahaya dari dirinya sendiri. Cahaya itu berasal dari Allah. Karena itu, semakin dalam seseorang mengenal Tuhannya, semakin bijaksana pula ia memandang dunia.

Jangan sampai mata terpukau oleh terang dunia, sementara hati kehilangan Cahaya yang menerangi kehidupan. Sebab, dunia hanya memantulkan sinar, sedangkan Allah adalah sumber segala cahaya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penebangan ilegal hutan

    Perkara Penebangan Ilegal Hutan: Apa Arti Putusan MA bagi Warga

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Perspektif: Putusan MA soal penebangan ilegal hutan menguji konsistensi negara melindungi lingkungan dan kepentingan publik. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang memenjarakan pelaku penebangan ilegal di kawasan hutan lindung kembali menempatkan hukum kehutanan pada titik krusial: seberapa jauh negara konsisten melindungi hutan dari ekspansi perkebunan. Perkara ini penting bukan hanya karena ada vonis pidana, […]

  • Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan menjelaskan pencairan TPP ASN Tasikmalaya yang disebut sudah dibayarkan namun masih terkendala administrasi dinas.

    Bikin Tenang! Ini Penjelasan Wali Kota Soal TPP ASN Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu TPP ASN Tasikmalaya atau tunjangan penghasilan pegawai kembali menjadi sorotan setelah sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mengeluhkan keterlambatan pencairan. Di tengah ramai pertanyaan soal TPP pegawai Pemkot Tasikmalaya, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan akhirnya memberikan penjelasan langsung yang cukup menenangkan sekaligus membuka fakta baru terkait alur pencairan insentif tersebut. […]

  • dropship halal

    Apakah Dropship Halal dalam Islam? Simak Hukumnya

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bisnis online terus berkembang pesat. Salah satu model usaha yang populer saat ini adalah dropshipping. Namun banyak orang masih bertanya, apakah dropship halal dalam Islam? Pertanyaan tentang dropship halal, hukum dropship dalam Islam, serta bisnis dropship menurut syariah semakin sering dicari di internet. Dropship merupakan sistem penjualan di mana seseorang menawarkan produk […]

  • Puasa 1 Muharram

    Bolehkah Puasa 1 Muharram? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Puasa 1 Muharram menjadi salah satu amalan yang banyak dicari umat Islam saat memasuki Tahun Baru Islam. Selain dikenal sebagai puasa awal Muharram, ibadah ini juga sering dikaitkan dengan semangat hijrah dan upaya memperbanyak amal saleh pada bulan yang dimuliakan Allah SWT. Meski perhatian masyarakat sering tertuju pada Puasa Asyura dan Tasu’a, […]

  • Penghulu Nikah

    Penghulu Nikah, Ini Peran Pentingnya

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Gedung resepsi bisa dipilih jauh-jauh hari. Dekorasi, katering, hingga gaun pengantin sering menjadi perhatian utama calon mempelai. Namun, di balik semua persiapan itu, masih banyak pasangan yang belum memahami peran penghulu nikah. Padahal, kehadiran penghulu saat akad nikah dan pencatatan nikah menjadi penentu apakah sebuah pernikahan memperoleh pengakuan penuh, baik menurut syariat […]

  • Hari Jumat

    Hari Jumat Sebagai Titik Disiplin Ibadah

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hari Jumat kembali diingatkan para ulama sebagai hari yang menentukan arah ibadah dan kesadaran umat Islam. Jumat bukan sekadar rutinitas mingguan, tetapi momentum disiplin spiritual yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan moral masyarakat. Penegasan ini muncul di tengah kecenderungan sebagian umat yang memandang Jumat sebatas kewajiban formal. Padahal, dalam ajaran Islam, […]

expand_less