Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Alam Adalah Kegelapan, Mengapa Hati Tetap Buta?

Alam Adalah Kegelapan, Mengapa Hati Tetap Buta?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHAlam adalah kegelapan. Kalimat ini mungkin terdengar mengejutkan. Bukankah setiap hari mata menyaksikan cahaya matahari, gemerlap kota, serta keindahan pegunungan dan lautan? Namun, Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari melalui Kitab Al-Hikam justru mengajak manusia melihat lebih dalam. Menurut beliau, hakikat alam tidak memiliki cahaya dari dirinya sendiri. Seluruh keberadaan memperoleh makna dan kehidupan karena cahaya Allah, bukan karena kekuatan makhluk.

Di tengah kemajuan teknologi, manusia semakin mudah mengukur pencapaian dunia. Nilai investasi, jumlah pengikut media sosial, hingga karier menjadi indikator keberhasilan. Di sisi lain, ruang untuk merenungkan hubungan dengan Allah sering kali semakin sempit. Fenomena inilah yang membuat hikmah Al-Hikam tetap relevan hingga hari ini.

Hikmah Al-Hikam: Cahaya Alam Berasal dari Allah

Syekh Ibnu Athaillah menulis sebuah hikmah yang sangat masyhur:

اَلْكَوْنُ كُلُّهُ ظُلْمَةٌ، وَإِنَّمَا أَنَارَهُ ظُهُورُ الْحَقِّ فِيهِ، فَمَنْ رَأَى الْكَوْنَ وَلَمْ يَشْهَدْهُ فِيهِ أَوْ عِنْدَهُ أَوْ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ، فَقَدْ أَعْوَزَهُ وُجُودُ الْأَنْوَارِ، وَحُجِبَتْ عَنْهُ شُمُوسُ الْمَعَارِفِ بِسُحُبِ الْآثَارِ.

Artinya:

“Seluruh alam adalah kegelapan. Yang meneranginya hanyalah tampaknya Al-Haqq (Allah) padanya. Barang siapa melihat alam tetapi tidak menyaksikan Allah di dalamnya, di sisinya, sebelumnya, maupun sesudahnya, maka ia kehilangan cahaya. Matahari-matahari makrifat pun tertutup darinya oleh awan-awan bekas ciptaan.”

Hikmah tersebut tidak mengajarkan manusia menjauhi dunia. Sebaliknya, Ibnu Athaillah mengingatkan agar manusia tidak berhenti pada keindahan ciptaan, tetapi melanjutkan pandangannya kepada Sang Pencipta.

Dalam tradisi tasawuf Ahlusunah, seluruh makhluk dipandang sebagai ayat-ayat kauniyah, yakni tanda-tanda yang mengarahkan hati untuk mengenal Allah, bukan tujuan akhir yang layak dipuja.

Ketika Sebab Dianggap Segalanya

Tidak sedikit orang bekerja keras demi keluarga, mengejar pendidikan tinggi, atau membangun usaha. Semua itu merupakan ikhtiar yang dianjurkan Islam. Namun persoalan muncul ketika hati menggantungkan harapan sepenuhnya kepada sebab, lalu melupakan Dzat yang menciptakan sebab tersebut.

Rumah dapat memberi kenyamanan, tetapi bukan sumber ketenteraman.

Harta dapat memenuhi kebutuhan, tetapi bukan pencipta rezeki.

Manusia dapat menolong, tetapi bukan pemilik pertolongan.

Allah SWT berfirman:

فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ

“Ke mana pun kamu menghadap, di situlah (tanda-tanda kebesaran) Allah.” (QS. Al-Baqarah: 115).

Ayat ini mengajarkan bahwa alam semesta menyimpan jejak kekuasaan Allah. Oleh sebab itu, seorang mukmin memandang dunia sebagai jalan menuju pengenalan kepada-Nya.

Makrifat Tidak Lahir dari Mata, Melainkan Hati

Di era digital, manusia mampu mengetahui berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Namun pengetahuan tidak selalu berbanding lurus dengan kebijaksanaan.

Seseorang mungkin mengetahui banyak hal tentang dunia, tetapi belum tentu mengenal Tuhannya dengan baik.

Karena itu, para ulama tasawuf menekankan pentingnya membersihkan hati. Hati yang bersih lebih mudah menangkap hikmah di balik setiap peristiwa, baik ketika menerima nikmat maupun menghadapi ujian.

Allah SWT berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Ketenangan sejati tidak lahir semata-mata dari keberlimpahan materi, melainkan dari kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Amal Membuka Pintu Ilmu

Dalam literatur tasawuf juga dikenal sebuah riwayat yang populer:

مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ وَرَّثَهُ اللَّهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya:

“Barang siapa mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya, Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya.”

Riwayat ini banyak dikutip para ulama sebagai motivasi untuk mengamalkan ilmu. Namun demikian, para ahli hadis berbeda pendapat mengenai kekuatan sanadnya. Oleh karena itu, lebih tepat memahaminya sebagai nasihat yang masyhur di kalangan ulama, bukan sebagai hadis sahih yang disepakati.

Jangan Berhenti Mengagumi Ciptaan

Setiap bunga menunjukkan keindahan Penciptanya.

Setiap rezeki mengingatkan adanya Ar-Razzāq.

Dan setiap napas menjadi bukti kasih sayang Allah.

Semakin seseorang mengenal Allah, semakin ia memandang dunia secara proporsional. Ia tetap bekerja, berikhtiar, dan membangun kehidupan. Namun seluruh usahanya bermuara kepada Allah, bukan kepada dunia itu sendiri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.” (HR. Bukhari).

Hadis ini mengingatkan bahwa dunia merupakan tempat singgah, bukan tujuan akhir perjalanan manusia.

Kemajuan zaman menghadirkan banyak kemudahan. Namun di saat yang sama, manusia perlu menjaga agar hati tidak larut dalam pesona dunia hingga melupakan sumber segala cahaya.

Sebagaimana diingatkan Syekh Ibnu Athaillah, alam tidak memiliki cahaya dari dirinya sendiri. Cahaya itu berasal dari Allah. Karena itu, semakin dalam seseorang mengenal Tuhannya, semakin bijaksana pula ia memandang dunia.

Jangan sampai mata terpukau oleh terang dunia, sementara hati kehilangan Cahaya yang menerangi kehidupan. Sebab, dunia hanya memantulkan sinar, sedangkan Allah adalah sumber segala cahaya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi gedung pemerintahan daerah dengan bayangan borgol dan dokumen anggaran, menggambarkan dugaan penyalahgunaan anggaran.

    Dugaan Penyalahgunaan Anggaran: Saatnya Aparat Bertindak Tegas

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu dugaan penyalahgunaan anggaran di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Sejumlah temuan yang beredar di ruang publik memunculkan pertanyaan serius tentang komitmen penegakan hukum di daerah. Ketika indikasi penyimpangan muncul berulang, publik tentu berharap aparat bergerak cepat dan transparan. Namun demikian, yang terjadi justru memunculkan kesan pembiaran. Karena itu, kepercayaan masyarakat […]

  • Jalur Gentong

    Polres Tasikmalaya Kota Perketat Jalur Gentong Saat Nataru

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya Kota memperkuat pengamanan Jalur Gentong untuk mencegah macet dan kecelakaan Nataru. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota memperketat pengamanan Jalur Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, selama libur Natal dan Tahun Baru 2025. Langkah ini diambil karena Jalur Gentong merupakan jalur nasional penghubung Tasikmalaya–Garut yang rawan kemacetan dan kecelakaan, terutama saat lonjakan […]

  • orang beriman diuji

    Kenapa Orang Beriman Tetap Diuji? Ini Rahasia Besarnya

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 233
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Mengapa orang beriman diuji sering menjadi pertanyaan yang muncul saat hidup terasa berat. Banyak orang bertanya, kenapa justru orang beriman tetap mendapat ujian hidup, cobaan, bahkan kesulitan? Padahal, mereka sudah taat, rajin ibadah, dan berusaha mendekat kepada Allah. Namun, di balik itu semua, terdapat hikmah besar yang sering tidak disadari. Di satu […]

  • dana haji

    Dana Haji Bukan Sekadar Angka, Ini Soal Kepercayaan Jamaah

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bagi calon jamaah, dana haji bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. Dana jamaah berkaitan dengan transparansi pengelolaan, nilai manfaat, investasi, dan kualitas layanan yang pada akhirnya menentukan seberapa besar kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola haji. Pertanyaannya kemudian bukan hanya berapa besar dana yang dikelola. Lebih jauh, publik ingin tahu bagaimana dana […]

  • Makan Gratis Tasikmalaya

    Kaget! Ini Jawaban Pemilik Cahaya Minang Saat Ditanya Soal Rugi

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tepat ketika jarum jam mendekati pukul 12.00 WIB, suasana di Rumah Makan Cahaya Minang, Jalan Cigeureung, Kota Tasikmalaya, berubah berbeda dari hari biasanya. Aroma masakan khas Minang masih mengepul dari dapur. Namun, siang itu bukan suara kasir yang paling sering terdengar, melainkan ucapan, “Silakan makan.” Program makan gratis Tasikmalaya yang digelar rumah […]

  • peradaban Islam Andalusia

    Fakta Tersembunyi Andalusia: Peradaban Islam yang Lebih Maju dari Eropa

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Peradaban Islam Andalusia, kejayaan Islam di Andalusia, hingga warisan Islam Spanyol sering hanya dikenal dari sisi kemegahan arsitektur. Namun, di balik itu, terdapat lapisan sejarah yang jauh lebih kompleks, dinamis, dan jarang dibahas. Justru dari sisi inilah peradaban Islam Andalusia memberi dampak besar pada dunia modern—baik dalam ilmu pengetahuan, toleransi sosial, maupun […]

expand_less