Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Monyet Liar Ciamis Rusak Kebun, Petani Kian Resah

Monyet Liar Ciamis Rusak Kebun, Petani Kian Resah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHMonyet liar Ciamis kembali meresahkan warga setelah puluhan ekor satwa tersebut memasuki area perkebunan di Dusun Sukamanah, Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kawanan monyet dilaporkan merusak tanaman jagung, kacang tanah, dan singkong yang sebagian besar sudah mendekati masa panen. Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani, tetapi juga memunculkan kembali persoalan konflik antara manusia dan satwa liar yang memerlukan penanganan berkelanjutan.

Dalam beberapa menit, suasana kebun berubah gaduh. Sejumlah petani berusaha mengusir kawanan monyet yang datang dari arah pepohonan di sekitar kawasan hutan. Namun, upaya tersebut tidak banyak membantu. Sebagian jagung yang hampir dipanen sudah dipetik, sementara tanaman kacang tanah dan singkong mengalami kerusakan.

Petani Mengaku Kerugian Terus Berulang

Agus Jipe, salah seorang petani setempat, mengatakan serangan monyet bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, jumlah kawanan yang datang ke perkebunan kini jauh lebih banyak dibanding beberapa tahun lalu.

Ia mengaku pernah mengamati langsung gerombolan tersebut saat memasuki kebun. Dari pengamatannya, jumlah monyet diperkirakan mencapai lebih dari 50 ekor.

“Dulu sekitar tahun 2023 saya sering melihat monyet ketika memancing di Sungai Citanduy. Saat itu jumlahnya sekitar belasan ekor. Sekarang, ketika masuk ke kebun, jumlahnya jauh lebih banyak,” ujarnya.

Agus menuturkan, kawanan monyet biasanya bergerak secara berkelompok. Mereka memetik jagung yang siap panen, kemudian membawa hasilnya kembali ke arah hutan.

Akibat kejadian yang berulang, para petani mengaku tidak lagi tenang menjelang masa panen karena khawatir tanaman mereka kembali rusak.

Tanaman Kacang Tanah dan Singkong Tak Luput dari Sasaran

Keluhan serupa disampaikan Asep Rohman yang pada musim tanam kali ini membudidayakan kacang tanah.

Ia mengatakan banyak tanaman tercabut setelah kawanan monyet memasuki lahannya. Bahkan, ia pernah melihat beberapa monyet mengupas kacang tanah di lokasi sebelum meninggalkan area perkebunan.

Menurut Asep, kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap hasil panen yang diharapkan menjadi sumber pendapatan keluarga.

Selain kerugian materi, sebagian warga mengaku mulai merasa khawatir ketika harus melintas atau bekerja di sekitar kebun, terutama saat kawanan monyet terlihat berada di area tersebut.

Upaya Pengusiran Belum Memberikan Hasil Maksimal

Warga mengatakan persoalan ini sebelumnya telah diketahui oleh petugas yang pernah mendatangi lokasi untuk memberikan edukasi mengenai langkah penanganan awal.

Masyarakat diimbau tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa liar. Sebagai alternatif, warga dianjurkan mengusir kawanan monyet menggunakan suara keras, seperti petasan atau alat yang menghasilkan bunyi serupa.

Namun, hingga kini upaya tersebut belum memberikan hasil yang konsisten. Kawanan monyet masih beberapa kali kembali memasuki lahan pertanian sehingga warga berharap ada penanganan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Konflik Manusia dan Satwa Liar Membutuhkan Solusi Menyeluruh

Fenomena yang terjadi di Dusun Sukamanah menunjukkan bahwa konflik antara manusia dan satwa liar tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengusiran sesaat.

Dalam berbagai kajian konservasi, meningkatnya interaksi antara satwa liar dan permukiman umumnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti perubahan habitat, ketersediaan pakan alami, maupun aktivitas manusia di sekitar kawasan hutan. Meski demikian, penyebab pasti kemunculan kawanan monyet di wilayah ini masih memerlukan kajian dari instansi yang berwenang.

Karena itu, warga berharap pemerintah daerah bersama instansi yang menangani bidang kehutanan dan konservasi satwa liar dapat melakukan identifikasi lapangan untuk mengetahui akar persoalan sekaligus menyusun langkah penanganan yang tepat.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar kepentingan petani tetap terlindungi tanpa mengabaikan upaya pelestarian satwa liar dan keseimbangan ekosistem.

Warga Menunggu Langkah Nyata Pemerintah

Bagi para petani, solusi jangka panjang jauh lebih dibutuhkan daripada penanganan sementara. Mereka berharap ada langkah konkret yang mampu mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar sehingga aktivitas pertanian dapat kembali berlangsung dengan aman.

Hingga berita ini disusun, redaksi masih berupaya memperoleh keterangan dari pemerintah desa maupun instansi yang berwenang di bidang kehutanan dan konservasi mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan. Apabila telah diperoleh tanggapan resmi, informasi tersebut akan ditambahkan sebagai pembaruan berita.

Panen yang gagal memang dapat ditanam kembali. Namun, jika konflik antara manusia dan satwa liar terus dibiarkan tanpa solusi yang terukur, kerugian petani akan terus berulang, sementara keseimbangan alam pun ikut terancam. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penyakit hati menurut al ghazali

    Penyakit Hati Menurut Imam Al Ghazali

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 218
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Penyakit hati menurut Imam Al-Ghazali bukan sekadar istilah spiritual. Ulama besar ini menjelaskan bahwa penyakit hati dalam Islam sering hadir tanpa disadari pemiliknya. Seseorang bisa tetap tersenyum, bekerja, bahkan beribadah, tetapi hatinya perlahan kehilangan kepekaan terhadap kebenaran. Inilah yang membuat konsep hati menurut Al-Ghazali terasa sangat relevan hingga sekarang. Ia tidak berbicara […]

  • Kapolresta Cup 2026

    Kapolresta Cup 2026 Bikin Mayasari Bergemuruh

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bunyi bola yang memantul cepat di atas meja bersahutan dengan tepuk tangan dan sorakan penonton. Sejak pagi hingga malam, lantai III Mayasari Plaza Kota Tasikmalaya tak pernah benar-benar sepi. Kapolresta Cup 2026 atau Kejuaraan Tenis Meja Kapolresta Tasikmalaya Cup 2026 menjadi magnet baru dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Turnamen tenis meja […]

  • Perundungan di Sekolah

    Perundungan di Sekolah Jadi Alarm Perlindungan Anak Nasional

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Perundungan di sekolah atau bullying di sekolah kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai peristiwa yang melibatkan pelajar memicu kekhawatiran terhadap keselamatan dan kesehatan mental anak. Persoalan ini tidak lagi dapat dipandang sebagai kenakalan remaja semata, melainkan bagian dari isu perlindungan anak yang memerlukan pencegahan sejak dini, pendampingan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor. Pesan […]

  • Senam Kodim Ciamis

    Dandim Ciamis Ajak Prajurit Rutin Berolahraga

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Senam Kodim Ciamis menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan fisik personel TNI di wilayah Kabupaten Ciamis. Komandan Kodim (Dandim) 0613/Ciamis, Letkol Inf Antonius Ari Widiono, S.Sos., M.Hum., mengajak seluruh prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjaga kebugaran melalui olahraga rutin. Kegiatan senam bersama Kodim 0613 Ciamis itu berlangsung di Lapangan Makodim […]

  • Kasus Narkoba Bandung

    105 Kasus Narkoba Bandung Terbongkar, Sejuta Pil Ilegal Disita

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lebih dari satu juta butir obat keras ilegal nyaris beredar di wilayah Kabupaten Bandung. Namun, operasi intensif yang digelar Satres Narkoba Polresta Bandung sepanjang Mei hingga Juni 2026 berhasil menggagalkan distribusi tersebut. Dalam periode dua bulan itu, polisi mengungkap 105 kasus narkoba Bandung, menangkap 116 tersangka, serta menyita berbagai jenis narkotika […]

  • Petugas Imigrasi Indonesia melakukan deportasi terhadap 16 WNA pelaku scam online dalam operasi pengawasan kejahatan digital.

    Imigrasi Bongkar Jaringan Scam Asing, 16 WNA Dipulangkan

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Langkah tegas dilakukan pemerintah terhadap WNA pelaku scam. Direktorat Jenderal Imigrasi memastikan Indonesia bukan tempat aman bagi pelaku penipuan online dan jaringan kejahatan digital internasional. Dalam operasi senyap pengawasan terbaru, sebanyak 16 warga negara asing langsung dipulangkan setelah aparat menemukan dugaan keterlibatan mereka dalam aktivitas scam online dan pelanggaran izin tinggal. […]

expand_less