Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Monyet Liar Ciamis Rusak Kebun, Petani Kian Resah

Monyet Liar Ciamis Rusak Kebun, Petani Kian Resah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHMonyet liar Ciamis kembali meresahkan warga setelah puluhan ekor satwa tersebut memasuki area perkebunan di Dusun Sukamanah, Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kawanan monyet dilaporkan merusak tanaman jagung, kacang tanah, dan singkong yang sebagian besar sudah mendekati masa panen. Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani, tetapi juga memunculkan kembali persoalan konflik antara manusia dan satwa liar yang memerlukan penanganan berkelanjutan.

Dalam beberapa menit, suasana kebun berubah gaduh. Sejumlah petani berusaha mengusir kawanan monyet yang datang dari arah pepohonan di sekitar kawasan hutan. Namun, upaya tersebut tidak banyak membantu. Sebagian jagung yang hampir dipanen sudah dipetik, sementara tanaman kacang tanah dan singkong mengalami kerusakan.

Petani Mengaku Kerugian Terus Berulang

Agus Jipe, salah seorang petani setempat, mengatakan serangan monyet bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, jumlah kawanan yang datang ke perkebunan kini jauh lebih banyak dibanding beberapa tahun lalu.

Ia mengaku pernah mengamati langsung gerombolan tersebut saat memasuki kebun. Dari pengamatannya, jumlah monyet diperkirakan mencapai lebih dari 50 ekor.

“Dulu sekitar tahun 2023 saya sering melihat monyet ketika memancing di Sungai Citanduy. Saat itu jumlahnya sekitar belasan ekor. Sekarang, ketika masuk ke kebun, jumlahnya jauh lebih banyak,” ujarnya.

Agus menuturkan, kawanan monyet biasanya bergerak secara berkelompok. Mereka memetik jagung yang siap panen, kemudian membawa hasilnya kembali ke arah hutan.

Akibat kejadian yang berulang, para petani mengaku tidak lagi tenang menjelang masa panen karena khawatir tanaman mereka kembali rusak.

Tanaman Kacang Tanah dan Singkong Tak Luput dari Sasaran

Keluhan serupa disampaikan Asep Rohman yang pada musim tanam kali ini membudidayakan kacang tanah.

Ia mengatakan banyak tanaman tercabut setelah kawanan monyet memasuki lahannya. Bahkan, ia pernah melihat beberapa monyet mengupas kacang tanah di lokasi sebelum meninggalkan area perkebunan.

Menurut Asep, kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap hasil panen yang diharapkan menjadi sumber pendapatan keluarga.

Selain kerugian materi, sebagian warga mengaku mulai merasa khawatir ketika harus melintas atau bekerja di sekitar kebun, terutama saat kawanan monyet terlihat berada di area tersebut.

Upaya Pengusiran Belum Memberikan Hasil Maksimal

Warga mengatakan persoalan ini sebelumnya telah diketahui oleh petugas yang pernah mendatangi lokasi untuk memberikan edukasi mengenai langkah penanganan awal.

Masyarakat diimbau tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa liar. Sebagai alternatif, warga dianjurkan mengusir kawanan monyet menggunakan suara keras, seperti petasan atau alat yang menghasilkan bunyi serupa.

Namun, hingga kini upaya tersebut belum memberikan hasil yang konsisten. Kawanan monyet masih beberapa kali kembali memasuki lahan pertanian sehingga warga berharap ada penanganan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Konflik Manusia dan Satwa Liar Membutuhkan Solusi Menyeluruh

Fenomena yang terjadi di Dusun Sukamanah menunjukkan bahwa konflik antara manusia dan satwa liar tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengusiran sesaat.

Dalam berbagai kajian konservasi, meningkatnya interaksi antara satwa liar dan permukiman umumnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti perubahan habitat, ketersediaan pakan alami, maupun aktivitas manusia di sekitar kawasan hutan. Meski demikian, penyebab pasti kemunculan kawanan monyet di wilayah ini masih memerlukan kajian dari instansi yang berwenang.

Karena itu, warga berharap pemerintah daerah bersama instansi yang menangani bidang kehutanan dan konservasi satwa liar dapat melakukan identifikasi lapangan untuk mengetahui akar persoalan sekaligus menyusun langkah penanganan yang tepat.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar kepentingan petani tetap terlindungi tanpa mengabaikan upaya pelestarian satwa liar dan keseimbangan ekosistem.

Warga Menunggu Langkah Nyata Pemerintah

Bagi para petani, solusi jangka panjang jauh lebih dibutuhkan daripada penanganan sementara. Mereka berharap ada langkah konkret yang mampu mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar sehingga aktivitas pertanian dapat kembali berlangsung dengan aman.

Hingga berita ini disusun, redaksi masih berupaya memperoleh keterangan dari pemerintah desa maupun instansi yang berwenang di bidang kehutanan dan konservasi mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan. Apabila telah diperoleh tanggapan resmi, informasi tersebut akan ditambahkan sebagai pembaruan berita.

Panen yang gagal memang dapat ditanam kembali. Namun, jika konflik antara manusia dan satwa liar terus dibiarkan tanpa solusi yang terukur, kerugian petani akan terus berulang, sementara keseimbangan alam pun ikut terancam. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi investasi bitcoin menurut hukum islam

    Bolehkah Investasi Bitcoin dalam Islam? Simak Penjelasan Fikihnya

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertanyaan tentang hukum crypto dalam Islam semakin sering muncul seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital. Banyak orang bertanya apakah investasi Bitcoin menurut Islam diperbolehkan atau justru termasuk transaksi yang dilarang. Selain itu, sebagian ulama juga membahas hukum cryptocurrency dalam fikih kontemporer karena aset digital ini belum dikenal pada masa klasik. […]

  • Samuel Anderson Lee

    Samuel Anderson Lee: Bocah 7 Tahun Berprestasi di Olimpiade Matematika Internasional

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Bocah 7 tahun Samuel Anderson Lee raih 5 emas & 1 perak di Olimpiade Matematika internasional. albadarpost.com, PELITA. Prestasi membanggakan datang dari Kota Bandung, Jawa Barat. Seorang bocah berusia 7 tahun, Samuel Anderson Lee, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai berbagai kompetisi matematika, mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Keberhasilan Samuel Anderson Lee menjadi sorotan […]

  • HPN Ciamis 2026

    HPN 2026 Ciamis Bikin Standar Baru: Pers Tak Lagi Cuma Menulis

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HPN Ciamis 2026 langsung mematahkan pola lama peringatan Hari Pers Nasional di Ciamis. Tidak ada panggung megah yang dominan. Tidak ada seremoni bertele-tele. Sebaliknya, wartawan justru turun ke lapangan dan menyentuh persoalan nyata. Sejak awal kegiatan, publik langsung melihat perbedaan. Alih-alih duduk rapi mendengar sambutan, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya dan […]

  • Ribuan jamaah menghadiri Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja'i di Komplek Pesantren Kudang Kota Tasikmalaya.

    Bukan Sekadar Haul, Mama Kudang Satukan Ribuan Jamaah di Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Lautan jamaah memadati kawasan Masjid Komplek Pesantren Kudang, Jalan Gudang Pesantren, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, arus kedatangan jamaah terus mengalir menuju lokasi Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja’i atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Mama Kudang. Dari area parkir hingga halaman pesantren, suasana terlihat penuh […]

  • penemuan jasad bayi

    Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Toilet Stasiun Citayam

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Penemuan jasad bayi di Stasiun Citayam mengusut motif pelaku, polisi kumpulkan saksi dan lakukan autopsi. albadarpost.com, HUMANIORA — Penemuan jasad bayi perempuan di toilet Stasiun Citayam mengubah rutinitas sore pengguna KRL menjadi laporan kriminal yang menuntut kejelasan. Senin, 1 Desember 2025, seorang petugas kebersihan menemukan bayi yang diperkirakan baru berusia lima hari di dalam sebuah […]

  • krisis psikolog singapura

    Darurat Mental di Singapura: Psikolog Kurang, Pasien Membludak

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Krisis psikolog Singapura semakin terasa ketika kebutuhan layanan kesehatan mental atau kesehatan mental Singapura melonjak tajam. Di saat yang sama, kekurangan psikolog membuat akses bantuan menjadi lebih sulit. Fenomena ini menunjukkan ketidakseimbangan serius antara permintaan dan ketersediaan tenaga ahli. Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat justru mempercepat lonjakan permintaan. Oleh karena itu, […]

expand_less