Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bukan Sekadar Haul, Mama Kudang Satukan Ribuan Jamaah di Tasikmalaya

Bukan Sekadar Haul, Mama Kudang Satukan Ribuan Jamaah di Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Lautan jamaah memadati kawasan Masjid Komplek Pesantren Kudang, Jalan Gudang Pesantren, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, arus kedatangan jamaah terus mengalir menuju lokasi Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja’i atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Mama Kudang.

Dari area parkir hingga halaman pesantren, suasana terlihat penuh namun tetap tertib. Di beberapa sudut kompleks, jamaah tampak duduk beralas tikar sederhana sambil menunggu acara dimulai. Sebagian membawa payung untuk mengantisipasi perubahan cuaca, sementara yang lain memilih berteduh di bawah rindangnya pepohonan yang mengelilingi kawasan pesantren.

Menjelang tausiyah dimulai, lantunan shalawat dari pengeras suara terdengar menggema hingga ke jalan sekitar pesantren. Suara itu seolah menjadi penanda bahwa haul bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum yang selalu dinanti ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Namun di balik besarnya jumlah kehadiran, ada pesan yang lebih dalam. Haul Mama Kudang tahun ini memperlihatkan bagaimana jejak seorang ulama masih hidup puluhan tahun setelah wafatnya.

Bukan Sekadar Mengenang, Tetapi Menjaga Warisan Keilmuan

Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara hadir bersama tokoh agama, pengasuh pesantren, santri, alumni, serta masyarakat umum yang memadati lokasi kegiatan.

Acara diawali dengan tawasulan yang dipimpin Mama Ending dari Cinusa Kawalu. Selanjutnya, DR H Ahmad Zaki Mubarak membacakan biografi KH Ahmad Sudja’i yang dikenal sebagai pendiri majelis pengajian dan Pondok Pesantren Kudang periode 1900 hingga 1962.

Ketika nama KH Ahmad Sudja’i disebut berulang kali dalam pembacaan biografi tersebut, beberapa jamaah tampak menundukkan kepala. Sebagian lainnya tetap fokus mendengarkan hingga akhir, seolah sedang mengingat kembali cerita-cerita yang pernah mereka dengar dari orang tua, guru, atau generasi sebelumnya.

Bagi sebagian masyarakat Tasikmalaya, Mama Kudang bukan hanya tokoh sejarah.

Beliau adalah bagian dari mata rantai keilmuan yang masih terasa pengaruhnya hingga hari ini.

Ketika Ulama dan Umaro Bertemu dalam Satu Majelis

Tema haul tahun ini, “Sinergi Ulama dan Umaro, Pemberdayaan Ekonomi Santri Jejaring Sanad Keilmuan”, memperlihatkan bahwa pesantren tidak hanya berbicara tentang masa lalu.

Tema tersebut juga menyoroti pentingnya membangun masa depan melalui pendidikan, ekonomi, dan penguatan karakter generasi muda.

Dalam sambutannya, Rd Diky Candranegara menegaskan bahwa haul menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menjaga nilai perjuangan para ulama.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Menurut Diky, semangat perjuangan KH Ahmad Sudja’i harus terus diwariskan kepada generasi penerus, terutama para santri yang saat ini melanjutkan tradisi keilmuan di lingkungan Pondok Pesantren Kudang.

Tidak Semua Jamaah Datang dengan Alasan yang Sama

Menariknya, tidak semua jamaah yang hadir datang dengan alasan yang sama.

Sebagian hadir untuk mengikuti tawasulan dan doa bersama.

Sebagian lainnya datang karena memiliki ikatan emosional dengan pesantren atau keluarga besar Mama Kudang.

Ada pula yang sengaja hadir untuk merasakan suasana haul yang telah menjadi tradisi turun-temurun di Tasikmalaya.

Fragmen-fragmen kecil itu terlihat di berbagai sudut lokasi.

Beberapa jamaah lanjut usia tampak datang didampingi anak atau cucunya. Ada yang berjalan perlahan menuju area utama kegiatan sambil berpegangan tangan.

Setelah acara berlangsung, sejumlah alumni dan jamaah terlihat saling menyapa. Beberapa bahkan mengabadikan momen dengan berfoto bersama teman-teman lama yang jarang ditemui.

Pemandangan sederhana itu mungkin tidak tercantum dalam susunan acara resmi.

Namun justru di situlah makna haul terasa hidup.

Ia menjadi ruang pertemuan antara ilmu, kenangan, dan silaturahmi.

Warisan Ulama yang Tidak Pernah Berhenti Mengalir

Tausiyah yang disampaikan Kiai Akah E Muslihuddin mengingatkan jamaah bahwa seorang ulama tidak hanya meninggalkan nama.

Mereka meninggalkan ilmu.

Meninggalkan akhlak.

Meninggalkan murid-murid yang kemudian meneruskan perjuangan.

Karena itu, keberadaan pesantren dan majelis ilmu menjadi bukti bahwa perjuangan seorang ulama tidak berhenti saat ia wafat.

Sebaliknya, perjuangan itu terus hidup melalui generasi yang melanjutkan ajarannya.

Meski demikian, tidak semua tantangan zaman hari ini sama dengan masa ketika Mama Kudang hidup.

Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan masyarakat terus bergerak.

Namun kebutuhan terhadap ilmu, akhlak, dan keteladanan tetap sama.

Itulah sebabnya haul masih relevan hingga sekarang.

Bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga untuk mengingatkan arah perjalanan masa depan.

Ukhuwah yang Menjadi Modal Kota Tasikmalaya

Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja’i juga memperlihatkan eratnya hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.

Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam membangun Kota Tasikmalaya yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Di tengah berbagai perubahan yang terus terjadi, masyarakat masih membutuhkan ruang kebersamaan seperti ini.

Ruang yang tidak dibangun oleh kepentingan sesaat.

Tetapi dibangun oleh rasa hormat kepada ilmu dan keteladanan.

Ribuan orang mungkin datang ke Haul Mama Kudang dengan niat yang berbeda-beda. Namun mereka pulang membawa pesan yang sama: seorang ulama boleh meninggalkan dunia puluhan tahun lalu, tetapi ilmu yang dia tanam, akhlak yang dia ajarkan, dan doa yang dia wariskan dapat terus hidup di hati generasi yang bahkan tidak pernah sempat menatap wajahnya secara langsung. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bandara Husein Bandung

    Bandara Husein Bandung Dibidik 9 Maskapai, Ini Rute Favorit

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bandara Husein Bandung kembali menarik perhatian dunia penerbangan. Sedikitnya sembilan maskapai nasional dan internasional telah mengajukan slot penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, membuka peluang bertambahnya pilihan penerbangan Bandung menuju sejumlah kota besar di Indonesia hingga Asia Tenggara. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan pengajuan tersebut masih berada dalam […]

  • Seblak Sultan Anak

    Seblak Sultan Creamy Ini Jadi Favorit Anak Saat Libur

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Seblak Sultan Anak, seblak creamy, dan resep seblak rumahan menjadi salah satu kata kunci kuliner yang banyak dicari selama musim libur sekolah. Bukan tanpa alasan. Selain memiliki cita rasa gurih dan creamy, seblak versi “Sultan” juga menghadirkan pengalaman makan yang lebih menyenangkan bagi anak-anak karena dipenuhi aneka topping favorit mereka. Menjelang sore […]

  • Ramp Check Tasikmalaya

    Satlantas Tasikmalaya Perketat Ramp Check Angkutan

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ramp Check Tasikmalaya menjadi langkah cepat yang ditempuh Satlantas Polres Tasikmalaya setelah serangkaian kecelakaan lalu lintas berakibat fatal terjadi di wilayah Pantura Jawa Barat. Melalui pemeriksaan kendaraan dan uji laik jalan secara menyeluruh, kepolisian berupaya memperkuat keselamatan berlalu lintas sekaligus mencegah tragedi serupa terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Langkah tersebut menyusul dua […]

  • BSMSS Tasikmalaya

    Jalan Baru di Jahiang Ubah Harapan Warga, BSMSS Tinggalkan Warisan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program BSMSS 2026 Tasikmalaya resmi berakhir. Namun bagi warga Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, penutupan Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) Tahun Anggaran 2026 justru menandai dimulainya harapan baru. Melalui program BSMSS Kodim 0612/Tasikmalaya, sebuah jalan semi hotmix sepanjang 1,5 kilometer kini menghubungkan kehidupan warga dengan akses yang selama bertahun-tahun […]

  • Rincian pembagian Dana Desa 2026 sebesar Rp 60,57 triliun sesuai PMK Nomor 7 Tahun 2025.

    Dana Desa 2026 Resmi Rp 60,57 Triliun, Ini Skemanya

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah memastikan Dana Desa 2026 mencapai Rp 60,57 triliun untuk Tahun Anggaran 2026. Kebijakan anggaran desa 2026 atau pagu dana desa nasional tersebut menjadi salah satu instrumen utama dalam memperkuat pembangunan berbasis desa. Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7 Tahun 2025, pemerintah menetapkan tata kelola, skema pembagian, serta prioritas penggunaan Dana […]

  • Ilustrasi pasukan militer Israel dengan latar konflik Timur Tengah terkait data warga Asia Tenggara yang bertugas di IDF.

    Warga Asia Tenggara Masuk Tentara Israel, Ancaman Kawasan?

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA — Fenomena Warga Asia Tenggara di Tentara Israel mulai memantik perhatian publik dan analis keamanan regional. Data terbaru menunjukkan ratusan warga dari kawasan ASEAN tercatat berkhidmat di militer Israel. Kehadiran diaspora Asia Tenggara di angkatan bersenjata Israel, termasuk warga negara ganda di Pasukan Pertahanan Israel, dinilai berpotensi menimbulkan implikasi geopolitik baru, terutama […]

expand_less