Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » MBG di Saat Ramadhan, Pengawasan Tak Boleh Libur

MBG di Saat Ramadhan, Pengawasan Tak Boleh Libur

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 201
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: MBG di Ramadhan harus diawasi ketat agar tak berubah jadi proyek simbolik.

Program Jalan, Pengawasan Jangan Libur

albadarpost.com, EDITORIAL – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan, dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Keputusan ini diumumkan sebagai bentuk komitmen negara menekan stunting.

Namun bagi publik, keputusan tersebut bukan akhir cerita. Justru di sinilah pengawasan harus diperketat. Program berskala raksasa yang berjalan di bulan ibadah tidak boleh berlindung di balik niat baik.


Fakta Dasar: Program Masif, Dampaknya Menentukan

Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan MBG menyasar kelompok paling krusial dalam siklus kehidupan manusia, khususnya 1.000 hari pertama kehidupan. Fokus ini akan diperkuat pada 2026, mengingat periode tersebut menentukan perkembangan otak dan kesehatan jangka panjang anak.

Hingga akhir 2025, MBG telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini dijalankan melalui 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menyerap sekitar 700.000 tenaga kerja langsung.

Baca juga: Menggugat Sistem Perlindungan Negara

Di atas kertas, ini terlihat impresif. Namun semakin besar skala program, semakin besar pula risiko kegagalan tata kelola. Publik berhak tahu: bagaimana kualitas makanan dijaga, bagaimana data penerima diverifikasi, dan bagaimana anggaran diawasi.


MBG di Ramadhan, Antara Kepedulian dan Kerentanan

Editorial Albadarpost menilai keberlanjutan MBG selama Ramadhan sebagai keputusan yang benar secara prinsip. Gizi ibu dan anak tidak boleh ditunda oleh kalender apa pun.

Tetapi keputusan benar tidak otomatis menjelma kebijakan efektif. MBG kini berada di zona rawan: besar, cepat, dan politis. Di titik ini, narasi keberhasilan mudah dikapitalisasi, sementara masalah di lapangan kerap luput dari sorotan.

Program yang menyasar 55,1 juta orang membutuhkan sistem pengawasan berlapis. Tanpa transparansi menu, standar gizi yang terukur, dan laporan distribusi yang terbuka, MBG berisiko berubah menjadi rutinitas administratif yang mahal tetapi minim dampak.

Lebih berbahaya lagi, keberlanjutan program saat Ramadhan bisa dijadikan tameng moral untuk meredam kritik. Padahal justru pada situasi inilah publik harus lebih kritis.


Pelajaran Lama yang Terlalu Sering Dilupakan

Sejarah kebijakan pangan di Indonesia penuh dengan program besar yang melemah di tengah jalan. Masalahnya jarang terletak pada niat, melainkan pada pengawasan dan konsistensi.

Baca juga: Batas Ikhtiar Manusia dalam Takdir Allah

Pengalaman negara lain menunjukkan, intervensi gizi hanya efektif bila disertai integrasi layanan kesehatan, data kependudukan yang akurat, serta evaluasi independen. Tanpa itu, bantuan makanan hanya menunda masalah, bukan menyelesaikannya.

MBG tidak boleh mengulang pola lama: ramai di awal, sunyi evaluasi.


Negara Harus Siap Diawasi, Bukan Hanya Dipuji

Albadarpost menegaskan sikapnya: mendukung MBG sebagai kebijakan publik strategis, sekaligus menuntut akuntabilitas penuh.

BGN dan pemerintah harus membuka ruang audit publik, memperkuat pelibatan puskesmas dan kader kesehatan, serta memastikan tidak ada kompromi terhadap standar gizi demi kecepatan distribusi.

Program ini dibiayai uang publik. Maka publik berhak tahu dan mengawasi.


Kepedulian Tanpa Pengawasan Adalah Risiko

Menjaga gizi ibu dan anak adalah kewajiban negara. Tetapi kewajiban itu tidak cukup ditegaskan lewat pernyataan. Ia harus dibuktikan lewat data, transparansi, dan keberanian diaudit.

Program sebesar MBG hanya akan bermakna jika negara berani diawasi sekeras niatnya untuk dipuji. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak perempuan berhijab berdiri di trotoar pusat Kota Tasikmalaya pada malam hari, kisah pengemis anak Tasikmalaya yang viral.

    Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengemis Anak Tasikmalaya mendadak menjadi sorotan publik setelah kisah seorang siswi SD berprestasi terungkap. Bocah bernama Nisa itu viral karena fakta yang mengusik nurani: di siang hari ia pelajar ranking dua, namun pada malam hari ia turun ke jalan sebagai pengemis anak di Kota Tasikmalaya. Peristiwa ini terjadi di pusat Kota […]

  • Anak Tenggelam Ciamis

    Anak Tenggelam Ciamis, Bocah 7 Tahun Meninggal

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Anak tenggelam Ciamis kembali menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak saat beraktivitas di kawasan perairan. Seorang bocah tenggelam di Sungai Citanduy di Dusun Manganti, Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Minggu pagi (26/7/2026). Korban yang berusia 7 tahun akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan pencarian. Berdasarkan informasi […]

  • hukum pinjaman online dalam Islam

    Pinjol dalam Islam, Bolehkah? Simak Penjelasan Fiqihnya

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan mengenai hukum pinjaman online dalam Islam semakin sering muncul seiring maraknya layanan pinjol di era digital. Banyak masyarakat ingin mengetahui apakah pinjaman online halal atau haram, serta bagaimana pandangan fiqih muamalah terhadap pinjaman berbasis aplikasi. Dalam kajian Islam, transaksi keuangan memiliki aturan jelas agar umat terhindar dari riba, penipuan, dan praktik […]

  • Gedung pemerintahan dan fasilitas publik di Ciamis mulai diarahkan ramah penyandang disabilitas sesuai perda baru.

    Mantap! Ciamis Resmi Terapkan Perda Disabilitas

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 14 Tahun 2025 mulai menjadi perhatian publik setelah dinilai membawa perubahan besar terhadap layanan publik dan hak penyandang difabel di Kabupaten Ciamis. Melalui regulasi baru tersebut, pemerintah daerah menegaskan bahwa aksesibilitas dan perlindungan hak disabilitas kini bukan lagi sekadar program sosial, melainkan kewajiban hukum yang harus […]

  • Begal Anak di Sukabumi: Respons Polisi Cepat, Pencegahan Masih Lemah

    Begal Anak di Sukabumi: Respons Polisi Cepat, Pencegahan Masih Lemah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pembegalan anak di Sukabumi menunjukkan erosi rasa aman publik dan kegagalan pencegahan kriminal. Ketika Rasa Aman Publik Runtuh di Jalanan albadarpost.com, EDITORIAL – Kasus begal anak di Kampung Pasir Muncang, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mengguncang nurani publik. Seorang bocah berusia 11 tahun terseret 200 meter di aspal saat mempertahankan ponselnya. Luka pada perut dan […]

  • Khutbah Arafah

    Puasa Arafah Bisa Hapus Dosa 2 Tahun, Ini Niat dan Dalilnya

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pencarian tentang niat puasa Arafah, puasa Zulhijah, dan puasa Tarwiyah mulai ramai menjelang datangnya Iduladha. Banyak umat Islam ingin mengetahui bacaan niat yang benar lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, hingga dalil keutamaannya. Puasa sunnah di awal Zulhijah memang memiliki keistimewaan tersendiri. Selain menjadi amalan yang dianjurkan Rasulullah ﷺ, ibadah ini juga […]

expand_less