Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » MBG di Saat Ramadhan, Pengawasan Tak Boleh Libur

MBG di Saat Ramadhan, Pengawasan Tak Boleh Libur

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: MBG di Ramadhan harus diawasi ketat agar tak berubah jadi proyek simbolik.

Program Jalan, Pengawasan Jangan Libur

albadarpost.com, EDITORIAL – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan, dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Keputusan ini diumumkan sebagai bentuk komitmen negara menekan stunting.

Namun bagi publik, keputusan tersebut bukan akhir cerita. Justru di sinilah pengawasan harus diperketat. Program berskala raksasa yang berjalan di bulan ibadah tidak boleh berlindung di balik niat baik.


Fakta Dasar: Program Masif, Dampaknya Menentukan

Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan MBG menyasar kelompok paling krusial dalam siklus kehidupan manusia, khususnya 1.000 hari pertama kehidupan. Fokus ini akan diperkuat pada 2026, mengingat periode tersebut menentukan perkembangan otak dan kesehatan jangka panjang anak.

Hingga akhir 2025, MBG telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini dijalankan melalui 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menyerap sekitar 700.000 tenaga kerja langsung.

Baca juga: Menggugat Sistem Perlindungan Negara

Di atas kertas, ini terlihat impresif. Namun semakin besar skala program, semakin besar pula risiko kegagalan tata kelola. Publik berhak tahu: bagaimana kualitas makanan dijaga, bagaimana data penerima diverifikasi, dan bagaimana anggaran diawasi.


MBG di Ramadhan, Antara Kepedulian dan Kerentanan

Editorial Albadarpost menilai keberlanjutan MBG selama Ramadhan sebagai keputusan yang benar secara prinsip. Gizi ibu dan anak tidak boleh ditunda oleh kalender apa pun.

Tetapi keputusan benar tidak otomatis menjelma kebijakan efektif. MBG kini berada di zona rawan: besar, cepat, dan politis. Di titik ini, narasi keberhasilan mudah dikapitalisasi, sementara masalah di lapangan kerap luput dari sorotan.

Program yang menyasar 55,1 juta orang membutuhkan sistem pengawasan berlapis. Tanpa transparansi menu, standar gizi yang terukur, dan laporan distribusi yang terbuka, MBG berisiko berubah menjadi rutinitas administratif yang mahal tetapi minim dampak.

Lebih berbahaya lagi, keberlanjutan program saat Ramadhan bisa dijadikan tameng moral untuk meredam kritik. Padahal justru pada situasi inilah publik harus lebih kritis.


Pelajaran Lama yang Terlalu Sering Dilupakan

Sejarah kebijakan pangan di Indonesia penuh dengan program besar yang melemah di tengah jalan. Masalahnya jarang terletak pada niat, melainkan pada pengawasan dan konsistensi.

Baca juga: Batas Ikhtiar Manusia dalam Takdir Allah

Pengalaman negara lain menunjukkan, intervensi gizi hanya efektif bila disertai integrasi layanan kesehatan, data kependudukan yang akurat, serta evaluasi independen. Tanpa itu, bantuan makanan hanya menunda masalah, bukan menyelesaikannya.

MBG tidak boleh mengulang pola lama: ramai di awal, sunyi evaluasi.


Negara Harus Siap Diawasi, Bukan Hanya Dipuji

Albadarpost menegaskan sikapnya: mendukung MBG sebagai kebijakan publik strategis, sekaligus menuntut akuntabilitas penuh.

BGN dan pemerintah harus membuka ruang audit publik, memperkuat pelibatan puskesmas dan kader kesehatan, serta memastikan tidak ada kompromi terhadap standar gizi demi kecepatan distribusi.

Program ini dibiayai uang publik. Maka publik berhak tahu dan mengawasi.


Kepedulian Tanpa Pengawasan Adalah Risiko

Menjaga gizi ibu dan anak adalah kewajiban negara. Tetapi kewajiban itu tidak cukup ditegaskan lewat pernyataan. Ia harus dibuktikan lewat data, transparansi, dan keberanian diaudit.

Program sebesar MBG hanya akan bermakna jika negara berani diawasi sekeras niatnya untuk dipuji. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengamanan Bank Sukaraja

    Bank BJB Sukaraja Tasikmalaya Dijaga Ketat, Polisi Pastikan Transaksi Aman

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengamanan Bank Sukaraja Sukabumi kembali diperketat setelah aktivitas transaksi nasabah di Bank BJB Sukaraja meningkat signifikan pada Jumat (24/4/2026). Pengamanan Bank Sukaraja atau penjagaan intensif objek vital perbankan ini dilakukan Polsek Sukaraja untuk memastikan situasi tetap aman di tengah mobilitas warga yang semakin padat di awal akhir pekan. Sejak pagi, suasana […]

  • Rekrutmen TNI AD 2026

    Masuk TNI AD 2026 Gratis: Ini Jalur Resminya

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Rekrutmen TNI AD 2026 dibuka gratis dan transparan. Calon prajurit diminta mendaftar lewat portal resmi dan waspada calo. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) resmi membuka rekrutmen Bintara dan Tamtama Tahun Anggaran 2026. Pendaftaran ini menjadi peluang besar bagi generasi muda Indonesia yang ingin mengabdikan diri sebagai prajurit. Namun di […]

  • Seorang Muslim membaca Al-Quran di dalam masjid saat malam Ramadhan sebagai refleksi hikmah Nuzulul Quran.

    Hikmah Nuzulul Quran: Pesan “Iqra” yang Mengubah Cara Manusia Melihat Hidup

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com. LIFESTYLE – Hikmah Nuzulul Quran menjadi pelajaran penting bagi umat Islam karena peristiwa turunnya Al-Quran atau Nuzulul Quran menandai awal turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Momen turunnya wahyu ini tidak hanya menjadi sejarah Islam, tetapi juga menjadi titik awal perubahan cara manusia memahami kehidupan. Selain itu, peristiwa tersebut membawa pesan kuat bahwa […]

  • Ilustrasi seorang Muslim sedang merenung dan membaca Al-Qur’an tentang ayat kesabaran dengan suasana tenang dan hangat.

    Banyak Orang Salah Paham, Ini Makna Sabar dalam Al-Qur’an

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memahami ayat kesabaran hanya sebatas menahan emosi atau bertahan saat menghadapi masalah. Padahal, makna sabar dalam Al-Qur’an jauh lebih luas dan dalam. Ayat kesabaran tidak sekadar mengajarkan diam saat terluka, melainkan mengajarkan cara manusia tetap kuat, tenang, dan dekat kepada Allah ketika hidup berjalan tidak sesuai harapan. Di tengah tekanan […]

  • Ilustrasi penjual melakukan jual beli live streaming melalui ponsel dengan menampilkan produk secara langsung kepada pembeli.

    Bolehkah Jual Beli Live Streaming? Ini Hukumnya

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jual beli live streaming kini menjadi tren dalam transaksi digital. Banyak pelaku usaha memanfaatkan siaran langsung untuk menawarkan produk secara real time. Namun, muncul pertanyaan: apakah jualan secara streaming atau transaksi online melalui siaran langsung diperbolehkan dalam Islam? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami prinsip dasar muamalah, dalil Al-Qur’an dan hadis, serta […]

  • Suasana Balai Kota Tasikmalaya dengan spanduk kritik sebagai simbol kekecewaan publik terhadap komunikasi kepemimpinan wali kota.

    Kritik Wali Kota Tasikmalaya dan Ujian Komunikasi Publik

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepemimpinan tidak hanya diukur dari kebijakan yang tertulis, tetapi juga dari cara seorang pemimpin hadir dan merespons warganya. Di Tasikmalaya, kritik wali kota Tasikmalaya kembali mengemuka, kali ini melalui sebuah spanduk yang terpasang di area Balai Kota. Spanduk itu sederhana, namun pesannya tajam: “Wapres Datang Wali Kota Terdepan. Giliran Masyarakat Datang […]

expand_less