Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Menggugat Sistem Perlindungan Negara

Menggugat Sistem Perlindungan Negara

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: Kematian PMI di Arab Saudi menegaskan lemahnya perlindungan negara atas pekerja migran.

albadarpost.com, EDITORIAL – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandung Barat, Pupung (29), meninggal dunia di Arab Saudi setelah nekat melompat dari lantai dua tempat ia bekerja. Ia diduga mengalami tekanan berat akibat tidak digaji oleh majikannya.

Peristiwa ini bukan sekadar tragedi individual. Ia adalah cermin kegagalan negara melindungi warganya yang bekerja di luar negeri, terutama mereka yang berada di lapisan paling rentan dari sistem migrasi tenaga kerja.


Fakta Dasar dan Data Pendukung

Pupung berangkat ke Arab Saudi pada 2022 dan bekerja sebagai PMI non-prosedural. Selama bekerja, ia dilaporkan tidak menerima upah. Dalam kondisi tertekan, korban mencoba melarikan diri dengan melompat dari lantai dua gedung, mengalami luka serius, dan akhirnya meninggal dunia.

Kepala Bidang P3TKT Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat, Dewi Andani, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban sempat mendapat pertolongan dan dirawat di rumah sakit, bahkan dipindahkan ke Madinah untuk proses pemulangan. Namun kondisi korban terus memburuk hingga meninggal sebelum sempat kembali ke tanah air.

Pemerintah daerah menyatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan, BP3MI, dan KBRI Arab Saudi untuk pemulangan jenazah dan pemenuhan hak korban. Namun koordinasi pascakejadian tidak menghapus fakta bahwa perlindungan gagal hadir sebelum nyawa melayang.


Analisis Redaksi: Negara dan PMI dalam Relasi yang Timpang

Kematian Pupung menegaskan satu hal mendasar: negara masih kalah cepat dari risiko yang dihadapi pekerja migran. Perlindungan PMI terlalu sering bersifat reaktif, baru bergerak setelah tragedi terjadi.

Baca juga: Pilkades Elektronik Karawang dalam Ujian Hukum Tata Negara

PMI non-prosedural kerap diposisikan sebagai pelanggar aturan. Namun pendekatan ini menutup mata dari akar masalah: mahalnya jalur resmi, lemahnya pengawasan perekrutan, serta minimnya akses informasi di tingkat desa. Ketika negara gagal menyediakan jalur aman dan terjangkau, pilihan ilegal menjadi jalan bertahan hidup.

Dalam konteks ini, moral negara diuji. Apakah perlindungan hanya berlaku bagi warga yang taat prosedur, atau melekat pada setiap warga negara tanpa syarat?

Redaksi berpandangan, hak hidup dan hak atas perlindungan kerja tidak gugur hanya karena status administratif.


Konteks Historis dan Perbandingan

Kasus Pupung bukan yang pertama. Dalam satu dekade terakhir, berbagai laporan kematian PMI di Timur Tengah kerap muncul dengan pola serupa: kekerasan, upah tidak dibayar, tekanan psikologis, dan jalur penempatan bermasalah.

Negara-negara pengirim tenaga kerja lain, seperti Filipina, memilih pendekatan berbeda. Mereka memperketat pengawasan perekrutan sejak desa, membatasi negara tujuan berisiko tinggi, dan memperkuat peran perwakilan diplomatik sebagai pelindung aktif, bukan sekadar pengurus administrasi.

Indonesia masih tertinggal dalam memastikan bahwa setiap PMI—prosedural atau tidak—memiliki akses perlindungan yang nyata dan cepat.


Sikap Redaksi dan Seruan

Albadarpost menilai kematian Pupung adalah kegagalan sistemik, bukan kecelakaan personal. Negara tidak boleh berhenti pada imbauan agar warga berangkat secara prosedural, tanpa memastikan sistem itu sendiri adil, mudah diakses, dan diawasi ketat.

Pemerintah perlu memperkuat pengawasan perekrutan di tingkat lokal, membuka jalur migrasi yang aman dan terjangkau, serta memastikan perwakilan RI di luar negeri memiliki mandat perlindungan yang lebih tegas dan responsif.

Perlindungan PMI harus dimulai sebelum keberangkatan, bukan setelah peti jenazah tiba.

Pupung meninggal jauh dari rumah, tanpa upah, tanpa perlindungan yang memadai. Negara datang terlambat, membawa dokumen dan prosedur, ketika nyawa sudah tidak bisa diselamatkan. Dalam tragedi ini, yang paling jatuh bukan hanya tubuh seorang pekerja migran, tetapi juga martabat negara di hadapan warganya sendiri. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umat Islam melaksanakan shalat tarawih Ramadan berjamaah di masjid pada malam hari dengan saf yang rapat dan suasana khusyuk.

    Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Shalat tarawih Ramadan menjadi ibadah khas yang hanya hadir di bulan suci. Ibadah ini termasuk qiyamul lail atau salat malam yang dikerjakan setelah Isya hingga menjelang fajar. Selain dikenal sebagai salat malam Ramadan, tarawih memiliki keutamaan besar karena Allah menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang menunaikannya dengan iman dan penuh harap. Karena […]

  • Ilustrasi seseorang tersenyum dalam gemerlap kemewahan, simbol istidraj atau nikmat yang menipu menurut Alquran dan hadis.

    Istidraj: Saat Nikmat Jadi Jalan Kehancuran

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Istidraj sering terdengar sebagai istilah agama, tetapi maknanya jarang benar-benar direnungkan. Istidraj, atau nikmat yang menipu, adalah kondisi ketika seseorang terus menerima karunia Allah, sementara ia tetap tenggelam dalam maksiat. Dalam bahasa yang lebih tajam, istidraj adalah hadiah yang tampak indah, tetapi menyimpan jebakan yang halus. Syekh Ibnu Athaillah dalam Kitab Hikam […]

  • Quraish Shihab memberikan ceramah dengan latar belakang pendidikan Al-Azhar yang membentuk pemikiran keislamannya

    Nasihati Prabowo, Pendidikan Quraish Shihab Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Jejak pendidikan Quraish Shihab kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai nasihatnya tentang kepemimpinan dan nilai keislaman ramai diperbincangkan. Riwayat pendidikan Quraish Shihab menunjukkan perjalanan akademik panjang yang membentuk cara pandangnya yang moderat, mendalam, dan mudah diterima berbagai kalangan. Tidak hanya dikenal sebagai ulama, pendidikan Quraish Shihab di institusi bergengsi dunia Islam menjadikan […]

  • Kerukunana umat beragama

    Indeks Kerukunan Umat Beragama Naik

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Indeks kerukunan umat beragama 2025 tertinggi dalam 11 tahun, didukung kebijakan dan mitigasi konflik nasional. albadarpost.com, HUMANIORA – Kerukunan umat beragama sepanjang 2025 menunjukkan tren positif dan stabil. Dua survei nasional mencatat capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir. Kondisi ini menjadi indikator penting bagi ketahanan sosial, sekaligus fondasi pembangunan yang berdampak langsung pada rasa aman […]

  • Tafsir QS Al-A’raf ayat 96 tentang iman dan takwa sebagai kunci keberkahan langit dan bumi bagi suatu negeri

    Ketika Iman Menjadi Pintu Keberkahan Negeri

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ada ayat Al-Qur’an yang terdengar seperti janji, sekaligus peringatan yang lembut namun tegas. Allah SWT berfirman, “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan, maka Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 96). […]

  • Ribuan peserta mengikuti Uji Pengetahuan sertifikasi guru Kemenag dalam program PPG tahap akhir

    98 Ribu Guru Ikuti Sertifikasi Kemenag

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Program sertifikasi guru Kemenag memasuki tahap krusial. Sebanyak 98.036 guru binaan Kementerian Agama mengikuti Uji Pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai bagian akhir proses sertifikasi pendidik. Langkah ini sekaligus menandai percepatan transformasi pendidikan agama nasional melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik. Sertifikasi guru Kemenag, atau program sertifikasi pendidik di bawah Kementerian […]

expand_less