Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Temuan Berulang, Ada Apa dengan RSUD dr Soekardjo?

Temuan Berulang, Ada Apa dengan RSUD dr Soekardjo?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Audit RSUD dr. Soekardjo tidak banyak warga yang membacanya dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Sebagian besar masyarakat mungkin tidak pernah melihat dokumen pemeriksaan sama sekali.

Namun publik biasanya memahami satu hal sederhana.

Jika sebuah masalah sudah ditemukan, sudah dicatat, bahkan sudah diberi rekomendasi perbaikan, maka masalah yang sama semestinya tidak kembali muncul pada tahun berikutnya.

Karena itulah temuan terkait persediaan obat rusak dan kedaluwarsa di RSUD dr. Soekardjo layak mendapat perhatian.

Bukan semata karena angkanya.

Bukan pula karena nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Melainkan karena persoalan tersebut kembali muncul setelah sebelumnya pernah menjadi perhatian auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Berdasarkan dokumen yang menjadi dasar permintaan klarifikasi AlbadarPost, auditor mencatat nilai obat rusak dan/atau kedaluwarsa sekitar Rp398,58 juta pada Tahun Anggaran 2023. Setahun kemudian, temuan serupa kembali muncul dengan nilai sekitar Rp168,89 juta pada Tahun Anggaran 2024. Angkanya memang menurun. Namun pertanyaannya belum ikut menurun. Justru sebaliknya.

Ketika Temuan Tidak Lagi Berdiri Sendiri

Dalam praktik pemerintahan daerah, temuan audit RSUD dr. Soekardjo bukan sesuatu yang langka. Hampir setiap tahun auditor menemukan berbagai catatan pada banyak instansi.

Karena itu, satu temuan belum tentu menunjukkan adanya persoalan besar.

Namun ada perbedaan antara sebuah temuan dan sebuah pola.

Temuan bisa terjadi sekali.

Pola muncul ketika persoalan yang serupa kembali ditemukan setelah sebelumnya mendapat perhatian.

Di titik inilah publik mulai bertanya.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Apa yang belum berjalan?

Dan mengapa persoalan yang pernah ditemukan auditor masih kembali muncul pada tahun berikutnya?

Pertanyaan tersebut tidak lahir dari prasangka. Pertanyaan itu lahir dari rasa ingin tahu yang wajar terhadap pengelolaan layanan publik.

Apalagi yang dibahas bukan proyek fisik atau kegiatan seremonial.

Yang dibahas adalah sistem pelayanan kesehatan.

Audit Seharusnya Menjadi Titik Belajar

Tujuan audit bukan mempermalukan institusi.

Audit juga bukan sekadar daftar kesalahan yang disimpan di lemari arsip.

Audit pada dasarnya adalah alarm.

Ia berbunyi ketika ada sesuatu yang perlu diperbaiki.

Karena itu, ukuran keberhasilan sebuah audit bukan hanya banyaknya temuan yang dicatat. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh organisasi belajar dari temuan tersebut.

Publik tentu tidak berharap rumah sakit bekerja tanpa cela.

Tidak ada organisasi yang seperti itu.

Namun masyarakat berhak berharap bahwa setiap catatan auditor menghasilkan perubahan yang nyata.

Jika perencanaan kebutuhan obat perlu diperbaiki, maka perbaikannya harus terlihat.

Jika pengawasan stok perlu diperkuat, maka hasilnya harus terasa.

Dan jika evaluasi internal dilakukan, maka publik berhak mengetahui dampaknya.

Sebab pada akhirnya, kepercayaan tidak dibangun oleh laporan semata. Kepercayaan dibangun oleh hasil.

Publik Menunggu Penjelasan yang Dijanjikan

Ada satu hal lain yang juga patut dicatat.

Sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi yang lengkap dan berimbang, AlbadarPost telah mengirimkan Surat Permohonan Wawancara Tertulis (SPWT) kepada pihak RSUD pada 2 Juni 2026. Melalui surat tersebut, redaksi mengajukan sejumlah pertanyaan terkait perencanaan kebutuhan obat, pengadaan, pengawasan persediaan, hingga tindak lanjut atas temuan audit RSUD dr. Soekardjo.

Dalam komunikasi sebelumnya, pihak RSUD menyampaikan bahwa mereka akan memberikan tanggapan kepada redaksi.

Namun hingga artikel editorial ini ditulis, jawaban tersebut belum diterima.

Tentu setiap institusi memiliki mekanisme internal yang harus dilalui. Tidak semua persoalan dapat dijawab dalam hitungan jam.

Namun publik juga memiliki hak untuk memperoleh penjelasan.

Semakin lama ruang informasi dibiarkan kosong, semakin banyak ruang yang terbuka bagi spekulasi.

Padahal sering kali yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya sederhana.

Penjelasan.

Bukan perdebatan.

Bukan polemik.

Hanya penjelasan yang jelas, dapat diverifikasi, dan disampaikan secara terbuka.

Yang Dipertaruhkan Lebih Besar dari Nilai Temuan

Pada akhirnya, persoalan ini tidak semata-mata berbicara tentang Rp398,58 juta pada tahun 2023 atau Rp168,89 juta pada tahun 2024.

Angka itu penting.

Tetapi ada sesuatu yang lebih penting.

Yaitu kepercayaan publik terhadap kemampuan sebuah institusi untuk memperbaiki diri ketika menemukan kelemahan.

Setiap organisasi pasti pernah menghadapi masalah.

Yang membedakan satu institusi dengan institusi lainnya adalah cara mereka merespons masalah tersebut.

Apakah menjadikannya pelajaran.

Ataukah membiarkannya kembali muncul dalam bentuk yang hampir sama.

Editorial ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi siapa pun. Editorial ini juga tidak bertujuan menyimpulkan adanya pelanggaran hukum tertentu. Namun masyarakat memiliki hak yang sah untuk mengetahui apa yang telah diperbaiki, apa yang sedang dibenahi, dan mengapa persoalan yang pernah ditemukan auditor masih kembali menjadi perhatian pada tahun berikutnya.

Publik tidak menuntut rumah sakit menjadi sempurna. Publik hanya ingin melihat bahwa setiap peringatan benar-benar didengar. Sebab ketika auditor sudah mengingatkan, temuan masih kembali muncul, dan jawaban yang dijanjikan belum juga datang, pertanyaan yang tersisa menjadi semakin sederhana: apakah pelajaran dari tahun lalu benar-benar sudah dipelajari?

AlbadarPost tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk dimuat secara proporsional sesuai ketentuan Undang-Undang Pers. (Redaksi)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Takdir Allah Ta'ala

    Allah Menghitung Umurmu dengan Napas, Bukan Tahun

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Coba ingat kembali berapa usia Anda hari ini. Tiga puluh tahun? Empat puluh? Enam puluh? Hampir semua orang menjawab dengan angka yang sama: jumlah tahun sejak lahir. Padahal, menurut para ulama tasawuf, terutama Imam Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari dalam Al-Hikam, ukuran kehidupan tidak sesederhana itu. Takdir Allah berjalan pada setiap napas, bukan menunggu […]

  • Nomor Darurat BPBD Jabar

    Simpan Nomor Darurat BPBD dan Damkar Sebelum Bencana Datang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nomor Darurat BPBD Jabar dan nomor Damkar Jawa Barat bukan sekadar deretan angka yang tersimpan di ponsel. Dalam situasi darurat, satu panggilan ke call center BPBD atau Damkar bisa menjadi penentu cepat atau lambatnya bantuan tiba. Karena itu, menyimpan nomor layanan sesuai domisili merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar […]

  • perjalanan dinas

    Perjalanan Dinas: Pos Favorit Anggaran yang Minim Dampak Publik

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: perjalanan dinas terus membebani anggaran publik tanpa dampak layanan yang jelas. Perjalanan Dinas yang Tak Pernah Sepi albadarpost.com, EDITORIAL – Perjalanan dinas kembali menjadi sorotan. Bukan karena prestasinya, melainkan karena ketahanannya sebagai pos anggaran yang nyaris tak tersentuh kritik serius. Dari pusat hingga daerah, pos ini terus tumbuh dan nyaris selalu habis terserap. […]

  • arus balik Nataru 2026

    Arus Balik Nataru 2026 Dipantau di GT Kalihurip Utama

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    GT Kalihurip Utama menjadi titik pantau arus balik Nataru 2026. Lalu lintas ramai namun tetap lancar. albadarpost.com, FOKUS – Gerbang Tol (GT) Kalihurip Utama menjadi salah satu titik pantau utama dalam arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Gerbang tol yang menghubungkan arus kendaraan dari Bandung dan sekitarnya menuju wilayah Jabodetabek ini mencerminkan kondisi […]

  • Suasana Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H di Jakarta dengan pemaparan data hisab dan rukyat hilal.

    Resmi! Tanggal Puasa 2026 Ditetapkan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H sebagai awal puasa 2026 yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah atau tanggal puasa 2026 ini diputuskan dalam Sidang Isbat setelah mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat hilal secara nasional. Keputusan tersebut memberikan kepastian bagi umat Islam […]

  • Bupati Ciamis

    Bupati Ciamis Menang Lagi, PTTUN Kuatkan Putusan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bupati Ciamis kembali memperoleh kemenangan dalam sengketa tata usaha negara terkait pemberhentian Kepala Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari. PTTUN Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang sebelumnya menolak gugatan terhadap Keputusan Bupati Ciamis. Putusan banding ini sekaligus mempertegas hasil persidangan tingkat pertama yang telah diputus pada April 2026. Perkara tersebut […]

expand_less