Wali Kota Tasikmalaya Pimpin Rapat OPD, Sinergi Jadi Sorotan
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gedung Bale Kota Tasikmalaya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rapat Pimpinan Pemkot Tasikmalaya menjadi salah satu ruang penting untuk mengevaluasi jalannya program pemerintahan sekaligus memperkuat koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan memimpin rapat bersama para pimpinan OPD di Ruang Rapat Wali Kota Tasikmalaya, Selasa (11/8/2026).
Rapat tersebut diarahkan untuk memastikan berbagai program dan kegiatan Pemerintah Kota Tasikmalaya berjalan efektif, terarah, serta sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Namun, keberhasilan sebuah rapat pimpinan tentu tidak hanya ditentukan oleh banyaknya arahan yang disampaikan.
Forum tersebut juga penting menjadi ruang bagi pimpinan OPD untuk menyampaikan perkembangan program, kondisi di lapangan, kendala pelaksanaan, sekaligus memberikan masukan kepada kepala daerah.
Dengan demikian, koordinasi pemerintahan dapat berjalan lebih dua arah.
Evaluasi Program Tidak Cukup di Atas Kertas
Dalam pemerintahan daerah, target program sering kali terlihat sederhana dalam dokumen perencanaan. Akan tetapi, pelaksanaannya di lapangan dapat menghadapi persoalan yang berbeda.
Karena itu, evaluasi menjadi bagian penting dari proses pemerintahan.
Melalui Rapat Pimpinan Pemkot Tasikmalaya, kepala daerah bersama jajaran OPD dapat melihat kembali perkembangan berbagai program dan kegiatan. Selanjutnya, setiap persoalan yang muncul dapat menjadi bahan pembahasan untuk menentukan langkah berikutnya.
Pendekatan tersebut penting karena pemerintah tidak hanya mengejar penyelesaian kegiatan, tetapi juga perlu memastikan program memberikan manfaat kepada masyarakat.
Di sisi lain, pimpinan OPD memiliki posisi strategis untuk menyampaikan gambaran faktual mengenai pelaksanaan tugas masing-masing.
Mereka mengetahui persoalan teknis yang mungkin tidak seluruhnya terlihat dari tingkat pimpinan daerah.
Karena itu, masukan dari OPD menjadi bagian penting dalam menghasilkan keputusan yang lebih realistis.
Viman Tekankan Sinergi dan Koordinasi
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menekankan pentingnya sinergi, koordinasi, dan komitmen seluruh perangkat daerah.
Pesan tersebut memiliki arti penting karena program pemerintahan daerah tidak berdiri sendiri.
Satu agenda pembangunan dapat membutuhkan dukungan beberapa perangkat daerah sekaligus. Begitu pula pelayanan kepada masyarakat sering kali bersinggungan dengan kewenangan dan tugas sejumlah OPD.
Karena itu, koordinasi menjadi salah satu kunci agar program tidak berjalan secara terpisah.
Selain itu, komunikasi antarperangkat daerah dapat membantu mempercepat penyelesaian persoalan yang muncul selama pelaksanaan program.
Pada titik inilah Rapat Pimpinan Wali Kota Tasikmalaya memiliki fungsi strategis.
Forum tersebut dapat menjadi tempat untuk menyamakan arah, mengevaluasi pekerjaan, sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan keputusan lebih lanjut.
Wali Kota Perlu Mendengar Masukan OPD
Arahan kepala daerah memang penting. Namun, pemerintahan yang efektif juga membutuhkan informasi dari perangkat daerah yang menjalankan kebijakan secara langsung.
Karena itu, Wali Kota tidak hanya perlu memastikan OPD memahami target yang harus dicapai. Ia juga perlu mendengar bagaimana kondisi pelaksanaan target tersebut.
Misalnya, apakah terdapat kendala teknis? Apakah koordinasi antarlembaga berjalan baik? Apakah sumber daya yang tersedia cukup? Atau apakah ada persoalan lain yang membutuhkan kebijakan di tingkat pimpinan?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu dapat membantu kepala daerah memperoleh gambaran yang lebih lengkap.
Dengan begitu, evaluasi tidak hanya menghasilkan catatan mengenai target yang sudah atau belum tercapai. Lebih jauh, evaluasi dapat menemukan penyebab persoalan dan menentukan solusi yang lebih tepat.
Mendengar OPD bukan berarti mengurangi kewenangan kepala daerah. Justru, informasi dari OPD dapat memperkuat dasar pengambilan keputusan.
Di sisi lain, OPD juga memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kondisi secara terbuka, objektif, dan berbasis data.
Ukuran Akhirnya Tetap Pelayanan Publik
Sinergi antarpemerintah daerah pada akhirnya harus bermuara pada hasil yang dirasakan masyarakat.
Pembangunan yang lebih cepat, pelayanan publik yang semakin baik, serta program pemerintah yang tepat sasaran merupakan indikator yang jauh lebih penting daripada sekadar banyaknya rapat yang dilaksanakan.
Karena itu, hasil Rapat Pimpinan Pemkot Tasikmalaya perlu diterjemahkan ke dalam langkah kerja yang jelas.
Setiap target membutuhkan pelaksana. Setiap persoalan membutuhkan solusi. Sementara setiap keputusan membutuhkan evaluasi.
Dengan pola tersebut, rapat pimpinan tidak berhenti sebagai agenda rutin pemerintahan.
Sebaliknya, forum itu dapat menjadi instrumen untuk memastikan kebijakan bergerak dari ruang rapat menuju pelaksanaan nyata di tengah masyarakat.
Terlebih, tantangan pemerintahan daerah tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui instruksi.
Terkadang, persoalan membutuhkan koordinasi. Dalam kondisi lain, dibutuhkan keberanian untuk mengevaluasi kebijakan. Dan pada situasi tertentu, kepala daerah justru membutuhkan informasi dari bawah sebelum mengambil keputusan.
Sinergi Harus Berjalan Dua Arah
Rapat pimpinan yang efektif pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang memberi arahan dan siapa yang menjalankan.
Ada proses mendengar, menyampaikan persoalan, mencari solusi, lalu memastikan keputusan benar-benar berjalan.
Wali Kota memiliki peran penting dalam menentukan arah pemerintahan. Namun, OPD juga memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai kondisi pelaksanaan program.
Karena itu, keduanya perlu berada dalam satu ruang dialog yang konstruktif.
Sebab pemerintahan yang kuat bukan hanya pemerintahan yang mampu memberi perintah, tetapi juga pemerintahan yang cukup terbuka untuk mendengar. Dari ruang rapat itulah keputusan diuji—dan dari kerja nyata di lapangan, masyarakat akhirnya menentukan apakah keputusan tersebut benar-benar berarti. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar