Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Survei Elektabilitas Capres Tempatkan Prabowo Unggul, Dedi Mulyadi Naik Tajam

Survei Elektabilitas Capres Tempatkan Prabowo Unggul, Dedi Mulyadi Naik Tajam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
  • visibility 213
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Survei elektabilitas capres menempatkan Prabowo di puncak, sementara Dedi Mulyadi naik signifikan di posisi kedua.

albadarpost.com, LENSA – Pemetaan politik menjelang Pemilu 2029 bergeser setelah hasil survei elektabilitas capres terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan lonjakan dukungan bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam simulasi yang menguji 25 tokoh nasional, Prabowo Subianto masih menguasai posisi puncak. Namun kenaikan signifikan Dedi Mulyadi ke peringkat kedua memunculkan dinamika baru, terutama di wilayah pemilih Jawa Barat dan Banten.

Hasil survei elektabilitas capres yang dirilis Indikator Politik Indonesia menunjukkan perubahan penting dalam peta dukungan publik. Prabowo Subianto tetap berada di posisi pertama, tetapi temuan terpenting justru muncul di urutan kedua: Dedi Mulyadi melampaui sejumlah nama arus utama dan menempatkan diri sebagai penantang terkuat dalam simulasi tanpa ambang batas pencalonan.

Dalam rilis yang disampaikan di Jakarta, Sabtu, 8 November 2025, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan survei dilakukan pada 20–27 Oktober dengan 1.200 responden mewakili 38 provinsi. Temuan utama menunjukkan Prabowo mengantongi 46,7 persen dukungan. Dedi Mulyadi mengikuti dengan 18,4 persen—angka yang dinilai mengejutkan mengingat ia belum pernah tampil sebagai kandidat nasional dalam pemilu sebelumnya.


Survei Elektabilitas Capres Geser Peta Dukungan Publik

Burhanuddin menjelaskan, simulasi ini dilakukan untuk membaca peta kontestasi setelah Mahkamah Konstitusi menghapus presidential threshold. Dengan aturan baru ini, partai tidak lagi terikat syarat 20 persen kursi DPR untuk mengajukan calon presiden. Artinya, setiap partai memiliki kesempatan mengusung figur masing-masing.

Baca juga: Apa Yang Membuat Dedi Naik?

Dalam konteks itu, 25 nama diuji. Hasilnya menempatkan Dedi Mulyadi di posisi yang belum pernah dicapainya secara nasional. Di bawahnya terdapat Anies Baswedan dengan 9 persen, Gibran Rakabuming Raka dengan 4,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,9 persen, dan Ganjar Pranowo 3,7 persen. Burhanuddin mencatat bahwa “Dedi Mulyadi cukup menonjol dan menempati posisi kedua, melewati nama-nama yang selama ini dianggap kandidat utama.”

Daftar tokoh lain yang masuk ke simulasi termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (1,5 persen), Sherly Tjoanda Laos (1,1 persen), Khofifah Indar Parawansa (0,5 persen), Erick Thohir (0,4 persen), Kaesang Pangarep (0,4 persen), hingga Puan Maharani (0,1 persen). Burhanuddin menilai kemunculan Purbaya—meski kecil—menandakan meningkatnya eksposur publik terhadap pejabat baru di jajaran ekonomi pemerintahan.

Secara metodologis, survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Seluruh responden diwawancarai tatap muka oleh pewawancara terlatih. Quality control dilakukan pada 20 persen sampel.


Basis Dukungan Dedi Mulyadi Kuat di Jawa Barat

Pendalaman data menunjukkan lompatan elektabilitas Dedi Mulyadi tidak muncul secara acak. Ia memperoleh dukungan terbesar dari provinsi Jawa Barat, wilayah dengan jumlah pemilih terbesar secara nasional. Dukungan di provinsi ini mencapai 43,5 persen, melampaui Prabowo yang meraih 31,4 persen. Posisi ini menandai pergeseran penting dalam konfigurasi politik Jawa Barat, yang sebelumnya lebih didominasi partai-partai besar dalam pemilu 2019 dan 2024.

Dukungan tinggi juga terlihat di Banten (38,4 persen) dan DKI Jakarta (19,7 persen). Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka menunjukkan basis dukungan paling kuat di Jawa Tengah dan Bali. Temuan ini mengindikasikan bahwa figur-figur yang memiliki rekam jejak kepemimpinan daerah tetap menjadi magnet elektoral pada basis pemilih tertentu.

Namun data sekaligus memperlihatkan tantangan besar bagi para kandidat. Meskipun Prabowo unggul secara nasional, dominasi tersebut tidak merata di seluruh wilayah. Sebaliknya, lonjakan elektabilitas Dedi Mulyadi membuka pertanyaan baru: apakah ia akan diusung partai politik, mengingat tidak ada lagi hambatan ambang batas pencalonan?

Dalam konteks kebijakan publik, perubahan peta elektoral ini akan berpengaruh pada dinamika politik di daerah. Dukungan tinggi terhadap seorang gubernur atau tokoh lokal sering kali berkaitan dengan penilaian publik terhadap pelayanan dasar, tata kelola, dan kebijakan sektor pendidikan, kesehatan, serta penanganan kemiskinan. Survei ini menunjukkan bahwa pemilih semakin responsif terhadap figur yang dianggap bekerja nyata di daerah.

Baca juga: Gugatan OpenAI Meningkat, Peluncuran AI Dipertanyakan Usai Kasus Bunuh Diri

Untuk Albadarpost, perubahan ini perlu dipantau lebih jauh, terutama terkait bagaimana kebijakan di tingkat daerah dapat mempengaruhi preferensi pemilih di tingkat nasional. Dedi Mulyadi, yang sebelumnya dikenal dengan program tata kelola pelayanan publik di Jawa Barat, tampaknya berhasil memanfaatkan basis sosial tersebut untuk mengonversi dukungan ke level nasional.

Survei elektabilitas capres menunjukkan dinamika baru. Prabowo masih unggul, tetapi lonjakan dukungan terhadap Dedi Mulyadi mengubah peta politik nasional. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyaluran bantuan ATENSI Tasikmalaya 2026 kepada ratusan warga di Gedung Juang

    490 Warga Kota Tasikmalaya Terima Bantuan ATENSI, Ini Rinciannya!

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bantuan ATENSI Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah pemerintah menyalurkan program ini kepada ratusan warga. Program bantuan sosial ini, atau dikenal sebagai Asistensi Rehabilitasi Sosial, menyasar Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat rentan. Kegiatan penyaluran berlangsung di Gedung Juang Kota Tasikmalaya pada Senin, 30 Maret 2026. Selain […]

  • Ilustrasi arus balik Lebaran menuju Jakarta dengan jalan tol lengang saat dini hari tanpa kemacetan

    Arus Balik 2026: Jam Berangkat Ini Bikin Kamu Tiba di Jakarta Pagi Tanpa Macet

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menentukan waktu terbaik arus balik menjadi kunci agar perjalanan kembali ke Jakarta tetap lancar. Banyak pemudik ingin tiba pagi hari tanpa terjebak macet panjang. Namun, tanpa strategi waktu yang tepat, perjalanan justru bisa berjam-jam lebih lama. Karena itu, memahami pola arus balik Lebaran 2026 menjadi sangat penting, terutama bagi Anda yang […]

  • Rusa Cagar Alam Pangandaran

    Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Rusa Cagar Alam Pangandaran sering masuk ke permukiman warga, BKSDA tingkatkan patroli untuk jaga ekosistem. Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Dekat dengan Warga albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena unik kembali terjadi di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Sejumlah rusa dari Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran kerap terlihat keluar dari area konservasi dan berkeliaran hingga […]

  • UU PRT 2026

    Bukan Lagi “Pembantu”: UU PRT 2026 Ubah Status dan Lindungi Pekerja Rumah Tangga

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 218
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – UU PRT 2026 akhirnya disahkan pada April 2026 dan langsung mengubah wajah hubungan kerja di rumah tangga. Undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga ini tidak hanya mengatur hak pekerja rumah tangga, tetapi juga menegaskan kewajiban majikan lengkap dengan sanksi hukum yang tegas. Selama bertahun-tahun, jutaan pekerja rumah tangga bekerja tanpa kontrak, tanpa batas […]

  • Ilustrasi parsel lebaran sebagai potensi gratifikasi kepada pejabat.

    Tradisi Parsel Lebaran untuk Pejabat: Budaya atau Gratifikasi?

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Gratifikasi lebaran sering muncul dalam bentuk bingkisan, parsel, atau hadiah hari raya. Sebagian orang menganggap gratifikasi lebaran atau hadiah lebaran untuk pejabat sebagai tradisi sosial yang wajar. Namun jika hadiah tersebut berkaitan dengan jabatan, hukum memandangnya sebagai potensi korupsi. Di sinilah persoalan mulai menjadi serius. Banyak praktik pemberian hadiah kepada pejabat sebenarnya […]

  • RKPD Tasikmalaya 2027

    RKPD 2027 Tasikmalaya Dimulai, Harapan Tinggi Tapi Detail Masih Misteri

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tasikmalaya 2027 tiba-tiba menjadi pembicaraan hangat setelah pemerintah daerah mengumumkan deretan program prioritas pembangunan yang disebut mampu mempercepat transformasi ekonomi. Rencana pembangunan Tasikmalaya 2027 ini menghadirkan janji besar: jalan lebih baik, rumah sakit baru, desa naik kelas, hingga program anti rentenir bagi pelaku usaha kecil. […]

expand_less