Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Bukan Sekadar Tawaf Terakhir, Ini Rahasia Spiritual Thawaf Wada

Bukan Sekadar Tawaf Terakhir, Ini Rahasia Spiritual Thawaf Wada

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ketika membahas thawaf wada, banyak orang mengenalnya sebagai thawaf perpisahan sebelum meninggalkan Kota Makkah. Definisi itu memang benar. Namun bagi sebagian jamaah, thawaf wada bukan sekadar putaran terakhir mengelilingi Ka’bah.

Di balik langkah-langkah yang mengitari Baitullah untuk terakhir kalinya, tersimpan rasa haru yang sulit dijelaskan. Ada doa yang dipanjatkan lebih lama. Ada tatapan yang berkali-kali kembali ke arah Ka’bah. Bahkan ada air mata yang jatuh tanpa suara.

Karena setelah thawaf wada selesai, perjalanan menuju rumah Allah hampir mencapai ujungnya.

Apa Itu Thawaf Wada?

Secara sederhana, thawaf wada adalah thawaf perpisahan yang dilakukan jamaah haji sebelum meninggalkan Kota Makkah.

Kata wada’ berarti perpisahan.

Karena itu, thawaf ini menjadi penutup seluruh rangkaian ibadah haji sebelum jamaah kembali ke tanah air atau melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Dari Abdullah bin Abbas ra., beliau berkata:

“Manusia diperintahkan agar menjadikan akhir urusannya di Makkah adalah di Baitullah (thawaf), kecuali wanita haid yang diberi keringanan.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar pelaksanaan thawaf wada yang oleh mayoritas ulama dikategorikan sebagai wajib haji.

Ketika Langkah Kaki Mulai Berat

Di sekitar Ka’bah, ribuan orang tetap bergerak dalam putaran yang sama.

Namun suasana batin jamaah yang sedang melaksanakan thawaf wada sering kali berbeda.

Ada yang memperlambat langkahnya tanpa sadar.

Ada yang terus memandangi Ka’bah setiap kali menyelesaikan satu putaran.

Dan ada pula yang menggenggam tas paspor di tangan kirinya, sementara tangan kanannya terus bergerak berdoa.

Menjelang waktu keberangkatan, sebagian jamaah terlihat berkali-kali menoleh ke arah Ka’bah sebelum keluar dari area Masjidil Haram.

Seolah ada sesuatu yang belum selesai mereka sampaikan.

Di pelataran masjid, beberapa jamaah bahkan berhenti beberapa detik. Mereka berdiri diam. Tidak berbicara. Tidak memotret. Hanya memandang Ka’bah dari kejauhan.

Seolah belum siap benar-benar meninggalkan tempat itu.

Fragmen-Fragmen Kecil yang Sering Terjadi

Suasana thawaf wada tidak selalu dipenuhi tangisan.

Kadang justru ada potongan-potongan kecil kehidupan yang terasa sangat manusiawi.

Di sekitar area thawaf, sesekali terdengar jamaah Indonesia saling meminta tolong mengambil foto terakhir dengan latar Ka’bah.

“Aa, tolong fotoin satu lagi.”

Kalimat sederhana seperti itu sering terdengar sebelum mereka berpisah dengan tempat yang selama ini hanya hadir dalam doa dan kerinduan.

Di sudut lain, ada jamaah yang sibuk mencari rombongannya.

Ada yang memeriksa gelang identitas.

Ada pula yang terus memandangi menara Masjidil Haram sambil berjalan pelan menuju pintu keluar.

Sementara itu, percakapan dalam berbagai bahasa terdengar bersahutan.

Bahasa Indonesia bercampur dengan Arab, Turki, Urdu, Melayu, hingga bahasa-bahasa dari Afrika.

Mereka datang dari tempat yang berbeda.

Namun hari itu mereka membawa perasaan yang hampir sama.

Mengapa Thawaf Wada Begitu Mengharukan?

Secara fikih, thawaf wada merupakan bagian dari penyempurnaan ibadah haji.

Namun secara batin, thawaf wada sering menjadi ruang refleksi yang sangat dalam.

Di sana, seseorang menyadari bahwa hidup pada akhirnya adalah perjalanan pulang menuju Allah.

Ka’bah menjadi titik temu jutaan manusia.

Tetapi sekaligus mengingatkan bahwa tidak ada yang benar-benar menetap di dunia.

Hari itu jamaah berpisah dengan Ka’bah.

Kelak manusia juga akan berpisah dengan usia, jabatan, harta, dan segala yang selama ini dianggap penting.

Karena itu, para ulama sering mengingatkan bahwa yang dibawa pulang dari haji bukanlah foto atau oleh-oleh semata.

Melainkan perubahan hati.

Hikmah yang Sering Terlewat

Tidak semua orang yang melihat Ka’bah menjadi lebih baik.

Namun hampir semua orang yang benar-benar merenungkan perjalanan hajinya akan pulang dengan pelajaran baru.

Tentang kesabaran.

Tentang kerendahan hati.

Dan tentang betapa kecilnya manusia di hadapan Allah.

Dan mungkin, tentang betapa cepatnya waktu berlalu.

Karena baru kemarin terasa berangkat.

Tiba-tiba hari ini sudah harus berpamitan.

Mungkin yang paling berat dalam thawaf wada bukanlah tujuh putaran mengelilingi Ka’bah.

Melainkan ketika langkah kaki mulai menjauh, sementara hati masih tertinggal di pelataran Masjidil Haram.

Ka’bah akan tetap berdiri di tempatnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah: ketika pesawat mendarat di tanah air, apakah hati yang pulang masih sama seperti saat pertama datang ke rumah Allah? (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pembunuhan penjaga konter

    Buruh di Bandung Bunuh Penjaga Konter demi Judi Online

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Buruh di Bandung bunuh penjaga konter demi bayar utang judi online, polisi ungkap motif dan kronologinya. albadarpost.com, LENSA – Tiga hari pelarian seorang buruh berakhir di tangan polisi. Pelaku pembunuhan penjaga konter ponsel di kawasan Sukamulya, Kota Bandung, akhirnya ditangkap. Ia mengaku nekat menghabisi nyawa korban demi menutup utang judi online yang menjeratnya. Pelaku Pembunuhan […]

  • Nadya Nurazizah

    Siswi SMP Garut Raih Emas Kejurnas Panahan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Nadya Nurazizah mencatatkan namanya di jajaran atlet muda terbaik Indonesia. Siswi kelas IX SMP Negeri 2 Garut itu berhasil meraih medali emas Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2026 setelah menjadi juara Kategori Individu Nasional U-18 Putri pada ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Rabu (29/7/2026). […]

  • Ali bin Abi Thalib2

    Ali bin Abi Thalib Kalah di Pengadilan. Mengapa?

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ali bin Abi Thalib. Seorang khalifah berdiri di hadapan seorang hakim. Tidak ada singgasana. Tidak ada perlakuan istimewa. Dan tidak ada keputusan yang berpihak karena jabatan. Ketika bukti yang diajukannya belum memenuhi ketentuan hukum, hakim menjatuhkan putusan yang tidak menguntungkannya. Sang khalifah menerimanya dengan lapang dada. Dalam sejumlah literatur sejarah Islam, peristiwa […]

  • Tafsir Al-Ma'idah 2

    Tafsir Al-Ma’idah 2: Kunci Kolaborasi Umat

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Mengapa ada kerja sama yang menghadirkan keberkahan, sementara kerja sama lainnya justru melahirkan kerusakan? Tafsir Al-Ma’idah 2 memberikan jawaban yang tegas. Melalui QS. Al-Ma’idah ayat 2, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa, sekaligus melarang saling membantu dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Pesan tersebut bukan hanya menjadi pedoman […]

  • Kemiskinan Tasikmalaya

    Dibantu ITB dan Pemprov, Desa Padakembang Jadi Contoh Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kemiskinan Tasikmalaya kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Di tengah besarnya potensi sumber daya yang dimiliki, angka kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya masih berada di atas rata-rata nasional. Kondisi tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) Potensi Desa Padakembang yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat bersama […]

  • Norwegia Donasi Gaza

    Norwegia Donasikan Laba Laga Kontra Israel untuk Gaza

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Norwegia Donasi Gaza menjadi sorotan setelah Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) memutuskan menyalurkan seluruh keuntungan pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Israel untuk bantuan kemanusiaan Gaza. Dana tersebut akan disalurkan melalui organisasi medis internasional Doctors Without Borders atau Médecins Sans Frontières (MSF) guna mendukung pelayanan kesehatan dan bantuan darurat bagi warga sipil yang […]

expand_less