Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Menag Warning Pesantren: Kekerasan pada Anak Tak Bisa Ditoleransi Lagi

Menag Warning Pesantren: Kekerasan pada Anak Tak Bisa Ditoleransi Lagi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perlindungan anak di lingkungan pesantren harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pesantren ramah anak bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata agar santri dapat belajar dan tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, serta bermartabat.

Karena itu, ia menekankan bahwa segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pendidikan Islam tidak boleh lagi mendapat toleransi.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri kegiatan Strategi Komunikasi Pesantren Ramah Anak yang digelar Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

“Pesantren harus menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan hidup bermartabat,” ujar Nasaruddin Umar.

Forum tersebut dihadiri berbagai unsur pendidikan Islam, mulai dari perwakilan pondok pesantren, Majelis Masyayikh, MUI, akademisi, hingga media. Sejumlah peserta tampak mencatat serius ketika pembahasan masuk pada isu perlindungan anak di pesantren.

Menag Sebut Relasi Kuasa Jadi Akar Persoalan

Dalam pemaparannya, Menag menilai kasus kekerasan di lingkungan pendidikan Islam tidak bisa diselesaikan hanya dengan langkah sesaat atau pendekatan reaktif.

Ia menyoroti budaya relasi kuasa yang masih kuat di sejumlah lingkungan pendidikan sebagai akar persoalan yang harus segera diperbaiki.

Menurutnya, hubungan yang timpang antara pihak tertentu di pesantren berpotensi membuka ruang penyalahgunaan kewenangan apabila tidak dibatasi aturan yang jelas.

“Persoalannya adalah bagaimana melakukan transformasi masyarakat dan mengeliminasi relasi kuasa. Ini akar masalah yang mendasar,” tegasnya.

Selain itu, Menag menilai relasi kuasa yang berlebihan bertentangan dengan nilai agama, moral, dan hukum negara. Karena itu, ia meminta seluruh elemen pendidikan Islam mulai membangun budaya yang lebih sehat dan setara.

Isu perlindungan anak di pesantren belakangan memang menjadi perhatian publik. Sejumlah kasus yang mencuat membuat masyarakat mendorong pengawasan lebih ketat terhadap sistem pendidikan berbasis asrama.

Tata Tertib Pesantren Harus Berlaku untuk Semua

Nasaruddin Umar juga meminta pondok pesantren memperkuat tata tertib internal agar perlindungan santri berjalan lebih efektif.

Menurutnya, aturan tidak boleh hanya mengikat santri, tetapi juga harus berlaku bagi pengelola pondok pesantren dan seluruh pihak yang memiliki kewenangan di lingkungan pendidikan.

“Tata tertib jangan hanya mengatur santri, tetapi juga pengelola pondok. Relasi kuasa seperti ini harus dibatasi dengan aturan yang jelas,” ujarnya.

Selain pengawasan internal, Menag turut menyoroti pentingnya standarisasi tata kelola pesantren, termasuk mengenai kapasitas figur kiai dan pengelola pondok.

Ia menilai ketegasan standar diperlukan agar kualitas pendidikan dan perlindungan anak tetap terjaga.

“Jangan sampai orang yang tidak memiliki kapasitas justru menjadi kiai. Perlu ada standar yang jelas,” katanya.

Pesantren Ramah Anak Butuh Perubahan Budaya

Dalam kesempatan yang sama, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid mengatakan persoalan kekerasan di pesantren tidak cukup diselesaikan hanya melalui penindakan hukum.

Menurutnya, problem utama berada pada budaya relasi kuasa yang masih mengakar di masyarakat.

“Jika hanya reaktif dan mengandalkan quick fix, maka pembahasan berhenti pada pelaku ditangkap dan kasus dianggap selesai,” ujar Alissa.

Ia menilai transformasi budaya dan spiritual membutuhkan waktu panjang serta keterlibatan seluruh ekosistem pesantren.

Karena itu, penguatan pesantren ramah anak dinilai harus berjalan bersamaan dengan perubahan cara pandang terhadap relasi pendidikan, kepemimpinan, dan pengawasan di lingkungan pesantren.

Kolaborasi Jadi Kunci Perlindungan Anak

Menag juga mengajak seluruh pihak membangun kolaborasi dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan Islam.

Menurutnya, komunikasi publik, pengawasan, dan mitigasi krisis harus berjalan bersama agar persoalan kekerasan dapat dicegah sejak awal.

Selain itu, ia meminta seluruh elemen pesantren terus melakukan evaluasi internal demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat bagi santri.

“Banyak hal yang perlu kita evaluasi di lingkungan pondok pesantren. Karena itu, diperlukan kolaborasi agar persoalan ini dapat ditangani secara tuntas,” tuturnya.

Pesantren seharusnya melahirkan rasa aman, bukan rasa takut. Sebab ketika anak kehilangan perlindungan di tempat mereka belajar agama, yang terluka bukan hanya satu generasi, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan itu sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • efisiensi anggaran DPRD

    Efisiensi Anggaran DPRD, Akankah Tasikmalaya Ambil Langkah Berani?

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Tasikmalaya di Persimpangan Keputusan albadapost.com, EDITORIAL – Efisiensi anggaran DPRD kembali menjadi isu publik di Tasikmalaya. Saat Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis memangkas tunjangan legislatif sebagai respon tekanan fiskal, DPRD Tasikmalaya belum menunjukkan sikap tegas. Keraguan ini bukan sekadar soal kebijakan anggaran, tetapi menyentuh dimensi moral dan kepercayaan rakyat. Publik bertanya dengan wajar. Ketika beban […]

  • foto produk UMKM

    Cara Simpel Foto Produk UMKM Biar Terlihat Premium

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Foto produk UMKM, cara foto jualan, dan fotografi produk sederhana sering dianggap cukup dengan kamera bagus. Nyatanya, banyak pelaku usaha sudah pakai HP mahal, tapi hasilnya tetap “biasa saja”. Masalahnya bukan di alat. Masalahnya ada di detail kecil yang sering diabaikan. Menariknya, justru hal-hal sederhana inilah yang sering membuat foto terlihat lebih […]

  • Tiga Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, 22/4/2026. (Foto: Kemenhaj)

    Jemaah Haji Tasikmalaya 2026 Berangkat, Suasana Penuh Haru

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana pelepasan jemaah haji Tasikmalaya 2026 terasa berbeda sejak pagi. Udara di sekitar Gedung Dakwah Islam (GDI) seperti dipenuhi campuran rasa haru, bangga, dan cemas. Keluarga dari 445 Jemaah Haji Kota Tasikmalaya Kloter 04 KJT datang lebih awal, sebagian memilih duduk diam, sementara yang lain sibuk memastikan koper dan dokumen tidak […]

  • hadis kejujuran

    Hadis Kejujuran: Rahasia Sukses di Era Digital yang Jarang Disadari

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hadis kejujuran menjadi pedoman penting dalam kehidupan, terutama di era modern yang serba cepat dan digital. Nilai kejujuran dalam Islam, integritas, serta kepercayaan publik kini semakin diuji, baik di media sosial, bisnis online, maupun kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, memahami hadis tentang kejujuran bukan hanya penting, tetapi juga sangat relevan untuk menjaga […]

  • Kontingen Garut Popwilda 2026

    Bupati Syakur Lepas Kontingen Garut, Silat dan Sepak Bola Jadi Tumpuan Medali

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontingen Garut Popwilda 2026 resmi dilepas oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam sebuah momen yang sarat semangat dan harapan. Pelepasan atlet pelajar terbaik Kabupaten Garut ini menjadi simbol kesiapan daerah untuk bersaing di ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jawa Barat 2026. Selain membidik prestasi olahraga, Garut juga membawa […]

  • UMKM Ciamis

    Data UMKM Ciamis Bongkar Fakta: Peluang Besar Ada di Sektor Ini

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak orang mulai usaha di Ciamis. Namun, tidak semua tahu arah pasar yang sebenarnya. UMKM Ciamis, data usaha kecil, hingga statistik ekonomi lokal justru menunjukkan pola yang sama: sebagian besar pelaku usaha memilih sektor yang itu-itu saja. Di sinilah menariknya. UMKM Ciamis bukan sekadar angka, melainkan cerminan kebiasaan ekonomi masyarakat. Dari […]

expand_less