Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Indeks Kerukunan Umat Beragama Naik

Indeks Kerukunan Umat Beragama Naik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indeks kerukunan umat beragama 2025 tertinggi dalam 11 tahun, didukung kebijakan dan mitigasi konflik nasional.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kerukunan umat beragama sepanjang 2025 menunjukkan tren positif dan stabil. Dua survei nasional mencatat capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir. Kondisi ini menjadi indikator penting bagi ketahanan sosial, sekaligus fondasi pembangunan yang berdampak langsung pada rasa aman warga di ruang publik.

Survei Poltracking yang dirilis Oktober 2025 menempatkan menjaga kerukunan antar umat beragama sebagai keberhasilan tertinggi kinerja setahun Kabinet Merah Putih, dengan tingkat kepuasan publik mencapai 86,7 persen. Sementara itu, survei Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) mencatat Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Nasional 2025 sebesar 77,89, tertinggi dalam 11 tahun terakhir.

Capaian ini menegaskan bahwa isu kerukunan tidak lagi berada di pinggir kebijakan, melainkan menjadi kebutuhan dasar warga dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari lingkungan tempat tinggal, aktivitas ibadah, hingga relasi sosial lintas keyakinan.


Data Survei dan Peran Negara

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Muhammad Adib Abdushomad, menyatakan capaian tersebut tidak lepas dari kerja bersama berbagai pihak. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan umat beragama disebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan sosial.

Menurut Adib, kerukunan bukan kondisi statis. Ia bergerak mengikuti dinamika sosial, politik, dan ekonomi. Karena itu, negara tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan seremonial.

Baca juga: Kemenag Mencatat Pernikahan Nasional Naik

“Kerukunan harus dirawat terus-menerus. Ia dinamis, dan membutuhkan sistem yang mampu membaca potensi konflik sejak dini,” ujar Adib di Jakarta, Kamis (1/1/2026).

Dalam konteks itu, sepanjang 2025 PKUB menjalankan sejumlah program yang dirancang berbasis data, pencegahan, dan penguatan kapasitas masyarakat.


Mitigasi Konflik hingga Akar Rumput

Salah satu langkah strategis adalah peluncuran aplikasi SI-RUKUN, sistem peringatan dini nasional yang terintegrasi dengan 1.156 penyuluh agama di berbagai daerah. Penyuluh ini berfungsi sebagai pelapor awal potensi gesekan sosial di tingkat lokal.

Di level akar rumput, PKUB membina 468 Desa Sadar Kerukunan (DSK) yang dijadikan ruang praktik moderasi beragama. Untuk memperkuat kualitasnya, dua desa ditetapkan sebagai percontohan nasional, yakni Desa Plajan di Jepara dengan pendekatan ekoteologi dan Desa Pabuaran di Bogor berbasis seni dan budaya.

Sepanjang 2025, PKUB juga menangani 46 isu kerukunan melalui pendekatan mediasi persuasif. Pendekatan ini menempatkan dialog dan kemanusiaan sebagai instrumen utama penyelesaian konflik, bukan penegakan hukum semata.


Penguatan Regulasi dan Jejaring Nasional

Pada tingkat kebijakan, Kementerian Agama membentuk Sekretariat Bersama Kerukunan Umat Beragama melalui KMA Nomor 784 Tahun 2024. Regulasi ini menyatukan kerja PKUB dengan 512 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Selain itu, program Harmony Award tetap dijalankan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen konkret dalam menjaga kerukunan di wilayahnya.

PKUB juga memperluas ruang dialog melalui Silaturahmi Nasional (Silatnas) yang melibatkan 350 tokoh lintas agama, serta melahirkan 905 mediator bersertifikat melalui program Peningkatan Kompetensi Pendidikan Mediator (PKPM).


Dari Nasional ke Global

Upaya penguatan kerukunan tidak berhenti di dalam negeri. Program Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) membuka ruang bagi delegasi internasional untuk menyaksikan langsung praktik toleransi masyarakat Indonesia.

Di sisi pencegahan ekstremisme, Kementerian Agama memperkuat sinergi dengan BIN, BNPT, dan Densus 88. Sementara untuk generasi muda, program Youth Harmony digelar di lima kota besar sebagai upaya menyiapkan duta damai lintas iman.

Penguatan literasi juga dilakukan melalui internasionalisasi portal kerukunan dalam tiga bahasa asing, serta aktualisasi Ekoteologi Kerukunan lewat aksi lintas iman menjaga lingkungan.

Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 menegaskan bahwa stabilitas sosial bukan hasil kebetulan. Ia lahir dari kebijakan yang konsisten, kerja lintas sektor, dan partisipasi warga. Tantangannya kini adalah menjaga keberlanjutan, agar kerukunan tetap hadir sebagai pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • perjalanan dinas

    Perjalanan Dinas: Pos Favorit Anggaran yang Minim Dampak Publik

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: perjalanan dinas terus membebani anggaran publik tanpa dampak layanan yang jelas. Perjalanan Dinas yang Tak Pernah Sepi albadarpost.com, EDITORIAL – Perjalanan dinas kembali menjadi sorotan. Bukan karena prestasinya, melainkan karena ketahanannya sebagai pos anggaran yang nyaris tak tersentuh kritik serius. Dari pusat hingga daerah, pos ini terus tumbuh dan nyaris selalu habis terserap. […]

  • Saad bin Abi Waqqas

    Perang Qadisiyah: Saat Pasukan Kecil Mengalahkan Kekaisaran Persia

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bagaimana mungkin seorang panglima memenangkan perang terbesar dalam sejarah Islam tanpa turun langsung ke medan tempur? Pertanyaan itulah yang membuat kisah Saad bin Abi Waqqas, panglima penakluk Persia dan sahabat Nabi Muhammad SAW, terus menarik perhatian hingga hari ini. Nama Saad bin Abi Waqqas sering muncul dalam sejarah Perang Qadisiyah, penaklukan Persia, […]

  • MBG Kota Banjar jadi sorotan publik

    Klarifikasi DPRD Banjar: Bukan Korban MBG, Bukan Pelaku

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu dugaan penipuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar terus bergulir dan menyedot perhatian publik. Nama anggota DPRD Kota Banjar, Hendrik Purnomo, sempat ikut terseret dalam pusaran pemberitaan awal terkait laporan dugaan penipuan jalur cepat menjadi mitra dapur MBG. Menyikapi situasi tersebut, Hendrik akhirnya menyampaikan klarifikasi terbuka untuk meluruskan […]

  • penyakit pascabencana

    Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Kemenkes mencatat peningkatan penyakit pascabencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut dengan risiko penyebaran yang membesar. Kemenkes Laporkan Lonjakan Penyakit Pascabencana dan Peringatkan Risiko Meluas albadarpost.com, LENSA – Kasus penyakit pascabencana mulai meningkat di tiga provinsi terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Lonjakan ini menjadi perhatian pemerintah karena wilayah tersebut […]

  • Rendang daging sapi khas Sumatera Barat dengan bumbu rempah kental berwarna cokelat gelap di piring tradisional.

    Rendang: Kuliner Nusantara dengan Sejarah Menakjubkan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Rendang dikenal sebagai salah satu kuliner paling terkenal dari Indonesia. Hidangan ini sering disebut juga rendang Minang atau rendang daging khas Sumatera Barat yang terkenal karena bumbu rempahnya yang kuat dan proses memasaknya yang panjang. Banyak orang menikmatinya karena rasanya kaya, aromanya menggoda, dan tekstur dagingnya lembut setelah dimasak berjam-jam. Namun […]

  • ilustrasi suasana tenang seseorang bermunajat menggambarkan mahabbah kepada Allah dalam tasawuf

    Inilah Cinta Sejati Menurut Sufi: Mahabbah kepada Allah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernahkah kita bertanya dalam diam—apakah cinta kita kepada Allah sudah benar-benar tulus? Atau justru masih penuh harap pada balasan? Mahabbah kepada Allah bukan sekadar konsep dalam kitab tasawuf. Ia adalah cinta Ilahi yang hidup, berdenyut di hati, dan perlahan mengubah cara seseorang melihat dunia. Dalam pandangan para sufi, cinta kepada Allah bukan […]

expand_less