Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Indeks Kerukunan Umat Beragama Naik

Indeks Kerukunan Umat Beragama Naik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indeks kerukunan umat beragama 2025 tertinggi dalam 11 tahun, didukung kebijakan dan mitigasi konflik nasional.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kerukunan umat beragama sepanjang 2025 menunjukkan tren positif dan stabil. Dua survei nasional mencatat capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir. Kondisi ini menjadi indikator penting bagi ketahanan sosial, sekaligus fondasi pembangunan yang berdampak langsung pada rasa aman warga di ruang publik.

Survei Poltracking yang dirilis Oktober 2025 menempatkan menjaga kerukunan antar umat beragama sebagai keberhasilan tertinggi kinerja setahun Kabinet Merah Putih, dengan tingkat kepuasan publik mencapai 86,7 persen. Sementara itu, survei Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) mencatat Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Nasional 2025 sebesar 77,89, tertinggi dalam 11 tahun terakhir.

Capaian ini menegaskan bahwa isu kerukunan tidak lagi berada di pinggir kebijakan, melainkan menjadi kebutuhan dasar warga dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari lingkungan tempat tinggal, aktivitas ibadah, hingga relasi sosial lintas keyakinan.


Data Survei dan Peran Negara

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Muhammad Adib Abdushomad, menyatakan capaian tersebut tidak lepas dari kerja bersama berbagai pihak. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan umat beragama disebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan sosial.

Menurut Adib, kerukunan bukan kondisi statis. Ia bergerak mengikuti dinamika sosial, politik, dan ekonomi. Karena itu, negara tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan seremonial.

Baca juga: Kemenag Mencatat Pernikahan Nasional Naik

“Kerukunan harus dirawat terus-menerus. Ia dinamis, dan membutuhkan sistem yang mampu membaca potensi konflik sejak dini,” ujar Adib di Jakarta, Kamis (1/1/2026).

Dalam konteks itu, sepanjang 2025 PKUB menjalankan sejumlah program yang dirancang berbasis data, pencegahan, dan penguatan kapasitas masyarakat.


Mitigasi Konflik hingga Akar Rumput

Salah satu langkah strategis adalah peluncuran aplikasi SI-RUKUN, sistem peringatan dini nasional yang terintegrasi dengan 1.156 penyuluh agama di berbagai daerah. Penyuluh ini berfungsi sebagai pelapor awal potensi gesekan sosial di tingkat lokal.

Di level akar rumput, PKUB membina 468 Desa Sadar Kerukunan (DSK) yang dijadikan ruang praktik moderasi beragama. Untuk memperkuat kualitasnya, dua desa ditetapkan sebagai percontohan nasional, yakni Desa Plajan di Jepara dengan pendekatan ekoteologi dan Desa Pabuaran di Bogor berbasis seni dan budaya.

Sepanjang 2025, PKUB juga menangani 46 isu kerukunan melalui pendekatan mediasi persuasif. Pendekatan ini menempatkan dialog dan kemanusiaan sebagai instrumen utama penyelesaian konflik, bukan penegakan hukum semata.


Penguatan Regulasi dan Jejaring Nasional

Pada tingkat kebijakan, Kementerian Agama membentuk Sekretariat Bersama Kerukunan Umat Beragama melalui KMA Nomor 784 Tahun 2024. Regulasi ini menyatukan kerja PKUB dengan 512 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Selain itu, program Harmony Award tetap dijalankan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen konkret dalam menjaga kerukunan di wilayahnya.

PKUB juga memperluas ruang dialog melalui Silaturahmi Nasional (Silatnas) yang melibatkan 350 tokoh lintas agama, serta melahirkan 905 mediator bersertifikat melalui program Peningkatan Kompetensi Pendidikan Mediator (PKPM).


Dari Nasional ke Global

Upaya penguatan kerukunan tidak berhenti di dalam negeri. Program Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) membuka ruang bagi delegasi internasional untuk menyaksikan langsung praktik toleransi masyarakat Indonesia.

Di sisi pencegahan ekstremisme, Kementerian Agama memperkuat sinergi dengan BIN, BNPT, dan Densus 88. Sementara untuk generasi muda, program Youth Harmony digelar di lima kota besar sebagai upaya menyiapkan duta damai lintas iman.

Penguatan literasi juga dilakukan melalui internasionalisasi portal kerukunan dalam tiga bahasa asing, serta aktualisasi Ekoteologi Kerukunan lewat aksi lintas iman menjaga lingkungan.

Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 menegaskan bahwa stabilitas sosial bukan hasil kebetulan. Ia lahir dari kebijakan yang konsisten, kerja lintas sektor, dan partisipasi warga. Tantangannya kini adalah menjaga keberlanjutan, agar kerukunan tetap hadir sebagai pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Gedung Balai Kota Tasikmalaya dengan nuansa serius menggambarkan dinamika birokrasi dan kepemimpinan daerah.

    Birokrasi Pemkot Tasikmalaya Disorot, Ada Apa?

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Satu tahun berjalan, kepemimpinan Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai menghadapi ujian serius. Kritik tak lagi berbisik. Ia kini mengeras di ruang publik. Sorotan itu datang dari Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan Noor, yang menilai tata kelola birokrasi dan dinamika internal pemerintahan belum menunjukkan soliditas yang diharapkan. Dalam wawancara, Senin (16/2/2026), […]

  • Ilustrasi Umar bin Khattab sebagai khalifah Islam dengan nuansa kepemimpinan, keadilan, dan ketegasan.

    Umar bin Khattab: Pemimpin Tegas yang Dicintai Umat

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok pemimpin Islam yang tegas, adil, dan berpihak pada kebenaran. Khalifah kedua ini tidak hanya mengawal pertumbuhan Islam, tetapi juga membangun fondasi pemerintahan yang rapi dan berkeadilan. Kepemimpinan Umar Al-Faruq hingga kini tetap relevan, bahkan dalam konteks modern. Masuk Islam pada tahun keenam kenabian, Ia segera tampil […]

  • Karangjaya Tasikmalaya

    Heboh Video Karangjaya, Kodim 0612 Beri Klarifikasi

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Karangjaya Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya video viral yang memunculkan tudingan adanya tindakan represif dan situasi darurat agraria di Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Menanggapi berbagai narasi yang berkembang, Kodim 0612/Tasikmalaya memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut. Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M Imvan Ibrahim menegaskan potongan video […]

  • teror air keras

    Terungkap! Teror Air Keras Andrie Yunus, CCTV Bongkar Wajah Pelaku

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus teror air keras, penyiraman air keras, dan aksi brutal terhadap aktivis Andrie Yunus akhirnya memasuki babak baru. Sejak awal, publik terus mengikuti perkembangan kasus ini. Kini, rekaman CCTV dan investigasi ilmiah membuka jalan untuk mengungkap identitas pelaku secara lebih jelas. Perkembangan tersebut langsung menyita perhatian. Selain itu, temuan terbaru mengindikasikan […]

  • Ilustrasi menu sederhana di restoran hotel bintang 5 yang disajikan mewah dengan plating elegan dan suasana premium.

    Menu Murah yang Jadi Mahal: Rahasia Branding Hotel Bintang 5

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Branding hotel menjadi alasan utama mengapa makanan sederhana bisa berubah sangat mahal ketika masuk restoran hotel bintang 5. Nasi goreng, kentang goreng, bahkan air mineral yang biasa saja di luar, mendadak terasa premium saat hadir di meja marmer dengan lampu temaram dan pelayanan super ramah. Fenomena ini bukan sekadar soal rasa makanan. […]

  • Ilustrasi pengolahan limbah makanan MBG menjadi kompos dan pakan ternak bernilai ekonomi

    Limbah MBG Ternyata Bisa Jadi Ladang Cuan, Ini Peluang Usahanya

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menghadirkan dampak sosial dalam pemenuhan gizi masyarakat. Di berbagai daerah, limbah MBG dan sisa makanan kini mulai dilirik sebagai peluang usaha baru yang menghasilkan nilai ekonomi. Mulai dari sisa nasi, kulit buah, hingga sayuran yang tidak terpakai, banyak warga dan pelaku UMKM mulai mengolah limbah […]

expand_less