Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Indeks Kerukunan Umat Beragama Naik

Indeks Kerukunan Umat Beragama Naik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indeks kerukunan umat beragama 2025 tertinggi dalam 11 tahun, didukung kebijakan dan mitigasi konflik nasional.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kerukunan umat beragama sepanjang 2025 menunjukkan tren positif dan stabil. Dua survei nasional mencatat capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir. Kondisi ini menjadi indikator penting bagi ketahanan sosial, sekaligus fondasi pembangunan yang berdampak langsung pada rasa aman warga di ruang publik.

Survei Poltracking yang dirilis Oktober 2025 menempatkan menjaga kerukunan antar umat beragama sebagai keberhasilan tertinggi kinerja setahun Kabinet Merah Putih, dengan tingkat kepuasan publik mencapai 86,7 persen. Sementara itu, survei Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) mencatat Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Nasional 2025 sebesar 77,89, tertinggi dalam 11 tahun terakhir.

Capaian ini menegaskan bahwa isu kerukunan tidak lagi berada di pinggir kebijakan, melainkan menjadi kebutuhan dasar warga dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari lingkungan tempat tinggal, aktivitas ibadah, hingga relasi sosial lintas keyakinan.


Data Survei dan Peran Negara

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Muhammad Adib Abdushomad, menyatakan capaian tersebut tidak lepas dari kerja bersama berbagai pihak. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan umat beragama disebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan sosial.

Menurut Adib, kerukunan bukan kondisi statis. Ia bergerak mengikuti dinamika sosial, politik, dan ekonomi. Karena itu, negara tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan seremonial.

Baca juga: Kemenag Mencatat Pernikahan Nasional Naik

“Kerukunan harus dirawat terus-menerus. Ia dinamis, dan membutuhkan sistem yang mampu membaca potensi konflik sejak dini,” ujar Adib di Jakarta, Kamis (1/1/2026).

Dalam konteks itu, sepanjang 2025 PKUB menjalankan sejumlah program yang dirancang berbasis data, pencegahan, dan penguatan kapasitas masyarakat.


Mitigasi Konflik hingga Akar Rumput

Salah satu langkah strategis adalah peluncuran aplikasi SI-RUKUN, sistem peringatan dini nasional yang terintegrasi dengan 1.156 penyuluh agama di berbagai daerah. Penyuluh ini berfungsi sebagai pelapor awal potensi gesekan sosial di tingkat lokal.

Di level akar rumput, PKUB membina 468 Desa Sadar Kerukunan (DSK) yang dijadikan ruang praktik moderasi beragama. Untuk memperkuat kualitasnya, dua desa ditetapkan sebagai percontohan nasional, yakni Desa Plajan di Jepara dengan pendekatan ekoteologi dan Desa Pabuaran di Bogor berbasis seni dan budaya.

Sepanjang 2025, PKUB juga menangani 46 isu kerukunan melalui pendekatan mediasi persuasif. Pendekatan ini menempatkan dialog dan kemanusiaan sebagai instrumen utama penyelesaian konflik, bukan penegakan hukum semata.


Penguatan Regulasi dan Jejaring Nasional

Pada tingkat kebijakan, Kementerian Agama membentuk Sekretariat Bersama Kerukunan Umat Beragama melalui KMA Nomor 784 Tahun 2024. Regulasi ini menyatukan kerja PKUB dengan 512 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Selain itu, program Harmony Award tetap dijalankan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen konkret dalam menjaga kerukunan di wilayahnya.

PKUB juga memperluas ruang dialog melalui Silaturahmi Nasional (Silatnas) yang melibatkan 350 tokoh lintas agama, serta melahirkan 905 mediator bersertifikat melalui program Peningkatan Kompetensi Pendidikan Mediator (PKPM).


Dari Nasional ke Global

Upaya penguatan kerukunan tidak berhenti di dalam negeri. Program Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) membuka ruang bagi delegasi internasional untuk menyaksikan langsung praktik toleransi masyarakat Indonesia.

Di sisi pencegahan ekstremisme, Kementerian Agama memperkuat sinergi dengan BIN, BNPT, dan Densus 88. Sementara untuk generasi muda, program Youth Harmony digelar di lima kota besar sebagai upaya menyiapkan duta damai lintas iman.

Penguatan literasi juga dilakukan melalui internasionalisasi portal kerukunan dalam tiga bahasa asing, serta aktualisasi Ekoteologi Kerukunan lewat aksi lintas iman menjaga lingkungan.

Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 menegaskan bahwa stabilitas sosial bukan hasil kebetulan. Ia lahir dari kebijakan yang konsisten, kerja lintas sektor, dan partisipasi warga. Tantangannya kini adalah menjaga keberlanjutan, agar kerukunan tetap hadir sebagai pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tata kelola masjid

    Muhammad Jazir dan Warisan Tata Kelola Masjid

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Muhammad Jazir wafat, meninggalkan warisan tata kelola masjid terbuka yang berpihak pada pelayanan dan pemberdayaan umat. albadarpost.com, HUMANIORA – Tokoh pembaru tata kelola masjid, Muhammad Jazir, wafat di Yogyakarta pada Senin, 22 Desember 2025. Kepergiannya meninggalkan jejak penting dalam perubahan cara masjid berfungsi, dari ruang ibadah tertutup menjadi pusat layanan umat yang inklusif dan berorientasi […]

  • Ilustrasi pejabat atau pimpinan yang menerima laporan korupsi namun memilih diam di meja kerjanya

    Ketika Atasan Memilih Diam Padahal Sudah Terima Laporan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Di banyak kantor pemerintahan—dan juga di berbagai organisasi—cerita tentang korupsi sering kali dimulai dari bawah. Seorang staf bermain anggaran. Pejabat teknis memanipulasi laporan. Proyek disulap menjadi ladang keuntungan pribadi.Namun dalam banyak kasus, cerita itu tidak berhenti pada pelaku utama. Ia merambat naik, perlahan, menuju meja pimpinan. Pertanyaannya sederhana: jika atasan sudah menerima […]

  • ilustrasi zakat fitrah umat Islam saat Ramadan

    Jarang Diketahui, Ini Sejarah Zakat Fitrah Sejak Zaman Nabi

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak umat Islam menunaikan zakat setiap Ramadan. Namun tidak semua orang mengetahui sejarah zakat fitrah dalam Islam. Padahal sejarah zakat fitrah menunjukkan bahwa ibadah ini sudah ada sejak masa Rasulullah SAW dan menjadi bagian penting dari sistem sosial umat Islam. Sejak awal Islam berkembang, zakat fitrah atau zakat Idul Fitri berfungsi bukan […]

  • Nabi Ayub AS

    Refleksi Harian dari Kisah Nabi Ayub AS

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Kisah Nabi Ayub AS mengajarkan keteguhan iman saat kehilangan harta, keluarga, dan kesehatan. albadarpost.com, OPINI – Hidup modern bergerak cepat, tetapi rapuh. Krisis kesehatan, tekanan ekonomi, dan permasalahan sosial bisa datang tanpa aba-aba. Dalam situasi seperti ini, kisah Nabi Ayub AS tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Ia hadir sebagai cermin harian tentang bagaimana manusia […]

  • pariwisata Pangandaran

    Pariwisata Pangandaran Siap Melonjak, Tol Getaci Bakal Pangkas Waktu Tempuh Wisatawan

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Tol Getaci diprediksi dorong pariwisata Pangandaran, memangkas waktu tempuh Jakarta–Pangandaran hingga separuhnya. albadarpost.com, LENSA – Pariwisata Pangandaran, Jawa Barat, terus menunjukkan geliat positif dengan potensi wisata alam dan budaya yang makin beragam. Namun, perjalanan panjang dan macet menuju kawasan itu masih menjadi hambatan utama. Kehadiran proyek strategis nasional Tol Getaci digadang bakal jadi solusi yang […]

  • korban banjir Sumatera

    BNPB Laporkan Korban Banjir Sumatera Melonjak Hingga 442 Jiwa

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    BNPB melaporkan korban banjir Sumatera terus bertambah. Ribuan warga mengungsi dan ratusan masih hilang. albadarpost.com, HUMANIORA – Jumlah korban banjir Sumatera mencapai 442 orang meninggal dunia hingga 30 November 2025. Sebanyak 402 orang masih hilang. BNPB menyampaikan data itu dalam siaran pers resmi pada Minggu, 30 November. Lonjakan korban menunjukkan skala bencana yang tidak hanya […]

expand_less