Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sumpah Apoteker Uniga Berlangsung Haru, Dinkes Garut Akui Masih Kekurangan SDM

Sumpah Apoteker Uniga Berlangsung Haru, Dinkes Garut Akui Masih Kekurangan SDM

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 41 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) FMIPA Universitas Garut resmi mengucapkan sumpah profesi dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026). Kehadiran para apoteker Garut ini langsung mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut yang saat ini masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan di berbagai sektor pelayanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menyebut tambahan tenaga apoteker menjadi kebutuhan mendesak di tengah jumlah penduduk Garut yang kini mencapai sekitar 2,8 juta jiwa.

Menurutnya, sektor kesehatan daerah masih membutuhkan banyak tenaga profesional, mulai dari dokter spesialis, bidan, perawat, ahli gizi, hingga tenaga farmasi.

“Hal ini memang sangat kami butuhkan karena saat ini kita masih kekurangan tenaga kesehatan mulai dari dokter spesialis, apoteker, bidan, perawat, sanitarian, ahli gizi hingga analis,” ujar Leli dalam sambutannya.

Dinkes Garut Soroti Pentingnya Peran Apoteker

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat itu, Leli menegaskan bahwa profesi apoteker memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem pelayanan kesehatan.

Menurutnya, kualitas pelayanan pasien tidak hanya bergantung pada dokter atau rumah sakit, tetapi juga pada ketelitian dan integritas tenaga farmasi yang memastikan keamanan penggunaan obat.

Karena itu, Dinkes Garut berharap para apoteker baru tidak hanya mengejar pekerjaan formal, tetapi juga aktif terlibat dalam edukasi kesehatan masyarakat.

“Peran para apoteker ini sangat strategis, karena di tangan apotekerlah mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien itu berada,” tambahnya.

Pernyataan tersebut terasa penting di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Apalagi saat ini tidak sedikit fasilitas kesehatan daerah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga profesional. Di beberapa wilayah, masyarakat bahkan harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lengkap.

Uniga Catat Kelulusan 100 Persen

Selain menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan, momen sumpah profesi ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Garut.

Rektor Universitas Garut, Irfan Nabhani, mengungkapkan bahwa seluruh peserta Angkatan XIII berhasil lulus dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen.

Menurut Irfan, capaian tersebut menunjukkan kekompakan dan daya tahan mahasiswa selama menjalani pendidikan profesi yang dikenal cukup berat.

“Presentase kelulusan angkatan ini mencapai 100 persen. Ini adalah suatu bukti kekompakan Anda semua dalam menjaga stamina dan semangat kebersamaan melalui fase pendidikan di Universitas Garut,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan alasan pihak kampus tidak menyatukan prosesi sumpah profesi ke dalam agenda wisuda umum tahun ini.

Menurutnya, sumpah profesi apoteker memiliki makna yang lebih mendalam dibanding seremoni akademik biasa.

“Hari ini bukan sekadar seremonial akademik, tetapi ini adalah tonggak perjalanan saudara sekalian yang memasuki profesi yang mulia,” tegas Irfan.

Apoteker Garut

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menghadiri prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Garut, di Hotel Harmoni, Garut, Senin (18/5/2026).

Profesi yang Menuntut Ketelitian dan Integritas

Dalam sambutannya, Rektor Uniga juga mengingatkan para apoteker baru agar menjaga integritas profesi dan terus meningkatkan kompetensi.

Ia menilai profesi apoteker bukan sekadar pekerjaan administratif di balik meja obat. Sebaliknya, profesi ini menuntut ketelitian tinggi karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.

Karena itu, Irfan meminta seluruh lulusan menjaga nama baik almamater sekaligus menjunjung etika profesi di dunia kerja nanti.

Di sisi lain, suasana haru juga terlihat ketika perwakilan apoteker baru, Sution, menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen, pembimbing PKPA, dan civitas akademika FMIPA Uniga.

Dengan suara bergetar, ia menyebut jas profesi yang dikenakan para lulusan bukan hanya simbol kelulusan, tetapi juga bukti perjuangan panjang selama pendidikan.

“Mengenakan jas kebanggaan kami, lihatlah kami. Jas ini bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi bukti dedikasi dan kerja keras Bapak/Ibu yang sudah menuntun kami hingga sampai saat ini,” ungkapnya.

Beberapa keluarga lulusan tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel dari kursi belakang ruangan. Ada orang tua yang berdiri diam sambil tersenyum kecil ketika anaknya resmi mengucapkan sumpah profesi.

Dan suasana seperti itu selalu terasa berbeda.

Karena bagi banyak keluarga, sumpah profesi bukan cuma soal gelar. Tetapi juga tentang harapan panjang yang akhirnya sampai di garis akhir.

Garut Masih Hadapi Tantangan Layanan Kesehatan

Masuknya 41 apoteker baru memang menjadi kabar baik bagi sektor kesehatan Garut. Namun kebutuhan tenaga medis di daerah tersebut masih cukup besar.

Dengan jumlah penduduk mencapai jutaan jiwa, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota.

Karena itu, Dinkes Garut berharap lulusan baru tidak ragu mengabdi di daerah yang masih membutuhkan tenaga kesehatan.

Selain meningkatkan pelayanan, kehadiran apoteker juga dinilai penting dalam memperkuat edukasi penggunaan obat yang aman di masyarakat.

Sebab di tengah mudahnya akses informasi kesehatan di media sosial, masyarakat justru semakin membutuhkan tenaga profesional yang mampu memberikan edukasi yang benar.

Prosesi sumpah itu akhirnya selesai. Jas putih tetap rapi dikenakan. Senyum keluarga perlahan pecah di sudut ruangan.

Tetapi setelah seremoni berakhir, tantangan sebenarnya justru baru dimulai: bagaimana menjaga kesehatan jutaan warga, di tengah kebutuhan tenaga medis yang masih belum sepenuhnya terpenuhi. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MBG Tasikmalaya

    MBG di Tasikmalaya Viral Lagi, Menu Diduga Berisi Ulat Bikin Publik Geram

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video temuan ulat dalam menu makanan viral di media sosial, Selasa (19/5/2026). Hidangan yang diduga berasal dari program MBG di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, itu memicu kemarahan warga karena dianggap mencoreng program yang selama ini digadang-gadang untuk […]

  • Sayembara Logo Tasikmalaya

    Pemkab Tasikmalaya Buka Sayembara Logo, Hadiah Jutaan Rupiah Menanti

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sebuah layar laptop menyala hingga larut malam. Di sudut meja, secangkir kopi mulai dingin. Sementara itu, beberapa garis dan bentuk perlahan muncul di layar aplikasi desain. Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sketsa biasa. Namun tahun ini, sebuah desain sederhana berpeluang menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Tasikmalaya. Sayembara Logo Tasikmalaya untuk Hari […]

  • Laka Leuwikeris

    Detik-Detik Mobil Wisatawan Pangandaran Terbalik di Tanjakan Leuwikeris

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalur Leuwikeris kembali menjadi perhatian setelah terjadi Laka Leuwikeris yang melibatkan sebuah Toyota Avanza berisi wisatawan asal Pangandaran, Sabtu (6/6/2026). Kecelakaan tunggal itu terjadi di tanjakan curam jalur Karanglayung-Cineam. Namun yang membuat peristiwa ini menyita perhatian warga bukan hanya karena kendaraan terbalik. Pengemudi mengaku sempat mengalami kondisi yang tidak biasa sesaat […]

  • Trump dievakuasi

    Detik-Detik Panik di Gedung Putih: Trump Dievakuasi Saat Jamuan Malam

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Trump dievakuasi secara mendadak dari sebuah jamuan makan malam resmi di Gedung Putih setelah suara tembakan terdengar di sekitar lokasi acara di Washington, Amerika Serikat. Situasi yang awalnya berjalan formal berubah cepat menjadi kepanikan, sementara sebagian tamu langsung mencari perlindungan di dalam ruangan. Beberapa saksi menggambarkan suasana yang tiba-tiba “pecah”. Percakapan […]

  • moratorium hutan

    Moratorium Penebangan Hutan: Strategi Jawa Barat Jaga Penyangga Ekologi

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan untuk menekan risiko bencana dan kerusakan ekologis. albadarpost.com, HUMANIORA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan di kawasan rawan bencana. Kebijakan ini disiapkan untuk menahan laju kerusakan lingkungan dan meminimalkan potensi banjir, longsor, serta krisis ekologis. Moratorium hutan disebut […]

  • Jadwal Persigar Garut

    Persigar Garut Siap Tempur di Babak 8 Besar Nasional

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Ribuan pendukung Persigar Garut akhirnya dapat menandai kalender mereka. Jadwal Persigar Garut pada Putaran Nasional Babak 8 Besar Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 resmi dirilis oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat. Tiga pertandingan penting kini sudah menanti Laskar Domba dalam perjuangan menuju fase berikutnya. Bagi masyarakat Garut, babak 8 besar […]

expand_less