Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Reward Sukwan Kebersihan Tasik Masih Digodok, Hanapi: Kita Tidak Tutup Mata

Reward Sukwan Kebersihan Tasik Masih Digodok, Hanapi: Kita Tidak Tutup Mata

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Plh Sekda Kota Tasikmalaya Hanapi akhirnya angkat bicara terkait tuntutan reward sukwan Tasik yang disampaikan 116 petugas kebersihan berstatus sukwan di Bale Wiwitan, Selasa (19/5/2026). Ia mengakui pernah menyampaikan janji pemberian reward saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya.

Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.

Menurut Hanapi, aspirasi para petugas kebersihan sudah diterima pemerintah kota dan saat ini sedang dibahas bersama pimpinan daerah dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran serta aturan hukum yang berlaku.

“Apa yang mereka sampaikan sudah tertangkap. Kita tidak menutup mata. Aspirasi ini akan kita godok bersama pimpinan dan melihat kemampuan anggaran serta aturan yang berlaku,” ujar Hanapi usai kegiatan pelepasan petugas kebersihan.

Pernyataan tersebut muncul setelah suasana apel petugas kebersihan sebelumnya berubah menjadi momen penagihan janji oleh ratusan sukwan.

Hanapi Sebut Sukwan Layak Diperhatikan

Dalam keterangannya, Hanapi menilai para petugas kebersihan sukwan memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan Kota Tasikmalaya meskipun bekerja dengan keterbatasan status dan penghasilan.

Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah memahami aspirasi yang mereka sampaikan.

“Mereka berjuang secara sukarela membantu kebersihan kota, meskipun hasilnya tidak signifikan dan tidak pasti. Justru karena itu, mereka sangat layak untuk kita perhatikan,” katanya.

Ia juga meminta seluruh petugas tetap semangat menjalankan tugas sambil menunggu hasil pembahasan internal pemerintah daerah.

Di sisi lain, Hanapi menegaskan pemerintah tidak bisa langsung merealisasikan reward tanpa mempertimbangkan dasar hukum dan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, setiap kebijakan harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.

Reward Masih Menunggu Pembahasan Anggaran

Hanapi mengakui perubahan jabatan menjadi salah satu faktor yang membuat realisasi reward belum berjalan sesuai harapan para sukwan.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah kota tidak mengabaikan tuntutan tersebut.

“Saya tidak berani mengatakan apa-apa dulu sekarang. Pokoknya, insyaallah akan kita bantu. Kita cari jalan terbaik agar pengabdian mereka mendapat bentuk apresiasi yang sesuai,” tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa pembahasan reward masih terbuka, meskipun belum ada keputusan final terkait bentuk maupun besaran apresiasi yang akan diberikan.

Bagi sebagian sukwan, jawaban tersebut memberi sedikit harapan. Namun di sisi lain, banyak yang masih menunggu kepastian lebih konkret.

Karena bagi mereka, persoalan ini bukan sekadar soal tambahan bantuan.

Tetapi juga tentang penghargaan terhadap pekerjaan yang selama ini sering dianggap biasa.

Sukwan Jadi Tulang Punggung Kebersihan Kota

Selama ini para sukwan kebersihan bekerja di berbagai titik wilayah Kota Tasikmalaya, mulai dari jalan protokol, pasar, hingga lingkungan permukiman.

Sebagian besar bekerja sejak dini hari sebelum aktivitas masyarakat dimulai.

Ada yang menyapu trotoar ketika jalan masih sepi. Ada pula yang membersihkan tumpukan sampah pasar sebelum pedagang kembali membuka lapak.

Namun pekerjaan mereka jarang terlihat ketika kota dalam keadaan bersih.

Masyarakat biasanya baru sadar pentingnya petugas kebersihan saat sampah mulai menumpuk atau saluran tersumbat.

Dan kondisi itulah yang membuat tuntutan reward menjadi perhatian publik.

Apalagi jumlah sukwan yang menyampaikan aspirasi mencapai 116 orang.

Di Bale Wiwitan sendiri, suasana sempat terasa tegang ketika para petugas mulai mempertanyakan janji yang pernah disampaikan Hanapi saat masih memimpin DLH.

Meski tidak ada kericuhan, sebagian petugas terlihat memilih bertahan lebih lama seusai apel untuk mendengarkan langsung jawaban dari pemerintah kota.

Pemerintah Kota Cari Solusi yang Aman Secara Hukum

Hanapi menegaskan pemerintah daerah harus berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait reward sukwan.

Menurutnya, pemberian apresiasi kepada tenaga nonformal tetap membutuhkan payung aturan yang jelas agar tidak menyalahi ketentuan pengelolaan anggaran daerah.

Karena itu, pembahasan akan dilakukan bersama pimpinan daerah sebelum diputuskan lebih lanjut.

Di sisi lain, pemerintah juga memahami pentingnya menjaga motivasi para petugas kebersihan yang selama ini membantu menjaga kenyamanan kota.

Apalagi persoalan kebersihan menjadi salah satu wajah utama pelayanan publik di perkotaan.

Dan pekerjaan itu sebagian besar dijalankan oleh orang-orang yang sering bekerja tanpa sorotan.

Ada petugas yang tetap menyapu jalan saat hujan turun. Ada juga yang berangkat sebelum matahari terbit ketika sebagian besar warga masih tidur.

Hal-hal seperti itu mungkin terlihat sederhana.

Tetapi kota yang bersih tidak pernah tercipta dengan sendirinya.

Aspirasi Sukwan Jadi Sorotan Publik

Persoalan reward sukwan kini mulai menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut kesejahteraan tenaga kebersihan yang selama ini berada di lapangan.

Sebagian warga menilai pemerintah perlu memberi perhatian lebih terhadap para sukwan yang ikut menjaga kebersihan kota meski berstatus nonformal.

Di media sosial, sejumlah komentar juga muncul mendukung agar ada solusi konkret bagi para petugas kebersihan tersebut.

Karena pada akhirnya, kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

Tetapi juga hasil kerja banyak orang yang sering tidak terlihat.

Janji itu memang belum berubah menjadi reward.

Tetapi pagi di Bale Wiwitan kemarin meninggalkan satu pesan yang cukup jelas: kota yang bersih berdiri di atas kerja orang-orang sederhana… yang selama ini terlalu sering dilupakan. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMKM bertahan saat ekonomi sulit

    6 Cara UMKM Bertahan Saat Ekonomi Lesu

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perlambatan ekonomi global mulai berdampak pada sektor usaha kecil di berbagai daerah. Namun menariknya, data menunjukkan tidak semua bisnis mengalami penurunan drastis. Justru sebagian pelaku UMKM bertahan saat ekonomi sulit karena menerapkan strategi berbasis data, efisiensi usaha, dan perubahan perilaku konsumen. Sejumlah laporan ekonomi nasional memperlihatkan bahwa usaha mikro dan kecil […]

  • Kesempatan karier

    Lulusan D4–S2 Bisa Jadi Perwira Polri

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali membuka Seleksi Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2026. Program ini membuka kesempatan karier bagi lulusan perguruan tinggi jenjang D4, S1, hingga S2 untuk bergabung sebagai perwira pertama Polri. SIPSS menjadi jalur khusus yang dirancang untuk menjaring sumber daya manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu. […]

  • teror air keras

    Terungkap! Teror Air Keras Andrie Yunus, CCTV Bongkar Wajah Pelaku

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus teror air keras, penyiraman air keras, dan aksi brutal terhadap aktivis Andrie Yunus akhirnya memasuki babak baru. Sejak awal, publik terus mengikuti perkembangan kasus ini. Kini, rekaman CCTV dan investigasi ilmiah membuka jalan untuk mengungkap identitas pelaku secara lebih jelas. Perkembangan tersebut langsung menyita perhatian. Selain itu, temuan terbaru mengindikasikan […]

  • Awal Ramadhan Muhammadiyah

    Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H dan Lebaran 2026

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 dan Idul Fitri 20 Maret 2026. Berikut jadwal lengkap puasa dan libur Lebaran 2026. albadarpost.com, LENSA. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi mengumumkan ketetapan Awal Ramadhan Muhammadiyah 1447 H dan jadwal Idul Fitri 2026. Penetapan ini dituangkan dalam Maklumat Muhammadiyah No. 01/MLM/1.1/B/2025 […]

  • jual trenggiling

    Sadis! Trenggiling Diburu dan Dijual Online di Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus jual trenggiling kembali mencuat setelah polisi membongkar praktik perdagangan satwa dilindungi di Tasikmalaya. Aksi jual trenggiling ini melibatkan dua buruh harian lepas yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana transaksi. Modus jual satwa dilindungi tersebut akhirnya terungkap setelah polisi menangkap salah satu pelaku saat membawa tas mencurigakan. Peristiwa ini langsung menyita […]

  • Ilustrasi kantor pemerintahan dengan berkas anggaran dan simbol transparansi swakelola Kesbangpol Tasikmalaya.

    Diamnya Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Makin Membuat Penasaran

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL. Redaksi albadarpost.com telah menyampaikan permohonan wawancara tertulis kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tasikmalaya terkait pelaksanaan kegiatan swakelola Tahun Anggaran 2024–2025. Surat tersebut memuat sejumlah pertanyaan mendasar mengenai perencanaan kegiatan, realisasi anggaran, mekanisme pengendalian internal, hingga aspek transparansi dokumen. Tenggat waktu telah kami sampaikan secara resmi dan wajar. Namun hingga […]

expand_less