Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Reward Sukwan Kebersihan Tasik Masih Digodok, Hanapi: Kita Tidak Tutup Mata

Reward Sukwan Kebersihan Tasik Masih Digodok, Hanapi: Kita Tidak Tutup Mata

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Plh Sekda Kota Tasikmalaya Hanapi akhirnya angkat bicara terkait tuntutan reward sukwan Tasik yang disampaikan 116 petugas kebersihan berstatus sukwan di Bale Wiwitan, Selasa (19/5/2026). Ia mengakui pernah menyampaikan janji pemberian reward saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya.

Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.

Menurut Hanapi, aspirasi para petugas kebersihan sudah diterima pemerintah kota dan saat ini sedang dibahas bersama pimpinan daerah dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran serta aturan hukum yang berlaku.

“Apa yang mereka sampaikan sudah tertangkap. Kita tidak menutup mata. Aspirasi ini akan kita godok bersama pimpinan dan melihat kemampuan anggaran serta aturan yang berlaku,” ujar Hanapi usai kegiatan pelepasan petugas kebersihan.

Pernyataan tersebut muncul setelah suasana apel petugas kebersihan sebelumnya berubah menjadi momen penagihan janji oleh ratusan sukwan.

Hanapi Sebut Sukwan Layak Diperhatikan

Dalam keterangannya, Hanapi menilai para petugas kebersihan sukwan memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan Kota Tasikmalaya meskipun bekerja dengan keterbatasan status dan penghasilan.

Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah memahami aspirasi yang mereka sampaikan.

“Mereka berjuang secara sukarela membantu kebersihan kota, meskipun hasilnya tidak signifikan dan tidak pasti. Justru karena itu, mereka sangat layak untuk kita perhatikan,” katanya.

Ia juga meminta seluruh petugas tetap semangat menjalankan tugas sambil menunggu hasil pembahasan internal pemerintah daerah.

Di sisi lain, Hanapi menegaskan pemerintah tidak bisa langsung merealisasikan reward tanpa mempertimbangkan dasar hukum dan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, setiap kebijakan harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.

Reward Masih Menunggu Pembahasan Anggaran

Hanapi mengakui perubahan jabatan menjadi salah satu faktor yang membuat realisasi reward belum berjalan sesuai harapan para sukwan.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah kota tidak mengabaikan tuntutan tersebut.

“Saya tidak berani mengatakan apa-apa dulu sekarang. Pokoknya, insyaallah akan kita bantu. Kita cari jalan terbaik agar pengabdian mereka mendapat bentuk apresiasi yang sesuai,” tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa pembahasan reward masih terbuka, meskipun belum ada keputusan final terkait bentuk maupun besaran apresiasi yang akan diberikan.

Bagi sebagian sukwan, jawaban tersebut memberi sedikit harapan. Namun di sisi lain, banyak yang masih menunggu kepastian lebih konkret.

Karena bagi mereka, persoalan ini bukan sekadar soal tambahan bantuan.

Tetapi juga tentang penghargaan terhadap pekerjaan yang selama ini sering dianggap biasa.

Sukwan Jadi Tulang Punggung Kebersihan Kota

Selama ini para sukwan kebersihan bekerja di berbagai titik wilayah Kota Tasikmalaya, mulai dari jalan protokol, pasar, hingga lingkungan permukiman.

Sebagian besar bekerja sejak dini hari sebelum aktivitas masyarakat dimulai.

Ada yang menyapu trotoar ketika jalan masih sepi. Ada pula yang membersihkan tumpukan sampah pasar sebelum pedagang kembali membuka lapak.

Namun pekerjaan mereka jarang terlihat ketika kota dalam keadaan bersih.

Masyarakat biasanya baru sadar pentingnya petugas kebersihan saat sampah mulai menumpuk atau saluran tersumbat.

Dan kondisi itulah yang membuat tuntutan reward menjadi perhatian publik.

Apalagi jumlah sukwan yang menyampaikan aspirasi mencapai 116 orang.

Di Bale Wiwitan sendiri, suasana sempat terasa tegang ketika para petugas mulai mempertanyakan janji yang pernah disampaikan Hanapi saat masih memimpin DLH.

Meski tidak ada kericuhan, sebagian petugas terlihat memilih bertahan lebih lama seusai apel untuk mendengarkan langsung jawaban dari pemerintah kota.

Pemerintah Kota Cari Solusi yang Aman Secara Hukum

Hanapi menegaskan pemerintah daerah harus berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait reward sukwan.

Menurutnya, pemberian apresiasi kepada tenaga nonformal tetap membutuhkan payung aturan yang jelas agar tidak menyalahi ketentuan pengelolaan anggaran daerah.

Karena itu, pembahasan akan dilakukan bersama pimpinan daerah sebelum diputuskan lebih lanjut.

Di sisi lain, pemerintah juga memahami pentingnya menjaga motivasi para petugas kebersihan yang selama ini membantu menjaga kenyamanan kota.

Apalagi persoalan kebersihan menjadi salah satu wajah utama pelayanan publik di perkotaan.

Dan pekerjaan itu sebagian besar dijalankan oleh orang-orang yang sering bekerja tanpa sorotan.

Ada petugas yang tetap menyapu jalan saat hujan turun. Ada juga yang berangkat sebelum matahari terbit ketika sebagian besar warga masih tidur.

Hal-hal seperti itu mungkin terlihat sederhana.

Tetapi kota yang bersih tidak pernah tercipta dengan sendirinya.

Aspirasi Sukwan Jadi Sorotan Publik

Persoalan reward sukwan kini mulai menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut kesejahteraan tenaga kebersihan yang selama ini berada di lapangan.

Sebagian warga menilai pemerintah perlu memberi perhatian lebih terhadap para sukwan yang ikut menjaga kebersihan kota meski berstatus nonformal.

Di media sosial, sejumlah komentar juga muncul mendukung agar ada solusi konkret bagi para petugas kebersihan tersebut.

Karena pada akhirnya, kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

Tetapi juga hasil kerja banyak orang yang sering tidak terlihat.

Janji itu memang belum berubah menjadi reward.

Tetapi pagi di Bale Wiwitan kemarin meninggalkan satu pesan yang cukup jelas: kota yang bersih berdiri di atas kerja orang-orang sederhana… yang selama ini terlalu sering dilupakan. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasangan Muslim berdoa bersama pada malam hari memohon segera dikaruniai keturunan dengan penuh harap.

    Tangis dan Doa di Sepertiga Malam, Ikhtiar Banyak Pasangan Menanti Buah Hati

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua pasangan langsung mendengar tangisan bayi setelah menikah. Sebagian harus melewati malam-malam panjang yang penuh doa. Ada yang diam-diam menangis selepas salat. Ada yang tersenyum di depan orang lain, meski hatinya lelah mendengar pertanyaan yang sama berulang kali. “Sudah isi belum?” Kalimat sederhana itu kadang terasa sangat berat bagi pasangan yang […]

  • mahram nikah

    Ini Daftar Lengkap Mahram Nikah yang Wajib Dipahami Muslim

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Mahram nikah kembali menjadi topik yang banyak dicari publik setelah munculnya berbagai kesalahpahaman di media sosial terkait batasan wanita yang haram dinikahi dalam Islam. Istilah mahram nikah atau wanita mahram sering disalahartikan, padahal aturan ini memiliki dasar kuat dalam fikih Islam dan telah dijelaskan secara rinci oleh Kementerian Agama RI. Fenomena ini […]

  • Motor Kembali

    Tangis Haru di Mapolres Tasikmalaya, Motor Hilang Akhirnya Pulang

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana haru menyelimuti Mapolres Tasikmalaya, Senin (1/6/2026), ketika dua unit sepeda motor hasil curanmor akhirnya kembali ke tangan pemiliknya. Bagi sebagian orang, kendaraan itu mungkin hanya benda mati. Namun bagi para korban, motor tersebut adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari yang sempat hilang selama berbulan-bulan. Dua kendaraan yang diserahkan langsung oleh […]

  • Ilustrasi perjalanan jiwa manusia dalam psikologi nafsu Islam dari ammarah menuju mutmainnah dengan nuansa reflektif

    Psikologi Nafsu dalam Islam: Peta Batin Manusia yang Tak Pernah Netral

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di era mendatang, manusia akan semakin lihai membaca data, emosi, dan pola pikir. Namun pada saat yang sama, manusia justru kian gagap mengenali batinnya sendiri. Teknologi berkembang cepat, tetapi kegelisahan jiwa mengendap tanpa suara. Di titik inilah Islam hadir dengan tawaran yang jujur sekaligus tajam: psikologi nafsu. Al-Qur’an tidak memulai pembicaraan tentang […]

  • Putusan MK pencemaran nama baik

    MK Tegaskan Kritik Pejabat Bukan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Konstitusi terbaru kembali menguji arah demokrasi Indonesia. Di tengah meningkatnya penggunaan pasal pencemaran nama baik untuk merespons kritik, MK menegaskan batas yang selama ini kabur: negara tidak boleh mempidanakan kritik terhadap pejabat dan kebijakan publik. Putusan ini penting sekarang, ketika ruang berekspresi warga kerap berhadapan dengan ancaman hukum. Putusan Nomor […]

  • Kepemimpinan Santri

    Jarang Disadari, Ini 5 Cara Pesantren Mencetak Jiwa Pemimpin

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tidak banyak yang sadar bahwa banyak pemimpin tangguh di Indonesia justru lahir dari lingkungan sederhana: pesantren. Di balik jadwal padat dan kehidupan disiplin, kepemimpinan santri terbentuk melalui kebiasaan harian yang tampak biasa, namun memiliki dampak luar biasa. Nilai kepemimpinan pesantren, karakter santri, serta pola pendidikan berbasis pengalaman nyata membuat santri belajar memimpin […]

expand_less